Posts Tagged ‘karyawanukm’

Apr 04

Tips Membentuk Tim Kerja untuk UKM

Suka Duka Berbisnis Di Rumah Sebagai pebisnis rumahan, yang juga manusia biasa saya juga sering lho ngerasa jenuh, kaya ‘stuck’ aja gitu, bosen, capek. Trus kalo lagi gitu ya satu-satunya hal yg saya lakukan adalah istirahat. Berhenti sejenak ngerjain hal-hal yg bikin capek tadi, trus nyari alternatif kegiatan lain yg kayanya seru. Biasanya sih tidur (wkwkwkw… habis penyebab utama jenuh biasanya capek fisik ya, kalo habis tidur seringnya jadi bahagia pas bangun) atau bisa juga ketemu genk posesip, alias sahabat-sahabat deket saya, sekedar buat ketawa-ketiwi mbahas apalah-apalah… atau baca koleksi komik kesukaan, atau sekedar jalan-jalan gak jelas.

Pentingnya Punya Tim Kerja Bagi UKM Pas usaha masih di tahun-tahun perkenalan, terus terang gak terlalu terasa kalo libur agak lama yaa.. Tapi setelah cukup diterima di hati para pelanggan kesayangan. Menghilang sesaat sama artinya dengan Slow Response alias “Kok orderannya lama sih gak dibales2”

Disinilah baru kerasa pentingnya untuk membekali tim kita dengan sistem yg jelas. Orderan diterima siapa, yg posting foto tugasnya siapa, packing paketan dikerjakan siapa, termasuk ngecek resi pengiriman. Agar saat kita tidak bisa berfungsi optimal, ada tim yang membantu menjalankan kegiatan bisnis kita.

Tim Kerja Koleksikikie tercinta

Nah cuma biasanya kita galau tuh saat kita masih sendiri dan ingin mencari anggota tim ya. “Siapa yg diajak bekerjasama memperkuat bisnis rumahan kita” “Nyarinya dimana nih yang mau kerja di UKM kaya kita” “Kalo mau kerja trus digaji berapa nih” “Ntar mereka ngerjain apa aja ya” dan lain-lain sebagainya 😅😆

Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Mencari Karyawan untuk UKM Sebelum memutuskan mencari Karyawan, menurut saya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. secara sederhana berikut tahapannya :

1. Catet dulu dalam sehari biasanya tugas kita ngapain aja. Kalau pertanyaan pertama ini sulit dijawab, artinya selama ini kita sendiri masih belum tau lho apa yang wajib kita lakukan untuk memajukan usaha. Di tahap ini ada baiknya kalau kita mulai mendata pekerjaan-pekerjaan yang bisa meningkatkan kemajuan usaha kita.

2. Trus urutkan pekerjaan tersebut, dari yg paling gampang sampe paling susah. Paling ampang disini artinya bisa dilakukan siapa saja, bahkan yang tidak memiliki ketrampilan khusus ataupun pengalaman

3. Jangan lupa kasih keterangan tugas mana yg mendatangkan uang, mana yg menghemat pengeluaran.  Misalnya : – posting foto di sosial media mendatangkan uang, kalo foto sering diupload, banyak yang lihat, akan banyak yang order. kalo lupa upload tambah sedikit kemungkinan orderan datang – mengemas paket barang dan mengirimkan ke kurir kalo kemasan rapi, komplain akan jarang, otomatis kita berhemat pengeluaran tak terduga. Kalo barang bisa diambil kurir di rumah tanpa harus kita kirim sendiri, maka kita menghemat biaya transportasi

4. Mulai bikin simulasi sederhana. Kalau pekerjaan tadi dikerjakan orang lain, berapa yg bisa kita hemat atau berapa rupiah yang bisa kita dapatkan lebih banyak. misal : setiap posting foto biasnaya dateng order senilai 100rb, kalo posting foto setiap hari sekali, ada harapan uang akan datang 3 juta rupiah. Kalo karyawan bisa mendatangkan orderan 3 juta rupiah, gapapalah 500ribunya buat dia… Seandainya gaji sebulan harusnya sejuta, berarti karyawan tadi selain posting foto di sosmed, bisa juga nih dibuatkan akun di marketplace, jadi seklai posting foto bisa dilakukan di market place, bisa sekaligus juga posting di market place. Makin banyak yang lihat produk kita, makin besar kemungkinan barang terjual

Kerjakan Sendiri atau Kerjakan Bersama (Tim) Di awal sih pasti susah banget u bikin tim yg solid. Nyari satu buat mau kerja di UKM kita aja biasanya sudah penuh perjuangan… hahahaha, belum lagi kalau di dalam hati kecil kita (yang sudah biasa mengerjakan banyak hal sendirian)terselip sedikit rasa agak gak ikhlas, buat ngeluarin sekian juta rupiah untuk hasil yg bisa dibilang gak pasti, “iya kalo anaknya rajin, kalo males gmana..” “Kalo ntar pegawainya dikasih tau gak ngerti2 gmanah ” dan banyak kegalauan lainnya lagi .. 😆😆

Di saat gini ada baiknya kita mengingat-ingat kembali, bahwa: “Sebaik2nya bisnis adalah bisnis yg memberi manfaat buat banyak orang..” Kalo usaha rumahan kita bisa mbantu lebih banyak orang, Insyaallah akan lbh banyak yg bantu doain.. Dan dari doa tulus ini akan tercipta usaha yg berkah dan amanah. Serta pastinya.. Kita jd bisa punya banyak waktu buat istirahat saat lelah 😆😅 *eeeaaaaa

*cuma biasanya sih, pas inget angka gajian yg harus dibayar motivasi kerja langsung tumbuh seketika 😂😂😆😆 liburpun tak pernah lama

Bagaimana Cara Mencari Karyawan Kalau dengan pertimbangan di atas tadi kita akhirnya memutuskan untuk tetap punya karyawan, menurut saya untuk UKM seperti kita ada baiknya mencari orang-orang di lokasi terdekat untuk berpartisipasi membantu pekerjaan kita.

Orang dari lokasi dekat tempat usaha mungkin tidak terlalu terampil, namun : – mereka tidak membutuhkan biaya transportasi yang besar untuk berangkat kerja – karena jarak yang dekat, risiko datang terlambat bisa diminimalisasi – kredibilitas karyawan dapat dicek melalui informasi dari orang-orang sekitar yang juga kita kenal – karena ada kedekatan lingkungan pergaulan, biasanya jadi saling menjaga, kalau mau ada niat jahat mikirnya panjang, habis kan tinggalnya deketan hehehehe…. (ini hasil cerita adri sesama teman-teman pebisnis UKM yaa prend hihihihi)

Tapi saya sendiri biasanya melakukan hal ini ketika sudah berjumpa calon karyawan yang tepat : 1. Menanyakan motivasi atau alasannya ingin bekerja 2. Memberikan gambaran tugas yang harus dilakukan setiap hari, lengkap dengan harapan yang saya inginkan 3. Kalau setelah diberi gambaran pekerjaan, calon karyawan bersedia dan menyanggupi untuk bekerja di tempat kita, sampaikan nilai gaji yang akan kita berikan, lengkap dnegan keterangan tambahan bagaimana gaji tersebut bisa bertambah atau berkurang setiapo bulannya. (Misal, kalau berhasil menjual lebih banyak dari target akan ada bonus, kalau sering bolos kerja ada potongan gaji)

Untuk kebutuhan administrasi sederhana, biasanya saya juga meminta calon karyawan saya untuk mengisi biodata, dan menandatangani kesepakatan peraturan kerja. Isi kesepatakan kerja juga sederhana kok, di dalamnya terdapat keterangan jam kerja, tata cara minta izin tidak masuk atau sakit, panduan berbusana selama kerja, serta kesanggupan untuk bekerja dengan rajin dan jujur.

Hihihihihi kayanya sih kalo ditulis semacam mudah ya, tapi aslinya sih harus senantiasa diiringi dengan doa.. karena mencari tim kerja yang handal itu sejatinya hampir mirip dengan mencari jodoh, Tapi kaya kata Bang Afgan, walaupun mungkin panjang berliku, jodoh pasti bertemu *eciyeehhh

Simak juga Tips Bisnis saya yang lain di link youtube berikut ini ya prend

Bagikan tutorial melalui