Home PageUncategorizedTiga Kesalahan Umum, Pedagang Aksesoris Baru

Feb 18

Tiga Kesalahan Umum, Pedagang Aksesoris Baru

Bazar Aksesoris
Bisnis Aksesoris, Bisnis Rumahan dengan Peluang Go International

PELUANG BISNIS AKSESORIS
Salah satu bisnis yang bisa kita lakukan dari rumah, dengan modal kecil dan peluang besar adalah Bisnis Kerajinan Aksesoris.

Bisnis ini bisa dibilang cukup populer diantara para Ibu dan Perempuan Muda, karena aksesoris, khususnya perlengkapan hijab, selalu bisa menarik minat orang. Bentuknya yang lucu dan unik serta harganya yang relatif terjangkau, kerap menggoda orang untuk membelinya.

JELI BERBISNIS AKSESORIS
Memiliki peminat yang besar, tidak menjadikan bisnis ini bebas dari persaingan. Hampir setiap hari bermunculan pedagang-pedagang baru yang mencoba peruntungan di industri ini.

Maka tak heran, bila beberapa orang kerap mengeluh kesulitan untuk bertahan, atau sekedar mendapatkan pelanggan. Belum lagi beberapa orang dengan pemahaman terbatas, sering menawar produk kerajinan tangan yang dijual dengan harga sadis bin tega tanpa mempertimbangkan jerih payah yang harus dilewati dalam proses pembuatannya.

Untuk itu, kita sebagai pedagang aksesoris dituntut untuk selalu kreatif memasarkan produk dan jeli dalam berbisnis aksesoris.

Seorang pelanggan aksesoris sedang mencoba produk bros di stand bazar yang diikuti oleh @koleksikikie 

TIGA KESALAHAN UMUM, PEDAGANG AKSESORIS BARU.
Kalau sekarang lagi mulai usaha aksesoris, dan ngalamin masa-masa yang sulit, gak usah berkecil hati my prend, karena sesungguhnya hampir semua dari kita pernah mengalami masa kritis yang penuh tantangan di saat menawarkan dagangan.

Berikut tiga kesalahan paling umum dan sering dialami oleh pedagang, yang baru menekuni bisnis aksesoris.

Pengen Cepet Laku

Ya sebenernya sih ini perasaan yang wajar terjadi yah, namanya juga lagi jualan… wajar donk pengen laku. Tapi semua ada prosesnya my prend, dan beberapa hal layak buat ditunggu, alias gak harus cepet-cepet.

(suatu ketika ada yang memuji kalung hasil karya kita lucu)
teman : wah lucu banget nih kalungnya… bikinanmu ya?
kita : Iya buatanku sendiri lho… murah nih, mau nggak?

Oh Nooo my pren… disinilah kesalahan dimulai.
Sebaiknya hindari kata ‘MURAH’ saat menawarkan produk yang kita jual. Karena inilah kalimat awal yang mengundang adegan tawar menawar yang tak kunjung usai.

Ya masalahnya bisa dibilang sederhana sih ya, murah versi penjual sama pembeli kan kadang ada kesenjangan yang besar pren hehehe..
So plis, kalau kita termasuk golongan yang suka terjebak menggunakan kalimat ini, coba ganti dengan kalimat penawaran yang lebih smooth… misalnya :

teman : wah lucu banget nih kalungnya… bikinan lu ya?
kita : hehehe… iya, kemarin habis lihat Rihana di MTV… tau deh gue jadi kepikiran aja, kalau bajunya di matchingin ama kalung model gini pasti keren… eh warnanya juga cocok loh sama baju yang baru kemarin lu beli”
teman : Wah iya… duh pasti keren banget deh…
kita : Kalau udah masuk Metro, kalung yang pake bahan kaya gini bisa dijual ampe 200 rebu lho, kalau aku sih yah nggak sampe segitunya kaliii … (kalimat memancing… hihihi)
teman : Wah kalau ke gue lu jual berapa nihh….
kita : Yah buat elu 75 rebu boleh lah…
temen : Uuuu… pengennnn, nggak bisa kurang lagi nih?
kita : Wah bahannya bagus nih… modelnya juga unik lho, tapi kalau mau di bayar sekarang boleh deh 60 rebu
temen : Huaaaaaaaa.. makasih ya (kita :aseeeeeeeeeeekkk lakuuu my pren, hehehe

TIPS nya :
1. Yakinkan dulu ke teman kita kalau barang yang kita jual ini keren.
2. Proses jualan akan lebih Okay, kalau kita bisa meyakinkan bahwa teman kita menghadapi situasi yang membutuhkan aksesoris tsb (misal kalau di contoh tadi buat padanan bajunya, bisa juga biar keliatan lebih keren pas ada kondangan, buat kado nyokap yang mau ultah dsb)
3. Tentukan patokan harga dari toko atau pembuat aksesoris yang lebih terkenal dan umum ditemui oleh kawan kita tersebut, misal : kalau di koleksikikie bros capung ini 50 rebu lho… di aku boleh lah 50 rebu dapet dua (Wahakaka… ada yang ngaku-ngaku terkenal nih)

BANGGA SUDAH LAKU BANYAK

Alkisah waktu hari gajian kita bawa barang dagangan ke kantor, Alhamdulillah banget yah dari 10 bros yang kita bawa 7 langsung laku. Bangga? jelasss.. tapi coba simak cuplikan percakapan berikut my pren ^_^

Teman : Wah lucu nih brosnya… aku lagi nyari warna putih nih
Kita : iya dunk, model ini lagi musim banget nih… tadi aja aku bawa 10 udah laku 7 lho. Yang putih lagi kamu pegang itu malah ada 4 orang yang beli, seketarisnya si bos, trus mbak parti pantry, sama bu isah yang jadi typish bagian humas… trus sama temen sebagian lu tuh Shanty

Oh Nooo my pren, Maksud hati sih pengen cerita dagangan laku keras… tapi hindari juga kesan bahwa aksesoris yang kita jual ini milik sejuta umat, karena umumnya beberapa pembeli justru mencari yang unik dan jarang dimiliki orang lain

TIPS nya :
1. Sampaikan saja bahwa aksesoris kita cukup laku terjual.
2. Daripada menjelaskan panjang lebar kepada siapa saja kita sudah menjualnya, akan lebih baik kalau kita berikan tips dan saran cara pemakaian aksesoris tersebut. Cara ini akan membuat calon pembeli hepi karena merasa terbantu dgn saran kita, dan kita pun sueeeeneeeng karena dagangan laris terjual.

KELIRU, MEMBERI BONUS

Hari gini siapa coba yang nggak seneng dapet BONUS ya? Eits tunggu dulu my pren… coba simak cuplikan cerita yang ini

Karena hepi berat barang kita laku keras, maka sebagai ungkapan terimakasih, kita pun memberikan bonus sepasang anting dari mutiara sintetis yang chic kepada salah seorang pelanggan, yang baru saja membeli gelang cantik dari bahan mutiara air tawar yang dipadukan dengan kristal swaroski. Dengan penuh percaya diri kita yakin, bahwa hadiah ini akan membuat pelanggan tadi makin jatuh cinta untuk terus belanja di toko kita.

Tapi my pren, inilah isi sms setelah pelanggan tersebut menerima paket kiriman dari kita

“Mbak terima kasih paket sudah diterima. Next time jangan ngasih BONUS anting donk, percuma nggak bisa saya pakai, telinga saya nggak tahan kalau pakai yang bukan dari emas”

Gemes… Bete… mau marah, lho kok gitu sih…
Tapi bisa jadi kesalahan itu ada pada kita lho sahabat. Karena saat akan memberi hadiah kita kurang jeli membaca informasi yang diberikan oleh pelanggan.

Tipsnya :
1. Jangan sungkan untuk memberikan sentuhan pribadi kepada pelanggan aksesoris kita. Yang sederhana aja misalnya dengan mengingat namanya, bisa juga ditambahkan nama anaknya, jenis aksesoris yang dia suka, pekerjaannya… cocok untuk aksesoris jenis yang bagaimana… dst. Informasi ini akan membantu kita memilihkan bonus yang paling tepat untuk pelanggan tersebut
2. Untuk menghindari BONUS yang tak diharapkan seperti ini, tidak ada salahnya untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pembeli tentang jenis barang yang akan kita berikan disertai dengan kalimat, “semoga berkenan” .

Hadiah yang tepat akan lebih bermanfaat dan berpotensi menjadi produk yang digunakan sehari-hari. Kepuasan ini tentu saja membuat mereka tak sungkan-sungkan mengajak kawan2 lainnya untuk berbelanja di toko kita.

Seorang pelanggan bisa jadi lebih senang dapet hadiah gantungan HP warna merah seharga Rp 5.000 daripada sepasang anting hijau seharga Rp 15.000, hanya karena pelanggan ini pecinta warna merah, dan menggunakan kerudung pada penampilan kesehariannya. (kie 2019)

tetap semangat ya prend, karena tidak ada hasil yang mengingkari usaha kita.

Leave a Reply

1
Halo ada yang bisa kami bantu
Powered by