Home Pageceloteh kikieMenjadi Perempuan Inspiratif dengan Mengenali 7 Potensi Diri

Jan 22

Menjadi Perempuan Inspiratif dengan Mengenali 7 Potensi Diri

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, 
http://koleksikikie.com/2016/01/2women4women-tentang-perempuan-oleh-perempuan-untuk-perempuan/
yang menceritakan tentang rangkaian kegiatan 2women4women yang diselenggarakan oleh Konjen Amerika di Surabaya.

emansipasi-wanita

Tentang Emansipasi Perempuan, Dinamika dan Problematikanya
Belakangan ini, sering sekali kita menemukan kata emansipasi wanita, yang secara umum memiliki arti : persamaan hak antara wanita dan pria. Beberapa perempuan menerjemahkan hal ini dengan membuktikan diri, bisa melakukan hal-hal yang dahulu kala hanya dilakukan oleh para pria. Hal ini jelas merupakah hal yang positif, sebuah bentuk kemajuan dan modernisasi zaman.

Namun yang tidak banyak disadari oleh sebagian perempuan termasuk saya adalah, dengan semakin dekatnya kita pada dunia laki-laki, tanpa sadar, semakin hari kita menjadi semakin maskulin. Ini bukan tentang celana panjang yang lebih banyak digunakan perempuan dibandingkan rok, atau rambut yang dipotong model pendek, tapi lebih dari itu, dalam keseharian cara-cara yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah semakin kelaki-lakian (Wkwkwkw… dalem banget inih buat sayaaa) Banyak diantara kita yang akhirnya mengabaikan rasa demi menjadi semakin logis, melupakan detail demi menjadi semakin praktis. Saya sendiri termasuk yang semakin malas meluangkan waktu untuk bercakap-cakap tanpa arah karena merasa ada banyak hal lain yang lebih produktif, terukur dan bernilai ekonomi. Beberapa yang lain ada yang menjadi gak terlalu suka dandan karena pemikiran “Gak penting packaging yang penting apa yang bisa kita kontribusikan di dalam tim”

Setiap Perempuan adalah Istimewa, Apa Adanya
Dalam sesi utama bersama Imani dan Elizabeth kemarin, kami peserta workshop diajak mengenali 7 potensi diri yang dimiliki oleh semua perempuan, namun terkadang sering terlupakan. Hal ini biasa terjadi karena kita masih belum mampu mengenali potensi diri kita sebagai perempuan, lalu tanpa sadar malah memfokuskan diri untuk makin menyerupai laki-laki. (hehehe bahasanya agak berat yahhh….) Sedikit Filosofis memang, namun saat saya renungkan lagi, banyak hal di teori ini yang diam-diam saya amini.

kegiatan-konjen-amerika

Tujuh Potensi Perempuan, berdasar 7 Pola Dasar Kuno Kepemimpinan
Menurut guru saya semasa SMA, Bapak Sadja MulyaRedja yang secara khusus mengajar di Kelas Kepemimpinan, Kepemimpinan adalah Ilmu dan Seni menggerakkan orang lain secara tulus dan ikhlas mencapai tujuan yang diinginkan. Dan perempuan sangat bisa menjadi pemimpin, tanpa mengabaikan unsur-unsur ke-perempuanan-nya. Justru dengan kemampuan mengenali potensi yang membentuk jati diri perempuan, kita bisa menggunakan ini untuk menjadi pribadi yang memukau.

Tujuh Potensi diri ini diambil dengan memahami 7 unsur/cakra pada wanita, yakni :

7-Chakras-Image

1. The Mother/Sikap Keibuan
Cakra Dasar-Dengan Warna Merah
Semua perempuan memiliki potensi sebagai Ibu. Hal ini biasanya diciri-cirikan dengan sifat-sifat keibuan seperti keinginan melindungi orang lain, emphati yang tinggi, suara yang lembut, penuh pengertian dan pemahaman, kemampuan membuat batasan untuk tujuan melindungi. Sifat keibuan ini sebenarnya adalah kekuatan kita yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Kapan harus menggunakan kekuatan ini?

Bayangkan kita ada di situasi harus mengarahkan anak-anak untuk sarapan pagi.
Sikap Maskulin : “Ayo cepet makan, biar gak telat, ntar lagi jemputan datang”
Nada suara tinggi agak memerintah, bernada buru-buru. Praktis, cepat, dan to the point
Sikap The Mother : “Makan dulu yuk Sayang… kalo pagi-pagi sarapan nanti di sekolah bisa lebih konsentrasi soalnya perutnya udah gak laper lagi, Yuk Bunda temenin maemnya, sebentar lagi jemputan datang” Nada suara lembut, menenangkan. Sifat keibuan secara natural cenderung melindungi dengan membuat batasan, dalam hal ini jemputan datang, namun juga tidak memposisikan anak-anak merasa terancam.

Dua cara ini mungkin sama-sama akan dituruti oleh putra-putri kita, namun keduanya akan memberikan rasa yang jauh berbeda bagi anak-anak. Tentu saja sifat ini tidak hanya digunakanuntuk menghadapi anak-anak, kadang sebagai pasangan, kita juga perlu bersikap dengan aura keibuan menghadapi perilaku suami yang sering kekanak-kanakan. Penerapan sifat ini secara tepat akan menghasilkan penyelesaian dengan konflik yang lebih kecil dibandingkan cara-cara yang maskulin.

2. The Queen/Sifat Ratu
Cakra Perut – dengan Warna Orange
Semua perempuan pada dasarnya adalah seorang Ratu. Yang memiliki sifat anggun, penuh percya diri. Pribadi kuat yang tau apa tujuan yang ingin dicapai, namun tetap menjunjung tradisi/budaya-nya. Sifat-sifat ini biasanya tercermin dalam perilaku yang santun dan cara pandang terhadap diri yang positif karena tau bahwa dirinya berharga. Sifat ini membuat wanita menjadi isitimewa dan disegani.

Dalam berperilaku sehari-hari, kita bisa saja menjadi pribadi yang lebih maskulin, memilih pakaian yang simple gak ribet, dengan tata rambut yang apa adanya, cara duduk dan jalan yang cepat dan praktis. Namun kalau kita menggunakan kekuatan kita sebagai Queen, pilihan baju akan kita sesuaikan dengan acara yang kita hadiri, cara duduk, jalan dan bersikap pun kita atur agar sedap dipandang mata, pilihan bahasa yang digunakan intelek, tetap ramah namun juga tidak menjadikannya bebas tertawa cekikikan.

Mereka yang mampu menggunakan kekuatan The Queen pada situasi yang tepat akan menuai apresiasi dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Orang jadi tidak memperlakukan kita sebagai pribadi yang mudah. Gampangnya gini kali ya “Pacar saya itu punya mobil, tapi kalo ngajak saya pergi naek motor mulu” Kalau kita mengasah kekuatan The Queen, tanpa harus minta/marah-marah nyuruh bawa mobil laki-laki kita akan berusaha memperlakukan kita sebagai Queen “Eh biar pacarku gak kepanasan njemputnya naik mobil aja ah” wkwkwkwk… contohnya sesuatu banget ya, tapi pengambilan contoh yang dekat dengan keseharian akan membuat hal-hal filosofis macam gini menjadi lebih mudah dipahami.

3.The Awakener/Motivator
Cakra Solar Plexus – dengan Warna Kuning
Semua perempuan itu, memiliki kemampuan yang luar biasa di dalam memotivasi. Itulah kenapa kalau kita curhat biasanya lebih milih untuk cerita ke teman perempuan. Sifat ini biasanya ditandai dengan kemampuan melihat hal dari sisi yang positif, sifat meyakinkan yang penuh emphaty bahwa semua hal akan baik-baik saja. Kemampuan mendengarkan dan memperhatikan cerita orang lain dalam durasi wkatu yang lama, walaupun mungkin ceritanya diulang-ulang dan sama.

Kemampuan ini sangat bermanfaat dalam tim. Pemimpin laki-laki biasanya mengoreksi dengan kalimat lugas, kamu salah, saya mau kamu begini begitu begini.. lugas, jelas, cepat. Perempuan dengan kemampuan The awakener punya cara pendekatan yang berbeda, mereka meluangkan waktu buat bertanya mengapa? mencari tau kesulitan yang terjadi dan bersama-sama mencari solusi atau jalan tengah. Secara sistem pekerjaan mungkin akan selesai lebih lama, tapi tim yang terbentuk akan menjadi lebih berkualitas dan memiliki kedekatan sehingga untuk jangka waktu yang lebih lama akan berakibat baik bagi perusahaan.

Kalau kita keliru menafsirkan salah satu potensi dasar kita ini, bukan tidak mungkin semakin hari kita jadi semakin praktis. Cuek gak mau tau kesulitan orang .. yang secara jangka panjang biasanya menyebabkan kita mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain.
“Dulu waktu pacaran, istri saya itu perhatian sekali… sekarang kayanya sibuk sekali” ya iyalah sibuk karena kan pagi kita harus bangun pagi, ngurus rumah, nganterin anak sekolah, balik ke rumah masak lagi, siang dikit njemput anak lagi, ngangkat jemuran trus nyetrika, tau-tau udah sore, abis magrib capek. Ya bener juga sih… tapi akhirnya kita jadi semakin maskulin. Kalau di tengah kesibukan itu kita masih bisa mengoptimalkan kemampuan kita sebagai motivator hasilnya pasti akan terasa berbeda. Namun dibutuhkan latihan yang cukup untuk bisa mengoptimalkan sifat ini.

4. The Lover/Dewi Cinta
Cakra Jantung- dengan warna hijau
Perempuan memiliki hati yang lembut untuk merasakan, kemampuan untuk mencintai yang akan membuat mereka dicintai. Sifat-sifat yang sangat tampak dari potensi ini adalah kemampuan perempuan untuk mengenali hal yang indah-indah, menata sesuatu secara rapi dengan taste/selera khusus, ketrampilan memilih busana yang disesuaikan dengan tubuhnya, berhias diri.

Perempuan yang mampu mengenali potensi ini biasanya ditandai dengan sikap : tidak merasa bersalah menjadi feminin, atau malu tampil seksi dan menarik, dia menganggap dirinya pantas untuk cantik. Ketika semakin maskulin kita cenderung berusaha menunjukkan sisi diri kita yang kuat, menolak dianggap lemah dan butuh bantuan. Padahal tidak ada yang salah dengan bersikap manja pada orang yang tepat. Bukanlah suatu rahasia bila laki-laki menyukai perempuan yang bermanja-manja dan tampil cantik menarik untuk mereka.

Jadi daripada kita ngomel-ngomel nyuruh suami mbetulin pipa wastafel dapur yang rusak dan ya gak dibetul2in juga, sebaiknya kita gunakan kekuatan The Lover kita, dandan yang seksi, trus dengan manja meminta bantuan, menjadikan pria merasa dibutuhkan dan tidak kuasa menolak apa yang kita inginkan…. wkwkwkwkwk…. ya iya juga sih yaaa…

Charkas_smallMasih ada 3 potensi diri lagi yang bisa kita gali bersama, tapi nanti saya share di artikel berikutnya yaa sahabaaattt…. yang jelas akan tambah seruuuuuuuuu

other post related to this article
– http://tamarafosty.com/the-7-chakras/
– http://www.expressionsofspirit.com/yoga/chakras.htm
 http://life.gaiam.com/article/harness-power-your-chakras

 

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu