Home Pageceloteh kikie5 Langkah Jitu, Mengubah Dagangan yang Gak Laku Jadi Uang

May 20

5 Langkah Jitu, Mengubah Dagangan yang Gak Laku Jadi Uang

Lima Langkah Mengelola Stok Dagangan Yang Belum Laku, agar Berubah Jadi Uang

Namanya juga jualan, wajar sih kalo ada barang yang gak laku.
Tapi ya wajar juga donk ya,
kalo makin banyak stoknya,
makin pusing kepala penjualnya hihihi.
Karena seperti pepatah yang populer di antara para pedagang, “Barang Yang Laku lebih Bernilai maknanya, dibanding yang belum laku-laku”


Berikut 5 Hal Mudah yang dapat kita lakukan,
untuk mengubah stok dagangan agar menjadi uang.

1. Kenali Jenis Barang Yang Belum Terjual

“Duh daganganku banyak banget nih yang belum laku”
“Ada stok apa aja?”
“Macem-macem… banyak deh”

Buat para pedagang handal, hindari deh ya curhat model di atas. Karena ini tipe curhat yang gak mendatangkan solusi.
Coba bandingkan sama curhat berikut ini

“Duh daganganku banyak banget nih yang belum laku”
“Iya tha… apa aja stok yang gak laku?”
“Paling banyak anting-anting sih, ada sekitar 300 pasang, trus kalung-kalung model chocker dulu laris banget sekarang gak kejual euy, ada beberapa cincin juga, sama bros-bros yang ukuran besar ada beberapa… kamu gak pengen liat-liat nih, kali ada yang cocok”

Kalo udah jiwa dagangan, biarpun lagi curhat tetep sambil jualan.

Tapi point penting yang membedakan dua hal di atas adalah pengetahuan tentang stok barang. Ketika kita mengenali dengan baik jenis- jenis barang yang belum laku, kita bisa membuat strategi penjualan yang lebih tepat dalam memasarkan produk-produk tersebut.

Tips : Sebaiknya segera kelompokkan barang-barang sejenis dan buat catatan tentang jumlahnya. Pengelompokkan ini akan membantu kita membuat evaluasi, sekaligus menentukan cara promosi yang tepat. Jangan lupa untuk memastikan barang dalam kondisi bersih dan layak jual.

2. Promosikan Produk Lama dengan Gaya Baru.
Setelah barang-barang dikelompokkan berdasar jenis, Buat stok foto baru yg menarik untuk produk lama tersebut.
Biasanya saya membuat foto dalam beberapa tampilan, yakni :
barang tampak depan, belakang, waktu di kemasan, saat ladi dikenakan. Tujuannya supaya orang mudah melihat barang yang saya punya dan mencari sesuai yg mereka butuhkan.

Tips : Setelah Foto Barang Yang Belum Laku Jadi, buat kolase foto. Biasnaya saya menggunakan aplikasi canva untuk menyatukan banyak gambar dalam satu lembar. Lengkapi kumpulan foto tadi dengan informasi harga, ukuran, serta cara pemesanan. Pastikan ketika gambar di share, orang bisa mudah melakukan pemesanan ke toko kita. Karena salah satu kunci barang mudah terjual, adalah kalau orang bisa mudah melihat stok yg kita punya.

Kita juga bisa mengumpulkan foto produk sejenis dengan harga yang sama dalam satu lembar gambar, yang memudahkan orang memilih. *kolase foto dibuat menggunakan aplikasi CANVA

3. Mulai Luangkan Waktu buat Ber-Sosialisasi.
Bisa sosialisasi secara langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bisa meluangkan waktu untuk terlibat di dalam kegiatan pertemuan misal untuk acara di sekolahan anak-anak, kegiatan di tempat tinggal kita, kantor suami, alumni sekolah.

Atau sosialisasi online, melalui berbagai platform media sosial (cara ini sepertinya lebih cocok ya untuk dilakukan di masa PSBB seperti sekarang). Kalau perlu jadwalkan hal ini sebagai kegiatan rutin.
– Setiap buka WA, pastikan untuk mengomentari minimal 3 orang dengan WA Stori paling menarik menurut kita.
– Setiap membuka aplikasi Instagram atau Facebook, beri Like minimal pada 10 foto orang yang kita follow, serta 3 komen untuk hal yang menurut kita menarik.
Dari dua langkah kecil ini saja, lihat bagaimana keajaiban silaturahmi bisa membuka pintu rezeki kita, bahkan tanpa harus nawar2in dagangan.

Tips : jangan lupa untuk memakai hasil karya kita saat ketemu orang2 tsb, atau sebagai profil pict sosial media.
Kalau pengen ditanya tentang kegiatan sekarang kita apa saja, awali dengan terlebih dulu bertanya kegiatan orang lain td apa.
Dari situ mungkin bisa jd awal kita cerita ttg usaha kita.

4. Catat Apa Yang sudah Kita Lakukan untuk Memasarkan Dagangan, dan Lakukan 2x Lebih Banyak.
Kalo biasanya kita ikut bazar sebulan sekali, cari info bagaimana caranya bisa ikut seminggu sekali.
Kalo sebelumnya kita hanya posting foto dagangan di satu sosial media, coba pelajari cara posting di market place juga.
Kalau dulunya kita hanya meluangkan waktu mikirin dagangan 2hari sekali, buat jadwal supaya bisa fokus ngurus dagangan 2 jam dalam 1hari.

Percaya atau enggak, kadang hanya dengan menambah 2xlebih banyak hal-hal yg sudah rutin kita lakukan selama ini, hasil yang didapat juga bisa ikut meningkat.

5. Sedekah dan Berdoa

Kalo barang dagangan sudah di SALE kok gak masih ada banyak juga stoknya, inilah saatnya memperbanyak sedekah.
“Gimana mau sedekah, duit lagi ngepas gitu”
Ya udah sedekahin aja barang yang kita punya, kepada mereka yang menginginkan. Toh di kita juga belum laku, mungkin saat ada di orang lain bisa lebih bermanfaat.

TIPS : Kita bisa bikin Postingan akan membagikan aksesoris gratis, kepada 10 orang pertama yang bersedia ngasih komen di gambar.
Keliatannya kaya kegiatan sia-sia yaa… coba deh lakukan rutin, orang-orang jadi rajin ngepoin akun dagangan kita buat nunggu pembagian hadiah. Mereka yang kebagian aksesoris gratis pun biasanya berbaik hati mengirimkan foto saat memakai produk yang tentu saja bisa kita gunakan sebagai media promosi.

Langkah nomer 5 ini sepintas memang tampak seperti isi ceramah-ceramah agama ya, hahaha… tapi saat banyak jalan sudah ditempuh eh kok gak keliatan juga itu jalan keluar, berdoa kepada Tuhan YME adalah koentji!! (kie)

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu