Home PageKARYA SAHABATPeserta No 41 Arin Choiriyah (Surabaya)

Jan 17

Peserta No 41 Arin Choiriyah (Surabaya)

No Peserta : 041 Nama : Arin Choiriyah
Nama Usaha : Arivana Aksesoris
Kota : Surabaya
Business Contact : 085234555429
Material Bahan Daur Ulang : Kertas kalender bekas

set aksesoris

Kinanti
Sebelum membuat karya ini, saya sedang masa adaptasi untuk kembali berkarya setelah melalui masa libur akhir tahun yang sedikit agak panjang. Selama masa libur itu saya lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga dan sama sekali tidak menyentuh dunia aksesoris kawat yang selama 2 tahun ini menjadi aktifitas sehari-hari. Ketika hari  libur itu usai, saya kesulitan mengembalikan mood saya bekerja sebagai pengrajin aksesoris.

Sampai suatu hari saya sedang menyapa teman di komunitas Kelas Bisnis yang selama ini saya ikuti. Dari situ saya mendapat info bahwa kopetisi desain daur ulang ini masih belum ditutup. Dan di komunitas itu juga  saya melihat beberapa teman mengikuti lomba ini . Serasa mendapatkan siraman air segar ditengah cuaca panas yang terik, seketika itu juga semangat “nguwer” itu kembali. Senang sekaligus panik karena waktu yang tersisa hanya dua hari saja.Tapi saya berpikir bahwa ini adalah sebuah tantangan dan saya harus bisa menaklukkannya.

Proses Kreatif Mencari Ide Membuat Aksesoris Daur Ulang
Terkadang memang kita butuh tekanan untuk bisa lebih kreatif .Dalam waktu yang sedemikian singkatnya saya berpikir keras bagaimana  bisa mendaur ulang barang bekas menjadi suatu perhiasan yang unik. Dan ini benar-benar menjadi semacam suntikan energi yang luar biasa. Setelah berpikir keras seharian, akhirnya saya menemukan tumpukan kalender tahun lalu yang sudah tidak terpakai lagi.

Daan benar saja “the power of kepepet” itu benar-benar saya rasakan. Tiba-tiba terlintas di benak saya rangkaian kalung dan gelang yang cantik berpadu dengan wireDulu waktu masih di sekolah, saya pernah diajari membuat kerajinan dari kertas menjadi paper bead. Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk merubah kalender bekas itu menjadi paper bead yang rencananya akan saya rangkai menjadi gelang dan kalung.

pendant manik kertas

Proses Pembuatan Manik Kertas
Mula-mula kalender bekas ini saya garisi dengan ukuran tertentu, agar nantinya ukuran beads nya sama. Kemudian di gunting mengikuti garis yang tadi sudah dibuat. Nah guntingan kertas ini kemudian saya gulung dengan bantuan tusuk gigi untuk membentuk beads seperti yang saya inginkan.lalu  saya rekatkan dengan lem pada ujungnya.Setelah itu gulungan kertas ini saya lapisi menggunakan cat kuku yang bening untuk melindunginya dari benda cair sekaligus membuatnya lebih berkilau seperti bead pada umumya. Saya sengaja tidak mewarnai bead ini karena saya memang ingin memadukan warna putih dengan warna rosegold tembaga.

kalung kertas

Kemudian  bead ini saya rangkai kan dengan wire dengan penambahan sedikit ornamen di sana-sini membentuk rangkaian kalung dan gelang.

gelang kertas gelang wire

ARTI NAMA KINANTI
Karya ini saya beri nama Kinanti. Kata kinanti itu sendiri berasal dari bahasa jawa yang artinya kurang lebih dibimbing atau diarahkan. Karena selama proses pembuatan karya ini, saya merasa di bimbing/ diarahkan kembali menuju habitat awal saya sebelum hari libur itu tiba yaitu dunia aksesoris wire. Aksesoris ini pas mewakili kata Kinanti, karena saya Merasa di bimbing kembali untuk menyalakan  semangat berkarya saya yang sempat meredup selama liburan.

kalung

Rasanya puas sekali setelah melihat hasil akhirnya. Siapa sangka kalender bekas yang tadinya mungkin hanya di jadikan sebagai pembungkus atau bahkan di buang  begitu saja, ternyata setelah di kreasikan bisa menjadi perhiasan yang cantik dan unik. Semangat 2017, I can do it.
SOSOK DIBALIK KARYA
arin choiriyah
Arin Choiriyah, sudah 3 tahun belakangan ini menekuni dunia pembuatan aksesoris wire. Namun penggemarnya lebih mengenal nama Evana Ariva dibalik karya-karya indah yang ia buat. Hal ini nampaknya sejalan dengan kepribadian Arin yang pemalu dan tidak menyukai sorotan publik. Bagi Arin yang sederhana, jauh lebih penting untuk memperkenalkan hasil karyanya dibanding menunjukkan siapa yang membuat aksesoris indah tersebut.

Arin sendiri sudah menyukai akseosris sejak lama, namun mulai tertarik untuk belajar membuat setelah menghadiri sebuah pameran produk handmade di Balai Kota Surabaya. Kala itu Arin yang belum pernah membuat aksesoris begitu terkesima melihat perpaduan batu-batu cantik dengan aneka kawat yang bisa diubah menjadi beragam aksesoris. Dari sinilah rasa penasarannya muncul dan akhirnya mendiring Arin untuk mulai belajar lebih banyak tentang proses pembuatan aksesoris khususnya teknik wire working.

Awalnya produk aksesoris buatan Arin hanya digunakan untuk keperluan pribadi, mempercantik penampilan sehari-hari ataupun dihadiahkan kepada teman dan saudara. Dan ternyata respon teman dan kenalan yang melihat diluar dugaannya, banyak yang memuji karya Arin yang rapi dan unik. Dari sini Arin terinspirasi untuk mulai mencoba menjual produknya, disamping bisa sebagai kegiatan produktif mengisi waktu luang, harapannya hasil penjualan akseosris ini juga bisa menjadi tambahan penghasilan sampingan.

Namun walaupun piawai membuat, ternyata proses memnual aksesoris membuat Arin cukup kesulitan membagi waktu. Sehingga di tahun pertama, penjualan yang dihasilkan tampak kurang sesuai harapan. Tapi Arin tidak menyerah begitu saja, melalui pelatihan yang diterima di Kelas Bisnis Koleksikikie Arin yang terpilih sebagai salah satu dari 10 pengusaha wanita lainnya, memulai konsep bisnis yang lebih terarah. Pelan namun pasti Arin memberanikan diri untuk mengikuti berbagai bazar berskala nasional dan internasional diikuti diantaranya Jatim Fair, Pameran HijabBusana Muslim dalam Rangka Festival Pariwisata Indonesia 2016 di Grand City, Pameran Start Up Market juga Pameran Perhiasan International Surabaya International Jewelery Fair di Shangrilla

arin

Arin yang pemalu juga semakin terbuka dengan aktif bergabung dalam serangkaian kegiatan komunitas craft diantaranya : Mojokerto Crafter Community, Wiring and Beading Comunity. Melalui akun Facebooknya Arin kini lebih rutin memposting tidak hanya karya cantik dari Arivana Aksesoris namun juga beberapa tutorial singkat yang membantu masyarakat awam untuk lebih mengenal proses pembuatan aksesoris handmade berbahan baku kawat. Simak kegiatan Arinyang lain di link berikut ini Evana Ariva

 

In:KARYA SAHABAT, LOMBA DESAIN AKSESORIS, LOMBA DESAIN AKSESORIS 2016

Comments Off on Peserta No 41 Arin Choiriyah (Surabaya)

Share on

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu