Posts Tagged ‘celoteh kikie’

Apr 22

Tips Ikutan Bazar ala Koleksikikie

Setelah banyak karya yang berhasil kita buat eh tiba-tiba aja kita dapet ajakan buat ikutan bazar… duh gimana nih… “ikut… enggak…ikut..enggak…ikuuut… enggaaaak…” (karena bingung keputusan pun diserahkan kepada Tokek yang hinggap di dinding rumah hihihihihi) aduh my pren jangan dunk, kan yang mau ikutan bazar kita, bukan Tokeknya

Sebenernya nggak ada salahnya lho buat ikutan jual aksesoris di acara bazar, tingkat kesulitannya jelas lebih tinggi ketimbang jualan on line ^_^ karena di bazar kita akan dihadapkan langsung dengan customer, yang artinya… bisa terjadi banyak perbincangan cukup menarik sebelum transaksi terjadi “bahannya dari apa mbak?” please jangan jawab… “udah liat sendiri masih nanya” hehehe… “bisa bikin gatel nggak nih gelangnya” yah kalau pas make trus digigit nyamuk gatel kaliii, hihihi atau yang akan paling sering kita denger…”bisa kurang lagi nggak nih harganya” hehehe… tapi sisi positifnya, dnegan bertemu langsung dengan pembeli kita bisa dapet masukan yang membangun tentang karya yang kita hasilkan secara gratis (kalau harus nyewa jasa surveyor independen tak terbayang deh berapa fee yang harus kita keluarkan ^_^)

SEBELUM MEMUTUSKAN IKUT BAZAR pastikan dulu – hal hal berikut ini pren

1) Siapa yang ngadain bazarnya

terutama kalau kita harus bayar sejumlah uang buat stand ya, cukup terpercaya nggak penyelenggaranya, jangan-jangan setelah kita bayar uang stand penyelenggara kabur tak bertanggungjawab, huaaaa… untung belum jelas rugi sudah pasti 2) Dimana bazar diselenggarakan

Bazar di sekolah, perkantoran, komplek rumah atau mall bisa jadi sama-sama BAZAR, tapi semuanya jelas punya tipe pengunjung yang berbeda pren. Dan inilah yang harus kita cermati, untuk menentukan produk apa yang akan kita jual ^_^

3) Siapa aja ya yang kayanya bakal ikutan

Ini penting pren, jangan sampe di bazar khusus bahan bangunan muncul satu stand khusus jualan aneka gelang dan kalung manik-manik punya kita, dengan alasan… yah kan kita juga pake material batu alam sama kaya tukan bangunan hihihihi… karena bukan apa-apa my pren pengunjung yang datang ke bazar komputer pastilah punya niat lebih besar untuk liat-liat dan cari semua hal serba komputer.

4) Cari tau siapa yang akan datang ke bazar dan berapa banyak

info ini biasnaya disediakan oleh panitia penyelenggara bazar. Penting banget lho untuk tau pasti siapa yang jadi target utama bazar ini, karena akan sangat menentukan jenis produk unggulan stand kita, jumlah persediaan barang yang harus kita stock (jangan sampe baru hari kedua barang kita dah habis pren, padahal nyewa stand 5 hari) serta harga yang paling reosanable buat pangsa pasar ini. Tapi bukan berarti kita pasrah aja setelah dapet info dari panitia, libatkan diri untuk menjadi pihak yang mengundang, bikin flyer, broadcast mesage melalui berbagai media sosial, bikin janjian ketemuan sama teman-teman di lokasi bazar semakin banyak orang dekat dan customer kita tau acara ini maka akan semakin besar kemungkinan barang kita terjual saat acara berlangsung.

Dan inilah empat info penting yang akan sangat menentukan kira-kira bakalan laku nggak ya dagangan kita di bazar nanti ^_^ jadi kalau dari awal kita sudah merasa bazar ini kurang cocok untuk produk yang kita punya, sebaiknya tunggu saja sampe ada bazar yang lebih pas sahabat…

SAAT BAZAR TIBA Kalau akhirnya kita sudah membulatkan tekad untuk berpatisipasi jualan aksesoris, siapkan dulu senjata rahasia kita ini pren ^_^

1) Tanda Pengenal Nama Toko Kita

Yang paling sederhana berupa kartu nama, yah maklum aj apren namanya juga aksesoris kadang suka ada pelanggan kita yang request dalam warna dan ukuran tertentu, misal:… “wah lucu nih kalungnya, bisa buatin nggak warna biru.. “ okay mbak, bisa jadi sekitar 3 hari, ini kartu nama saya ada nama tokonya, alamat web, dan no telpon, kalau udah jadi kalung biru mbak saya pajang ya di web, nanti akan saya hubungi lagi… bisa tinggalkan nama dan no telponnya buat data kita kalau punya modal lebih, bisa bikin X Banner buat dipajang di depan stand kita, isinya tentang nama toko, gambar produk kita, serta aksesoris jenis apa saja yang bisa kita buat… X Banner yang menarik ini tentu saja akan mengundang orang untuk mampir ke stand kita

2) SALE dan SALE lagi…

Hehehe… karena umumnya pembeli potensial kita adalah kaum wanita yang suka sekali dengan kata SALE, PROMO, DISKON dan BONUS… maka pasanglah tanda ini sebesar-besarnya di stand kita pren hehehe Siapkan produk sederhana dengan harga terjangkau, misal: anting simple 20 rebu dapet 3 atau gantungan HP cantik HANYA 5.000 atau Kalung diskon 70% hanya 20 rebu saja… Karena bukan rahasia lagi sahabat, cukup jarang pengunjung bazar yang secara telaten akan mendatangi satu demi satu seluruh stand yanga da untuk kemudian mengamati semua barang yang kita display… mereka datangi tempat yang menurut mereka menarik, dan Tulisan SALE tentu saja menarik ^_^ setelah mereka bersedia mampir melihat barang yang diobral tadi, kerahkan kemampuan marketing kita untuk menawarkan produk lain yang dijual dengan harga normal. Untuk menarik minat pengunjung kita bisa membuat aksesoris sederhana yang mudah dibuat dan cepet jadi.

 

3) Display Yang Cantik

Nah setalah mereka masuk ke stand kita inilah penataan barang yang rapi dan cantik akan sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian calon pembeli. Bila kita cukup sering mengikuti bazar tidak ada slaahnya untuk menginvestasikan sedikit uang kita membeli alat peraga berupa display, gelang, leher-leheran buat kalung, display bros ^_^

Pilih juga warna kain/alas meja yang akan memperkuat atau mengeluarkan warna aseli dari aksesoris kita, favorit saya sih putih polos pren… hindari yang bermotif terlalu meriah karena akan mempengaruhi penilaian konsumen terhadap aksesoris yang dipajang.

Selain itu tak ada salahnya juga untuk melengkapi stand kita dengan cermin besar serta foto-foto dari orang-orang yang memakai aksesoris kita, atau mungkin potongan halaman mode dari majalah. Ini akan memudahkan calon pembeli untuk membayangkan bagaimana dan paduan busana seperti apa yang bisa dipakai bersama aksesoris tsb

4) Penjaga Stand yang Komunikatif

“Eh bagus nggak aku pake kalung ini” kalimat seperti juga termausk yang akan sangat sering kita denger di stand aksesoris. Karena sebelum memutuskan membeli, terkadang seseorang membutuhkan pendapat dari orang lain, kalau pelanggan dateng sama temennya sih enak pren… biasanya nanyak ke temennya sendiri ^_^ nah kalau dateng sendiri dan tanya ke kita gimana dunk… hehehe Sampaikan pendapat yang objektif, kalau kita rasa warna aksesoris pilihannya kurang sesuai dengan warna kulit calon pembeli jangan langsung bilang, “hm… kayanya keliatan tambah gelap deh mbak kalau pake warna biru gitu” walaupun nyadar kita item tapi tetep aja suka beTe kalau denger orang yang bilang gitu hahahaha… coba sarankan saja warna lain, “gimana kalau krem yang ini sepertinya lebih cocok buat mbak”

Umumnya lagi customer yang datang saat bazar sangat mengharapkan bisa mendapat potongan harga, bila bukan kita langsung yang menjaga stand sampaikan berapa batas harga minimum yang bisa kita toleransi sebelum memutuskan menjual barang tsb.

5) Penjaga Stand yang CHIC dan Gaya

Supaya calon pembeli lebih tertarik lagi dengan apa yang kita jual, jangan ragu untuk memakai aksesoris serupa dengan yang kita jual pren. Dari pengala man, tak jarang justru yang kita pake itulah yang malah laku dibeli orang ^_^ Jadi kalau kita sampai saat ini maish negrasa nggak PeDe dan malu untuk memakai aksesoris karya kita, yah sebaiknya jangan mencoba untuk menjualnya ke orang lain hihihihi…

Nah kalau udah tau rahasianya gini, jadi nggak ragu lagi kan buat ikutan bazar ^_^ perkara untung berapa banyak sbenernya jangan terlalu diharapkan pren, karebna bisa terjual 30% dari total barang yang kita bawa aja sudah bagusss bangetzz yang utama, jadikan ajang bazar ini untuk mempromosikan toko kita, mendapatkan masukan membangun dari para pembeli potensial dan menjalin persahabatan dsengan peserta bazar lain… yah syukur-syukur kalau ada bazar lagi kita bisa dapet info dan diajak lagi, kalau sahabatannya makin erat yah mungkin aja kan dapet diskon juga dari pedagang lain hahahaha…. tetep deh

6. Kegiatan yang menarik minat orang untuk melihat

Pernah lihat tukang obat jualan di pasar? biasanya mereka mengadakan atraksi terlebih dahulu untuk membuat orang mendekat dan lihat… yang jualan kerudung/jilbab bisa bikin demo memasang hijab praktis, kalau jualan aksesoris kita bisa bikin demo pemasangan jilbab tadi yang di mix dengan padu padan aksesorisnya, bagaimana jilbab yang cocok pake peniti juntai, mana model jilbab yang sebaiknya pake bros pesta yang mewah” Atau kita juga bisa mengadakan demo langsung cara membuat aksesoris, pilih yang mudah saja, mislanya membuat cincin wire, tinggal bawa mandrel, kawat dan tang, kita bisa demo kan bagaimana cara mudah membuat cincin wire. Kalau ada yang minat bisa beli aksesoris yang kita jual di bazar dan mendapatkan bonus cincin wire tadi =D

7. Libatkan Pengunjung untuk menciptakan sendiri aksesorisnya 

Kalau stok barang belum banyak, kenapa gak bawa aja sekalian manik-maniknya ke pameran…  libatkan pengunjung untuk membuat sendiri aksesorisnya, misal untuk kalung druzy… pengunjung bisa pilih batu druzynya, jenis ornamen yang diinginkan, serta batu sebagai hiasan. Kalau teknik wire terlalu sulit di praktekkan langsung, bisa juga kita gunakan karet senar untuk membuat gelang karet sederhana. Sediakan aneka ragam dan warna manik serta spacer agar lebih menarik minat pengunjung.

Haduh… haduuuhh panjang nian ya tulisannya hihihihi sekedar sharing hal yang ringan my pren. Semoga saja bisa bermanfaat yaaa ^_^

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Apr 07

Kenapa gak ada yang mampir ke blog ku siih

Kie… sesuai saranmu… aku sekarang mulai coba jualan on line di multiply juga kie hehehe… gak papa kan ya? cumaaa… heran deh, sudah hampir 1 bulan…  masa yang dateng buat ngeliat cuma 11 orang, itu pun yang ngasih komen cuma satu kie padahal kalo liat koleksikikie, baru up load apa dikit aja.. yang komentar udah puluhan orang  aku hope less kie… kayanya nggak cocok jualan aksesoris deh,  off line gak laku… on line juga gak ada yang liat.Be..Te.. dot com (betty… somewhere)

 

Kata Kikie : duh..aduhh ada yang lagi ngambek nih kayanya ya… jangan dunk prend mau julana on line, mau jualan off line… yang paling dibutuhkan ya tetap aja semangat pantang menyerah dan kerja keras tiada henti… (sound familiar yaa bow hihihihihi) Tapi untuk jualan on line, memang kurang lebih ada beberapa trik yang perlu diperhatikan sahabat, diantaranya sih :

1. Nama Blog yang Gampang diingat sebaiknya waktu mulai berencana bikin blog, kita sudah punya bayangan nama web yang mudah diingat orang. Nggak terlalu panjang, maksimal sih dua kata ya… nggak pake ejaan yang ajaib, misal: Maniqueloetjoe.com jelas lebih susah diinget ketimbang maniklucu.com

 

2. Tata Desain Blog yang Sederhana kalau pertama punya blog, biasanya sih hasrat ingin mempercantik tampilan blog kita begitu membara… dirubah ini, dikasih itu, ini dipindah kesitu… ini ..itu..ini itu… yang akhirnya “keindahan” itu malah bikin yang pertama kali datang berkunjung ke blog kita bingung… intinya semakin sederhana semakin baik, pilih juga warna dan desain yang membuat orang betah berlama-lama melihat-lihat dibagian dalam blog kita. Ukuran huruf pun, pilih yang memudahkan untuk dilihat… ^_^

3. Ukuran File yang bersahabat Kameraku ini termasuk yang paling canggih lho kie 10MP, tapi kok ada aja sih orang yang komen fotonya nggak bisa keliatan, heran deh… kurang besar apa sih. Sadarilah satu hal my prend, orang mengakses blog kita dari berbagai lokasi, ada yang sambil ngantri dokter.. liat pake hp, ada yang lagi ngafe di mall memanfaatkan wifi gratis pake laptop, ada juga dari warnet, atau dari kantor yang memiliki limit access terbatas… nah kalau file foto, gambar, atau apapun yang kita pajang di blog kita hadir dalam ukuran cukup besar… walhasil sahabat… kebukanya luamaaaaaa buangetttt ^_^ jadi jangan lupa untuk merubah file-file yang kita pajang ke dalam format yang lebih kecil dan simple…

4. Pilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Pernah mampir ke blog dengan kursor model khusus? misal gambar peri yang bisa terbang sana-sini… ihhhh lucuuu banget ya kie. Betull, saya juga suka sama yang lucu-lucu gitu, tapi aplikasi model gini biasanya juga membuat blog kita diakses lebih sulit daripada yang pake tanda panah biasa aja, dan kalau udah buka halaman pertama aja lama prend… biasanya orang cenderung lupa, “eh tadi mau buka blog apaan sih yaaa…” auuwww calon pelanggan hilang sebelum sempat datang.

 

5. Pilih bahasa yang mudah dipahami saya pernah mengajukan pertanyaan kepada 5 orang yang berbeda, pertanyaannya sbb: “Biasanya kalau browsing kapan sih?” dan ini dia jawabannya aku sih biasanya kalo lagi nunggu waktu makan siang… aku kalo udah jam 4 sore, mulai ngantuk di kantor, itu deh waktu paling pas buat browsing kalau aku sih browsing paling enak tengah malem ya, udah cepet, anak-anak juga udah pada tidur gue sih browsing gak ada waktu khusus, pokoknya kalau lagi pengen refreshing ya browsing… aku browsing sengaja tiap pagi… biar semangat gitu seharian, sengaja cari yang lucu2

Dari jawaban itu keliatan banget kalau ternyata ya… orang baca blog untuk mencari hal yang ringan. INformasi penting dan bermanfaat itu perlu. Tapi cara menyampaikannya juga gak harus dengan tata bahasa yang ala-ala jurnal ilmiah juga kali yakk… Pilih yang sederhana yang mudah dipahami. Bahasa ngobrol akan lebih lama dibaca ketimbang bahasa yang ditulis dengan gaya esay.

 

6.Berikan Sentuhan Personal  Boo… habis bilang pilih bahasa yang simple, sekarang malah pake istilah rumit yaa… sentuhan personal, apaan tuh wkwkwkwk… Orang mampir pertama kali ke blog kita mungkin karena pengen mencari informasi, dan sama google di arahkan lah ke blog kita. Tapiiii sekedar informasi yang berguna juga tidak akan membuat orang itu merasa harus ngecek isi blog kita lagi keesokan harinya =D Yah yang ini sejujurnya saya dapatkan saat ikut kelas marketing online sih prend.. salah satu materinya mengajarkan bahwa informasi yang sifatnya memberikan kedekatan, membuat orang merasa kenal sama kita akan menjadikan mereka kangen buat baca tulisan dan informasi yang kita sisipkan di blog ini. Gak harus smua hal diceritakan juga sih yaa… tapi sisipkan informasi kecil tentang siapa kita. Seperti bagaimana kita membagi waktu antara keluarga sama bisnis aksesoris yang kita buat, bagaimana pengalaman kita pertama kali membuat aksesoris, cerita gmana senangnya wkatu dapet orderan banyak… dan sebagainya yang maish tetepo ada hubungannya sama aksesoris, tapi juga gak bikin orang ngerasa kaya baca jurnal ilmiah =D

 

7. Rajin bikin postingan Dan sebenarnya inilah yang palinggg beraaattt untuk dilakukan yaaa, biasnaya sih pas awal-awal kita semangaaat banget nulis-nulis… seminggu pertama nulis tiap hari, minggu berikutnya 3x seminggu, habis itu seminggu sekali… tau-tau lupa passwordnya apa, saking kagak pernah diisi lagi wkwkwkwk…. Walaupun awalnya mungkin ini akan jadi blog pribadi tentang aksesoris yang kita buat, tapi tidak ada salahnya untuk mengerjakan secara profesional. Pilih hari kapan kita wajib menulis sesuatu, dan jadikan hari lainnya sebagai bonus. Dengan rutin mebuat tulisan, pembaca kita juga akan rutin mengunjungi… akan lebih bagus lagi kalau kita bisa tiru majalah, sebelum tulisannya tayang, kita buat sneak peak tulisan berikutnya. Artinya… tulisan itu sudah ada saat itu tapi belum kita tayangkan. Nah tinggal kita siapkan lagi materi tulisan untuk sneak peaknya yang akan ditayangkan pada seri berikutnya lagi.

Oh iya yang dimaksud dengan postingan ini juga gak harus cerita yang puanjuang buanget lho yaaa… posting foto dengan 5 baris kalimat juga sudah okeh, atau kita bisa share hasil googling kita, cantumkan aja link dari hasil keliling-kelilingnya.

 

8. Berikan space buat komen Ketika orang tertarik dengan isi blog kita, mereka akan terdorong untuk berinteraksi meninggalkan komen atau pesan. Maka berikan ruang di blog kita agar orang bisa meninggalkan pesan. Hal ini juga akan membuat orang lebih mudah untuk membeli barang yang kita pajang. Karena aklau gak ada space buat komen dan orang harus sms dulu untuk beli akasesoris yang kita jual… iya kalo misalnya pas browsing bawa hape, atau mungkin aja hapenya ada pulsanya abis… wkwkwkwk

 

9. Gunakan  Berbagai Jejaring sosial untuk mempromosikan blog kita Pasang link blog kita di berbagai media sosial, yang memungkinkan lebih banyak orang untuk mampir melihat dan membaca isi blog kita. Beberapa web juga kadang menyediakan porsi untuk iklan baris gratis nah kita harus rajin juga googling yang gratisan gini dan pasang deh iklan untuk blog kita =D Jangan lupa juga untuk menyertakan di signature email kita nama web, atau memasangnya di bawah profile picture smartphone kita =D

Dan sembilan hal ini masih tips dasar banget sahabat… kalau kesemuanya sudah kita lakukan dan ternyata belum ada peningkatan yang significant dari pengunjung blog kita, saatnya untuk ambil materi kursus singat tentang SEO, Search Engine Optimisation bagaimana agar blog kita lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari informasi… dan sejujurnya sih, definisi “singkat: itu bisa berarti sepanjang sisa umur dikandung badan yaahhh….    (kie)

Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

 

Apr 02

Serunya Workshop Merangkai Aksesoris di Bandung

Sabtu tanggal 29 Maret 2014, untuk pertama kalinya Koleksikikie mengadakan kelas merangkai aksesoris di Kota Bandung. Alhamdulillah yaaa ada Seva kawan SMA saya yang setelah bertahun-tahun lulus kok masih kaya anak SMA aja yaa tampangnyaaa… *mengandung iri dan Alhamdulillah mau menjadi Tuan Rumah untuk pelaksanaan acara ini =D Kami berangkat→ Baca selengkapnya

Apr 01

Jangan Marah dibilang Gak Murah =D

Mbak kikie yang baik….mau curhat dong boleh ya…. Sekitar pertengahan bulan januari kemaren saya mencoba memulai menjadi penjual bros (harapannya sih nanti bisa jadi seperti koleksikikie he…he…) awalnya suami saya coba tawarkan di rekan cewek di kantor dengan harga 17500-20000 dan ternyata lumayan banyak yang beli katanya sih bagus dan→ Baca selengkapnya

Mar 28

Kreatif Dengan Bros Manik-Manik

Sahabat… biasanya kalau pake bros manik-manik sukanya dipasang dimana sih? hehehehe.. pertanyaan rada nggak mutu ya? karena namanya juga bros… ya dipakenya di bajuuu laaaahh, gitu aja kok repott ^_^

Hehehe, iya juga sih ya… Saya juga paling sering pake bros manik-manik di baju… dulu pas kerja, paling hobi nyelipin bros di bagian dada sebelah kanan (karena bagian kiri sudah ada papan nama-nya gitu).

Sekarang setelah jadi 3B (alias “bukan bunda biasa”) lebih seringnya pake bros sebagai hiasan jilbab … kadang di selipin di leher, kadang belagu pasang di kepala biar lebih gaya. Halahh!!

   

 

Nah kalau pengen keliatan beda kita bisa lho pasang bros dengan gaya yang gak biasa, misalnya :

 

Pasang Bros bersama Kalung Walaupun secara teori, bros tidak boleh dikenakan bersama-sama dengan kalung. Tapi dalam beberapa penampilan, dua aksesoris ini akan keliatan lebih okeh ketika dikenakan secara bersamaan. Misalnya dipadankan sama kalung mutiara polos berukuran panjang seperti gambar berikut ini.

Kalung ini memiliki desain yang sederhana banget, hanya dua mutiara panjang dalam dua tone warna yang berbeda, lalu agar terlihat istimewa pada salah satu sisi ditambahkan bros berukuran besar. Kalau bros hadir dalam desain wire, bros bisa juga dijadikan liontin kalung yang cantik.

 

Pasang Bros diatas Tas Nah kalau yang ini, ide awalnya datang karena keinginan hidup hemat tapi tetep gaya… wwkwkwkw Semacam punya clutch satu tapi pengen keliatan beda terus… nah daripada beli baru, mending dipasangin bros aja, satu clutch jadi bisa tampil dalam berbagai gaya (yah hemat sama pelit hanya terpisah garis yang tuipiiiiissssssss…)

 

 

Pasang Bros diatas Sandal Wkatu eksperimen pasang bros di atas clutch sukses, akhirnya kepikiran lah buat bikin bros untuk dipasang di sandal. Dan sandal biasa pun jadi oke buat ke pesta setelah dipasang bros manik-manik.

 

 

Pasang Bros sebagai Hiasan Magnet Kalau yang ini awalnya karena kecelakaan, punya bros kece penitinya lepas… pas mau diganti sama peniti baru, iseng deh nempelin magnet bulat di bagian belakangnya. Dan taraaa…. bros lama berubah fungsi menjadi hiasan magnet, yang memungkinkan buat mempercantik kulkas atau nempelin memo di white board…

 

 

Mempercantik Tampilan Gorden di rumah Belum ada budget buat beli gorden baru? gmana kalo yang lama disulap biar keliatan baru… Caranya juga gampang banget prend, tambahkan aja bros lucu sebagai hiasan di atas gorden kita. Sematkan satu buah di tali pengikatnya… Syukur-syukur tamu yang datang ada yang melihat dengan terkagum-kagum, trus nanya “eh ini belinya dimana…. langsung deh kitakeluarkan koleksi bros-bros lainnya buat dijual…. hihihihi niat awalnya mempercantik tampilan rumah, ujung-ujungnya malah promosi terselubung… yah lumayan yaa buat tambahan beli gorden baru hihihihihi

Kadang kita suka terpaku ya dengan hal yang sudah umum kita lihat, bahwa sewajarnya bros harus dipasang di tempat yang itu-itu aja, padahal kalau kita punya sedikit waktu luang untuk membebaskan ide-ide briliant kita keluar… ada banyak banget temuan ajaib berupa ide kreatip yang mengagumkan dengan bros manik-manik. Berminat untuk belajar bikin bros sendiri di rumah? kini koleksikikie menyediakan paket tutorial yang sudah dilengkapi dnegan bahan untuk teman-teman yang berminat belajar membuat bro secara mandiri di rumah, info lengkapnya bisa dipelajari pada link tutorial berikut ini http://koleksikikie.com/product-category/tutorial/  (kikie) Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 26

“Malu Berjualan, Sesat di Pasar” Sebuah Tips Berjualan Manik-Manik di era Modern

Kira-kira tiga hari yang lalu, Saya membaca sebuah cerita di harian paling terkenal di Surabaya. Kisah tentang selebritis muda yang selalu tampil chic dalam busana Muslimah, singkat cerita : sang selebritis sedang membuka usaha butik busana muslim.

Yang menurut saya menarik, kepada wartawan yang hadir meliput peresmian butiknya, sang selebritis berkata “Saya sengaja mengajak kakak saya menjadi partner usaha saya ini, karena saya sebenernya malu kalau harus jualan” Lha terus kenapa jualan yak???? hehehehe…. (yang ini juga masih misteri buat saya, karena tak seorang pun wartawan di acara itu menanyakannya)

Tapi jangan salahkan sang selebritis sahabat, karena kalau diingat-ingat saya sendiripun (yang saat ini dengan bangga mengaku sebagai Pedagang Manik-Manik) di awal-awal memulai usaha Koleksikikie juga pernah punya perasaan yang sama… Yah gimana yaa rasanya suka ngerasa malu kalau harus nawar-nawarin dagangan saya ke orang lain… nyuruh2 orangnya beli, bahkan untuk mempromosikan diri sendiri dengan bilang “ini bagus banget lho” rasanya sungkan karena kok kaya kepedean banget ya muji2 diri sendiri *heuehehe…

Lalu tiga hari kemarin, saya lewati hari-hari saya untuk merenungkan “Kenapa ya saya dulu kok pernah ngerasa malu untuk mulai jualan” ternyata, kalau diinget-inget lagi, penyebabnya karena beberapa hal ini :

1. Saya Nggak Mengenali dengan baik Produk yang saya jual Walhasil karena saya gak terlalu paham apa yang saya jual, saat ditanya ini dan itu oleh calon pembeli saya… bawaannya langsung Bete “Idih nih orang niat beli gak sih… nanyanya kaya MC Cerdas Cermat Kecamatan deh” >_< Padahal kalau kita posisikan diri kita sebagai orang tersebut, yakni : seseorang yang mungkin sepanjang hidupnya gak pernah beli bros satupun… pertanyaannya itu ya bisa dibilang wajar aja lho, karena mungkin orang ini jenis yang butuh diyakinkan, kenapa dia harus membeli bros ini, atau bisa jadi yang bersangkutan ingin membeli namun kurang percaya diri untuk tampil cantik memakai bros.

Waktu akhirnya saya membuat sendiri aksesoris yang saya jual, saya bisa lebih tenang menjawab pertanyaan-pertanyaan calon pembeli saya. Terutama saat mereka menanyakan hal yang terkait proses pembuatan seperti : bahannya apa, apakah ada kemungkinan lepas, apakah bisa berubah warna… dsb. Karena saya paham bagaimana proses pembuatan benda-benda yang saya jual.

Jadi untuk bisa bertahan sebagai pedagang yang handal, rasnaya mau gak mau kita harus mempelajari produk yang kita jual prend. Tidak lantas harus menguasai sendiri cara pengerjaannya dari awal hingga akhir yaa…, Tapi dengan tau bagaimana proses awal terjadinya “produk dagangan yang kita jual” hingga akhirnya ada di tangan kita ini, maka kita akan memiliki bekal pengetahuan yang cukup, untuk bisa dengan ramah menjawab pertanyaan calon pembeli dagangan kita.

 luangkan waktu untuk belajar mengenal proses membuat aksesoris kita bisa memulai dari yang sederhana 

2. Saya Sendiri Nggak Pede Make yang saya Jual HOOOOoooOOooo…. Gawatt ini!!! kalau ini yang terjadi, pilihannya cuma dua sahabat,  mulailah coba pake, atau berhenti aja jualannya.

Karena sebenarnya, dari proses “Pede Memakai apa yang kita jual itu” ada suatu pengalaman yang tidak terbeli dengan uang. Pengalaman tentang senengnya saat kita menjadi lebih cantik dgn kalung yang kita pakai lalu dipuji oleh pasangan. Pengalaman tentang bahagianya, saat ada wanita lain mengapresiasi penampilan kita dengan menyebut kita “Perempuan yang Keren” Dan pengalaman-pengalaman ini, akan menjadi senjata ampuh untuk memulai perdagangan sahabat… Di dalam percakapan sehari-hari, kita bisa menyelipkan cerita tentang pengalaman-pengalaman ini, dan bukan tidak mungkin.. cerita ini akan menginspirasi orang untuk ingin tau lebih banyak tentang aksesoris yang kita jual tanpa harus repot2 kita paksa untuk ngelihat. Misalnya “Kemarin gue ada kondangan bingung mau pake baju apa.. akhirnya kaftan lama gue kasih kalung druzy yang gede itu aja… langsung kelihatan beda lhooo, lumayan bisa hemat gak beli baju baru tapi bisa keliatan tetep gayaaa” dan kalau di respond… “ih lihat donk fotonyaa…” Hasekkkk… sukses deh dapet calon customer hihihihihi

 mau kemanapun juga jangan lupa untuk selalu pakai dagangan wkwkwkkw…

 

3. Saya Sibuk Memaksa orang untuk Membeli, Bukan Memberikan Solusi Yahh… nggak usah orang lain ya prend, kita sendiri aja… kalo pas pergi ke supermaket dipaksa-paksa suruh nyicipin minuman kesehatan entah merek apa… Sebel banget kan?? “Orang sudah sehat masih disuruh minum minuman kesehatan” T__T

Maka kalau saat menjual kita masih sibuk teruuuusssss memikirkan “orang ini harus mau beli, harus laku nih dagangan gue” dan ujung-ujungnya malah “MAKSA BELI” percayalah, bukannya dapet customer yang lenggeng… yang ada mungkin malah kehilangan temen. “Aduh… gue gak mau ah duduk deket-deket si kikie… capee booow, disuruh beli bros mulu gue” hihihihi terdengar seperti pengalaman pribadi yaaa

Maka ubahlah pilihan kata kita, dari kalimat yang terdengar “memaksa” menjadi “menyarankan…” lha bedanya dimana ya kie? Untuk bisa memberi saran, kita harus bisa mengenali hal khusus tentang customer kita. Misalnya saja calon pembeli kita ini seorang pegawai kantoran yang harus memakai seragam warna coklat untuk ke kantor. Maka alangkah baiknya kalau kalimat saran yang kita berikan adalah sbb: “Bros ini cocok lhoo buat dipake ke kantor, pas sama seragam nya kan say… warna coklat ada paduan gold nya…, masuk juga buat baju warna gold atau krem gitu, jadi beli bros satu bisa hemat untuk dipake di banyak kerudung” “Tapi aku gak pede nih kalau pake aksesoris gini” “Belum pernah nyoba aja kali… atau coba pake yang lebih kecil dulu aja ya, ini ada juga yang warnanya coklat, pasang di sisi dagu kiri aja dulu biar gak mencolok, jadi sifatnya sebagai pengganti peniti gitu… cobain aja deh, ini ada kaca kok” trus calon pembelinya nyoba dan bilang : “Hmm iya ya… jadi keliatan beda kalau ada brosnya” “Iya dunk, penampilan yang keren bikin kita jadi lebih percaya diri untuk tampil, lebih dilihat banyak orang lho… syukur-syukur bos besar jadi inget ama kita, terus lebih lancar deh promosi hhehehee… ini investasi menuju sukses lhoo, lagian gak mahal kok 25.000 aja nih yang ukuran imut”

Yah tetep aja sih maksa beli juga ya prend hahahaha… tapi bedanya, saat memberikan saran… kita bisa mengambil nilai positif apa yang akan bertambah pada pembeli kita, seandainya mereka memutuskan membeli aksesoris ini. Sementara kalau memaksa, kalimat-kalimat yang digunakan ya cenderung kalimat-kalimat mati yang sifatnya maksa… “Pokoknya ini bagus pak, kwalitas nomer satu” jiaahh… kecap kali nomer satuu Padahal daripada ndengerin kalimat nomer satu diulang-ulang, sebenernya calon pembeli akan lebih suka u mengetahui kenapa benda itu layak disebut nomer satu.

4. Saya Kurang Bergaul, membatasi saya sendiri hanya melakukan hal-hal tertentu “Saya ini kan ibu rumah tangga, anak dua, sibuk ngurusin rumah, mana sempat saya jualan ini itu”

Jiah… hari gini masih pake alesan gitu. Jualan zaman sekarang mah gak harus keliling ngetok tiap pintu bawa dagangan juga kali ya, its so yesterday my prend…. Untuk bisa jualan bros seperti yang dijual di koleksikikie, cukup berbekal foto-foto cakep, Pajang aja di facebook, atau jadikan wall di BB, belum punya blackberry… print aja fotonya seukuran kartu nama, masukkan di cardholder… kalo ketemu orang baru, pura-pura dijatuhin… biar dintanya ”Eh gambar apa itu bu, kok lucu-lucu ya” hhahahaha…. trik alay ya tapi lumayan bisa dicoba lohh wkwkwkwk….

Kadang menurut saya, tanpa disadari yang menghambat kita untuk maju itu ya kita sendiri… kita yang tanpa sadar mendoktrin diri bahwa kita nggak bisa kita sendiri yang setiap hari sibuk mensugesti diri, kalau kita gak mungkin jadi pedagang disamping karier sebagai istri, sebagai karyawati, sebagai bendahara di arisan PKK, sebagai seketaris pengajian di erTe, sebagai anggota dewan Orangtua siswa di sekolah… hohohohoooo… padahal ke”eksis”an kita di berbagai kelompok masyarakat ini justru modal besaaarrrr untuk bisa sukses menjual dagangan. Mulai dengan cara sederhana seperti kalo pergi arisan ya dandan dikit donk, pake aksesoris yang lucu… syukur2 ada yang tanya “beli dimana sih jeng brosnya” hihihihi Atau yaaah… kalaupun kita gak bisa make aksesoris, kita bisa kok bawa dagangan kita ke acara tersebut dan meletakkannya ditempat yang bisa dilihat orang, hingga membuat orang bertanya “wah bawa apa nih mbak kikie…lihat donk”

Jadi sahabat, mari kita optimalkan kemampuan kita sebagai perempuan dengan banyak ke”bisa”an Bisa masak, bisa dandan, bisa ngurusin rumah, bisa jualan juga =D Kembangkan pengetahuan tentang produk yang kita jual, Jangan lupa untuk selalu tampil gaya memakai aksesoris dagangan kita Dan teruslah berusaha u selalu berempati dengan kondisi orang lain, dengan memberikan saran yang sifatnya membantu calon pembeli kita… mungkin akan ada momen dimana saran kita tadi menyebabkan niat orang tersebut untuk membeli produk yang kita jual batal, tapi orang punya kecenderungan untuk mengingat mereka2 yang pernah menolongnya. Jadi bukan gak mungkin hari ini gak beli… besok2 nyari kita buat ngeborong hihihihi…. optimis yaaa Jangan lupa juga, untuk selalu yakin pada diri kita sendiri, bahwa kita bisa.(kie)

kata Mama: “jadi Pedagang itu Trend, part of lifestyle wkwkwkwk” Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 26

H-3 Workshop Membuat Bros Wire dengan Teknik Curly di Bandung

Wah gak terasa kurang 3 hari lagi koleksikikie hadir di Bandung City, hihihihi… terang saya merasa sangat excited karena inilah kali pertama koleksikikie menyelenggarakan event di Kota Bandung. Sebelumnya acara berlangsung di Jakarta pada minggu pertama di bulan Maret. Daaan.,.. ada lhoh peserta workshop yang telah berhasil jualan, setelah ikut→ Baca selengkapnya

Mar 20

Pelatihan Membuat Aksesoris dari Manik-Manik di Gresik (II)

Masih dalam project pelatihan kerajinan tangan bekerjasama dengan PNPM Mandiri, lokasi kedua yang kami kunjungi untuk mengadakan pelatihan merangkai manik-manik adalah Desa Tlogopatut, Kecamatan Gresik. Di Tempat ini ada 10 ibu-ibu kreatif yang dengan semangat berpartisipasi dalam kegiatan merangkai aksesoris. Acaranya sendiri berlangsung dua hari, yakni tanggal 18 dan 19→ Baca selengkapnya

Mar 20

Kalau Dagangan Gagal Laku

Hai ki…. aku mau share dunks, sebulan yang lalu aku dapet tawaran buat ikut bazar ki… karena penjualan selama ini bagus, aku optimis banget pengen ikut… ya udah deh selama 3 minggu, tiap malem kerjaanku gerilya bikin aneka aksesoris, supaya punya stok banyak buat dijual.. bazarnya 2 hari ki, pas sabtu minggu gitu… menurutku sih itu bakalan jadi hari rame-ramenya orang belanja. Eh pas bazar ki… hari pertama, cuma laku 1 kalung ama 1 anting… itu juga setelah ditawar abis-abisan sama yang beli… hari kedua agak lumayan laku 3 gelang sama 2 kalung…

tapiiiiiii… sisanya masih banyaaaakkk banget ki… kenapa ya barang-barang aku ini nggak laku ki… sekarang rasanya jadi males banget mau bikin-bikin lagi… gimana donk biar bisa semangat lagi

====== Doktrin yang paling pertama banget adalah “wajarrrr yooo kalau orang dagang sekali-kali nggak laku” hehehee I feel You prend… dan banyak banget lho faktor yang bisa mempengaruhi itu.Secara garis besar sih bisa dibagi ke dalam dua kelompok, internal dan eksternal  Dalam kasus jualan di bazar ini : FAKTOR EKSTERNAL misalnya : – Barang yang dijual nggak sesuai sama profil pengunjung bazar udah jelas-jelas bazar di lokasi perkantoran, aksesoris yang kita jual banyak yang motifnya abeGe dengan warna cerah. Mungkin alasannya “biar murah kie harga jualnya”… tapi buat karyawati mungkin nggak sekedar murah yang mereka cari, tapi juga kepantasan untuk dipake ngantor.. kalau bisa sih harganya murah tapi tetep keliatan mahal hehehe – Harga jual nggak sesuai sama daya beli pengunjung saya pernah jualan di sebuah pengajian (yang beberapa pesertanya artis zaman dulu ^_^) saya jual bros harga 35.000-55.000 laku 7 buah. Tiga bulan kemudian saya datang lagi bawa bros harga 75-110.000… laku 20 buah plus pesen 6 buah hahahaha…. habis itu baru saya ambil kesimpulan : mungkin dulu nggak laku karena terlalu murah yaa dijualnya ^_^ percaya apa enggak tapi ini kejadian prend – Salah milih bazar Sudah jelas bazarnya dalam rangka Hari Buku Nasional, samping-samping kita jualan smeua yang berbau buku… nah kita muncul dengan aneka aksesoris… mungkin ada yang beli prend. Tapi jelas… saat akan datang ke bazar, ekspektasi pengunjung adalah lihat buku, maka ketika lihat aksesoris itu menjadi bukan prioritas mereka… – Lokasi Meja Bazar nggak menjual dapet meja di pojok paling belakang nggak pake atap pula… orang yang jalan kaki udah kepanasan, sampe meja di bagian tengah udah muter untuk pulang… yah kalau gini emang apes prend… dilewatin aja kagak, apalagi mau dibeli ^_^

– Tanggal Kanker (kantong kering) huaahh aksesorisnya lucu-lucu banget, tapi ya gimana yaa… tanggal tua nih, belum beli susu masa tega mau beli kalung… nah jadi kalau milih bazar, cek dulu tanggal berapa diadakannya… kalau diadakan di tanggal tua, aplagi bulan banyak pengeluaran (misal bulan pendaftaran sekolah) lebih baik nggak terlalu berharap banyak akan ada yang beli aksesoris kita… karena sifat aksesoris yang hanya sebagai kebutuhan penunjang penampilan semata. Di kondisi ini snagat penting sekali untuk punya kartu nama, kalau bisa catat nomer PIN BBM atau FB orang tersebut, nanti pas tanggal2 muda sok sapa-sapa lagi nanya kabar… hihihihi kali-kali aja abis itu orangnya inget sama barang yang pengen dibeli (yah namanya juga usaha yaa hihihihi) FAKTOR INTERNAL sendiri misalnya : – Model/Desain aksesoris kita kurang diminati calon pembeli Nah ini agak susah juga ngukur yang diminati yang gimana ^_^ karena kadang barang X dijual di lokasi ini nggak laku, tapi pas dibawa ke tempat yang lain nggak sampe satu jam laris manis prend… nah kalau gini, faktor banyak berdoa yang akan sangat menentukan ^_^

– Kemasan/Display dagangan terlihat ajaib Beda bangetttt lhooo… antara bros yang dipajang anggun di dalam display sama yang ditaruh gitu aja di atas baki beralaskan serbet. Akan bagus lagi kalau kita bisa punya model.. atau yah kita sendiri sebagai penjual, mau memakai barang dagangan itu… karena biasanya kalau udah keliatan bagus dipake orang, umumnya calon pembeli jadi susah menolak untuk beli.

– Cara pemasaran kurang menarik Misal dipajang tulisan besar, barang yang dibeli nggak bisa dibalikin lagi… nah ini orang belum masuk ke toko, kalau udah lihat tulisan ini biasanya jadi agak males… walaupun belum tentu juga lho mereka mau mbalikin tuh barang yang gak cocok ^_^ Bandingkan dengan cara berikut ini: kita taruh anting di dalam kotak dengan label besar “Rp 50.000 dapet 6″, secara psikologis orang akan ngerasa whuaaa murah bangettt… walaupun pada kenyataannya belum tentu semua pembeli akan beli anting 6 pasang.. nah kalau beli kurang dari itu harganya Rp 10.000… tapi kalau ada yang beli langsung 6 ya alhamdulillah prend barang dagangannya cepet laku. Nah ini bisa diterapkan untuk anting dengan modal 3000 – 6000 per pasangnya. Trus sekarang nasib barang yang gak laku gimana nih ki???? Tenang my prend, kalau emang lagi gak mood bikin-bikin.. ya libur dulu aja, karena dipaksa pun bukannya tambah bagus,kadang malah bikin ruwet. Trus nasib dagangan gimana ki? tetep dipasarkan donk prend… 1. Melalui website/blog Bikin foto yang keren, pajang, kasih harga dan keterangan yang jelas tentang spesifikasi barang… dan jangan lupa, kasi nomer telpon atau email yang bisa dihubungi pembeli, untuk melakukan pemesanan. Gak punya web sendiri? bisa juga kok pasang di facebook, sebagai profile pict di BBM atau Whatsapp, atau lewat sharing di grup/komunitas. Nah untuk pilihan yang terakhir pastikan dulu bagaimana peraturan di grup/komunitas tersebut, biasanya ada hari dimana member boleh saling promosiin dagangannya. 2. Lewat arisan atau aneka pertemuan lain Kalau ada acara yang melibatkan banyak orang untuk datang, bawa juga donk dagangan kita… kalau nggak biasa, (mungkin akan agak malu yah kalo pertama-pertama hehehe)….  toh ini pekerjaan halal prend, jadi buang jauh rasa malu demi segepok rupiah dan segenggam berlian. 3. Titip jual di kantor suami/teman metode ini paling sip dilakukan pas mendekati tanggal gajian hehehehe… Bisa juga titip di butik atau salon, tapi biasanya perputaran uang akan lebih lama. akibatnya modal kita akan tertahan sebagai barang. 4. Jadikan Kado atau barang promo untuk teman/sahabat/kenalan. Jangan lupa juga untuk minta pendapat jujur mereka tentang barang yang kita hadiahkan… kalau setelah mereka bilang bagus ada permintaan order ya berarti bagus beneran prend, kalau setelah bagus nggak ada kabarnya lagi, dan ngeliat dia make aksesoris itu juga jarang bangeeet… yah berarti itu “bagus” sopan santun aja… intinya : kita masih harus berjuang lebih baik lagi buat bikin yang jauh lebih kereeennnn… latihan…latihan..latihan… makin sering latihan, makin jago dan rapi hasil kerja kita. Jadi kalau masih ada yang nggak laku jangan berkecil hati sahabat, karena itu hal yang sangat sangat wajar sekali terjadi… ^_^ “tapi gak boleh lama-lama ya ngambek ngeroncenya” Share this...FacebookPinterestTwitterLinkedin

Mar 19

Belajar Dulu, Berdagang Kemudian

“Belajar dulu, berdagang kemudian” rasanya kalimat ini cocok untuk menggambarkan sosok Suci Ariani, yang pada 8 maret 2014 kemarin menjadi salah satu peserta workshop merangkai bros wire curly bersama Koleksikikie di Galery Waga, Kemang. Sosok perempuan muda yang kreatif dan penuh semangat =D Saya ingat, hari itu Suci merupakan salah→ Baca selengkapnya
Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu
Powered by