Home PageKARYA SAHABATPeserta No 015 Mandu Khairani (Tangerang)

Jan 13

Peserta No 015 Mandu Khairani (Tangerang)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 015
Nama : Mandu Khairani Zein
Kota : Tangerang
Business Contact : 085781558790
Material Bahan Daur Ulang : Kemasan Bekas Bungkus Kopi Sachet

DSC_0755

Ini adalah pengalaman pertama bagi saya ikut lomba aksesories setelah kurang lebih 4 tahun bergelut di dunia aksesories. Saya mungkin tidak seprofesional teman2 lain dalam lomba ini, tapi hal yang buat saya tertarik untuk ikut adalah karena saya sedang jenuh dan bosan dg karya saya namun justru merasa tertantang untuk menilai sampai dimana kemampuan saya dalam berkarya.

Ketika tau adanya lomba ini,  saya mencari ide barang apa yang saya akan jadikan bahan baku utamanya. Seminggu setelahnya saat saya sedang di kantor saya melihat banyak bungkus kopi sachet goodday di tempat sampah kering sisa Office Boy membuat kopi untuk meeting. Karena warnanya yang menarik bagi saya maka saya ambil semua bungkus kopinya dan saya bersihkan,  meski belum ada ide untuk dijadikan apa tapi mulai saat itu saya umumkan kepada teman2 “Hai teman teman.. Klo ada yang buat kopi goodday bungkusnya kasih ke saya ya..”

Good-Day-Mocacinno

Saya membuat rencana aksesories yang saya mau buat yaitu bros, kalung dan gelang setelah itu saya membeli bahan baku yang saya perlukan di koleksikikie sekaligus mendaftarkan diri sebagai peserta serta siap bereksperimen dari bahan baku yang saya punya.

Lembaran bungkus kopi berbentuk persegi panjang yang telah saya potong semua sisi yg menempel, bentuknya sama seperti lembaran uang kertas, “AHAA ” akhirnya saya punya ide untuk membentuk potongan pembungkus tersebut seperti membentuk uang untuk mahar pernikahan menjadi bunga. Saya coba lipat melipat pembungkus kopi namun ada saja kendalanya dari mulai bentuknya kebesaran, tidak serasi,  ketebalan pembungkus, beda gambar antara sisi satu dengan sisi lainnya sampai akhirnya saya dapatkan komposisi bentuk yang pas untuk bunganya. Setelah bunganya jadi, tantangan berikutnya dari kawat tembaga, ini kali pertama saya pakai kawat tembaga untuk aksesories saya lihat2 karya mba kikie dan teman2 banyak yg menggunakan kawat tembaga hasilnya sangat indah jadi saya mencobanya untuk diaplikasikan dengan bunga pembungkus kopi saya. Setelah menghabiskan hampir setengah dari kawat yang saya punya maka hasilnya cukup sederhana ditambah mutiara air tawar agar bros saya terlihat lebih manis.

DSC_0746

Kedua saya putuskan membuat gelang,  untuk pembuatan gelang tidak terlalu sulit karna saya suka melipat lipat sedotan jadi saya buat lipatan dari pembungkus kopi dengan warna yg sesuai dan saya bentuk melingkar serta disatukan kedua sisinya mengunakan lem tembak sehingga menyerupai mute mute dengan warna yg unik, saya aplikasikan mutiara disetiap sisi sebagai jarak antara mute satu dengan mute lainnya, saya tambahkan rante dan cham bentuk daun.

DSC_0699

Jadilah hasil karya saya nan sederhana frape brooch and bracellet dari bahan bungkus kopi bekas. Cantik dan Menarik.

 

SOSOK DIBALIK KARYA

Khairani-Zein

Mandu Khairani, sosok muda yang ceria ini mula belajar kerajinan tangan dari kelas 1 SMP pada mata pelajaran tata busana yang diajar oleh Ibu Nalik. Di kelas inilah Mandu untuk pertama kalinya belajar cara menjahit,  menyulam,  membuat gantungan kunci dan kerajinan tangan lainnya. Saat duduk di bangku SMK ketertarikannya pada dunia seni dan kerajinan tak pupus Mandu malah semakin sering membuat keterampilan keterampilan saat acara keputrian di ROHIS.
Saat kuliah, Mandu pun memutuskan untu mulai serius menekuni keterampilan aksesories, khususnya membuat bros. Di tahun ini, Mandu didaulat oleh teman-temannya untuk mewakili kelas dalam Lomba Wirausaha Bertema Daur Ulang dan berhasil meraih predikat Juara 3.

Bulan Februari 2012 bersama 4 orang rekannya, Mandu mulai membuat usaha bersama dengan modal 20ribu per orang.
Kala itu mereka sepakat memberi nama bisnis mereka “Qyut Access” sebagai brand  aksesories karya mereka.
Desain akseosris pertama yang dibuat adalah bros dari bahan baku kain flanel  yang kemudian dipasarkan kepada teman-teman di kampus.  kantor dan sekolah. Di masa inilah Mandu menyadari bahwa menjalankan bisnis tidak semudah yang prnah mereka bayangkan. Di awal bisnis berjalan, Tidak sedikit komplain yang masuk, untuk memperbaiki kualitas produk. Masukan para pelanggan inilah yang akhirnya mendorong Qyut Access bertambah besar dan akhirnya mulai membuat berbagai jenis aksesoris lain seperti gantungan nama, boneka wisuda dan lain2.Saat menjalankan bisnis bersama teman-temannya di QA inilah, Mandu banyak belajar hal baru tentang pasang surut berwirausaha. Kini hanya tinggal 2 orang saja yang bertahan menjalankan QA.

Mandu sendiri sekarang sudah bekerja dan merasa cukup kesulitan membagi waktu. Namun  karena hoby dan rasa senang  saat melihat orang lain mengunakan aksesories karyanya, Mandu tetap berusaha untuk terus berkreasi disela-sela kesibukannya.

aneka produk karya Mandu Khaerani bisa dilihat di akun Instagram @qyu.a

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu