Archive for the ‘Testimoni’ Category

Mar 10

Talkshow Kewirausahaan di Colors Radio

Talkshow Kewirausahaan Pagi ini saya memenuhi undangan dari Colors Radio, sebuah radio hits di Surabaya yang sudah berdiri sejak tahun 1999. Saya inget banget, karena sejak zaman kuliah dulu, ini jadi salah satu radio yang rajin saya dengerin hihihi…  Kalau dulu harus ngandelin boombox demi bisa denger lagu-lagu di radio,→ Baca selengkapnya

Feb 15

Juaningtyas

 

Nama Saya Juaningtyas Farnadiasri, Saya adalah seorang guru swasta di Kota Probolinggo. Sudah 4 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha rajutan. Saya memberi Nama Usaha saya Joe’s Crochet yang artinya : rajutan juan (Hanya saja karena nama juan banyak digunakan akhirnya pake joe)

Awal mula menekuni kegiatan craft karena memang hobi sejak kecil. Awalnya dipakai sendiri namun lama kelamaan mulai saya tawarkan ke teman-teman dan kenalan. Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini untuk mengoptimalkan hobi menjadi bisnis, biar hidup lebih bahagia dan santai “my hobby is my business”

Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah : jangkauan pemasaran. Saat ini saya tinggal di desa yang cukup jauh dari keramaian tepatnya di Desa Tiris Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Pangsa pasar saya masih terbatas pada orang-orang sekitar. Rajutan saya rapi, harga jual nya juga dibawah rata-rata, tapi peminatnya masih jauh dari harapan saya. Ke depan Saya pengen punya label/merk resmi pada setiap produk saya, soalnya pernah ada orang pesen rajutan tapi ternyata dijual lagi pake label dia,saya merasa dirugikan tapi tidak bisa berbuat apa-apa.. Saya juga pengen bisa punya kemasan yang bagus pada produk saya, karena selama ini produk saya hanya dibungkus plastik polos saja tanpa ada tulisan apa-apa.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah bisa menjalani hidup ini dengan bahagia dan membahagiakan keluarga, membuat mereka bangga dengan usaha saya. Buat Saya, Koleksikikie adalah inspirasi untuk maju. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan punya blog pribadi (karena sdh diajari mbak kikie melalui kelas ini), bisa lebih banyak relasi, dagangan saya banyak yang beli (pastinya). Aaamiiiieeennn

salam hangat Juaningtyas

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 15

Stevi Ferdiana – Pemilik Serena Bros

Saya mengenal Stevi sudah sejak lama, kami memulai usaha di tahun yang sama. Kalau saya memfokuskan diri pada bros-bros dengan bahan manik-manik, Stevi memiliki kekhususan pada karya-karya bros dari aneka perca kain dan pita.

Walaupun sama-sama menjalankan usaha kurang lebih 9 tahun, kami memasarkan aksesoris dengan cara yang berbeda. Awalnya Stevi lebih fokus menjual dengan cara konsinyasi/titip jual pada seorang teman yang dipercaya. Namun ternyata dalam perjalanannya, partner usaha yang dipercaya mankir dan Stevi kehilangan hampir sebagian besar modal yang dimiliki. Dalam kondisi yang sulit ini, akan ada banyak orang yang memutuskan berhenti, namun tidak demikian dengan Stevi. Dengan sisa modal yang dimiliki, Stevi kembali bangkit dan mencoba cara-cara baru dalam memasarkan aksesorisnya. ini dia kisah Stevi – Pemilik Serena Bros

 Nama saya Stevi Ferdiana, biasa dipanggil Stevi. Dulu, saya dikenal sebagai seorang gadis yang tomboy. Jangankan mengenakan aksesoris, merias wajah pun tidak. Dan ini, bertolak belakang dengan apa yang saya tekuni sekarang, yang sangat dekat dengan dunia wanita.

Sudah 9 tahun saya menggeluti kegiatan craft, yakni usaha kerajinan aksesoris, khususnya bros dengan bahan manik-manik, kain, batuan, dll. Awalnya saya sempat memberi nama usaha saya Jingga, membuat toko online, kartu nama dan email dengan nama tersebut. Namun saat googling di internet, ternyata ada banyak sekali ditemukan kata Jingga. Saat itu saya pun memutuskan untuk menggantinya dengan nama Serena Bros, yang artinya harapan untuk bisa memiliki prestasi cemerlang seperti petenis Serena William.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena saya suka hal-hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan. Ketika masih tinggal di surabaya dan ada pelatihan membuat bros manik-manik, saya putuskan untuk ikut. Setelah tau cara bikinnya, jadi keterusan suka dan akhirnya mengembangkan desain bros saya ke berbagai macam teknik. 

Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini adalah perasaan bahagia ketika melihat orang lain memakai hasil buatan saya. Apalagi jika orang itu bener-bener tidak saya kenal. Rasanya bahagiaaa banget ada yang menghargai apa yang saya buat sepenuh hati.

Namun berbisnis gak selamanya mudah dan menyenangkan. Seperti yang dialami oleh pengusaha lainnya, sayapun mengalami beberapa kesulitan sepanjang menekuni usaha ini.  Awalnya saya mengira hanya dgn nitip jual saja, usaha ini bisa berjalan lancar. Saya lupa, apa saja bisa terjadi dalam dunia bisnis. Orang yg dititipin jualan mangkir dari pembayaran, saya kehilangan sebagian besar modal usaha saya. Ketika itu usaha ini sempat saya mati suri, Sedih sih.. pake banget, Alhamdulillah ga pake lama. Dgn modal sisa bahan dan jaringan internet, saya mulai jualan online. Berusaha bangkit dgn modal yg ada. Namun itu pun tidak berjalan semulus yang saya harapkan, masih banyak kesulitan yang saya temui saat mulai menjual produk Serena Bros secara online. Saat ini kesulitan terbesar yang saya alami dalam menjalankan usaha adalah menciptakan keteraturan dalam bekerja. Usaha ini merupakan wirausaha, dimana saya menjadi pemilik sekaligus pekerja. Terkadang karena merasa ini usaha milik sendiri, tanpa sadar saya suka engaturnya semau sendiri. Padahal sekecil apapun suatu bisnis, tetap perlu sistem kerja yang terstruktur dan teratur agar bisa terus berkembang.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah ingin punya tempat usaha sendiri. Tempat untuk menjual handmade accesories sekaligus pakaian muslimah. Yang memudahkan perempuan muslimah menemukan gaya busana dan aksesoris yang pas dengan kepribadiannya. Semoga suatu saat cita-cita ini terwujud… Amiiiennn

Buat saya, Koleksikikie adalah teman sekaligus penyemangat. Jika dulu perlu ide atau ketemu kesulitan, cukup jalan-jalan ke blog Koleksikikie. Hihihii..  Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan konsisten mengikuti kelas bisnis ini. melaksanakan semua program yang ada, dan semoga menjadi kebaikan dan manfaat untuk saya dan bisnis saya.

Stevi Ferdiana – Malang

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 15

Meuthia – Pemilik Kreasi Manikku

Saya selalu mengagumi pribadi Meuthia, yang sangat antusias dalam mencari Ilmu. Meuthia adalah siswa kelas privat di Koleksikikie yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke Surabaya, untuk belajar cara membuat bros. Tak jarang Meuthia juga mengirimkan pertanyaan melalui email, berkonsultasi tentang kesulitannya di dalam memulai usaha. Saat ini selain berbisnis aksesoris, Meuthia juga merupakan karyawan di biro advertising ternama di Jakarta. Namun kesibukannya tak menyurutkan dia untuk berbagi ilmu, tak jarang Meuthia dan Kreasi Manikku mengisi kegiatan ketrampilan untuk Panti Asuhan di sekitar Tangerang.

Tentang Meuthia, Pemilik Kreasi Manikku  Hai, aku Meuthia, bisa panggil aku Mutia, atau Meuthz. Aku seorang pekerja dan ibu dari 2 orang anak. Putra Naufal dan Putri Belva. Sehari-harinya aku mengerjakan pekerjaan kantor yang berhubungan dengan periklanan. Di rumah melakukan tugas seorang ibu.

Aku suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan prakarya. Sedari kecil sudah mengenal mesin jahit, gunting, jarum, benang. Bahkan merajut pun pernah aku tekuni. Sampai akhirnya setelah dewasa, keinginan berkreasi semakin besar. Maka aku mulai merangkai manik-manik menjadi perhiasan, berkutat dengan tang jepit, tang potong dan kawat-kawatan. Tidak hanya itu, aku juga menyukai kegiatan desain pakaian, mulai dari menggambar, memilih bahan sampai memproduksi. Kini aku menggabungkan keduanya, mengaplikasikan manik-manik menjadi perhiasan (bros, kalung, gelang) juga hiasan pada aneka ragam kebaya modern. Aku terus mengembangkan desain dengan cara belajar dari berbagai tutorial, mengikuti aneka workshop, (salah satunya koleksikikie yang rajin banget mengadakan workshop, sampai ke Surabaya aku samperin =D )

aku, saat datang ke surabaya pertama kali u merangkai manik-manik

Kurang lebih sudah 4 tahun terakhir ini, aku bercengkarama dengan dunia manik dan teman-temannya (kawat, tang) Bisnia ini kuberi nama : Kreasi Manikku. Karena hampir semua hasil karya “Aku” selalu menggunakan bahan baku “Manik-Manik”, contohnya : bros, kalung, gelang, untuk aplikasi kebaya pun juga selalu kugunakan manik-manik.

Awalnya ketertarikan dengan Manik-manik ini, karena kebutuhan aksesoris untuk jilbabku. Agar tampil menarik aku merasa perlu mencari aksesoris penunjang gaya hijabku. Ternyata, gak banyak pemain aksesoris penunjang style hijab yang membuat aku tertarik. Sampai akhirnya ketemulah dengan koleksikikie (pada waktu itu masih di multiply). Awalnya aku hanya mengikuti blog-nya, facebook-nya. Sampai suatu hari memutuskan ikut kelas private di Surabaya langsung, ( masih inget banget, May 2010. Aku berangkat dari Jakarta belajar 3 bros, dalam waktu 3-4 jam) Perkenalan yang akhirnya menjadi persahabatan itulah yang pada akhirnya memotivasi aku untuk berbisnis, terus belajar dan berkarya di dunia ini.

Namun ternyata urusan promosi produk Kreasi Manikku gak mudah untuk dilakukan.Dalam usaha memperkenalkan hasil produksiku, aku sering kesulitan mendeskripsikan produk. Tapi tak jarang juga, barang belum sempat di foto, dan dipajang langsung terjual *wink* . Padahal pengen banget bisa memperkenalkan produk dari Kreasi Manikku ke pasar yang lebih luas, karena selama ini jualannya masih sebatas informasi dari mulut ke mulut, atau dengan cara promo pakai sendiri, ada yang lihat, trus beli…. hehehehe

Buat aku, koleksikikie bukan sekedar tempat untuk mencari bahan mentah untuk aksesori ataupun aksesori handmade siap pakai. Tapi sebuah tempat buat aku belajar, sebagai inspirasi ide untuk produk aku. Banyak tips yang aku ambil dari sana, dari mulai pemilihan bahan mentah, cara merangkai produk, cara memasarkan produk. Ada sesuatu di koleksikikie ini, entah aku sendiri gak tau apa, yang membuatku pengen membuka koleksisikikie baik di website, sosmed-nya, rasanya selalu ada aja yang baru.

Yup, semoga dengan bergabungnya aku di Kelas Bisnis Kikie 1 bulan kedepan ini, membuat aku lebih pintar untuk memproduksi, sekaligus mempromosikan produk Kreasi Manikku. Semoga program ini bisa semakin memper-erat hubungan simbiosis mutualisma- kita #tsaaaaahhhh#biologibanget

Salam, Meuthia Mutia– Tangerang

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 12

Maulina – Pemilik Kalyana

Diantara banyak wirausaha wanita yang saya jumpai, Maulina adalah sosok yang istimewa. Bila hampir sebagian orang menjalankan usaha dari rumah sebagai pilihan kedua, yang dilakukan karena ada keterbatasan tertentu dan keinginan bisa mengoptimalkan kemampuan/ketrampilan yang dimiliki. Bagi Lina, menjadi wiraswata adalah cita-cita. Sesuatu yang diimpikan sejak usia belia, dilatih sejak duduk di bangku sekolah dan akhirnya terus melekat menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Kini Maulina telah menjalankan sebuah perusahaan dengan puluhan karyawan dan telah mengharumkan Nama Indonesia, melalui produk tas kulit Kalyna. Produk craft berbahan baku kulit ini sudah dipamerkan dan di-eksport hingga ke beberapa negara di dunia. Ini dia kisah Maulina, pengusaha tas kulit dari Surabaya.

 

Nama Saya Maulina. Saya adalah seorang perempuan yang sejak kecil bercita cita menjadi wiraswasta wanita yang sukses. Sejak duduk di bangku SD saya sudah sangat suka berdagang, awalnya hanya menjual pita rambut hasil buatan sendiri. Meskipun tidak banyak, tapi rasanya sangat bahagia saat pita pita saya dibeli oleh teman teman sekolah. Lalu saat di SMP saya berdagang sandal jepit, yang selalu saya beli saat liburan sekolah dan jual kembali di hari masuk sekolah. Saat kuliah saya berjualan parfum selama beberapa tahun. Setelah lulus kuliah, tidak seperti kebanyakan orang, tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk berkerja di perusahaan A atau B. Yang ada dikepala saya hanya “Oke, sekarang saatnya saya memiliki banyak waktu untuk memulai bisnis saya.”

Setelah lulus saya mencoba membuka toko kecil dipusat perbelanjaan di Surabaya, saat itu saya berjualan parfume. Namun setelah setahun berbisnis, saya sukses gulung tikar dengan menutup toko dan memPHK pegawai saya. Bahasa bekennya “Bangkrut” haha.. Lalu dengan sedikit sisa uang yang saya miliki ketika itu, saya mencoba menjadi pedagang tas import cina. Tasnya saya beli melalui kenalan, lalu saya menjualnya kembali secara door to door dengan pembayaran sistem cicilan 6kali. Bisnis ini berjalan dari akhir tahun 2006 sampai akhir 2010.

Memasuki akhir 2010, saya mulai membangun Brand saya sendiri yang bernama Kalyana, dengan produk Tas kulit kombinasi kain batik sebagai produk unggulan. Tahun 2013 saya mencoba membuka rumah produksi kecil kecilan, yang bergerak dibidang pembuatan produk dengan bahan dasar kulit atau kulit sintetis. Tak terasa sudah 5 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha tas kulit wanita kombinasi batik. Saya sengaja memberi Nama Usaha saya dengan menggunakan bahasa Sangsekerta, KALYANA. Yang artinya adalah Beruntung dan Cantik.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena saya mengikuti seminar cinta produk Indonesia yang bertajuk Beli Indonesia, disaat itu muncul keinginan bahwa saya harus bisa mengenalkan produk Indonesia di manca Negara, saya ingin menunjukan bahwa produk Indonesia ini bagus dan cantik, sehingga tidak kalah jika dibandingkan dengan produk dari Negara lain. Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini karena saya ingin terus mengenalkan ke manca negara bahwa produk Lokal Indonesia tidak kalah saing, dan saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa memakai produk dalam negeri bukanlah sesuatu yang memalukan. Jika kita ingin menjadi negara maju, maka harus mencintai bangsa, budaya dan produk dalam negerinya sendiri. Dan saya ingin memberi manfaat kepada orang lain dan bangsa negara.

Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah mengenalkan usaha saya baik dalam negeri maupun luar negeri, sehingga saya harus menguasai bisnis Online karena dengan berbisnis Online, siapapun, dimanapun dan kapanpun bisa melihat bisnis saya.

Salah satu cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah menjadi bintang tamu diacara Oprah Winfrey dan bisa mengenalkan produk saya dan menceritakan visi misi saya.. Mungkin itu terkesan terlalu muluk muluk, tapi itu benar bahwa salah satu cita-cita saya adalah menjadi bintang tamu dalam acara Oprah Winfrey haha..

Buat Saya, Koleksikikie adalah salah satu jalan saya untuk mempelajari bagaimana cara berbisnis online yang tepat dan efektif dan bisa berkenalan dengan banyak para pengusaha wanita sukses di Indonesia. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan lebih menguasai Bisnis Online dan tentunya menjadi tahap awal dalam meraih cita cita saya dan bisa saling memberi ilmu pada seluruh teman di dalam Kelas Bisnis Kikie. Aamiin

Maulina – Surabaya

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 12

Martha Krisna – Pemilik GaleriKriya by Martha Krisna

Martapura banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai kota penghasil intan berlian serta aneka batu mulia. Jauh sebelum trend batu akik, hampir semua orang yang datang ke kota ini selalu menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh aksesoris dari batu-batuan.  

Di Kota inilah Martha Krisna tinggal. Menyadari potensi Kota Martapura yang begitu besar, Martha pun mulai menekuni seni kerajinan membuat aksesoris dari kawat, dengan menggunakan bahan baku aneka batu yang banyak dijumpai di Martapura. Kini dia tak hanya berambisi menjadikan hobinya sebagai bisnis yang mendatangkan penghasilan, namun juga bisa memberi manfaat bagi warga sekitar. Bersama kawan-kawan perempuannya, Martha pun merintis berbagai kegiatan yang bisa bermanfaat bagi kelompok perempuan, khususnya yang masih mengalami ketertinggalan pendidikan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

 

Nama saya Martha Krisna. Saya adalah seorang seniman dan pengrajin perhiasan. Sudah 10 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha : kerajinan sulaman (yang saya tekuni dari tahun 2006 sampai 2011) dan kerajinan aksesori dan perhiasan (yang berjalan sejak tahun 2011 sampai sekarang).  Saya memberi nama Usaha saya GalleriaKriya by Martha Krisna, yang artinya : tempat memajang karya seni buatan Krisna, yaitu saya.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena hobi dari kecil membuat berbagai aksesori dan bunga-bunga hiasan rumah. Kebetulan ibu saya juga memang seorang pedagang dan beliau sering memproduksi sendiri barang dagangannya berupa berbagai makanan kecil, Ibu lah yang menginspirasi saya untuk menjadikan hobi saya sebagai bisnis. Untuk memperluas jaringan saya juga melakukannya secara online. Hal yang memotivasi terus berbisnis ini adalah karena kecintaan saya pada 3 hal yaitu seni, perhiasan dan berjualan.  Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah mendisiplinkan diri saya agar profesional dalam keuangan, juga bisa lebih baik dalam produksi dan promosi. Karena hal-hal ini beberapa kali menjadi hambatan  dalam usaha yang saya jalani selama ini.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah bisa menjadi seniman dengan karya-karya yang menginspirasi orang lain untuk mengikuti semangat dan kerja keras saya. Sekarang saya dan teman-teman sedang merintis komunitas ibu-ibu untuk diajarkan berbagai keahlian yang memudahkan pekerjaan dan kehidupan mereka. Dengan mengikuti kelas bisnis online ini saya berharap bisa lebih memperbaiki banyak kekurangan saya dalam berbisnis, menjadi lebih profesional dan kemudian membagikan ilmu yang saya dapat kepada teman-teman lain dan bersama-sama mengembangkan komunitas ibu-ibu mandiri dan bahagia.

Buat Saya, Koleksikikie adalah contoh suatu bisnis aksesori dan perhiasan yang bisa di garap dengan profesional, baik secara nyata ataupun lewat dunia maya. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan bisa menerapkan ilmu bisnis dari Koleksikikie dan menata bisnis saya agar lebih profesional serta membagikan ilmu dan pengalaman saya kepada teman-teman yang membutuhkan.Aamiin.

salam, Martha Krisna – Banjarbaru

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 12

Arin Choiriyah – Pemilik Arivana Accesories

Sebagai perempuan dengan banyak peran, setiap hari kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Menjadi Ibu anak-anak kita, menjadi anak dari kedua orangtua kita, menjadi istri dari suami tercinta, menjadi sahabat, menjadi guru dan berbagai peranan lainnya. Tak jarang, beberapa diantara peran ini mengharuskan kita untuk membuat prioritas mana yang lebih didahulukan.

Mbak Arin, adalah perempuan yang memutuskan untuk memprioritaskan perannya sebagai istri, yang menemani suami dalam berbagai tugas kedinasan, yang kadang mengharuskan mereka untuk pergi ke berbagai kota. Untuk mengisi waktu luang yang dimilikinya dengan kegiatan bermanfaat, Mbak Arin menekuni hobi membuat aksesoris dari kawat. Kini hobi itu menjadi bisnis yang mampu memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga muda ini. 

Nama saya Arin Choiriyah, tapi banyak orang lebih kenal saya dengan nama Evana Ariva. Nama itu saya pakai sebagai nama di akun facebook saya, karena mempunyai kenangan tersendiri yang istimewa. Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia craft. Seperti menjahit, menyulam, menganyam dan taentu saja menjadi favorit saya sampai sekarang membuat aksesoris yang bahan bakunya dari kawat, batu dan manik-manik.

Hampir dua tahun terakhir ini saya menggeluti craft tidak hanya sebagai hobi, namun juga bisnis yang mendatangkan keuntungan. Usaha saya bergerak di bidang pembuatan aneka macam aksesoris yang berbahan dasar kawat, batu dan manik-manik.Seperti gelang, kalung, cincin, liontin dan tentu saja bros. Bros merupakan aksesoris favorit saya khususnya yang memiliki model yang unik dan beda. Kalau pinjam istilah anak jaman sekarang sih bros yang modelnya tidak pasaran. Dan ini juga merupakan salah satu alasan kenapa saya menggeluti dunia aksesoris ini, untuk bisa membuat bros yanag unik dan menarik..

Saya memberi Nama Usaha saya Arivana Accessories .Karena fokus usaha ini adalah membuat aneka macam aksesoris, khususnya yang berbahan dasar dari beberapa macam kawat, batu dan manik-manik. Nama ini sendiri saya ambil dari penggalan nama akun facebook saya Evana Ariva. Tentu saja dengan sedikit penyesuaian.kata “Ariva” sendiri sebenarnya saya ambil dari bahasa arab yang artinya kurang lebih mengetahui. Kemudian saya menambahkan kata “na”yang berarti kita. Jadi kurang lebih Arivana itu berarti “kita mengetahui”. Harapan saya nantinya akan banyak orang yang mengetahui tentang produk aksesoris saya ini. 

Tadinya saya bekerja di luar rumah. Namun ssesaat sesudah menikah saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan kesehatan.Saya ingin tetap produktif walaupun saya tidak bekerja di luar rumah lagi. Setelah saya menyelesaikan segala urusan rumah tangga saya mempunyai waktu luang yang lumayan panjang.Dari situlah saya mulai berpikir kira-kira kegiatan apa yang bisa saya lakukan tetapi tidak mengganggu peran saya sebagai ibu rumah tangga. Dan juga mengingat tugas suami yang mengharuskan sering bepergian keluar kota, maka kegiatan saya ini juga bisa saya bawa kemanapun kami pergi. Bisa dibilang, dari sinilah awal mula saya menekuni dunia craft hingga sekarang. Melalui bisnis ini, saya ingin bisa tetap mandiri secara finansial dan berbagi kebahagiaan dengan orang sekitar. Cita-cita ini yang memotivasi saya di saat-saat kehilangan semangat.

Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah bagaimana cara mengembangkan bisnis aksesoris itu sendiri, mengingat kegiatan ini bermula dari kesenangan atau hobi. Yang mana pengerjaannya masih tergantung pada mood dan bukan karena target tertentu.Karena itulah saya merasa harus mengikuti kelas bisnis ini supaya bisa mengembangkan usaha ini. Karena cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah bisa berteduh di rumah yang kami beli dari hasil jerih payah kami sendiri. Dan perlu perencanaan yang matang agar bisa berkembang dan menabung lebih banyak.

Buat Saya, Koleksikikie merupakan salah satu panutan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis aksesoris, terutama bagi pemula seperti saya. Inovasi-inovasi yang dilakukan Koleksikikie telah mampu menciptakan trend baru di dunia aksesoris .Hal ini juga di dukung oleh mbak Kikie, owner Koleksikikie yang kreatif dan paham betul permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh pebisnis di bidang aksesoris seperti saya. Melalui tulisan di blognya, mbak kikie juga tanpa ragu menularkan ilmunya kepada pemain baru di dunia aksesoris seperti saya.

Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga saya bisa menjadikan ini bekal untuk menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin akan saya temui di masa depan. Semoga dengan demikian, saya bisa lebih memajukan lagi bisnis aksesoris yang saya jalankan ini.

Salam hangat.. Arin – Evana Ariva Surabaya

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Feb 12

Raya Sahaya Pemilik Dhia Accesoris

Namanya Raya Sahaya, asli dari Bandung. Usianya mungkin masih relatif muda, 26 thn, tapi Raya telah berani membuat keputusan besar, keluar dari kantornya dan memulai bisnis aksesoris dari rumah. Berharap suatu saat bisa memberi manfaat dengan membuka peluang kerja bagi-orang-orang di sekitarnya.

Nama saya, Raya Sahaya, supaya lebih akrab, bisa panggil saya Aya. Saya adalah seorang anak perempuan satu-satunya di tengah 3 orang laki-laki hebat lainnya (hihihi). Gadis asal Bandung. Belum menikah. Selalu senang jika dikelilingi orang-orang yang hebat. Alhamdulillah saat ini memilih jalan hidup menjadi “crafter” bidang aksesori “handmade”.

Sudah sekitar 1 tahun ini saya menggeluti dunia craft, yakni usaha : aksesori “handmade” dengan membuat aneka kalung, gelang, bros, dan headband yang bernuansa simpel etnik kadang nyentrik. Saya memberi Nama Usaha saya “DHIA ACCESSORIES”. Kata “DHIA” dalam bahasa Arab (Islam) mempunyai makna Sinar, Cahaya. Harapan saya. para pemakai aksesori ini dapat tampil semakin bersinar, bercahaya Apapun profesi yang ditekuni, bisa bersinar dan semangat dalam menjalani aktivitasnya. Harapan lainnya, semoga usaha kami “DHIA ACCESSORIES” dapat selalu bersinar dan bercahaya dalam ridho Allah SWT (aamiin)

  Awal mula menekuni kegiatan craft karena kejenuhan saya menjadi pegawai. Rasanya lelah bekerja dengan mencurahkan semua ide dan pemikiran untuk memajukan bisnis orang lain. “Kenapa tidak memulai menekuni usaha sendiri?” lalu mulailah saya memberanikan diri membangun usaha ini. Motivasi lainj yang membuat saya terus berbisnis ini, saya ingin membanggakan alm kedua orang tua saya. Saya ingin usaha ini bisa menjadi ladang amal untuk mensyukuri anugerah bakat yang dikaruniai Allah SWT, dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah menjadi wanita yang mandiri, sukses, dapat bermanfaat bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar (aamiin). Namun dalam menggapai ini saya masih menemukan kesulitan-kesulitan antara lain adalah kurangnya SDM yang mampu membantu saya bekerja dengan kreatif, cekatan, dan tepat waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, pelan-pelan semakin banyak bertemu dengan orang-orang hebat, saya pun menemukan “partner” yang sehati. Dulu cukup sulit memasarkan produk ini, sekarang selain dijual secara langsung beberapa juga sudah dipasarkan secara online, diantaranya melalui market place https://qlapa.com/dhiaacc dan  https://shopee.co.id/dhia.accessories. Semoga kedepan bisa lebih banyak menjual agar usaha ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja juga

Buat Saya, Koleksikikie adalah inspirasi saya memulai bisnis setahun yang lalu, tempat berbelanja bahan “crafting” yang unik, berkualitas, namun tetap terjangkau. Tempat saya bertemu dengan orang yang hebat (mbak Kikie), mendapatkan banyak ilmu, dan tempat yang selalu menyemangati saya untuk semakin meningkatkan kualitas diri menjadi orang yang suksessssss (aamiin).

Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat dan memberikan efek yang signifikan untuk kemajuan kualitas diri dan khususnya memajukan kualitas “DHIA ACCESSORIES”, tempat ladies mendapatkan aksesori sesuai keinginan (dengan adanya layanan custom), aksesori bernuansa etnik, tampil beda, dan dengan harga yang cukup terjangkau.

Salam sukses untuk ladies seluruh Indonesia. Raya Sahaya – Bandung

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Apr 24

Jalan-Jalan ke Inacraft 2015

Setiap tahun di bulan April, ada satu event pameran yang sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta kerajinan tangan, Pameran Inacraft, sebuah Pameran Produk Kerajinan Tangan terbesar se-Indonesia. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini penyelenggaraan Inacraft dimajukan di pertengahan bulan… alias pas tanggal nanggung hihihihi… Di tahun-tahun sebelumnya, Inacraft selalu di selenggarakan di saat habis gajian =D sehingga ada joke yang bilang, setiap bulan April nabungnya pindah ke inacraft hihihihihi…

Tahun ini saya sengaja terbang dari Surabaya untuk menghadiri Inacraft 2015 yang diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta – Indonesia. Tidak tanggung-tanggung seluruh Hall A & B, Cendrawasih Hall, Plenary Hall, Assembly Hall & Main Lobby semua penuh terisis produk2 dalam negeri. Dari daftar yang saya ingat, kurang lebih ada 1295 stand yang memenuhi Pameran Inacraft tahun ini. Banyaknya jumlah peserta yang mengikuti pameran inilah yang akhirnya menjadi magnet bagi calon pengunjung untuk beramai-ramai datang ke inacraft.

Saya sendiri selalu tertarik berkunjung ke inacraft karena Inacraft selalalu bagai tempat reuni dengan teman-teman crafter dari berbagai daerah, kalau selama ini hanya saling menyapa di media sosial, via email ataupun telfon. Dengan datang langsung ke Inacraft kita bisa saling bertukar cerita dan foto bareng (te-teeuuppp… foto bersama yang utama ya, hihihihi….)

Bu Diana, adalah salah satu pengrajin batu druzy dari Pacitan

ini sahabat-sahabat facebook yang akhirnya bisa kopdar di inacraft

foto di stand Bu Tati, Bu Tati ini salah satu guru saya membuat aksesoris wire

Foto di stand Aksyamala milik enno, kawan baik saya saat pertama kali terjun di dunia permanikan.. Bersama Enno, dulu saya aktif di milis manik-manik cantik

 

Selain berjumpa dengan kawan-kawan, Inacraft menjanjikan banyak hal-hal baru untuk kita pelajari. Cerita-cerita dari pemilik stand, Cara-cara mereka mendesain lokasi jualannya, juga bagaimana ide-ide kreatif bertebaran di sepanjang jalan memberikan inspirasi bagi para crafter dan pecinta karya seni

beberapa stand dengan desain langit2 yang unik

 

Apa saja yang harus disiapkan untuk datang ke inacraft?

– alas kaki yang nyaman karena inacraft diselenggarakan di hall yang sangaattttt luas… maka kalau berniat untuk keliling semua stand, jangan lupa untuk memakai alas kaki yang nyaman. – peta lokasi pameran biasanya saat mau masuk ke inacraft ada yang membagikan semacam katalog, daftar nama stand yang mengikuti pameran. Dari daftar ini tandai stand yang ingin kita lihat, lalu cocokkan dengan jadwal yang kita punya, jangan sampai dengan waktu yang terbatas kita hanya berputar-putar di satu hal yang sama terus menerus.

kalau gak ada selebaran, bisa juga kita foto papan denah lokasi pameran ini

– kamera pocket kamera ini sangat penting untuk membantu kita mengabadikan hal-hal unik yang kita temui. Jangan lupa u memastikan bahwa batere kamera kita penuh.

samsung nx mini ini cocok untuk menemani melihat pameran, karena layarnya bisa diputar 360derajat. Membantu sekali buat wefie hihihihi

– kartu nama di pameran besar seperti ini, kesempatan bertemu calon pembeli maupun calon suplier sangatlah besar. Kalau ada barang yang unik yang kita rasa bisa digunakan sebagai bahan baku untuk berkreasi,  atau calon buyer yang bisa memasarkan produk kita, pastikan kita bisa saling bertukar kartu nama. Saya sendiri sengaja menyiapkan kartu nama khusus yang dilengkapi beberapa foto produk koleksikikie. – tas ransel karena sangat jarang atau bahkan mustahil datang ke inacraft gak beli apa-apa, ransel akan membantu kita membawa barang-barang belanjaan. Pilih yang ukurannya tidak terlalu besar atau kecil, dan nyaman digunakan.

Ada apa saja di Inacraft?

Ada banyak bangettt produk2 menarik yang bisa kita jumpai di inacraft…. yang selalu saya suka untuk lihat dan kunjungi, tentu saja stand-stand yang menjual berbagai kerajinan tangan berupa perhiasan atau aksesoris. Di Inacraft ini ragam jenisnya ada bermacam-macam, mulai aksesoris dari kain batik yang cantik, kalung2 yang dibuat dari perca2 kain, aneka perhiasan dari biji-bijian yang diolah menjadi manik-manik. Ada juga aksesoris yang menggunakan logam seperti perhiasan dari perak, tembaga dan juga emas. Mutiara-mutiara cantik dari lombok  juga tetap menjadi primadona, disamping batu-batu akik yang saat ini menjadi idola baru di dunia perhiasan.

Selain perhiasan, produk yang menarik perhatian saya adalah barang-barang unik perabot rumah tangga, ada satu stand yang khusus menjual tudung saji aneka warna dan bentuk, dengan variasi bahan yang berbeda-beda. Anyaman rotan, bambu bahkan kertas koran juga menjadi salah satu komoditas yang hadir dalam banyak varian di lokasi acara. Warna shaby dan motif bunga-bunga menjadi trend baru yang banyak menghiasi lokasi pameran. Beberapa stand yang menarik perhatian saya diantaranya :

Sayangnya… produk2 atau stand ini tidak dikelompokkan dalam satu kategori tertentu oleh penyelenggara, sehingga mau tidak mau kita harus mengelilingi semua stand yang ada. Kebayang donk yaaaaa… kalau di total mungkin ada 10 km jauhnya T_T sesuatuuu bangetttt daahhh…. Kalau memang tujuannya untuk membuat kita mengelilingi semua hall, harusnya disiapkan denah/rute atau setidaknya petunjuk jalan di sudut2 ruangan, yang membantu kita memilih rute tanpa harus berputar-putar lagi di tempat yang sama. Terus terang menurut saya, penataan stand di inacraft 2015 bintang satu dari 5 (alias jelek bangettttttz)

Bagaimana cara menjadi peserta inacraft?

Melihat potensinya yang sangat besar, dari tahun ke tahun UKM2 yang ingin berpartisipasi dalam  inacraft terus bertambah. ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berpartisipasi dalam pameran inacraft, diantaranya : 1. Mendaftarkan diri secara mandiri acara ini di selenggarakan oleh ASEPHI (asosiasi Eksportis dan Produsen Handicraft Indonesia), untuk bisa mengikutinya, ada baiknya UKM terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai anggota ASEPHI. Nantinya calon peserta harus mengikuti syarat dan ketentuan Kurasi, diantaranya : – Menyerahkan company profile dari usaha anda. Bisa dikirim via email, bisa diserahkan langsung. – Melaporkan diri ke kantor Asephi yang ada di daerah di mana domisili usaha itu berada. Silahkan melihat alamat Asephi daerahnya pada website kami : www.asephi.com – Mekanisme penerimaan kepesertaan diprioritaskan kepada anggota Asephi terlebih dahulu. Selanjut kepada yang bukan anggota akan ditempatkan bila masih ada ketersediaan stan sesuai kententuan yang berlaku dari masing2 Asephi daerahnya. – Untuk ikut via BPP ASEPHI harus menyertakan surat rekomendasi dari Pengurus ASEPHI daerahnya. – Untuk calon peserta yang baru pertama kali akan ikut, diminta untuk membawa contoh produk dari usahanya. Untuk dapat kami kurasi sesuai standar yang ada (sumber : http://asephi.com/bagaimana-ikut-pameran-inacraft/ )

2. Berkolaborasi dengan kawan craft lain untuk patungan stand Inacraft mengakomodasi bagi stand yang ingin berbagi, tapi hanya boleh berdua saja. Apabila dalam stau stand diisi oleh banyak produsen, maka harus disepakati nama baru untuk mewakili semuanya. Cara ini sangat cocok untuk produsen/UKM kecil, karena akan meringankan biaya sewa stand, dan kita bisa secara bergantian menjaga pameran.

3. Menjadi Binaan Instansi Kalau kita datang di Inacraft di bagian depan ada satu hall khusus untuk UKM2 binaan instansi/BUMN seperti Pertamina, Bank Mandiri, BNI atau Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Biasanya salah satu program CSR yang dilakukan di perusahaan ini adalah memberdayakan usaha-usaha kecil, mereka tidak hanya memberikan bantuan modal tapi juga fasilitas dan kesempatan untuk mengikuti pameran ke berbagai daerah bahkan hingga ke luar negeri.

4. Mewakili Provinsi/Daerah biasnaya setiap daerah atau provinsi akan mengirimkan perwakilannya ke Inacraft, perwakilan ini akan diseleksi melalui Diskranasda. Maka untuk bisa mengikuti seleksinya, kita hanya perlu mendaftarkan UKM kita di dinas2 terkait di  tingkat provinsi atau kota. Biasnaya UKM akan difasilitasi berupa stand gratis, kita hanya perlu menyiapkan akomodasi dan transportasi menuju ke lokasi.

Konon kabarnya biaya sewa 1 stand inacraft berkisar antara 7 sd 30 juta untuk sewa selama 5 hari pameran, hueheuehe… angka yang lumayan yaa buat UKM yang imut2… Pendanaan harus benar2 dipikirkan kalau kita memutuskan ikut pameran ini, karena biasnaya penjualan baru akan terjadi setelah pameran usai. Artinya uang yang kita keluarkan untuk mengikuti pameran ini harus dicatat sebagai sebuah investasi jangka panjang =D

Well, sampai jumpa di Inacraft 2016 yaaaa…. (kie)

 Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

Apr 16

Laksita Fitriany – Sidoarjo

Perkenalan saya dengan Koleksi Kikie berawal pada 2011, saat itu saya tertarik untuk bikin aksesoris hijab. Pada saat browsing mesin pencari Google mengarahkan saya (salah satunya) pada koleksi Kikie. Dari situ saya mulai sering intip Toko virtualnya (dulu pake multiply) halamannya bagus, menarik dan informatif, cocok buat saya yang baru  mulai “main-main” aksesoris handmade 🙂 and lucky me ternyata Koleksi Kikie punya toko offline juga daann lagi tempatnya lumayan deket sama tempat tinggal saya. Shortly, berkunjunglah saya kesana. Kunjungan pertama itu saya sempat ketemu sama Mbak Kikie nya sendiri, she is nice and friendly also, saya jg sempat minta Mbak Kikie praktekin gimana caranya melungkerin (apa bahasa bakunya ya) peniti lurus jadi sebuah peniti siap pake. Hahaha and yea she did it to me. Dan adegan selanjutnya adalah putra Mbak kikie Dimas, masuk ke toko bawa aneka cicin disorongin kesaya (saya lupa dialognya) maksudnya pasti mau nawarin ya hehehe. So cute. They are such a good team (emaknya yg bikin anaknya yg jualin) 😀 Kunjungan-kunjungan berikutnya (honesty saya tidak terlalu sering datang ke toko offline Koleksi Kikie, saya semacam secret admire yg suka intipin page nya Koleksi Kikie) 😀 Kikie as a personal, she is a talented woman, very generous and she running a great business. Harapan saya untuk Koleksi Kikie adalah semoga tetap eksis dan menginspirasi. Success for Koleksi Kikie

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu