Home PageKARYA SAHABATPeserta No 037 Cahya Priyatna (Garut)

Jan 16

Peserta No 037 Cahya Priyatna (Garut)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 037
Nama : Cahya Priyatna
Kota : Garut
Business Contact: 081349454698
Material Bahan Daur Ulang : Plastik Botol Shampoo dan Lotion

contoh-kalung-daur-ulang

BUNGA RANGKAI

Hampir disetiap rumah, dijaman sekarang selalu ada bekas botol shampoo ataupun body lotion. Menyadari tentang hal ini, saya berinisiatif untuk membuat aksesoris dengan bahan utama dari botol plastik bekas shampoo atau body lotion. Saya pilih botol warna putih karena warna putih memberi kesan elegant dan sederhana, pemilihan bentuk bunga saya pilih untuk memberi kesan manis dan jiwa muda.
Akhirnya karya ini saya beri judul BUNGA RANGKAI.

PROSES PEMBUATAN AKSESORIS DAUR ULANG
Berikut saya tampilkan proses pembuatan aksesoris Bunga Rangkai yang terbuat dari bahan baku botol lotion dan shampoo bekas warna putih

bahan

Pertama siapkan peralatan berupa cutter, gunting, spidol untuk membuat pola dan lem tembak

cara-001

bahan yang digunakan meliputi : limbah botol bekas, mutiara bulat polos ukuran 6mm, manik batu warna hitam dan rantai

cara mengolah botol bekas

Pertama siapkan satu botol bekas yang sudah dilepas labelnya. Lap bersih hingga kering, lalu gunakan cutter untuk memotong permukaan botol, hingga terbelah. Bersihkan bagian dalam yang maish melekat sisa lotion/shampoo. cuci bersih dan keringkan dengan menggunakan lap. Botol plastik pun siap diolah menjadi bahan baku aksesoris.

cara-06 cara-07 du8-(1)

Setelah botol siap diolah, langkah berikutnya adalah menggambar pola. Pertama kita harus menentukan desain terlebih dahulu, lalu setelah desain jadi, buat pola gambar yang akan dirangkai pada permukaan botol. Gunting pola lalu rangkai menjadi desain yang telah direncanakan. Proses ini membutuhkan perencanaan serta ketelatenan untuk menghasilkan, hasil akhir aksesoris yang rapi dan menarik.

detail-produk

 Dari bahan yanga da saya membuat rangkaian liontin dan gelang dalam warna yang senada. Mengolah aksesoris dari bahan daur ulang sangat menantang, namun rasa puas saat melihat hasil akhirnya juga sepadan. Selamat Mencoba

 

SOSOK DIBALIK KARYA

cahya-priyatna

Nama Cahya Priatna, adalah salah satu nama yang populer diantara penikmat karya wire jewelery Indonesia. Hal ini dikarenakan karyanya yang memiliki ciri khas kuat, berkarakter dan maskulin. Hal ini nampaknya seiring dengan profil  Cahya Priatna sendiri, seorang abdi negara yang sudah mencintai seni kerajinan tangan sejak kecil.

Di bangku SD, Cahya kecil sudah berhasil membuat gantungan kunci dari batang pohon asem, batang pohon  dipotong miring seperti pisang goreng lalu sisa potongan kayunya diukir menyerupai lambang tulisan zodiac dll. Ketika itu, hasil karyanya sempat menjadi idola diantara teman-teman sepermainannya di tahun 80an.

Kini 35 tahun setelah masa-masa itu, Cahya Priatna yang sehari-hari bertugas mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa sebagai Polisi, masih tetap meluangkan waktu untuk menekuni hobinya dibidang seni dan craft. Berawal di tahun 2011, saat pertama kali melihat aksesoris wire jewelery di sosial media, Cahya Priatna tertarik untuk mempelajari teknik nya lebih dalam. Guru Pertamanya adalah Yoanna Chandra, yang juga penulis buku tentang wire working di Indonesia. Sejak saat itu, Cahya yang piawai membuat aneka kerajinan tangan memutuskan untuk lebih fokus mengerjakan aksesoris berbahan dasar kawat.

Ketekunan dan semangatnya mempelajari seni membuat aksesoris dari kawat membuat Pria asli Garut ini berhasil meraih penghargaan sebagai Juara Ketiga dalam Lomba perhiasan kawat IWJC tahun 2016

Juara Lomba

Pada Lomba yang diikuti oleh banyak crafter-crafter ternama di Indonesia ini, Cahya Priatna membuat desain perhiasan berbentuk Burung Merak yang indah dan diberi judul “Janji Setia Merak Indonesia” sebuah karya yang sangat indah dan dibuat dengan teknik yang detail.  Karyanya ini dipamerkan juga dalam Fashion show yang dilakukan di Citywalk Sudirman

Karya Cahya Priatna

 

Bagi Cahya, memiliki hobi membuat aksesoris handmade dari kawat ini memberikan kebahagiaan dan kebanggan tersendiri. “Saya jadi bisa mengekspresikan kecintaan saya pada Indonesia, dengan membuat karya akseosris yang terinspirasi dari Budaya Indonesia” Tak heran meskipun tugas kesehariannya sebagai Polisi cukup padat dan menyita waktu, Cahya tetap meluangkan wkatu untuk mengembangkan diri dan mengasah kemampuannya dibidang pembuatan perhiasan secara handmade ini. Cita-citanya adalah memperkenalkan keragamanan aksesoris Indonesia kemata dunia.

 

Meskipun belum menjual karyanya melalui toko khusus, baik secara offline maupun online. Namun karya-karya indah dari Cahya Priatna dapat dinikmati melalui akun sosial medianya
Facebook Cahya Priatna

 

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu