Home PageUncategorizedKawat Aluminum vs Kawat Tembaga

Apr 11

Kawat Aluminum vs Kawat Tembaga

Dalam dunia pembuatan aksesoris dari kawat/wire jewelery, ada dua jenis kawat yang paling sering digunakan yakni :
– Kawat Aluminum/Kawat Alumunium
– Kawat Tembaga/Copper Wire
kedua jenis kawat ini populer digunakan karena harga per-meternya relatif terjangkau dibandingkan kawat dari bahan silver atau emas. Selain itu, kawat-kawat ini juga banyak dijual di pasaran dalam berbagai varian warna, ukuran dengan merk yang beragam.

Kawat Aluminum atau sering juga disebut Kawat Alumunium

Kawat Aluminum/Kawat Alumunium
Kawat aluminium memiliki tekstur yang lunak, ringan dan mudah dibentuk. Kawat ini dapat digunakan dalam banyak fungsi diantaranya : untuk membuat perhiasan/aksesoris, berbagai kerajinan juga aplikasi taman (yakni membuat bonsai). Namun karena teksturnya yang lunak ini, kawat tembaga relatif lebih rapuh, sehingga untuk pembuatan aksesoris ukuran paling kecil yang disarankan adalah 1mm (kurang dari size ini, harus hati-hati sekali dalam pengaplikasiannya karena mudah patah.

Kawat Aluminum ini memiliki varian warna yang sangat beragam, karena permukaan kawatnya dilapis oleh enamel berwarna, menjadikan kawat ini unik dan banyak digemari. Namun harus diwaspadai juga karena bagian enamel/pelapis berwarnanya sangat tipis, dan mudah mengelupas bila tergores benda tajam. Inilah mengapa dalam proses pengolahan kawat jenis ini lebih disarankan untuk langsung menggunakan tangan kosong, tujuannya untuk menghindari goresan pada permukaan kawat.

Teknik Curly yang digunakan pada pembuatan liontin ini dalam proses pembuatannya lebih banyak menggunakan tangan dibandingkan tang atau alat lainnya

Kawat Tembaga/ Copper Wire
Kawat jenis tembaga memiliki tekstur yang lebih keras dan kokoh dibandingkan kawat jenis aluminum/alumunium namun relatif lebih lunak/empuk bila dibandingkan kawat perak. Itulah kenapa kawat ini di pasaran hadir dalam banyak varian ukuran, diantaranya : – ukuran 0.2 mm yang banyak dipakai untuk teknik rajut kawat
– ukuran 03 dan 04 mm yang umum dipakai untuk wrapping dan netting
– ukuran 06 dan 07 mm sering digunakan untuk membuat paku sambung pada rangkaian menggunakan bahan mutiara air tawar
– ukuran 08-1mm dipakai sebagai rangka/frame untuk beragam desain aksesoris
(*catatan : angka diatas sifatnya hanya berupa panduan umum, selalu cek desain aksesoris terlebih dahulu untuk memilih kawat dengan ukuran yang tepat)

Berdasarkan jenisnya, kawat bahan tembaga terbagi menjadi dua :
Bare Copper Wire/ Raw Copper, yakni Kawat tembaga tanpa lapisan pada permukaannya. Kawat jenis ini lebih mudah teroksidasi dan mengalami perubahan warna. Bahan ini umum dipakai pada pembuatan aksesoris yang menggunakan teknik metal smithing atau penempaan logam (logam dipanaskan, ketika mulai empuk/meleleh, dibentuk dengan cara dipukul-pukul dengan palu)
Enamel Copper Wire, kawat tembaga jenis ini umum ditemukan di pasaran, yakni kawat tembaga dengan cat enamel pelapis yang menyebabkan kawat hadir dalam berbagai varian warna yang cantik. Untuk mencegah permukaan kawat jenis ini tergores, disarankan untuk memakai nylon jaws plier atau tang dengan permukaan plastik yang lembut/halus. Untuk menjaga permukaan kawat mengkilap/berubah warna kita bisa memberi lapisan/coating tipis di permukaan kawat, khususnya pada sudut dalam atau bagian yang bersentuhan dengan kulit saat dipakai.

Tutorial Bros menggunakan bahan kawat tembaga, size 1mm digunakan sebagai frame, sementara size 04mm dipakai untuk merangkai manik-manik lain.

Perbedaan Kawat Alumunium dan Kawat Tembaga
Meskipun kedua jenis kawat ini dapat digungsikan untuk membuat aksesoris, sebaiknya pastikan terlebih dulu desain/model aksesoris yang kita akan buat. Karena setiap desain akan membutuhkan jenis kawat dan ukuran yang berbeda-beda, kita tidak dapat seketika mengubah/mengganti kawat tembaga dengan kawat alumunium berukuran yang sama. Setiap jenis kawat memiliki fungsi dan keunikan masing-masing, maka tugas kita sebagai crafter harus mampu menonjolkan kelebihan dari bahan ini, sembari tetap memperhatikan fungsinya dapat berjalan dengan optimal.

Secara sederhana, berikut diagram yang menunjukkan beberapa perbedaan yang ditemukan pada kedua jenis kawat tersebut

Perbedaan Antara Kawat ALumunium dan Tembaga ini dapat menjadi acuan kita dalam memilih jenis dan ukuran kawat yang tepat saat akan mulai mendesain aksesoris. Untuk desain yang lebih rumit, kita bisa memadukan penggunaan beberapa jenis kawat misal seperti Kawat tembaga dan kawat alumunium, kawat alumunium dan kawat staintlest, kawat tembaga dan kawat staintlest. Intinya jangan takut mencoba untuk bisa mengembangkan imajinasi dan kreativitas yang kita miliki (kikie-2022)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu