Archive for the ‘KARYA SAHABAT’ Category

Nov 28

#bikin2pagi2 : Kelas Online Belajar Membuat Aksesoris

Kelas #bikin2pagi2 membantu ribuan wanita Indonesia belajar membuat aksesoris sendiri

Serba-Serbi Belajar Membuat Aksesoris  Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menimba ilmu di dunia pembuatan aksesoris hanmade, mulai dari membaca buku, browsing di internet, lihat video tutorial, bahkan juga mengikuti kursus dan pelatihan ketrampilan.

Kini ada cara belajar aksesoris seru yang diadakan oleh koleksikikie  di setiap Selasa Pagi, dan dapat diikuti oleh siapa saja secara dari rumah masing-masing lho dan bisa langsung ikutan praktek lagi.

Kelas Interaktif : LIVE di Akun Instagram Koleksikikie Setiap Selasa Pagi jam 09.00 sd 10.00 Koleksikikie mengajak para sahabat setianya untuk membuat aksesoris bersama. Materi yang dibahas selalu berbeda di setiap minggu, sehingga menantang banyak peserta buat ikutan praktek bikin jugaMaterinya sendiri biasanya sudah dibagikan sehari sebelum kelas dilangsungkan agar banyak peserta yang berpartisipasi buat ikutan bikin-bikin aksesoris juga dari rumah. Selama kelas interaktif ini  berlangsung para penonton di rumah bisa langsung melihat proses pembuatan aksesoris juga mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi dengan Kikie, pemilik koleksikikie.com

beberapa karya peserta kelas belajar online bikin2pagi2 bisa di cek di Instagram dengan menggunakan hastag #bikin2pagi2

Sehingga tak jarang, seusai kelas banyak peserta yang ikut bikin dan posting hasil karyanya menggunakan Hastag #bikin2pagi2 di Instagram.

Memanfaatkan Sosial Media untuk Mengajak Lebih Banyak Perempuan Belajar Membuat Aksesoris Sendiri dari Rumah

Mengadakan kelas interaktif ini awalnya hanya didasari semangat ingin berbagi manfaat kepada lebih banyak orang. Dari chat yang masuk ke akun manik2koleksikikie banyak calon pelanggan yang ingin mencoba membuat aksesoris sendiri namun belum tau apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Kini setelah 3 bulan berlangsung, acara #bikin2pagi2 telah menginspirasi banyak perempuan untuk ikut berpartisipasi membuat sendiri bahkan mulai berani menjalankan usaha aksesorisnya sendiri dari rumah.

Jadi buat kamu yang pengen ikutan belajar membuat aksesoris, yuk jangan ragu buat ikutan kelas #bikin2pagi2 bareng Kikie di setiap Selasa Pagi jam 09.00 sd 10.00

Cara ikutan belajar Online Nya : Follow akun IG @koleksikikie @manik2koleksikikie buat yg mau cari bahan, dan @katalogkoleksikikie buat yg mau cari inspirasi aksesoris

Lalu Klik tiga titik pojok kanan atas, dan turn on/nyalakan notifikasi. Tujuannya supaya kamu selalu dapet pesan setiap kali kita LIVE di hari Selasa Pagi

(kie)

Jan 17

Peserta No 040 Susi Kartiwa (Medan)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS DAUR ULANG 2016

No Peserta : 040 Nama : Soe-she Kartiwa Nama Merk : Watukawat Kota : Medan, Sumatra Utara Business Contact : 081370930086 Bahan Baku Daur Ulang : Tutup Minuman Kaleng

Gardajita atau dalam bahasa sangsekerta berarti keinginan, adalah judul yang saya pilih untuk mewakili karya aksesoris daur ulang saya ini. Kata ini mewakili keinginan untuk berimaji liar tanpa batas dan berdamai dengan semesta, dengan mengubah sampah menjadi sesuatu (jewelry) yang bernilai jual tinggi..

KETIKA INSPIRASI DATANG Berawal dari kebiasaan anak saya mengkonsumsi susu kaleng bear brand setiap minggunya, bekas kaleng kemasan ini menumpuk di gudang rumah, seakan menunggu untuk saya kreasikan suatu saat nanti. Dan kesempatan ini datang dari lomba desain aksesoris yang diadakan koleksikikie tahun ini yang mengangkat tema ‘Daur Ulang’

Basic saya sebagai seorang wire worker di 3th terakhir ini, tergoda untuk mengolah tutup kaleng bear brand menjadi sebuah perhiasan headpiece dan cincin. Dengan menggunakan 2 teknik basic wire jewelry yakni weaving dan coiling tutup kaleng dililit dan dianyam sedemikian rupa menggunakan wire/kawat rose gold pink ukuran 1mm dan 0.3mm seperti tampak pada gambar berikut ini.

Untuk menunjang aksesoris ini saya menggunakann krystal swarowsky dan ornamen tembaga yang berbentuk bunga dan daun.

Proses pengerjaan 1 set aksesoris ‘Gardajita’ memakan waktu selama 2hari. Hingga akhirnya jadi satu set headpiece dan cincin cantik dalam warna yang senada

Sebagai seorang crafter ini tantangan yang cukup menggoda karena harus mengolah barang bekas menjadi sebuah aksesoris yang tidak hanya bernilai seni namun bisa layak jual dengan harga yang pantas. Sehingga menjadi kepuasan tersedniri bagi saya, saat melihat hasil akhir dari bahan tutup kaleng minuman ini yang bisa merubah menjadi sepasang akseosris yang cantik.

Terimakasih – SoeShe Kartiwa

 

SOSOK DIBALIK KARYA

Susi Kartiwa atau yang lebih dikenal dengan nama SoeShe Kartiwa adalah Gadis Yogyakarta yang merantau hingga jauh ke Pulau Sumatera demi mendampingi keluarga. Berada jauh dari tanah kelahiran, menjadi tantangan tersendiri bagi Susi untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Perbedaan budaya dan bahasa tak jarang menjadi kendala dalam memulai jalinan pertemanan bagi beberapa orang. Namun Susi punya cara tersendiri untuk beradaptasi, yakni mencari teman-teman yang memiliki kesamaan kesukaan khususnya di bidang craft dan kerajinan tangan.

Lebih kurang 3 tahun terakhir, di kota Medan ini Susi mengembangkan minat dan ketertarikannya pada dunia craft, dengan fokus pada ketrampilan membuat aksesoris handmade khususnya wire jewelery. Sejak duduk di bangku kuliah, mahasiswa jurusan Tata Busana ini memang memiliki ketertarikan lebih pada hal-hal tentang fashion. Bahkan semasa remaja Susi juga pernah mengikuti kelompok modelling untuk mengembangkan bakat dan rasa percaya dirinya, serta menambah pengalaman di dunia ini.

Pengalamannya di bidang fashion itulah yang ternyata membentuk pribadi Soeshi menjadi lebih matang di usianya yang masih relatif muda, dan menjadikan pribadinya lebih siap u memulai bisnis aksesorisnya. Aksesoris wire yang pada awalnya masih menjadi sesuatuyang baru, perlahan mulai memiliki penggemar sendiri. Tidak hanya itu, pembawaan Soesheyang luwes dan ramah, serta semangat berbagi yang tak kenal lelah menjadikan dia dipercaya oleh kelompok Ibu-Ibu di Kota Medan, untuk menjadi pengajar di kelas workshop ketrampilan, pertemuan rutin, maupun arisan.

Untuk semakin memperluas usahanya,  Soeshe pun mulai rajin mengikuti berbagai pameran dan bazar di sekitar Kota Medan, dalam rangka memperkenalkan hasil karya aksesoris handmadenya  ke masyarakat yang lebih luas.

Bulan Februari 2016, bersama 9 perempuan wirausaha lainnya, Soeshe terpilih menjadi salah satu perempuan wirausaha yang masuk dalam kelas bisnis Koleksikikie. Pengalaman ini memberi banyak wawasan dan pengetahuan bagi Soeshe dalam mengembangkan bisnisnya secara online.

Kini ditengah kesibukannya sebagai Istri, Ibu dan juga aktivis di SOS Childrens Village Indonesia (yakni  sebuah organisasi sosial nirlaba non-pemerintah yang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang), Soeshe Kartiwa juga mengembangkan bisnis aksesoris handmadenya melalui label watukawat.

Beberapa hal yang dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya diantara lain : – Tak kenal lelah terus mengasah ketrampilan, dengan berburu ilmu hingga ke Yogyakarta mengikuti kelas Mbak Ika Moo dan Desia Dewi (DD) – Aktif dalam aneka kegiatan komunitas khususnya yang berhubungan dengan craft di Kota Medan – Rajin mempromosikan produknya, melalui foto aksesoris yang dikenakan SoeShe dan yang diunggah ke berbagai akun sosial medianya – SoeShe semakin memantapkan nama watukawat di dunia online dengan bergabung di beberapa market place online yang memudahkan para pelanggan untuk mendapatkan produknya diantaranya di kinerjapay/watukawat akun instagram @watukawat_shebeyou Kenali karya Susi lebih jauh melalui akun facebook pribadinya Soeshe Kartiwa

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

 

 

 

Jan 17

Peserta No 033 Umi Rosyidah (Mojokerto)

Lomba Desain Aksesoris Daur Ulang 2016

No Peserta : 033 Nama : Umi Rosyidah Nama Usaha : Sazky Collection Kota : Mojokerto Business Contact : 087754110991 Material Bahan Daur Ulang : Kunci dan Ring Baut Bekas

ANTUNG RING KUNCI

Kalung dan gelang hasil karya saya ini terbuat dari 2 barang bekas, yg saya pakai kembali sebagai bahan baku aksesoris ini yaitu kunci dan ring baut. Ide awal saya ingin memakai ring baut yg banyak dirumah karena kebetulan kakak saya adalah seorang tukang reparasi apapun, jadi ring yg tdk terpakai sangat buanyaak, kemudian saya mulai memutar otak untuk membuat ring baut ini jadi aksesoris cantik.

Kurang lebih selama 3-4 hari mumet tidak menemukan ide, akhirnya saya melihat kunci yg tergantung ditembok dan tiba2 saya berpikir untuk memakai kunci sebagai teman ring baut ini untuk dijadikan aksesoris cantik.

Dengan kemampuan terbatas saya dalam membuat wire crochet, saya pun mencoba membuat desain kalung dan gelang menggunakan bahan baku kunci bekas dan ring baut yg saya cat dengan warna emas untuk memberi kesan mewah.

sebagai ornamen kalung dan gelang ini, karya ini saya beri nama ANTUNG RING KUNCI, karena bentuk kalungnya yg menyerupai antung-antung (dalam bahasa jawa) dan menggunakan bahan baku utama berupa kunci dan ring baut.

Demikian karya aksesoris daur ulang ini saya buat dengan memadukan bahan kunci dan ring bekas dengan teknik rajut kawat. Semoga menambah ragam jenis aksesoris daur ulang yang bisa menginspirasi pemanfaatan limbah menjadi bermanfaat.

salam Umi Rosyidah

SOSOK DIBALIK KARYA

Umi Rosyidah. Perempuan yang kini berdomisili di Kota Mojokerto ini adalah pecinta berbagai produk kerajinan tangan. Kecintaannya pada benda handmade ini membuat Umi yang pemalu, merasa tertantang untuk mempelajari proses pembuatannya.Tak heran bila Sosok Ibu yang ramah dan sederhana ini menguasai berbagai teknik pembuatan kerajinan seperti rajutam, decoupage, pembuatan kotak kemasan, dan yang terus ditekuninya dalam 6 tahun terakhir adalah seni pembuatan aksesoris handmade, khususnya teknik wire working.

Berbagai karya perhiasan handmade telah dihasilkan oleh Umi, diantaranya kalung, pendant batu yang dirangkai dengan kawat, cincin cantik, bros, juga aksesoris berupa gelang. Untuk meningkatkan pemasaran dan memperkenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas, Umi juga aktif mengikuti berbagai komunitas sahabar crafter yang dari pertemanan ini semakin memperluas wawasan dan menambah pengetahuan Umi di dunia perhiasan handmade. Berbagai Pameran pun rutin diikuti oleh Umi baik yang diselenggarakan di sekitar Kota Mojokerto, maupun Pameran bertaraf Nasional yang melibatkan pengrajin2 di Seluruh Indonesia seperti Innacraft.

Namun Umi sendiri merasakan perjalanannya meniti karier sebagai pebisnis aksesoris tidaklah mudah. Ada masa dimana produknya lama tidak terjual dan menumpuk sebagai persediaan. Namun pengalaman dan jam terbang membuat Umi tidak mudah menyerah. “Rame dan sepi dalam berbisnis adalah hal yang wajar yang terpenting justru bagaimana kita belajar dari setiap pengalaman itu, untuk bisa menjadi lebih baik lagi di kemudian hari”

Cita-cita terbesar Umi adalah bisa berbagi ilmu craft yang dikuasainya kepada masyarakat disekitar tempat tinggalnya. Harapannya, ketrampilan ini bisa memberikan peluang kerja yang lebih luas kepada mereka, khususnya para perempuan dan Ibu-Ibu agar bisa memiliki kegiatan sampingan yang bisa dikerjakan dari rumah. Namun hal ini masih terus berproses dalam rangka bisa terwujud. Berbagai karya kerajinan tangan milik Umi, dapat dilihat di.

Facebook :  Umi Rosyidah Instagram : Sazkycollection

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Jan 17

Peserta No 41 Arin Choiriyah (Surabaya)

No Peserta : 041 Nama : Arin Choiriyah Nama Usaha : Arivana Aksesoris Kota : Surabaya Business Contact : 085234555429 Material Bahan Daur Ulang : Kertas kalender bekas

Kinanti Sebelum membuat karya ini, saya sedang masa adaptasi untuk kembali berkarya setelah melalui masa libur akhir tahun yang sedikit agak panjang. Selama masa libur itu saya lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga dan sama sekali tidak menyentuh dunia aksesoris kawat yang selama 2 tahun ini menjadi aktifitas sehari-hari. Ketika hari  libur itu usai, saya kesulitan mengembalikan mood saya bekerja sebagai pengrajin aksesoris.

Sampai suatu hari saya sedang menyapa teman di komunitas Kelas Bisnis yang selama ini saya ikuti. Dari situ saya mendapat info bahwa kopetisi desain daur ulang ini masih belum ditutup. Dan di komunitas itu juga  saya melihat beberapa teman mengikuti lomba ini . Serasa mendapatkan siraman air segar ditengah cuaca panas yang terik, seketika itu juga semangat “nguwer” itu kembali. Senang sekaligus panik karena waktu yang tersisa hanya dua hari saja.Tapi saya berpikir bahwa ini adalah sebuah tantangan dan saya harus bisa menaklukkannya.

Proses Kreatif Mencari Ide Membuat Aksesoris Daur Ulang Terkadang memang kita butuh tekanan untuk bisa lebih kreatif .Dalam waktu yang sedemikian singkatnya saya berpikir keras bagaimana  bisa mendaur ulang barang bekas menjadi suatu perhiasan yang unik. Dan ini benar-benar menjadi semacam suntikan energi yang luar biasa. Setelah berpikir keras seharian, akhirnya saya menemukan tumpukan kalender tahun lalu yang sudah tidak terpakai lagi.

Daan benar saja “the power of kepepet” itu benar-benar saya rasakan. Tiba-tiba terlintas di benak saya rangkaian kalung dan gelang yang cantik berpadu dengan wireDulu waktu masih di sekolah, saya pernah diajari membuat kerajinan dari kertas menjadi paper bead. Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk merubah kalender bekas itu menjadi paper bead yang rencananya akan saya rangkai menjadi gelang dan kalung.

Proses Pembuatan Manik Kertas Mula-mula kalender bekas ini saya garisi dengan ukuran tertentu, agar nantinya ukuran beads nya sama. Kemudian di gunting mengikuti garis yang tadi sudah dibuat. Nah guntingan kertas ini kemudian saya gulung dengan bantuan tusuk gigi untuk membentuk beads seperti yang saya inginkan.lalu  saya rekatkan dengan lem pada ujungnya.Setelah itu gulungan kertas ini saya lapisi menggunakan cat kuku yang bening untuk melindunginya dari benda cair sekaligus membuatnya lebih berkilau seperti bead pada umumya. Saya sengaja tidak mewarnai bead ini karena saya memang ingin memadukan warna putih dengan warna rosegold tembaga.

Kemudian  bead ini saya rangkai kan dengan wire dengan penambahan sedikit ornamen di sana-sini membentuk rangkaian kalung dan gelang.

ARTI NAMA KINANTI Karya ini saya beri nama Kinanti. Kata kinanti itu sendiri berasal dari bahasa jawa yang artinya kurang lebih dibimbing atau diarahkan. Karena selama proses pembuatan karya ini, saya merasa di bimbing/ diarahkan kembali menuju habitat awal saya sebelum hari libur itu tiba yaitu dunia aksesoris wire. Aksesoris ini pas mewakili kata Kinanti, karena saya Merasa di bimbing kembali untuk menyalakan  semangat berkarya saya yang sempat meredup selama liburan.

Rasanya puas sekali setelah melihat hasil akhirnya. Siapa sangka kalender bekas yang tadinya mungkin hanya di jadikan sebagai pembungkus atau bahkan di buang  begitu saja, ternyata setelah di kreasikan bisa menjadi perhiasan yang cantik dan unik. Semangat 2017, I can do it. SOSOK DIBALIK KARYA Arin Choiriyah, sudah 3 tahun belakangan ini menekuni dunia pembuatan aksesoris wire. Namun penggemarnya lebih mengenal nama Evana Ariva dibalik karya-karya indah yang ia buat. Hal ini nampaknya sejalan dengan kepribadian Arin yang pemalu dan tidak menyukai sorotan publik. Bagi Arin yang sederhana, jauh lebih penting untuk memperkenalkan hasil karyanya dibanding menunjukkan siapa yang membuat aksesoris indah tersebut.

Arin sendiri sudah menyukai akseosris sejak lama, namun mulai tertarik untuk belajar membuat setelah menghadiri sebuah pameran produk handmade di Balai Kota Surabaya. Kala itu Arin yang belum pernah membuat aksesoris begitu terkesima melihat perpaduan batu-batu cantik dengan aneka kawat yang bisa diubah menjadi beragam aksesoris. Dari sinilah rasa penasarannya muncul dan akhirnya mendiring Arin untuk mulai belajar lebih banyak tentang proses pembuatan aksesoris khususnya teknik wire working.

Awalnya produk aksesoris buatan Arin hanya digunakan untuk keperluan pribadi, mempercantik penampilan sehari-hari ataupun dihadiahkan kepada teman dan saudara. Dan ternyata respon teman dan kenalan yang melihat diluar dugaannya, banyak yang memuji karya Arin yang rapi dan unik. Dari sini Arin terinspirasi untuk mulai mencoba menjual produknya, disamping bisa sebagai kegiatan produktif mengisi waktu luang, harapannya hasil penjualan akseosris ini juga bisa menjadi tambahan penghasilan sampingan.

Namun walaupun piawai membuat, ternyata proses memnual aksesoris membuat Arin cukup kesulitan membagi waktu. Sehingga di tahun pertama, penjualan yang dihasilkan tampak kurang sesuai harapan. Tapi Arin tidak menyerah begitu saja, melalui pelatihan yang diterima di Kelas Bisnis Koleksikikie Arin yang terpilih sebagai salah satu dari 10 pengusaha wanita lainnya, memulai konsep bisnis yang lebih terarah. Pelan namun pasti Arin memberanikan diri untuk mengikuti berbagai bazar berskala nasional dan internasional diikuti diantaranya Jatim Fair, Pameran HijabBusana Muslim dalam Rangka Festival Pariwisata Indonesia 2016 di Grand City, Pameran Start Up Market juga Pameran Perhiasan International Surabaya International Jewelery Fair di Shangrilla

Arin yang pemalu juga semakin terbuka dengan aktif bergabung dalam serangkaian kegiatan komunitas craft diantaranya : Mojokerto Crafter Community, Wiring and Beading Comunity. Melalui akun Facebooknya Arin kini lebih rutin memposting tidak hanya karya cantik dari Arivana Aksesoris namun juga beberapa tutorial singkat yang membantu masyarakat awam untuk lebih mengenal proses pembuatan aksesoris handmade berbahan baku kawat. Simak kegiatan Arinyang lain di link berikut ini Evana Ariva

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

In:KARYA SAHABAT, LOMBA DESAIN AKSESORIS, LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

Comments Off on Peserta No 41 Arin Choiriyah (Surabaya)

Share on

Jan 17

Peserta No 42 Yunita Herawaty (Balikpapan)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 042 Nama : Yunita Herawaty Kota : Balikpapan Business Contact: 081578881614 Material Bahan Daur Ulang : Celana & Resleting Bekas yang sudah kekecilan

Sejak awal Koleksikikie mengumumkan tentang sayembara ini,  terus terang saya langsung semangat kepikiran mau ikut. Tiap lihat sudut rumah, pikirannya selalu bercabang antara mau mbuang sampah yang ada sama mau nyulap bahan bekas ini jadi aksesoris. Akhirnya setelah mengumpulkan ide pilihan saya jatuh pada celana butut peninggalan zaman masih kerja dulu. Entah kenapa dari dulu rasanya sayang kalau tuh celana dijadikan kain lap, sedih ingat memori nemenin cari sesuap nasi…..*lebayyyy Tapi saya pikir kalau diubah menjadi aksesoris, rasanya benda kenangan ini jadi lebh bermanfaat dan bisa tetap digunakan. Akhgirnya dimulailah proses membuat aksesoris dari bahan celana bekas ini.

PROSES PEMBUATAN Yakkk, eksekusi dimulai : dipotong list pinggang celana, dirakit kancing celana untuk dipakai jadi kancing gelang, didedel reselting jadi bunga kontemporer, dan tak lupa kancingnya dipakai sebagai kepala anting yang direkatkan pada kepala anting jepit. Selanjutnya dipermanis dengan tile. Bismillah… Tadaaaa…. Jadilah inovasi aksesoris si emak di sela waktu tidur bayi….*disini sesungguhnya letak perjuangan yang sesungguhnya ya mbak…

Hehehe abaikan alasan di atas, karena sesungguhnya menciptakan sebuah aksesoris tidaklah gampang. Apalagi saat aksesoris yang indah itu tercipta dari bahan yang tidak kita duga bisa dimanfaatkan. Ide inovatif dan kreatif menjadi sesuatu yang penting dalam memanfaatkan barang bekas yang ada. Dan bagi saya rasanya sangat menyengkan saat melihat aksesoris ini bisa bermanfaat dan membuat hati pemakainya senang.

Semoga semakin banyak wanita-wanita Indonesia yang semakin kreatif dan mandiri. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Salam hangat, Yunita Herawaty

 

SOSOK DIBALIK KARYA

Yunita Herawaty menyukai kegiatan craft sejak remaja, namun baru setelah menikah dan pindah ke Kota Balikpapan Yunita lebih fokus belajar tentang seni membuat perhiasan handmade. Baginya ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri saat bisa membuat dan menggunakan produk buatan sendiri.

Sarjana Arsitektur dari Universitas Gajah Mada ini selalu merasa tertantang untuk mempelajari proses pembuatan setiap kali melihat aksesoris yang menarik hatinya. Bersama jumlah karya yang semakin banyak, Yunita pun memberanikan diri untuk mulai memajang hasil karyanya secara online diantara halaman facebook pribadinya. Respond positif dari teman dan kenalan membuat Yunita semakin terpacu berkarya hingga stok aksesorisnya mencapai ratusan… namun kesibukannya yang lain membuat Yunita belum bisa fokus melakukan penjualan. Belum lagi wkatu yang terbatas dan harus dibagi dengan aktivitas lainnya, dan saat lelah datang mood dan semangat seringkali hilang.

Kendala-kendala inilah yang membuat penjualan produk-produk karyanya masih belum  berjalan sesuai harapan, Namun Yunita bukanlah sosok yang pantang menyerah, meskipun kadang mengambil libur membuat perhiasan handmade, dia masih menyempatkan diri mempelajari seni craft yang lain seperti menjahit dan merajut, yang akhirnya justru menjadi teknik yang menginpirasinya untuk mengolah bahan baku celana bekas menjadi aksesoris cantik dari bahan bekas.

Simak aktivitas craft Yunita melalui akun facebook pribadinya Yunita Herawaty

 

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

In:KARYA SAHABAT, LOMBA DESAIN AKSESORIS, LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

Comments Off on Peserta No 42 Yunita Herawaty (Balikpapan)

Share on

Jan 17

Peserta No 021 Sekar Gandes Buanawati (Yogyakarta)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 021 Nama : Sekar Gandes Buanawati Kota : Yogyakarta Business Contact: 082324243357 Material Bahan Daur Ulang : Kertas Bekas, Sendok Bebek dan Sedotan Bekas

Black and White Recycle

Tema yang saya angkat pada lomba desain ini adalah Black and White Recycle. Mengapa black and white ? karena pada dasarnya saya memang menyukai warna netral. Warna hitam dan putih sendiri adalah warna yang bisa dipadupadankan dengan warna lain. Maka dari itu saya membuat kalung dan gelang dengan warna itu agar kalung dan gelang bisa digunakan dengan baju apa saja. bahan daur ulang yang saya gunakan disini adalah sedotan bekas, sendok bebek bekas dan map kertas bekas.

Awal mula mengapa saya menggunakan bahan tersebut adalah ketika saya makan dengan teman2 saya. tadinya saat saya mendaftar ikut lomba ini saya belum punya gambaran mau membuat apa, lalu suatu hari saya sedang makan dengan keempat teman saya , saat membeli minum saya mendapat sedotan tekuk berwarna hitam. lalu saya berpikir jika sedotan itu terlihat menarik jika dijadikan sesuatu barang. akhirnya sedotan bekas saya dan dan punya teman teman, kubawa pulang. saya mengumpulkan sedotan itu beberapa waktu saat makan sampai akhirnya bisa mendapat banyak . sampai sampai teman saya bilang ” kamu kok kurang kerjaan bgt kayak gitu dibawa pulang ” tapi buat lomba ini ya gak papa lah saya lakukan hehe. semua sedotan saya cuci dengan bersih. lalu untuk sendok bebek juga saya dapat saat ada acara dan mendapat nasi box. lagi lagi sendok saya dan teman-teman kubawa pualng. sudah seperti pencari barang bekas saja ya wkwk. lalu untuk map kertas itu kepunyaan saya sendiri karena sudah robek.

Kalung yang saya buat komponennya ada sedotan, sendok bebek ,map kertas, ratai,dan kawat wire tentunya karena saya langganan beli kawat wire di koleksikikie. sedotan saya potong pada tekukannya dan membuat segitiga dengan tiga sedotan, agar tidak mudah lepas saat saya gabung pada ujung sedotan sya beri lem bakar namun tidak terlalu panas agar sedotan tidak melelh. mengapa saya buat segitiga , bukan persegi ataupun yang lainnya? karena segitiga sendiri adalah lambang dari daur ulang. seotan saya buat sebagai tali kalung yang digabungkan dengan rantai. lalu kawat wire saya buat membentuk kepala mickymouse . kemudian di tengahnya saya beri bunga yang terbuat dari sendok bebek yang saya potong pada alasnya. digabung dengan menggunakan lembakar dan pada tengahnya saya beri kawat wire dengan bentuk nada musik. pada bawah bunga saya beri potongan dari map yang dibentuk segitika ditumpuk agar teerlihat lebih indah.

Kemudian untuk gelang saya memakai map bekas ,rantai ,kawat wire dan sedotan. seperti pada gambar yang terlampir. map saya lubangi menggunakan apaitu nama alat nya gak tau hehe. lalu saya selipkan tali suede. kemudian kawat wire saya bentuk loh dikaitkan dengan rantai dan saya beri gantungan dari sedotan.

hasilnya dapat dilihat pada lampiran foto kalung dan gelang dan juga foto saat dipakai. Sekian dan Terimakasih

SOSOK DIBALIK KARYA

Sekar Gandes Buanawati, saat ini masih tercatat sebagai Mahasiswi Jurusan Pendikan Fisika, di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Namun tidak hanya fokus belajar, mahasiswi yang akrab dipanggil Gandes ini memiliki segudang  aktivitas dan hobi, diantaranya menjalankan toko online yang menjual busana muslim untuk remaja putri. Selain itu, jemarinya yang lentik juga terampil bermain gitar dan membuat aksesoris.

Ketertarikannya membuat akseosris sendiri juga berawal secara tidak sengaja. Gandes yang modis membeli aksesoris custom dengan harga lumayan mahal, namun hasilnya dirasa kurang memuaskan. Dari pengalaman yang kurang mengenakkan ini, Gandes akhirnya tertarik untuk mencoba membuat sendiri aksesoris handmade yang sesuai dengan gaya dan kantong mahasiswa. Dia pun mulai mempelajari tutorial2 online yang ada di internet, membeli bahan dari toko online manik-manik dan diluar ekspektasinya, teman-teman yang melihat hasil karya Gandes tertarik untuk membeli dan mengusulkan Gandes untuk mulai menjual hasil karyanya. Dari sinilah akhirnya Gandes mulai meberanikan diri memasarkan aksesoris handmade buatannya, yang kini menjadi produk baru yang melengkapi variasi barang toko online yang dia kelola.

Simak karya Gandes yang lain di akun instagram  @se_gecollection

 

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

Jan 17

Peserta No 030 Amelia O R Simamora (Medan)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 030 Nama : Amelia O R Simamora Kota : Medan Business Contact: 085762016789 Material Bahan Daur Ulang : Kantong Plastik Bekas

Ini pertama kali saya mengikuti lomba desain aksesoris dan saya suka sekali dengan tema yang di usung tahun ini “Daur Ulang”. Pada awalnya saya sempat bingung memilih diantara beberapa barang bekas pakai yang ada tapi setelah beberapa kali percobaan, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kantong plastik.

sumber : tribun news medan

Kantong plastik adalah barang bekas pakai yang paling umum ada disetiap rumah terutama untuk ibu rumah tangga yang setiap hari belanja untuk keperluan sehari-hari. Kantong plastik juga termasuk sampah terbanyak yang ada di Indonesia.

Cara Mengolah Kantong Plastik Menjadi Aksesoris Pertama kantong plastik bekas yang ada di rumah, saya bersihkan dulu hingga kering dan siap diolah. Kemudian kantong plastik yang ada saya potong tanpa putus menjadi tali plastik yang panjang atau istilah yang paling umum dikenal dengan “plastic yarn”. Kemudian dari tali plastik ini saya kepang dengan teknik kumihimo untuk membuat kalung dan gelang.

 

Untuk ornamen pelengkapnya saya memanfaatkan sendok takar obat bekas dan saya jadikan sarangan untuk merangkai manik. Unsur tambahan yang saya gunakan adalah kristal, manik plastik emas bakar, payet8 pasir dan clay keramik berbentuk bunga mawar. sehingga jadilah satu set gelang dan kalung dari bahan daur ulang ini

Saya berharap karya saya ini bisa jadi inspirasi bagi semua orang untuk memanfaatkan kantong plastik dan mengubahnya menjadi barang yang lebih bermanfaat dibandingkan langsung membuangnya ke tempat sampah.

Sekian & Terima kasih. Amelia ORS.

Jan 16

Peserta No 037 Cahya Priyatna (Garut)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 037 Nama : Cahya Priyatna Kota : Garut Business Contact: 081349454698 Material Bahan Daur Ulang : Plastik Botol Shampoo dan Lotion

BUNGA RANGKAI

Hampir disetiap rumah, dijaman sekarang selalu ada bekas botol shampoo ataupun body lotion. Menyadari tentang hal ini, saya berinisiatif untuk membuat aksesoris dengan bahan utama dari botol plastik bekas shampoo atau body lotion. Saya pilih botol warna putih karena warna putih memberi kesan elegant dan sederhana, pemilihan bentuk bunga saya pilih untuk memberi kesan manis dan jiwa muda. Akhirnya karya ini saya beri judul BUNGA RANGKAI.

PROSES PEMBUATAN AKSESORIS DAUR ULANG Berikut saya tampilkan proses pembuatan aksesoris Bunga Rangkai yang terbuat dari bahan baku botol lotion dan shampoo bekas warna putih

Pertama siapkan peralatan berupa cutter, gunting, spidol untuk membuat pola dan lem tembak

bahan yang digunakan meliputi : limbah botol bekas, mutiara bulat polos ukuran 6mm, manik batu warna hitam dan rantai

Pertama siapkan satu botol bekas yang sudah dilepas labelnya. Lap bersih hingga kering, lalu gunakan cutter untuk memotong permukaan botol, hingga terbelah. Bersihkan bagian dalam yang maish melekat sisa lotion/shampoo. cuci bersih dan keringkan dengan menggunakan lap. Botol plastik pun siap diolah menjadi bahan baku aksesoris.

Setelah botol siap diolah, langkah berikutnya adalah menggambar pola. Pertama kita harus menentukan desain terlebih dahulu, lalu setelah desain jadi, buat pola gambar yang akan dirangkai pada permukaan botol. Gunting pola lalu rangkai menjadi desain yang telah direncanakan. Proses ini membutuhkan perencanaan serta ketelatenan untuk menghasilkan, hasil akhir aksesoris yang rapi dan menarik.

 Dari bahan yanga da saya membuat rangkaian liontin dan gelang dalam warna yang senada. Mengolah aksesoris dari bahan daur ulang sangat menantang, namun rasa puas saat melihat hasil akhirnya juga sepadan. Selamat Mencoba

 

SOSOK DIBALIK KARYA

Nama Cahya Priatna, adalah salah satu nama yang populer diantara penikmat karya wire jewelery Indonesia. Hal ini dikarenakan karyanya yang memiliki ciri khas kuat, berkarakter dan maskulin. Hal ini nampaknya seiring dengan profil  Cahya Priatna sendiri, seorang abdi negara yang sudah mencintai seni kerajinan tangan sejak kecil.

Di bangku SD, Cahya kecil sudah berhasil membuat gantungan kunci dari batang pohon asem, batang pohon  dipotong miring seperti pisang goreng lalu sisa potongan kayunya diukir menyerupai lambang tulisan zodiac dll. Ketika itu, hasil karyanya sempat menjadi idola diantara teman-teman sepermainannya di tahun 80an.

Kini 35 tahun setelah masa-masa itu, Cahya Priatna yang sehari-hari bertugas mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa sebagai Polisi, masih tetap meluangkan waktu untuk menekuni hobinya dibidang seni dan craft. Berawal di tahun 2011, saat pertama kali melihat aksesoris wire jewelery di sosial media, Cahya Priatna tertarik untuk mempelajari teknik nya lebih dalam. Guru Pertamanya adalah Yoanna Chandra, yang juga penulis buku tentang wire working di Indonesia. Sejak saat itu, Cahya yang piawai membuat aneka kerajinan tangan memutuskan untuk lebih fokus mengerjakan aksesoris berbahan dasar kawat.

Ketekunan dan semangatnya mempelajari seni membuat aksesoris dari kawat membuat Pria asli Garut ini berhasil meraih penghargaan sebagai Juara Ketiga dalam Lomba perhiasan kawat IWJC tahun 2016

Pada Lomba yang diikuti oleh banyak crafter-crafter ternama di Indonesia ini, Cahya Priatna membuat desain perhiasan berbentuk Burung Merak yang indah dan diberi judul “Janji Setia Merak Indonesia” sebuah karya yang sangat indah dan dibuat dengan teknik yang detail.  Karyanya ini dipamerkan juga dalam Fashion show yang dilakukan di Citywalk Sudirman

 

Bagi Cahya, memiliki hobi membuat aksesoris handmade dari kawat ini memberikan kebahagiaan dan kebanggan tersendiri. “Saya jadi bisa mengekspresikan kecintaan saya pada Indonesia, dengan membuat karya akseosris yang terinspirasi dari Budaya Indonesia” Tak heran meskipun tugas kesehariannya sebagai Polisi cukup padat dan menyita waktu, Cahya tetap meluangkan wkatu untuk mengembangkan diri dan mengasah kemampuannya dibidang pembuatan perhiasan secara handmade ini. Cita-citanya adalah memperkenalkan keragamanan aksesoris Indonesia kemata dunia.

 

Meskipun belum menjual karyanya melalui toko khusus, baik secara offline maupun online. Namun karya-karya indah dari Cahya Priatna dapat dinikmati melalui akun sosial medianya Facebook Cahya Priatna

 

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Jan 16

Peserta No 025 Uswatun Khasanah (Bekasi)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 025 Nama : Uswatun Khasanah Kota : Bekasi Business Contact: 082210534824 Material Bahan Daur Ulang : Botol Plastik Bekas Karbol

Kalung & Bros Koin Emas

Aksesoris ini saya buat dengan bahan baku utamanya dari botol bekas pembersih kamar mandi/karbol. Di rumah, ada banyak botol2 bekas karbol yg ga kepakai & berserakan di sekitar kita, nah untuk itu saya memutuskan untuk memanfaatkannya menjadi aksesoris yg memiliki nilai tambah, daripada dibiarkan menuh2in tempat sampah & lama hancurnya, dan akhirnya malah menyebabkan terjadinya global warming yang berbahaya bagi kita.

Cara membuatnya juga cukup mudah dan bisa dipraktekkan di rumah. Pertama botol karbol bekas di bersihkan laludi gunting sesuai pola yang kita inginkan. Saya sendiri memilih pola lingkaran berbentuk koin. Lalu pada permukaan potonmgan plastik ini saya tambahkan glitter, di lubangin kecil kemudian di ronce pake kawat rose gold ukuran 1mm dan tali coklat. Untuk kalung saya pilih panjang kalung 60cm agar bisa digunakan oleh kita yang berhijab.

Sebagai padanan, saya membuat bros dari bahan yang sama. Kepingan yg sdh diberi hiasan glitter warna emas di ikat dengan  kawat rose gold ukuran 0.3mm ke dlm cangkang/sarangan bros, kemudian atasnya di beri mutiara sintesis uk 6: 6pcs. Ukuran  akhir bros 5x6cm, cocok untuk dikenakan dengan busana sehari-hari. Demikian data & narasi tentang aksesoris yg sy lombakan. salam Uswatun Khasanah

 

SOSOK DIBALIK KARYA

Uswatun Khasanah sudah menggeluti kegiatan membuat aksesoris sebagai hobi sejak remaja. Kakak perempuannya yang piawai membuat berbagai kerajinan seperti menjahit, sulam strimin, membuat kembang dari kain stoking, menjadi sosok idola yang menularkan kecintaannya pada craft kepada Uswatun.

Lulus dari sekolah, Uswatun sempat bekerja di sebuah Kampus di Kota Jakarta. Kesibukannya di Kampus tidak membuat semangatnya surut, membuat aksesoris tetap menjadi kegiatan pilihan yang dilakukan di sela kesibukan. Kemampuannya pun terus meningkat dengan semakin beragamnya akseosris yang berhasil dibuat, diantaranya :  kalung, anting, gelang, cincin, bros dll. Kenalan, teman dan mahasiswa di kampusnya menjadi pelanggan-pelanggan setianya yang pertama.

Dari hasil jualan kecil-kecilan itu, pendapatan sampingan Uswatun bisa meningkat lumayan. Meskipun kerja keras dan perjuangan yang harus dilakukan juga tidak sedikit. Senin sd Jumat bekerja di Kampus, Hari Sabtu belanja bahan aksesoris ke daerah Mangga dua dan Jatinegara, Minggunya membuat stok aksesoris, kadang juga dilanjutkan di malam hari sepulang kerja. Dan tidak selalu berjalan lancar, karena ada masa-masa tubuh dan pikiran terasa lelah, mood dan ide hilang, sehingga bahan baku yang maish banyak pun tidak sempat dikerjakan.

2013 dengan mengumpulkan segenap keberanian Uswatun Khasanah memutuskan resign dan berbisnis dari rumah. “Awalnya sempat ragu-ragu, tapi kalau tidak fokus rasanya sulit bisa memperbesar bisnis ini di tengah kesibukan kantor, belum lagi jarak kantor Bekasi- Jakarta makin terasa jauh karena kemacetan lalulintas”

Saat resign dan full berada di rumah inilah, Uswatun bertekad untuk lebih serius mengembangkan bisnisnya. Tahun pertama sempat bengong-bengong juga, tapi kemudian mulai membuat aksesoris dari stok bahan yang lama, aktif ikut aneka workshop dan mulai terhubung kembali dengan teman-teman pemilik hobi yang sama di komunitas craft. Keikutsertaannya dalam berbagai komunitas inilah yang akhirnya mengembahkan wawasan dan networking nya, hingga membuat usahanya bangkit dan semakin berkembang. Kini Uswatun sedang membuat workshop sederhana di rumah, yeng akan dijadikan tempat untuk membina masyarakat sekitar khususnya ibu-ibu tetangga. Dengan semakin kuatnya tim produksi, Insyaallah bisa menerima orderan besar dan meningkatkan roda pereekonomian masyarakat juga.

Kini untuk semakin memperkenalkan bisnisnya kepada masyarakat luas, Uswatun memasarkan prosuknya tidak hanya secara offline melalui pameran dan beraneka bazar keliling. Namun juga secara online , baik melalui website maupun facebooknya  Uswatun Khasanah

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Jan 16

Peserta No 022 Dinari Sariwati (Sidoarjo)

PESERTA LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

No Peserta : 022 Nama : Dinari Sariwati Kota : Sidoarjo Business Contact: 081328165749 Material Bahan Daur Ulang : Gelas Plastik Bekas Air Mineral

SAVE OUR EARTH

Ide awal pembuatan aksesoris ini tercipta dari teman-teman yang setiap hari datang berkunjung ke rumah. Banyaknya tamu yang datang otomatis membuat sampah bekas gelas air mineral juga banyak ada di rumah. Dari sini saya terfikir “mau diapain ya bahan gelas-gelas ini?” Biasanya sih di taruh di bank sampah RT dan ternyata cuma dijual ke tukang rombeng dan dihargai murah. Sayang banget ya.

Setelah melihat ada lomba desain aksesoris di Koleksikikie  yang menggunakan bahan bekas, saya langsung teringat pada atumpukan gelas plastik di rumah. Dari sini langsung cari ide bagaimana membuat aksesoris dari plastik bekas gelas. Lalu gelas bekas air mineral di cuci bersih dan dikeringkan. Setelah gelas bersih, langkah selanjutnya dipotongbentuk daun kecil-kecil. Lalu permukaannya dikasih lem, dan di atasnya ditaburi serbuk glitter warna hijau untuk memberi kesan yang lebih artistik saat dilihat. Bahan kelopak daun berglitter yang sudah siap ini kemudian saya rangkai dengan kawat. Dan taraaaa…..jadilah liontin dan set hiasan rambut yang cantik.

Pengalaman ini memberikan kepuasan dan rasa bangga tersedniri karena teelah berhasil mengubah barang bekas menjadi  produk yang lebih bermanfaat dan berkualitas. sebelumnya saya sendiri tidak menyangka bahwa gelas platik bekas bisa dimanfaatkan buat bikin aksesoris.

salam Dinari Sariwati

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu