Posts Tagged ‘Bisnis Aksesoris’

May 30

Belajar Membuat Aksesoris, dari Hobi menjadi Bisnis

“Dulu, saya menganggap kegemaran saya membuat aksesoris sebagai sebuah hobi yang menyenangkan, untuk dilakukan di waktu luang. Sekarang, hobi menyenangkan ini juga bisa menjadi sumber penghasilan yang mendatangkan uang” Riski Hapsari – pemilik http://koleksikikie.com BELAJAR MEMBUAT AKSESORIS Untuk bisa meningkatkan kemampuan kita membuat aksesoris, langkah pertama yang harus dilakukan adalah→ Baca selengkapnya

May 11

“Suka dan Sukanya” merangkai aksesoris sebagai peluang bisnis rumahan

Tahun ini adalah tahun ketujuh saya menekuni bisnis membuat aksesoris dari rumah. Dan rasanya sih,  inilah karier paling awet yang pernah saya tekuni hihihi… Saya pertama kali menghasilkan rupiah, ketika duduk di bangku kuliah, Tahun kedua saat kuliah di jurusan ekonomi, saya melamar menjadi penyiar di sebuah radio swasta untuk→ Baca selengkapnya

May 09

BELANJA MANIK-MANIK GRATIS DI KOLEKSIKIKIE

Ih bisa gitu belanja gratis??? bisaaaa donkkk yaa…..

Program special ini diselenggarakan khusus untuk temen-temen yang sudah setia belanja manik-manik secara online melalui web http://koleksikikie.com Khususnya untuk pembelanjaan diatas 250.000/transaksi, nomer order nya akan otomatis menjadi nomer undian yang berhak diikutsertakan dalam program PROMO BELANJA GRATIS di KOLEKSIKIKIE

 

Apa itu nomer order??? Setiap kali melakukan order di koleksikikie, lalu mengklik tombol send, maka temen-temen akan menerima konfirmasi melalui email, yang pada judul emailnya akan ada 4 digit nomer yang selalu diawali dengan tanda # misalnya ORDER #9876 inilah yang disebut dengan nomer order

Bagaimana kalau di inbox email saya tidak ada konfimasi nomer tersebut? Kita bisa log in web di koleksikikie.com lalu klik tombol Akun Saya yang terdapat di pojok kanan atas, otomatis akan muncul rekap transaksi pembelanjaan yang selama ini dilakukan melalui web koleksikikie.com

Belanja yang bagaimana yang berhak ikut undian? Program Undian ini berlaku untuk smeua pembelanjaan yang dilakukan melalui web dengan nominal order diatas 250.000 (Belum Termasuk Biaya Pengiriman)

 

Saya Order 300.000, namun setelah dicek… barang yang bisa dikirim Koleksikikie ke saya hanya senilai Rp 240.000 apakah saya masih bisa ikut program undian? Bisa. Kamu tetep berhak menjadi peserta undian belanja gratis di Koleksikikie. Simpan Nomer Ordermu, dan pada satu minggu pertama di bulan berikutnya, rajin-rajin untuk cek halaman depan web koleksikikie.com Karena kami akan memajang nomer order yang berhak belanja gratis tadi, di sampul depan bagian paling atas web kami.

 

Bagaimana kalau saat nomer yang beruntung tadi dipajang, pemiliknya tidak sempat mengecek web koleksikikie.com apakah tidak ada pemberitahuan kepada pemilik nomer undian tersebut? Kami akan memasang nomer undian di halaman depan, lalu membagikan informasi telah dipajangnya nomer yang beruntung ini melalui media sosial koleksikikie, Instagram #koleksikikie Facebook FanPage Koleksikikie Koleksikikie dan Koleksi Kikie, Twitter Kie_Koleksikikie

Apabila dalam masa seminggu pengumuman pemenang dipajang, pemiliknya tidak juga mengirimkan email konfirmasi (melalui alamat email yang sama saat melakukan order dengan nomer undian tersebut) Maka Hadiah dinyatakan Hangus, dan di minggu kedua akan kami pajang nomer undian lainnya yang berhak mendapatkan hadiah untuk mengganti pemenang di minggu pertama yang tidak mengklaim hadiah miliknya.

 

Kalau Nomer Order saya Keluar sebagai Pemenang apa yang harus saya lakukan? Kirimkan email ke koleksikikie@gmail.com yang isinya “saya adalah pemilik nomer undian yang keluar sebagai pemenang belanja gratis bulan ini” Sertakan Foto Diri serta nama web, IG atau FB atau contoh barang hasil kreasi kamu, agar kami bisa mengumumkan nama pemilik undian yang beruntung sekaligus mempromosikan barang yang kami karyakan dengan menggunakan produk koleksikikie. Selanjutnya kami akan langsung memberikan voucher belanja gratis 150.000 (yang bisa digunakan untuk belanja apa saja yang ada di web koleksikikie.com ).

Yang unik, kode voucher ini hanya akan bisa dipergunakan apabila email yang digunakan untuk melakukan order, SAMA PERSIS dengan email yang digunakan saat melakukan pembelanjaan yang nomer urutnya keluar sebagai pemenang. Jadi jangan lupakan email serta password log in ke web koleksikikie.com karena ini akan menjadi identitas kamu sebagai pemenang undian.

 

Bagaimana kalau belanja yang saya lakukan dengan voucher hadiah tadi lebih dari 150.000 ? voucher ini akan memotong nilai belanja keseluruhan. Seandainya total belanja yang baru 200.000, voucher belanja gratis 150.000 maka pemenang tetap harus mentransfer nilai selisihnya sebesar Rp 50.000 + Biaya Pengiriman barang menggunakan JNE hingga tiba di alamat tujuan.

 

Apakah ada masa Berlaku untuk voucher hadiah ini? Voucher berlaku efektif 2 minggu sejak kami serahkan melalui email, misalnya: Belanja di koleksikikie pada 11 mei 2014 senilai 275.000 tanggal 1 Juni nomer ordernya dinyatakan sebagai pemenang undian, tanggal 2 Juni pemenang tadi baru membaca pengumumannya di web koleksikikie dan langsung mengirimkan email konfirmasi sebagai pemilik nomer order yang beruntung. tanggal 3 Juni kami membalas email tersebut dan  mengirimkan kode voucher hadiah. tanggal 5 Juni Pemenang baru mengecek email balasan dari koleksikikie, maka pemenang ini bisa menggunakan vouchernya 2minggu sejak tanggal 3 Juni atau pada 18 Juni 2014 kode voucher akan hangus tidak dapat digunakan lagi.

Apakah ada batasan khusus barang yang boleh dibeli dan tidak? Tidak ada, voucher bisa digunakan untuk membeli bahan maupun produk jadi koleksikikie. Selama persediaan barang ada, maka voucher bisa digunakan untuk melakukan pembelanjaan barang tersebut.

Jadi yuk belanja manik-manik secara online di http://koleksikikie.com dan Selamat deg-deg an nunggu pengumuman yaa teman-teman (kie)

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Apr 22

Tips Ikutan Bazar ala Koleksikikie

Setelah banyak karya yang berhasil kita buat eh tiba-tiba aja kita dapet ajakan buat ikutan bazar… duh gimana nih… “ikut… enggak…ikut..enggak…ikuuut… enggaaaak…” (karena bingung keputusan pun diserahkan kepada Tokek yang hinggap di dinding rumah hihihihihi) aduh my pren jangan dunk, kan yang mau ikutan bazar kita, bukan Tokeknya

Sebenernya nggak ada salahnya lho buat ikutan jual aksesoris di acara bazar, tingkat kesulitannya jelas lebih tinggi ketimbang jualan on line ^_^ karena di bazar kita akan dihadapkan langsung dengan customer, yang artinya… bisa terjadi banyak perbincangan cukup menarik sebelum transaksi terjadi “bahannya dari apa mbak?” please jangan jawab… “udah liat sendiri masih nanya” hehehe… “bisa bikin gatel nggak nih gelangnya” yah kalau pas make trus digigit nyamuk gatel kaliii, hihihi atau yang akan paling sering kita denger…”bisa kurang lagi nggak nih harganya” hehehe… tapi sisi positifnya, dnegan bertemu langsung dengan pembeli kita bisa dapet masukan yang membangun tentang karya yang kita hasilkan secara gratis (kalau harus nyewa jasa surveyor independen tak terbayang deh berapa fee yang harus kita keluarkan ^_^)

SEBELUM MEMUTUSKAN IKUT BAZAR pastikan dulu – hal hal berikut ini pren

1) Siapa yang ngadain bazarnya

terutama kalau kita harus bayar sejumlah uang buat stand ya, cukup terpercaya nggak penyelenggaranya, jangan-jangan setelah kita bayar uang stand penyelenggara kabur tak bertanggungjawab, huaaaa… untung belum jelas rugi sudah pasti 2) Dimana bazar diselenggarakan

Bazar di sekolah, perkantoran, komplek rumah atau mall bisa jadi sama-sama BAZAR, tapi semuanya jelas punya tipe pengunjung yang berbeda pren. Dan inilah yang harus kita cermati, untuk menentukan produk apa yang akan kita jual ^_^

3) Siapa aja ya yang kayanya bakal ikutan

Ini penting pren, jangan sampe di bazar khusus bahan bangunan muncul satu stand khusus jualan aneka gelang dan kalung manik-manik punya kita, dengan alasan… yah kan kita juga pake material batu alam sama kaya tukan bangunan hihihihi… karena bukan apa-apa my pren pengunjung yang datang ke bazar komputer pastilah punya niat lebih besar untuk liat-liat dan cari semua hal serba komputer.

4) Cari tau siapa yang akan datang ke bazar dan berapa banyak

info ini biasnaya disediakan oleh panitia penyelenggara bazar. Penting banget lho untuk tau pasti siapa yang jadi target utama bazar ini, karena akan sangat menentukan jenis produk unggulan stand kita, jumlah persediaan barang yang harus kita stock (jangan sampe baru hari kedua barang kita dah habis pren, padahal nyewa stand 5 hari) serta harga yang paling reosanable buat pangsa pasar ini. Tapi bukan berarti kita pasrah aja setelah dapet info dari panitia, libatkan diri untuk menjadi pihak yang mengundang, bikin flyer, broadcast mesage melalui berbagai media sosial, bikin janjian ketemuan sama teman-teman di lokasi bazar semakin banyak orang dekat dan customer kita tau acara ini maka akan semakin besar kemungkinan barang kita terjual saat acara berlangsung.

Dan inilah empat info penting yang akan sangat menentukan kira-kira bakalan laku nggak ya dagangan kita di bazar nanti ^_^ jadi kalau dari awal kita sudah merasa bazar ini kurang cocok untuk produk yang kita punya, sebaiknya tunggu saja sampe ada bazar yang lebih pas sahabat…

SAAT BAZAR TIBA Kalau akhirnya kita sudah membulatkan tekad untuk berpatisipasi jualan aksesoris, siapkan dulu senjata rahasia kita ini pren ^_^

1) Tanda Pengenal Nama Toko Kita

Yang paling sederhana berupa kartu nama, yah maklum aj apren namanya juga aksesoris kadang suka ada pelanggan kita yang request dalam warna dan ukuran tertentu, misal:… “wah lucu nih kalungnya, bisa buatin nggak warna biru.. “ okay mbak, bisa jadi sekitar 3 hari, ini kartu nama saya ada nama tokonya, alamat web, dan no telpon, kalau udah jadi kalung biru mbak saya pajang ya di web, nanti akan saya hubungi lagi… bisa tinggalkan nama dan no telponnya buat data kita kalau punya modal lebih, bisa bikin X Banner buat dipajang di depan stand kita, isinya tentang nama toko, gambar produk kita, serta aksesoris jenis apa saja yang bisa kita buat… X Banner yang menarik ini tentu saja akan mengundang orang untuk mampir ke stand kita

2) SALE dan SALE lagi…

Hehehe… karena umumnya pembeli potensial kita adalah kaum wanita yang suka sekali dengan kata SALE, PROMO, DISKON dan BONUS… maka pasanglah tanda ini sebesar-besarnya di stand kita pren hehehe Siapkan produk sederhana dengan harga terjangkau, misal: anting simple 20 rebu dapet 3 atau gantungan HP cantik HANYA 5.000 atau Kalung diskon 70% hanya 20 rebu saja… Karena bukan rahasia lagi sahabat, cukup jarang pengunjung bazar yang secara telaten akan mendatangi satu demi satu seluruh stand yanga da untuk kemudian mengamati semua barang yang kita display… mereka datangi tempat yang menurut mereka menarik, dan Tulisan SALE tentu saja menarik ^_^ setelah mereka bersedia mampir melihat barang yang diobral tadi, kerahkan kemampuan marketing kita untuk menawarkan produk lain yang dijual dengan harga normal. Untuk menarik minat pengunjung kita bisa membuat aksesoris sederhana yang mudah dibuat dan cepet jadi.

 

3) Display Yang Cantik

Nah setalah mereka masuk ke stand kita inilah penataan barang yang rapi dan cantik akan sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian calon pembeli. Bila kita cukup sering mengikuti bazar tidak ada slaahnya untuk menginvestasikan sedikit uang kita membeli alat peraga berupa display, gelang, leher-leheran buat kalung, display bros ^_^

Pilih juga warna kain/alas meja yang akan memperkuat atau mengeluarkan warna aseli dari aksesoris kita, favorit saya sih putih polos pren… hindari yang bermotif terlalu meriah karena akan mempengaruhi penilaian konsumen terhadap aksesoris yang dipajang.

Selain itu tak ada salahnya juga untuk melengkapi stand kita dengan cermin besar serta foto-foto dari orang-orang yang memakai aksesoris kita, atau mungkin potongan halaman mode dari majalah. Ini akan memudahkan calon pembeli untuk membayangkan bagaimana dan paduan busana seperti apa yang bisa dipakai bersama aksesoris tsb

4) Penjaga Stand yang Komunikatif

“Eh bagus nggak aku pake kalung ini” kalimat seperti juga termausk yang akan sangat sering kita denger di stand aksesoris. Karena sebelum memutuskan membeli, terkadang seseorang membutuhkan pendapat dari orang lain, kalau pelanggan dateng sama temennya sih enak pren… biasanya nanyak ke temennya sendiri ^_^ nah kalau dateng sendiri dan tanya ke kita gimana dunk… hehehe Sampaikan pendapat yang objektif, kalau kita rasa warna aksesoris pilihannya kurang sesuai dengan warna kulit calon pembeli jangan langsung bilang, “hm… kayanya keliatan tambah gelap deh mbak kalau pake warna biru gitu” walaupun nyadar kita item tapi tetep aja suka beTe kalau denger orang yang bilang gitu hahahaha… coba sarankan saja warna lain, “gimana kalau krem yang ini sepertinya lebih cocok buat mbak”

Umumnya lagi customer yang datang saat bazar sangat mengharapkan bisa mendapat potongan harga, bila bukan kita langsung yang menjaga stand sampaikan berapa batas harga minimum yang bisa kita toleransi sebelum memutuskan menjual barang tsb.

5) Penjaga Stand yang CHIC dan Gaya

Supaya calon pembeli lebih tertarik lagi dengan apa yang kita jual, jangan ragu untuk memakai aksesoris serupa dengan yang kita jual pren. Dari pengala man, tak jarang justru yang kita pake itulah yang malah laku dibeli orang ^_^ Jadi kalau kita sampai saat ini maish negrasa nggak PeDe dan malu untuk memakai aksesoris karya kita, yah sebaiknya jangan mencoba untuk menjualnya ke orang lain hihihihi…

Nah kalau udah tau rahasianya gini, jadi nggak ragu lagi kan buat ikutan bazar ^_^ perkara untung berapa banyak sbenernya jangan terlalu diharapkan pren, karebna bisa terjual 30% dari total barang yang kita bawa aja sudah bagusss bangetzz yang utama, jadikan ajang bazar ini untuk mempromosikan toko kita, mendapatkan masukan membangun dari para pembeli potensial dan menjalin persahabatan dsengan peserta bazar lain… yah syukur-syukur kalau ada bazar lagi kita bisa dapet info dan diajak lagi, kalau sahabatannya makin erat yah mungkin aja kan dapet diskon juga dari pedagang lain hahahaha…. tetep deh

6. Kegiatan yang menarik minat orang untuk melihat

Pernah lihat tukang obat jualan di pasar? biasanya mereka mengadakan atraksi terlebih dahulu untuk membuat orang mendekat dan lihat… yang jualan kerudung/jilbab bisa bikin demo memasang hijab praktis, kalau jualan aksesoris kita bisa bikin demo pemasangan jilbab tadi yang di mix dengan padu padan aksesorisnya, bagaimana jilbab yang cocok pake peniti juntai, mana model jilbab yang sebaiknya pake bros pesta yang mewah” Atau kita juga bisa mengadakan demo langsung cara membuat aksesoris, pilih yang mudah saja, mislanya membuat cincin wire, tinggal bawa mandrel, kawat dan tang, kita bisa demo kan bagaimana cara mudah membuat cincin wire. Kalau ada yang minat bisa beli aksesoris yang kita jual di bazar dan mendapatkan bonus cincin wire tadi =D

7. Libatkan Pengunjung untuk menciptakan sendiri aksesorisnya 

Kalau stok barang belum banyak, kenapa gak bawa aja sekalian manik-maniknya ke pameran…  libatkan pengunjung untuk membuat sendiri aksesorisnya, misal untuk kalung druzy… pengunjung bisa pilih batu druzynya, jenis ornamen yang diinginkan, serta batu sebagai hiasan. Kalau teknik wire terlalu sulit di praktekkan langsung, bisa juga kita gunakan karet senar untuk membuat gelang karet sederhana. Sediakan aneka ragam dan warna manik serta spacer agar lebih menarik minat pengunjung.

Haduh… haduuuhh panjang nian ya tulisannya hihihihi sekedar sharing hal yang ringan my pren. Semoga saja bisa bermanfaat yaaa ^_^

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Apr 07

Kenapa gak ada yang mampir ke blog ku siih

Kie… sesuai saranmu… aku sekarang mulai coba jualan on line di multiply juga kie hehehe… gak papa kan ya? cumaaa… heran deh, sudah hampir 1 bulan…  masa yang dateng buat ngeliat cuma 11 orang, itu pun yang ngasih komen cuma satu kie padahal kalo liat koleksikikie, baru up load apa dikit aja.. yang komentar udah puluhan orang  aku hope less kie… kayanya nggak cocok jualan aksesoris deh,  off line gak laku… on line juga gak ada yang liat.Be..Te.. dot com (betty… somewhere)

 

Kata Kikie : duh..aduhh ada yang lagi ngambek nih kayanya ya… jangan dunk prend mau julana on line, mau jualan off line… yang paling dibutuhkan ya tetap aja semangat pantang menyerah dan kerja keras tiada henti… (sound familiar yaa bow hihihihihi) Tapi untuk jualan on line, memang kurang lebih ada beberapa trik yang perlu diperhatikan sahabat, diantaranya sih :

1. Nama Blog yang Gampang diingat sebaiknya waktu mulai berencana bikin blog, kita sudah punya bayangan nama web yang mudah diingat orang. Nggak terlalu panjang, maksimal sih dua kata ya… nggak pake ejaan yang ajaib, misal: Maniqueloetjoe.com jelas lebih susah diinget ketimbang maniklucu.com

 

2. Tata Desain Blog yang Sederhana kalau pertama punya blog, biasanya sih hasrat ingin mempercantik tampilan blog kita begitu membara… dirubah ini, dikasih itu, ini dipindah kesitu… ini ..itu..ini itu… yang akhirnya “keindahan” itu malah bikin yang pertama kali datang berkunjung ke blog kita bingung… intinya semakin sederhana semakin baik, pilih juga warna dan desain yang membuat orang betah berlama-lama melihat-lihat dibagian dalam blog kita. Ukuran huruf pun, pilih yang memudahkan untuk dilihat… ^_^

3. Ukuran File yang bersahabat Kameraku ini termasuk yang paling canggih lho kie 10MP, tapi kok ada aja sih orang yang komen fotonya nggak bisa keliatan, heran deh… kurang besar apa sih. Sadarilah satu hal my prend, orang mengakses blog kita dari berbagai lokasi, ada yang sambil ngantri dokter.. liat pake hp, ada yang lagi ngafe di mall memanfaatkan wifi gratis pake laptop, ada juga dari warnet, atau dari kantor yang memiliki limit access terbatas… nah kalau file foto, gambar, atau apapun yang kita pajang di blog kita hadir dalam ukuran cukup besar… walhasil sahabat… kebukanya luamaaaaaa buangetttt ^_^ jadi jangan lupa untuk merubah file-file yang kita pajang ke dalam format yang lebih kecil dan simple…

4. Pilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Pernah mampir ke blog dengan kursor model khusus? misal gambar peri yang bisa terbang sana-sini… ihhhh lucuuu banget ya kie. Betull, saya juga suka sama yang lucu-lucu gitu, tapi aplikasi model gini biasanya juga membuat blog kita diakses lebih sulit daripada yang pake tanda panah biasa aja, dan kalau udah buka halaman pertama aja lama prend… biasanya orang cenderung lupa, “eh tadi mau buka blog apaan sih yaaa…” auuwww calon pelanggan hilang sebelum sempat datang.

 

5. Pilih bahasa yang mudah dipahami saya pernah mengajukan pertanyaan kepada 5 orang yang berbeda, pertanyaannya sbb: “Biasanya kalau browsing kapan sih?” dan ini dia jawabannya aku sih biasanya kalo lagi nunggu waktu makan siang… aku kalo udah jam 4 sore, mulai ngantuk di kantor, itu deh waktu paling pas buat browsing kalau aku sih browsing paling enak tengah malem ya, udah cepet, anak-anak juga udah pada tidur gue sih browsing gak ada waktu khusus, pokoknya kalau lagi pengen refreshing ya browsing… aku browsing sengaja tiap pagi… biar semangat gitu seharian, sengaja cari yang lucu2

Dari jawaban itu keliatan banget kalau ternyata ya… orang baca blog untuk mencari hal yang ringan. INformasi penting dan bermanfaat itu perlu. Tapi cara menyampaikannya juga gak harus dengan tata bahasa yang ala-ala jurnal ilmiah juga kali yakk… Pilih yang sederhana yang mudah dipahami. Bahasa ngobrol akan lebih lama dibaca ketimbang bahasa yang ditulis dengan gaya esay.

 

6.Berikan Sentuhan Personal  Boo… habis bilang pilih bahasa yang simple, sekarang malah pake istilah rumit yaa… sentuhan personal, apaan tuh wkwkwkwk… Orang mampir pertama kali ke blog kita mungkin karena pengen mencari informasi, dan sama google di arahkan lah ke blog kita. Tapiiii sekedar informasi yang berguna juga tidak akan membuat orang itu merasa harus ngecek isi blog kita lagi keesokan harinya =D Yah yang ini sejujurnya saya dapatkan saat ikut kelas marketing online sih prend.. salah satu materinya mengajarkan bahwa informasi yang sifatnya memberikan kedekatan, membuat orang merasa kenal sama kita akan menjadikan mereka kangen buat baca tulisan dan informasi yang kita sisipkan di blog ini. Gak harus smua hal diceritakan juga sih yaa… tapi sisipkan informasi kecil tentang siapa kita. Seperti bagaimana kita membagi waktu antara keluarga sama bisnis aksesoris yang kita buat, bagaimana pengalaman kita pertama kali membuat aksesoris, cerita gmana senangnya wkatu dapet orderan banyak… dan sebagainya yang maish tetepo ada hubungannya sama aksesoris, tapi juga gak bikin orang ngerasa kaya baca jurnal ilmiah =D

 

7. Rajin bikin postingan Dan sebenarnya inilah yang palinggg beraaattt untuk dilakukan yaaa, biasnaya sih pas awal-awal kita semangaaat banget nulis-nulis… seminggu pertama nulis tiap hari, minggu berikutnya 3x seminggu, habis itu seminggu sekali… tau-tau lupa passwordnya apa, saking kagak pernah diisi lagi wkwkwkwk…. Walaupun awalnya mungkin ini akan jadi blog pribadi tentang aksesoris yang kita buat, tapi tidak ada salahnya untuk mengerjakan secara profesional. Pilih hari kapan kita wajib menulis sesuatu, dan jadikan hari lainnya sebagai bonus. Dengan rutin mebuat tulisan, pembaca kita juga akan rutin mengunjungi… akan lebih bagus lagi kalau kita bisa tiru majalah, sebelum tulisannya tayang, kita buat sneak peak tulisan berikutnya. Artinya… tulisan itu sudah ada saat itu tapi belum kita tayangkan. Nah tinggal kita siapkan lagi materi tulisan untuk sneak peaknya yang akan ditayangkan pada seri berikutnya lagi.

Oh iya yang dimaksud dengan postingan ini juga gak harus cerita yang puanjuang buanget lho yaaa… posting foto dengan 5 baris kalimat juga sudah okeh, atau kita bisa share hasil googling kita, cantumkan aja link dari hasil keliling-kelilingnya.

 

8. Berikan space buat komen Ketika orang tertarik dengan isi blog kita, mereka akan terdorong untuk berinteraksi meninggalkan komen atau pesan. Maka berikan ruang di blog kita agar orang bisa meninggalkan pesan. Hal ini juga akan membuat orang lebih mudah untuk membeli barang yang kita pajang. Karena aklau gak ada space buat komen dan orang harus sms dulu untuk beli akasesoris yang kita jual… iya kalo misalnya pas browsing bawa hape, atau mungkin aja hapenya ada pulsanya abis… wkwkwkwk

 

9. Gunakan  Berbagai Jejaring sosial untuk mempromosikan blog kita Pasang link blog kita di berbagai media sosial, yang memungkinkan lebih banyak orang untuk mampir melihat dan membaca isi blog kita. Beberapa web juga kadang menyediakan porsi untuk iklan baris gratis nah kita harus rajin juga googling yang gratisan gini dan pasang deh iklan untuk blog kita =D Jangan lupa juga untuk menyertakan di signature email kita nama web, atau memasangnya di bawah profile picture smartphone kita =D

Dan sembilan hal ini masih tips dasar banget sahabat… kalau kesemuanya sudah kita lakukan dan ternyata belum ada peningkatan yang significant dari pengunjung blog kita, saatnya untuk ambil materi kursus singat tentang SEO, Search Engine Optimisation bagaimana agar blog kita lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari informasi… dan sejujurnya sih, definisi “singkat: itu bisa berarti sepanjang sisa umur dikandung badan yaahhh….    (kie)

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

Apr 01

Jangan Marah dibilang Gak Murah =D

Mbak kikie yang baik….mau curhat dong boleh ya…. Sekitar pertengahan bulan januari kemaren saya mencoba memulai menjadi penjual bros (harapannya sih nanti bisa jadi seperti koleksikikie he…he…) awalnya suami saya coba tawarkan di rekan cewek di kantor dengan harga 17500-20000 dan ternyata lumayan banyak yang beli katanya sih bagus dan→ Baca selengkapnya

Mar 26

“Malu Berjualan, Sesat di Pasar” Sebuah Tips Berjualan Manik-Manik di era Modern

Kira-kira tiga hari yang lalu, Saya membaca sebuah cerita di harian paling terkenal di Surabaya. Kisah tentang selebritis muda yang selalu tampil chic dalam busana Muslimah, singkat cerita : sang selebritis sedang membuka usaha butik busana muslim.

Yang menurut saya menarik, kepada wartawan yang hadir meliput peresmian butiknya, sang selebritis berkata “Saya sengaja mengajak kakak saya menjadi partner usaha saya ini, karena saya sebenernya malu kalau harus jualan” Lha terus kenapa jualan yak???? hehehehe…. (yang ini juga masih misteri buat saya, karena tak seorang pun wartawan di acara itu menanyakannya)

Tapi jangan salahkan sang selebritis sahabat, karena kalau diingat-ingat saya sendiripun (yang saat ini dengan bangga mengaku sebagai Pedagang Manik-Manik) di awal-awal memulai usaha Koleksikikie juga pernah punya perasaan yang sama… Yah gimana yaa rasanya suka ngerasa malu kalau harus nawar-nawarin dagangan saya ke orang lain… nyuruh2 orangnya beli, bahkan untuk mempromosikan diri sendiri dengan bilang “ini bagus banget lho” rasanya sungkan karena kok kaya kepedean banget ya muji2 diri sendiri *heuehehe…

Lalu tiga hari kemarin, saya lewati hari-hari saya untuk merenungkan “Kenapa ya saya dulu kok pernah ngerasa malu untuk mulai jualan” ternyata, kalau diinget-inget lagi, penyebabnya karena beberapa hal ini :

1. Saya Nggak Mengenali dengan baik Produk yang saya jual Walhasil karena saya gak terlalu paham apa yang saya jual, saat ditanya ini dan itu oleh calon pembeli saya… bawaannya langsung Bete “Idih nih orang niat beli gak sih… nanyanya kaya MC Cerdas Cermat Kecamatan deh” >_< Padahal kalau kita posisikan diri kita sebagai orang tersebut, yakni : seseorang yang mungkin sepanjang hidupnya gak pernah beli bros satupun… pertanyaannya itu ya bisa dibilang wajar aja lho, karena mungkin orang ini jenis yang butuh diyakinkan, kenapa dia harus membeli bros ini, atau bisa jadi yang bersangkutan ingin membeli namun kurang percaya diri untuk tampil cantik memakai bros.

Waktu akhirnya saya membuat sendiri aksesoris yang saya jual, saya bisa lebih tenang menjawab pertanyaan-pertanyaan calon pembeli saya. Terutama saat mereka menanyakan hal yang terkait proses pembuatan seperti : bahannya apa, apakah ada kemungkinan lepas, apakah bisa berubah warna… dsb. Karena saya paham bagaimana proses pembuatan benda-benda yang saya jual.

Jadi untuk bisa bertahan sebagai pedagang yang handal, rasnaya mau gak mau kita harus mempelajari produk yang kita jual prend. Tidak lantas harus menguasai sendiri cara pengerjaannya dari awal hingga akhir yaa…, Tapi dengan tau bagaimana proses awal terjadinya “produk dagangan yang kita jual” hingga akhirnya ada di tangan kita ini, maka kita akan memiliki bekal pengetahuan yang cukup, untuk bisa dengan ramah menjawab pertanyaan calon pembeli dagangan kita.

 luangkan waktu untuk belajar mengenal proses membuat aksesoris kita bisa memulai dari yang sederhana 

2. Saya Sendiri Nggak Pede Make yang saya Jual HOOOOoooOOooo…. Gawatt ini!!! kalau ini yang terjadi, pilihannya cuma dua sahabat,  mulailah coba pake, atau berhenti aja jualannya.

Karena sebenarnya, dari proses “Pede Memakai apa yang kita jual itu” ada suatu pengalaman yang tidak terbeli dengan uang. Pengalaman tentang senengnya saat kita menjadi lebih cantik dgn kalung yang kita pakai lalu dipuji oleh pasangan. Pengalaman tentang bahagianya, saat ada wanita lain mengapresiasi penampilan kita dengan menyebut kita “Perempuan yang Keren” Dan pengalaman-pengalaman ini, akan menjadi senjata ampuh untuk memulai perdagangan sahabat… Di dalam percakapan sehari-hari, kita bisa menyelipkan cerita tentang pengalaman-pengalaman ini, dan bukan tidak mungkin.. cerita ini akan menginspirasi orang untuk ingin tau lebih banyak tentang aksesoris yang kita jual tanpa harus repot2 kita paksa untuk ngelihat. Misalnya “Kemarin gue ada kondangan bingung mau pake baju apa.. akhirnya kaftan lama gue kasih kalung druzy yang gede itu aja… langsung kelihatan beda lhooo, lumayan bisa hemat gak beli baju baru tapi bisa keliatan tetep gayaaa” dan kalau di respond… “ih lihat donk fotonyaa…” Hasekkkk… sukses deh dapet calon customer hihihihihi

 mau kemanapun juga jangan lupa untuk selalu pakai dagangan wkwkwkkw…

 

3. Saya Sibuk Memaksa orang untuk Membeli, Bukan Memberikan Solusi Yahh… nggak usah orang lain ya prend, kita sendiri aja… kalo pas pergi ke supermaket dipaksa-paksa suruh nyicipin minuman kesehatan entah merek apa… Sebel banget kan?? “Orang sudah sehat masih disuruh minum minuman kesehatan” T__T

Maka kalau saat menjual kita masih sibuk teruuuusssss memikirkan “orang ini harus mau beli, harus laku nih dagangan gue” dan ujung-ujungnya malah “MAKSA BELI” percayalah, bukannya dapet customer yang lenggeng… yang ada mungkin malah kehilangan temen. “Aduh… gue gak mau ah duduk deket-deket si kikie… capee booow, disuruh beli bros mulu gue” hihihihi terdengar seperti pengalaman pribadi yaaa

Maka ubahlah pilihan kata kita, dari kalimat yang terdengar “memaksa” menjadi “menyarankan…” lha bedanya dimana ya kie? Untuk bisa memberi saran, kita harus bisa mengenali hal khusus tentang customer kita. Misalnya saja calon pembeli kita ini seorang pegawai kantoran yang harus memakai seragam warna coklat untuk ke kantor. Maka alangkah baiknya kalau kalimat saran yang kita berikan adalah sbb: “Bros ini cocok lhoo buat dipake ke kantor, pas sama seragam nya kan say… warna coklat ada paduan gold nya…, masuk juga buat baju warna gold atau krem gitu, jadi beli bros satu bisa hemat untuk dipake di banyak kerudung” “Tapi aku gak pede nih kalau pake aksesoris gini” “Belum pernah nyoba aja kali… atau coba pake yang lebih kecil dulu aja ya, ini ada juga yang warnanya coklat, pasang di sisi dagu kiri aja dulu biar gak mencolok, jadi sifatnya sebagai pengganti peniti gitu… cobain aja deh, ini ada kaca kok” trus calon pembelinya nyoba dan bilang : “Hmm iya ya… jadi keliatan beda kalau ada brosnya” “Iya dunk, penampilan yang keren bikin kita jadi lebih percaya diri untuk tampil, lebih dilihat banyak orang lho… syukur-syukur bos besar jadi inget ama kita, terus lebih lancar deh promosi hhehehee… ini investasi menuju sukses lhoo, lagian gak mahal kok 25.000 aja nih yang ukuran imut”

Yah tetep aja sih maksa beli juga ya prend hahahaha… tapi bedanya, saat memberikan saran… kita bisa mengambil nilai positif apa yang akan bertambah pada pembeli kita, seandainya mereka memutuskan membeli aksesoris ini. Sementara kalau memaksa, kalimat-kalimat yang digunakan ya cenderung kalimat-kalimat mati yang sifatnya maksa… “Pokoknya ini bagus pak, kwalitas nomer satu” jiaahh… kecap kali nomer satuu Padahal daripada ndengerin kalimat nomer satu diulang-ulang, sebenernya calon pembeli akan lebih suka u mengetahui kenapa benda itu layak disebut nomer satu.

4. Saya Kurang Bergaul, membatasi saya sendiri hanya melakukan hal-hal tertentu “Saya ini kan ibu rumah tangga, anak dua, sibuk ngurusin rumah, mana sempat saya jualan ini itu”

Jiah… hari gini masih pake alesan gitu. Jualan zaman sekarang mah gak harus keliling ngetok tiap pintu bawa dagangan juga kali ya, its so yesterday my prend…. Untuk bisa jualan bros seperti yang dijual di koleksikikie, cukup berbekal foto-foto cakep, Pajang aja di facebook, atau jadikan wall di BB, belum punya blackberry… print aja fotonya seukuran kartu nama, masukkan di cardholder… kalo ketemu orang baru, pura-pura dijatuhin… biar dintanya ”Eh gambar apa itu bu, kok lucu-lucu ya” hhahahaha…. trik alay ya tapi lumayan bisa dicoba lohh wkwkwkwk….

Kadang menurut saya, tanpa disadari yang menghambat kita untuk maju itu ya kita sendiri… kita yang tanpa sadar mendoktrin diri bahwa kita nggak bisa kita sendiri yang setiap hari sibuk mensugesti diri, kalau kita gak mungkin jadi pedagang disamping karier sebagai istri, sebagai karyawati, sebagai bendahara di arisan PKK, sebagai seketaris pengajian di erTe, sebagai anggota dewan Orangtua siswa di sekolah… hohohohoooo… padahal ke”eksis”an kita di berbagai kelompok masyarakat ini justru modal besaaarrrr untuk bisa sukses menjual dagangan. Mulai dengan cara sederhana seperti kalo pergi arisan ya dandan dikit donk, pake aksesoris yang lucu… syukur2 ada yang tanya “beli dimana sih jeng brosnya” hihihihi Atau yaaah… kalaupun kita gak bisa make aksesoris, kita bisa kok bawa dagangan kita ke acara tersebut dan meletakkannya ditempat yang bisa dilihat orang, hingga membuat orang bertanya “wah bawa apa nih mbak kikie…lihat donk”

Jadi sahabat, mari kita optimalkan kemampuan kita sebagai perempuan dengan banyak ke”bisa”an Bisa masak, bisa dandan, bisa ngurusin rumah, bisa jualan juga =D Kembangkan pengetahuan tentang produk yang kita jual, Jangan lupa untuk selalu tampil gaya memakai aksesoris dagangan kita Dan teruslah berusaha u selalu berempati dengan kondisi orang lain, dengan memberikan saran yang sifatnya membantu calon pembeli kita… mungkin akan ada momen dimana saran kita tadi menyebabkan niat orang tersebut untuk membeli produk yang kita jual batal, tapi orang punya kecenderungan untuk mengingat mereka2 yang pernah menolongnya. Jadi bukan gak mungkin hari ini gak beli… besok2 nyari kita buat ngeborong hihihihi…. optimis yaaa Jangan lupa juga, untuk selalu yakin pada diri kita sendiri, bahwa kita bisa.(kie)

kata Mama: “jadi Pedagang itu Trend, part of lifestyle wkwkwkwk” Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 20

Kalau Dagangan Gagal Laku

Hai ki…. aku mau share dunks, sebulan yang lalu aku dapet tawaran buat ikut bazar ki… karena penjualan selama ini bagus, aku optimis banget pengen ikut… ya udah deh selama 3 minggu, tiap malem kerjaanku gerilya bikin aneka aksesoris, supaya punya stok banyak buat dijual.. bazarnya 2 hari ki, pas sabtu minggu gitu… menurutku sih itu bakalan jadi hari rame-ramenya orang belanja. Eh pas bazar ki… hari pertama, cuma laku 1 kalung ama 1 anting… itu juga setelah ditawar abis-abisan sama yang beli… hari kedua agak lumayan laku 3 gelang sama 2 kalung…

tapiiiiiii… sisanya masih banyaaaakkk banget ki… kenapa ya barang-barang aku ini nggak laku ki… sekarang rasanya jadi males banget mau bikin-bikin lagi… gimana donk biar bisa semangat lagi

====== Doktrin yang paling pertama banget adalah “wajarrrr yooo kalau orang dagang sekali-kali nggak laku” hehehee I feel You prend… dan banyak banget lho faktor yang bisa mempengaruhi itu.Secara garis besar sih bisa dibagi ke dalam dua kelompok, internal dan eksternal  Dalam kasus jualan di bazar ini : FAKTOR EKSTERNAL misalnya : – Barang yang dijual nggak sesuai sama profil pengunjung bazar udah jelas-jelas bazar di lokasi perkantoran, aksesoris yang kita jual banyak yang motifnya abeGe dengan warna cerah. Mungkin alasannya “biar murah kie harga jualnya”… tapi buat karyawati mungkin nggak sekedar murah yang mereka cari, tapi juga kepantasan untuk dipake ngantor.. kalau bisa sih harganya murah tapi tetep keliatan mahal hehehe – Harga jual nggak sesuai sama daya beli pengunjung saya pernah jualan di sebuah pengajian (yang beberapa pesertanya artis zaman dulu ^_^) saya jual bros harga 35.000-55.000 laku 7 buah. Tiga bulan kemudian saya datang lagi bawa bros harga 75-110.000… laku 20 buah plus pesen 6 buah hahahaha…. habis itu baru saya ambil kesimpulan : mungkin dulu nggak laku karena terlalu murah yaa dijualnya ^_^ percaya apa enggak tapi ini kejadian prend – Salah milih bazar Sudah jelas bazarnya dalam rangka Hari Buku Nasional, samping-samping kita jualan smeua yang berbau buku… nah kita muncul dengan aneka aksesoris… mungkin ada yang beli prend. Tapi jelas… saat akan datang ke bazar, ekspektasi pengunjung adalah lihat buku, maka ketika lihat aksesoris itu menjadi bukan prioritas mereka… – Lokasi Meja Bazar nggak menjual dapet meja di pojok paling belakang nggak pake atap pula… orang yang jalan kaki udah kepanasan, sampe meja di bagian tengah udah muter untuk pulang… yah kalau gini emang apes prend… dilewatin aja kagak, apalagi mau dibeli ^_^

– Tanggal Kanker (kantong kering) huaahh aksesorisnya lucu-lucu banget, tapi ya gimana yaa… tanggal tua nih, belum beli susu masa tega mau beli kalung… nah jadi kalau milih bazar, cek dulu tanggal berapa diadakannya… kalau diadakan di tanggal tua, aplagi bulan banyak pengeluaran (misal bulan pendaftaran sekolah) lebih baik nggak terlalu berharap banyak akan ada yang beli aksesoris kita… karena sifat aksesoris yang hanya sebagai kebutuhan penunjang penampilan semata. Di kondisi ini snagat penting sekali untuk punya kartu nama, kalau bisa catat nomer PIN BBM atau FB orang tersebut, nanti pas tanggal2 muda sok sapa-sapa lagi nanya kabar… hihihihi kali-kali aja abis itu orangnya inget sama barang yang pengen dibeli (yah namanya juga usaha yaa hihihihi) FAKTOR INTERNAL sendiri misalnya : – Model/Desain aksesoris kita kurang diminati calon pembeli Nah ini agak susah juga ngukur yang diminati yang gimana ^_^ karena kadang barang X dijual di lokasi ini nggak laku, tapi pas dibawa ke tempat yang lain nggak sampe satu jam laris manis prend… nah kalau gini, faktor banyak berdoa yang akan sangat menentukan ^_^

– Kemasan/Display dagangan terlihat ajaib Beda bangetttt lhooo… antara bros yang dipajang anggun di dalam display sama yang ditaruh gitu aja di atas baki beralaskan serbet. Akan bagus lagi kalau kita bisa punya model.. atau yah kita sendiri sebagai penjual, mau memakai barang dagangan itu… karena biasanya kalau udah keliatan bagus dipake orang, umumnya calon pembeli jadi susah menolak untuk beli.

– Cara pemasaran kurang menarik Misal dipajang tulisan besar, barang yang dibeli nggak bisa dibalikin lagi… nah ini orang belum masuk ke toko, kalau udah lihat tulisan ini biasanya jadi agak males… walaupun belum tentu juga lho mereka mau mbalikin tuh barang yang gak cocok ^_^ Bandingkan dengan cara berikut ini: kita taruh anting di dalam kotak dengan label besar “Rp 50.000 dapet 6″, secara psikologis orang akan ngerasa whuaaa murah bangettt… walaupun pada kenyataannya belum tentu semua pembeli akan beli anting 6 pasang.. nah kalau beli kurang dari itu harganya Rp 10.000… tapi kalau ada yang beli langsung 6 ya alhamdulillah prend barang dagangannya cepet laku. Nah ini bisa diterapkan untuk anting dengan modal 3000 – 6000 per pasangnya. Trus sekarang nasib barang yang gak laku gimana nih ki???? Tenang my prend, kalau emang lagi gak mood bikin-bikin.. ya libur dulu aja, karena dipaksa pun bukannya tambah bagus,kadang malah bikin ruwet. Trus nasib dagangan gimana ki? tetep dipasarkan donk prend… 1. Melalui website/blog Bikin foto yang keren, pajang, kasih harga dan keterangan yang jelas tentang spesifikasi barang… dan jangan lupa, kasi nomer telpon atau email yang bisa dihubungi pembeli, untuk melakukan pemesanan. Gak punya web sendiri? bisa juga kok pasang di facebook, sebagai profile pict di BBM atau Whatsapp, atau lewat sharing di grup/komunitas. Nah untuk pilihan yang terakhir pastikan dulu bagaimana peraturan di grup/komunitas tersebut, biasanya ada hari dimana member boleh saling promosiin dagangannya. 2. Lewat arisan atau aneka pertemuan lain Kalau ada acara yang melibatkan banyak orang untuk datang, bawa juga donk dagangan kita… kalau nggak biasa, (mungkin akan agak malu yah kalo pertama-pertama hehehe)….  toh ini pekerjaan halal prend, jadi buang jauh rasa malu demi segepok rupiah dan segenggam berlian. 3. Titip jual di kantor suami/teman metode ini paling sip dilakukan pas mendekati tanggal gajian hehehehe… Bisa juga titip di butik atau salon, tapi biasanya perputaran uang akan lebih lama. akibatnya modal kita akan tertahan sebagai barang. 4. Jadikan Kado atau barang promo untuk teman/sahabat/kenalan. Jangan lupa juga untuk minta pendapat jujur mereka tentang barang yang kita hadiahkan… kalau setelah mereka bilang bagus ada permintaan order ya berarti bagus beneran prend, kalau setelah bagus nggak ada kabarnya lagi, dan ngeliat dia make aksesoris itu juga jarang bangeeet… yah berarti itu “bagus” sopan santun aja… intinya : kita masih harus berjuang lebih baik lagi buat bikin yang jauh lebih kereeennnn… latihan…latihan..latihan… makin sering latihan, makin jago dan rapi hasil kerja kita. Jadi kalau masih ada yang nggak laku jangan berkecil hati sahabat, karena itu hal yang sangat sangat wajar sekali terjadi… ^_^ “tapi gak boleh lama-lama ya ngambek ngeroncenya” Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 14

Tiga Kesalahan Pedagang Aksesoris Baru

Kemarin siang saya mendapatkan sebuah pertanyaan menarik dari seorang sahabat Koleksikikie – yang kebetulan sedang curhat tentang susahnya jualan aksesoris.

“kie ternyata jualan aksesoris itu susah banget ya… bahkan jual ke temen ama sodara sendiri pun kadang ribetnya nggak karuan kie… padahal kalau mampir ke koleksikikie, kayanya semua gambar tulisannya SOLD mulu, apa ada yang salah ya kie dari cara gue masarin produk ini… ”

Ah tenang saja sahabat… it happen to everybody kok hehehe saya pun pernah ngalamin masa-masa yang demikian my pren ^_^ tanpa kita sadari, sebagai pedagang aksesoris yang maish baru, kita memang sering melakukan hal sederhana yang mengundang tingkat stres tersendiri hehehe… apa aja ya itu???

Kesalahan Pertama : Pengen Cepet Laku “Aduh ini kan wajar banget kie”, hehehe… sebenernya iya juga sih yaa tapi coba kita lihat cuplikan percakapan berikut ya ^_^

(suatu ketika ada yang memuji kalung hasil karya kita lucu) teman : wah lucu banget nih kalungnya… bikinan lu ya? kita : Iya buatan gue sendiri lho… murah nih, mau nggak?

Oh Nooo my pren… sebaiknya hindari kalimat (warna merah ) seperti ini, karena inilah kalimat awal yang mengundang adegan tawar menawar yang tak kunjung usai (masalahnya yah murah versi penjual sama pembeli kan kadang ada kesenjangan yang besar pren) ^_~ hehehe.. kalau kita termasuk golongan yang suka terjebak menggunakan kalimat ini, coba ganti dengan kalimat penawaran yang lebih smooth… misalnya :

teman : wah lucu banget nih kalungnya… bikinan lu ya? kita : hehehe… iya, kemarin habis lihat Rihana di MTV… tau deh gue jadi kepikiran aja, kalau bajunya di matchingin ama kalung model gini pasti keren… eh warnanya juga cocok loh sama baju yang baru kemarin lu beli” teman : Wah iya… duh pasti keren banget deh… kita : Kalau udah masuk Metro, kalung yang pake bahan kaya gini bisa dijual ampe 200 rebu lho, kalau aku sih yah nggak sampe segitunya kaliii … (kalimat memancing… hihihi) teman : Wah kalau ke gue lu jual berapa nihh…. kita : Yah buat elu 75 rebu boleh lah… temen : Uuuu… pengennnn, nggak bisa kurang lagi nih? kita : Wah bahannya bagus nih… modelnya juga unik lho, tapi kalau mau di bayar sekarang boleh deh 60 rebu temen : Huaaaaaaaa.. makasih ya (kita :aseeeeeeeeeeekkk lakuuu my pren, hehehe

TIPS nya : 1) yakinkan dulu ke temen kita kalau barang yang kita jual ini keren pren ^_^ 2) akan lebih Okay lagi kalau kita bisa meyakinkan bahwa teman kita ini membutuhkan aksesoris tsb (misal kalau di contoh tadi buat padahan bajunya, bisa juga biar keliatan lebih keren pas ada kondangan, buat kado nyokap yang mau ultah dsb ) 3) pilih patokan harga dari toko atau.pembuat aksesoris yang lebih terkenal ( misal : kalau di koleksikikie bros capung ini 25 rebu lho… di aku boleh lah 5 rebu dapet 3 Wahakakakakaka… ada yang ngaku-ngaku terkenal nih)

Kesalahan Dua : Bangga Sudah Laku Banyak Alkisah waktu hari gajian bawa barang dagangan ke kantor, alhamdulillah banget yah dari 10 bros yang kita bawa 7 sudah laku. Bangga? jelasss.. tapi coba simak cuplikan percakapan berikut my pren ^_^

Teman : Wah lucu nih brosnya… aku lagi nyari warna putih nih Kita : iya dunk, ini lagi musim nih… tadi aja aku bawa 10 udah laku 7 lho.. yang putih ini malah ada 4 orang yang beli, seketarisnya si bos, trus mbak parti pantry, sama bu isah yang jadi typish bagian humas… trus sama temen sebagian lu tuh si shanty

Oh Nooo my pren, maksud hati sih pengen cerita dagangan laku keras… tapi hindari juga kesan bahwa aksesoris yang kita jual ini milik sejuta umat ^_^ karena umumnya beberapa pembeli justru mencari yang unik dan jarang dimiliki orang lain

TIPS nya : 1) sampaikan saja bahwa aksesoris kita cukup laku terjual 2) daripada menjelaskan panjang lebar kepada siapa saja kita sudah menjualnya, akan lebih baik kalau kita berikan tips dan saran cara pemakaian aksesoris tersebut. Calon pembeli hepi karena merasa terbantu oleh saran kita, dan kita pun sueeeeneeeng karena dagangan laris… lagian belum tentu juga bros yang kita jual tadi akan dipakai pada satu saat bersamaan di tempat yang sama ^_^

Kesalahan Ketiga : Memberi Bonus yang Salah “Hari gini siapa sih kie yang nggak seneng dapet bonus?” Eits tunggu dulu my pren… coba simak cuplikan cerita yang ini

Karena hepi berat barang kita laku keras, maka sebagai ungkapan terimakasih… kita pun memberikan bonus sepasang anting dari mutiara sintetis yang chic kepada salah seorang pelanggan, yang baru saja membeli gelang cantik dari bahan mutiara air tawar yang dipadukan dengan kristal swaroski. Dengan penuh percaya diri kita yakin, bahwa hadiah ini akan membuat pelanggan tadi makin jatuh cinta untuk terus belanja di toko kita… tapi my pren, inilah isi sms setelah pelanggan tersebut menerima paket kiriman dari kita

“mbak terima kasih paket sudah diterima. Next time jangan ngasih bonus anting donk, percuma nggakbisa saya pakai, telinga saya nggak tahan kalau pakai yang bukan dari emas”

Gemes… Bete… mau marah, lho kok gitu sih… lho kok marah… huahahaha… jadi nyanyi deh gue pren ^_^ tapi bisa jadi kesalahan itu ada pada kita lho sahabat. Karena kita kurang jeli membaca informasi yang diberikan oleh pelanggan.

Tipsnya : 1) jangan sungkan untuk memberikan sentuhan pribadi kepada pelanggan aksesoris kita. Yang sederhana aja misalnya dengan mengingat namanya, bisa juga ditambahkan nama anaknya, jenis aksesoris yang dia suka, pekerjaannya… cocok untuk aksesoris jenis yang bagaimana… dst. Informasi ini akan membantu kita memilihkan bonus yang paling tepat untuk pelanggan tersebut 2) Untuk menghindari bonus yang tak diharapkan seperti ini, tidak ada salahnya untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pembeli tentang jenis barang yang akan kita berikan. Contoh sederhana saja my pren… seorang pelanggan bisa jadi lebih senang daet hadiah gantungan HP warna merah seharga Rp 5.000 daripada sepasang anting hijau seharga RP 15.000, dikarenakan faktor… pelanggan ini pecinta merah, serta kenyataan bahwa dalam keseharian dia berkerudung dan tidak suka warna hijau ^_^

Sahabat… artikel ini hanya sekedar berbagi cerita dari saya yang mungkin sudah terlebih dahulu mengalami hal-hal ini… semoga bisa sedikit memberi arti dan inspirasi untuk bisa lebih maju lagi ^__^ (kie)

 

cemungudddh ya tante-tante tukang bros (Dims and Kay)

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 03

Cara Menentukan Harga Jual Aksesoris

Sahabat masih suka pusingkah menentukan harga jual aksesoris yang kita buat? Ada beberapa panduan yang bisa dipakai untuk menentukan harga jual karya-karya kita, beberapa yang saya tau adalah sbb:

 

1) Metode Menghitung Dengan Cermat dan Tepat

Ini adalah cara yang paling ideal dalam menentukan harga jual aksesoris. Rumus sederhananya:

Semua biaya biaya dijumlahkan + Nilai keuntungan yang kita inginkan = Harga Jual Barang

Nah biasanya kesulitan justru ada di saat menentukan berapa ya biaya yang sudah saya keluarkan, “Lha emang biayanya apa aja sih kie…” Diantaranya sbb:

 

– Biaya bahan baku

Bisa kita hitung dengan menjumlahkan harga bahan mulai dari manik-manik, hingga kemasan yang kita keluarkan. Namun jangan lupa juga sahabat… perlu kita tambahkan biaya untuk biaya manik-manik yang tersisa.

Misal satu renteng mutiara isi 40 butir harga Rp 2000, dalam gelang yang kita buat mutiara ini hanya dipakai 10 butir. Maka biaya bahan yang dipakai Rp 500 Yang perlu kita pikirkan apakah mutiara yang 1500 itu pasti akan terpakai lagi, atau harus kita simpan u waktu yang lama? kalau jawabannya yang nomer dua maka perlu kita tambahkan biaya u menyimpan manik-manik tersebut, atas risiko hilang, rusak ataupun sudah gak musim lagi jadi gak bisa dipakai. Seandainya kita tidak menghitung nilai bahan yang tersisa bisa juga sih prend, tapi yang biasanya terjadi adalah, uang dari penjualan yang kita dapatkan habiiiisss terus untuk beli bahan-bahan baru saat akan melayani pesanan berikutnya. Akhirnya kita bukannya menikmati keuntungan penjualan, yang ada stok manik-manik kita makin hari makin bertambah (hihihi… pengalaman pribadi banget nihh)

 

– Biaya Penjualan

Kesalahan yang umum terjadi, kita seringkali lupa untuk menentukan Biaya Penjualan. “Lha buat apa kie… orang aksesoris ini mulai dari belanja bahan, mikirin desain, mbikinnya sampe kemudian ngejual saya kerjakan sendiri kok Kie” Okay, pertanyaan saya berikutnya adalah “Mau sampe kapan kerja bakti terus kaya gitu”

Mari saya ajak berandai-andai… andai saja aksesoris yang kita buat banyak yang suka, trus andaikan saja ada yang mau beli dalam jumlah banyak untuk dijualkan lagi, umumnya resseler akan meminta diskon u pembelian dalam jumlah banyak. Mau kita kasih diskon berapa nih, orang-orang yang sudah berbaik hati mau menjualkan barang yang kita buat? Nah itulah yang disebut dengan biaya penjualan sahabat… persentase atau besarnya, sangat tergantung pada kemuliaan hati kita menentukan biaya penjualan. Tentu saja diskon yang besar akan menarik banyak resseler u menjualkan dagangan kita, namun itu juga membuat harga akhir aksesoris buatan kita semakin mahal.

 

 

– Biaya Produksi

“Waduuw apaan lagi biaya produksi ini kie, aku mau bikin sendiri semua aksesoris yang aku jual kok… kalau diserahkan orang kan beda banget tastenya, belum tentu juga mereka bisa bikin dengan kualitas sebaik saya” Oh okay, kalau mikir nya kaya gitu pertanyaan berikutnya dari saya “Dengan kemampuan paling optimal… berapa banyak sih aksesoris yang bisa kita buat dalam sehari?”

Dan berita buruknya adalah, terlalu konsentrasi pada produksi, yang ada stok aksesoris banyak tapi gak laku-laku, terlalu konsentrasi pada penjualan… permintaan barang banyak tapi tenaga u bikin gak ada akhirnya malah nolak-nolak orderan. dan orang yang sudah ditolak pasti kecewa… apakah kita cukup percaya diri saat barang jadi orang itu maish mau beli? atau jangan-jangan dia lebih milih beli di tempat lain yang bisa menyediakan stok barang lebih cepat. Coba ada tenaga-tenaga yang bisa bantu kita u supply barang lebih cepat.. pasti nggak sampe nolak orderan orang, bahkan mungkin karena banyak yang ngebantuin jadi punya ide-ide bagus untuk bikin model-model baru lagi… sehingga brand aksesoris kita jadi lebih maju dan inovatif. Nah Berapa rupiah yang akan kita bayarkan u tenaga yang membantu pekerjaan kita memproduksi aksesoris inilah yang disebut dengan biaya produksi

 

– Biaya Lain-Lain

Untuk deskripsi biaya nomer empat ini sangat tergantung pada aliran kepercayaan kita masing-masing hehee… karena tiap orang beda kebutuhan. Yang sudah punya toko mau gak mau harus membebankan biaya tokonya… yang nyewa jasa web designer harus menghitung juga biaya ini. Denga kata lain semakin berkembang suatu usaha akan semakin banyak muncul jenis biaya-biaya baru ^_^ tapi tenang aja… biasanya akan berbanding lurus dengan angka penjualan yang bisa kita lakukan.

kalau tokonya di garasi rumah kaya koleksikikie sih hemat biaya banget hehehe 

 

 

2) Metode Kalikan dua aja,

Ini rumus ngaco banget sih prend wkwkwkw, tapi untuk hitungan cepat cara sederhana ini bisa digunakan. Berapa harga bahan yang habis, kita kalikan dua itulah harga jual kita. Mau dikalikan tiga atau empat juga boleh sih sebenernya hahaaha… tapi semakin besar bilangan untuk mengalikannya, maka semakin mahal harga aksesoris kita… itulah kenapa saya ambil bilangan dua aja. hihihihihihi…. yah rasanya sudah cukuplah u membayar capenya mbikin dan ngejual bagi saya

 

3) Gunakan Metode Harga Psikologis

“Wah apaan nih harga psikologis kie?” Hahahaa… sejujurnya aja, ini istilah saya sendiri sih prend. Metode ini sangat rumit, kesuksesan menentukan harga dengan cara ini sangat tergantung pada kejelian kita mengenali market/orang-orang yang akan membeli aksesoris kita. Kenyataan yang perlu kita pahami “tidak semua orang suka lhoo beli aksesoris yang murah” beberapa malah merasa yang murah pasti murahan… banyak yang make, jadi gak keren lagi deh kalau kembar sama semua orang… Nah kelompok ini justru lebih percaya diri saat bisa membeli aksesoris yang unik, hanya satu-satunya, dan ditawarkan dalam harga yang “masuk akal”. Nah aksesoris handmade buatan kita tentu saja masuk dalam kategori ini prend, tapi berapa ya harga yang pas dan masuk akal bagi calon pembeli potensial kita ini?

Biasanya bisa dilihat dengan berapa lembar rupiah yang terasa ringan untuk mereka keluarkan untuk kebutuhan yang sifatnya lifestyle (misalnya ngopi, nongkrong di cafe baru, tempat gym, belanja aksesoris pelengkap gadgetnya dsb). Lalu naikkan dari harga itu, supaya pada saat menawarkan kita bisa sampaikan dengan kalimat sbb “Kalung buatan gue ini nilainya 250 rebu, tapi buat temen sendiri 230 ribu lah…” kalau ditawar-tawar laku di harga 200.000 (tentunya biaya bahan dan lain-lainnya dibawah ini ya) Kejelekan metode ini, kita jadi gak punya harga yang seragam u aksesoris yang sejenis.. berita buruknya, bukan nggak mungkin kita ngejual kalung harga 200.000 hari ini dan harga 400.000 minggu lalu… kalau yang beli gak kenal sih gapapa ya, kalau yang beli dari satu komunitas yang sama atau bahkan kenal baik… wadduuuh bisa terjadi huru hara. Jadi cara ini butuh ketrampilan khusus u dapat diterapkan sahabat…

 

 

4) Metode Browsing Harga Tetangga

Ini juga salah satu cara yang praktis yang bisa kita pakai sahabat, cari di google barang yang mirip-mirip dengan buatan kita, lalu kita jual di harga yang mirip dengan barang tersebut.

Cuma dari 3 pilihan yang lain, cara ini yang paling tidak saya sarankan sahabat, “kenapa kok gitu kie?” Alasannya banyak sih :

 

– pertama, barang yang dibuat pedagang lain tersebut belum tentu bahan bakunya di dapat dnegan harga yang sama seperti kita dapat. Kalau bahan baku kita lebih murah… ya alhamdulillah yaaah, berarti keuntungan kita menjadi lebih besar. Lha tapi kalau kejadiannya berbeda apa ya kita tetep mau nekat masang harga yang sama… sudah cape banget bikinnya, eh kita jual rugi, mending dipake ndiri aja kaliii…. – alasan kedua, beda lokasi bisa beda nilai mata uang. Kenyataannya nasi tempe penyet yang bisa dibeli di Surabaya harga 4000, baru bisa dibeli di Timika dengan harga 15.000 artinya akalu kita tinggal di timika dan nekat njual bros di harga yang sama seperti harga jual di kota surabaya, jangan kaget kalau uang penjualannya nggak bisa dipake buat beli bakso. – alasan ketiga, aksesoris adalah benda yang umumnya snagat terkait dengan trend, suatu barang akan rela dibeli dengan harga mahal saat masih ngetrend. Sederhananya aja, bayangkan berapa diskon harga baju musim dingin yang dijual menjelang musim semi. Mau nekat majang dengan harga di awal musim dingin? ya gak ada yang beli laaah… lha wong habis ini orang-orang akan pake baju musim semi yang lebih tipis kenapa harus sumuk sumuk pake baju musim dingin… demikian juga dengan aksesoris, umumnya harga saat pertama diluncurkan akan lebih mahal dibanding saat sudah replika ke-sekian…berhubung yang bikin mirip itu aja sudah ada, berarti jelas aksesoris yang kita buat bukan yang pertama banget muncul di pasar.

 

 

Hadeeuh panjang nian ya tulisan ini prend ^_^ Tulisan ini saya buat berdasar dari pengalaman saya bertahun-tahun jualan aksesoris, jadi sangat jauh dari literatur yang baku dan resmi. Maka ada baiknya jika teman-teman juga membaca dari sumber lain yang lebih valid, misal : Buku-buku pemasaran atau Buku tentang Usaha kecil Menengah yang kini sudah banyak kita jumpai di pasaran ^_^

Namun besar harapan saya tulisan ini bisa memberi sedikit manfaat untuk sahabat koleksikikie yang sedang memulai usaha aksesorisnya. Semangaattt yaaa (kie)

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin
Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu