Home PageKARYA SAHABATPeserta No 032 Ratna Tri Damayanti (Medan)

Jan 13

Peserta No 032 Ratna Tri Damayanti (Medan)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 032
Nama : Ratna Tri Damayanti
Kota : Medan
Business Contact: 087865978500
Material Bahan Daur Ulang : Plastik Kotak Mika Bekas

perhiasan-daur-ulang

“Polystyren Flower Garden”

Polystyren Flower Garden, begitulah tema dari desain perhiasan ini. Polystyren adalah salah satu jenis plastik yang bertekstur keras dan kaku. Plastik berkode 6 ini banyak digunakan sebagai kotak mika penyimpan makanan. Yang unik dari plastik polystyren adalah dia dapat menyusut jika dipanaskan. Polystyren yang menyusut bertekstur lebih keras dan lebih tebal.

Ini

Terinspirasi oleh kebun bunga liar di musim penghujan, kalung dan anting ini dibuat dari kotak mika bekas yang dipotong-potong membentuk bunga, kemudian disusutkan dengan cara dipanggang di oven dengan suhu 125°Celcius. Untuk mempercantiknya, saya merangkai bunga-bunga polystyren ini dengan manik warna-warni dan mutiara air tawar. Sebagai padanannya saya buat perhiasan anting dalam warna senada dengan kalung ini,

Ini-2

Siapa yang menyangka, kotak bekas makanan yang biasanya langsung dibuang ke tempat sampah, bisa disulap menjadi perhiasan yang cantik dan menawan.

 

 

SOSOK DIBALIK KARYA

P_20170113_122744_BF

Ratna Tri Darmayanti adalah Ibu dari dua putri, yang saat ini bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan. Sejak dulu, perempuan yang berdomisili Kota Medan, Sumatera Utara tertarik dengan kegiatan crafting, khususnya merajut dan membuat perhiasan.

Ratna bisa dibilang masih baru menekuni dunia jewelery making. Karyan perhiasan handmade-nya yang pertama di buat di awal tahun 2015. Kala itu Ratna tertarik untuk mencoba membuat perhiasan dari bahan batu-batuan yang dirangkai dengan kawat.  Ratna yang awalnya tidak suka batu-batuan mulia, khususnya batu druzy, jadi naksir berat setelah melihat keindahan batuan ini saat dirangkai menjadi aksesoris handmade.

Sejak saat itu, Ratna mulai menambah ilmu pengetahuan di bidang craft dengan sering browsing internet, menonton youtube, dan membaca buku tentang pembuatan perhiasan, khususnya wire jewelry. Dikarenakan pekerjaan yang lumayan menyita waktu dan tempat domisili ( yang waktu itu masih di NTB) membuat Ratna harus belajar secara otodidak, Keterbatasan lokasi yang tidak memiliki tempat kursus ataupun komunitas pembuat perhiasan, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Keterbatasan yang ada, justru menjadikan Ratna lebih tertantang untuk membuktikan diri melalui karya-karya aksesorisnya.

Sampai saat ini, membuat perhiasan baru dilakukan sebagai hobi. Perhiasan yang dihasilkan biasanya menjadi koleksi pribadi, atau dijadikan sebagai hadiah untuk teman dan keluarga dekat. Namun Ratna menyimpan cita-cita besar, suatu saat nanti bisa memasarkan karyanya ke pasar yang lebih luas. Kini dia lebih fokus untuk terus meningkatkan ketrampilan dalam membuat perhiasan handmade dengan mulai menyiapkan proyek pribadi menyambut tahun 2017  “Satu Hari Satu Karya”. Berbagai ide dalam membuat desain perhiasan mulai dikumpulkan, yang secara bertahap akan mulai direalisasikan di bulan Februari 2017 ini.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu