Home PageBisnis AksesorisBekerja dari Rumah (ini juga beneran kerja lhoo)

Jul 23

Bekerja dari Rumah (ini juga beneran kerja lhoo)

Lebaran sebentar lagi.
Inilah saatnya bertemu dengan teman lama dan keluarga jauh
Saya cukup menikmati saat-saat bisa berinteraksi dengan banyak orang
Mendengar kabar baru menikmati perubahan yang terjadi.
ponakan yang dulunya seperti ditakdirkan tidak akan pernah punya rambut (alias botak dot com) tiba-tiba tampil dengan rambut keriting begar dengan wajah imut yang jauh dari sangar…
atau sahabat smasa muda yang dulu nya seperti habis berpuasa setahun penuh (saking kurusnya) secara mengejutkan tampil mempesona dgn lekuk tubuh bak gitar spanyol..
well dalam hidup, hanya perubahan yang abadi terjadi…

Tapi ada hal yang buat saya terasa menyebalkan,
terjadi diantara percakapan-percakapan melepas rindu..
sebuah pertanyaan wajar, yang sebenarnya jauh dari aura mengganggu
“Kerja dimana Ki sekarang?”
“Di rumah, jualan aksesoris” (mesem dikit…)
“Oh ibu rumah tangga ya…”
“Iya.. ” (mesem lebih dikit)
“Nggak pengen kerja lagi?
“Maksudnya?” (gak mesem blass)
“Yah kamu, nggak pengen balik kerja di bank lagi… apa di TV kaya dulu?”
“Jualan di rumah kan juga kerja?” (dahi mulai mengernyit)
“Ohh… jualan apa?”
“Akseoris perempuan, kaya bros, gelang, kalung, anting, semua yang materialnya dari manik-manik” (ekspresi mulai agak datar)
“Kok nggak kerja kaya dulu lagi kie, sayang kan sudah sekolah tinggi-tinggi?”
..nah memasuki tahapan ini sudah mulai emosiii pas mau ngejawab

“Yah enak buka usaha sendiri lah, bisa ngatur jadwal sendiri, mau kerja jam berapa dari mana” (mesem nya udah mulai judes)
“Ciyeh… tapi kan nggak dapet THR dunk pas lebaran-lebaran gini..” sok ngajak bercanda
“Ya iyalah… Alhamdulillah sudah naek pangkat ngasih THR orang, masa dapet mulu” weiss emosiii
“Oh iya juga ya Ki…” mulai salting garuk-garuk kepala
“Gmana? ada pertanyaan lain gak, kalo gak ada udah ya…” ngeloyor pergi.

Seperti perawan akhir 30 yang bete berat kalau ditanya kapan kawin
atau pasangan pengantin yang jauh dari kata baru, tapi tak kunjung dikaruniai buah hati
Saya yang pekerja dari rumah suka sensi dengan pertanyaan-pertanyaan kaya tadi.
Kenyataannya,  pekerja dari rumah seringkali dipandang sebelah mata oleh mereka yang mengaku pekerja keras sejati di perusahaan internasional super besar di negeri ini. (Kata Ibu saya, inilah tanda-tanda orang yang puasanya jauh dari mendapatkan hikmah puasa, masa’ baru juga ditanya gitu masih suka emosi…..hehee, Peace Mom)

Padahal kalau hati dan pikiran lagi tenang,
pertanyaan-pertanyaan serupa itu adalah hal yang wajar ditanyakan orang awam, karena tak bisa dipungkiri.. masih banyak orang yang susah mendeskripsikan seperti apa pekerjaan ibu-ibu yang dilakukan dari rumah. Umum yang terjadi adalah pekerjaan rumah tangga, mulai dari menyiapkan sarapan keluarga, menata rumah, menjaga dan merawat anak-anaknya. Lalu apa salah bila sebagian besar orang mengambil kesimpulan seperti yang umum terjadi?

Lalu Saya melihat diri saya sendiri,
Seberapa sering sih Saya ini menjelaskan dengan baik kepada orang-orang awam tersebut, tentang apa yang Saya kerjakan di rumah bersama koleksikikie…(lha gimana mau menjabarkan dengan panjang lebar terang benderang, kalau baru ditanyain bentar kaya tadi aja udah esmosi hihihihi)
Menulis tentang dinamika menjadi pekerja dari rumah, sebagai bagian dari kampanye “Work at Home Mom” pun, semakin jarang Saya lakukan karena alasan klise, lebih cinta rupiah… (hari-hari diisi kegiatan nge-upload foto, mbalesin email order, bikin tulisanpun ya tentang manik-manik juga fokus sama kehidupan pribadi)
Dan jadwal kerja Saya yang serabutan, sungguh jauh dr kata disiplin dan profesional, membuat orang susah membedakan kapan saat bekerja u koleksikikie dan kapan saya telah menjelma menjadi Ibu dari anak-anak saya
Lalu lihat kemasan saya ketika bekerja dari rumah, tampil ala kadarnya…
berlindung dibalik alasan super naif “Jualan online kan nggak akan keliatan sama pelanggan”. Padahal saya tau benar.. tampilan yang rapi dan wangi berefek dahsyat u membangun mood bekerja dan citra pekerja keras profesional.
Dan mungkin, walaupun yang satu ini cukup sulit untuk diakui…
Saya sendiri kadang suka merasa ragu dan malu menjelaskan apa yang saya kerjakan saat ini, Seorang Sarjana SI ekonomi yang bla..bla..blaa di masa lalunya… kini bekerja di sudut rumah, memegang tang, batu dan kawat… sambil berdoa di dalam hati bahwa setelah semua kegiatan itu, permukaan tangannya masih cukup halus untuk membelai anak-anaknya…

Ah padahal kenapa juga harus malu ya, ini toh pekerjaan halal
Dan dari bekerja menjadi tukang bros ini, ada banyak orang-orang di sekeliling saya yang bisa terbantu hidupnya secara ekonomi, bukankah berarti saya sudah ikut berpartisipasi dalam program pemerintah u membuka peluang kerja…
Dan jauh diatas semua itu…
Saya menikmati apa yang saya kerjakan, menjadi kelompok orang yang nyaris lupa ini hari apa, tanpa harus membenci hari tertentu karena tak ada bedanya weekend dan hari biasa…  toh pekerjaan saya sama fun nya baik dikerjakan di hari libur atau hari yang dianggap orang lain sebagai hari kerja.

Maka hari ini, Saya putuskan..
akan menjawab pertanyaan (yang dulunya terasa) “menyebalkan” itu
dengan penuh sukacita dan wajah sumringah…
tentunya tak lupa membawa kartu nama dan contoh produk karya saya
Karena siapa tau, habis itu orderan datang… (hihihihihi teteuppp… ujung-ujungnya jualan)
Semangaaddhhh Sahabattt…

*) sebuah tulisan penyemangat yang saya dedikasikan u seluruh ibu-ibu yang bekerja dari rumah. Ibu… Bekerja dari rumah itu, juga beneran salah satu jenis pekerjaan looohhh 

foto-011

10 comments

  1. jojoo says: July 23, 2014
    • Fatimah says: July 24, 2014
  2. Setya says: July 23, 2014
  3. Yani Nyu Nyu says: October 26, 2014

Trackbacks and pingbacks

No trackback or pingback available for this article

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu