Archive for the ‘SOSOK INSPIRATIF’ Category

May 16

Inspirasi Gaya berHijab Artis Marissa Haque saat di Jepang

Berangkat Ke Jepang, Riset Buku sambil Honeymoon Baru-baru ini, Marissa Grace Haque atau yang lebih dikenal dengan nama Marissa Haque melakukan perjalanan ke Jepang bersama suaminya Ikang Fawzi. Kepada viva.co.id Marissa bercerita traveling berdua merupakan salah satu rahasianya menjaga pernikahan yang langgeng hingga tahun ke 25 ini.

“Inti dari keberlanjutan sebuah pernikahan adalah kualitas komunikasi. Saya dan Ikang selalu mencuri waktu bisa berdua. Kita juga akan berlibur ke Jepang,”

Namun tak hanya honeymoon, travelingnya kali ini juga mengandung misi penting, yakni dalam rangka melakukan riset untuk sebuah Buku baru yang akan ditulisnya.

Marissa, Modis dan Gaya dari Masa ke Masa Nama Marissa Haque sendiri mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah kerap membintangi  film-film layar lebar diawal tahun 80an. Kini di usia nya yang tak lagi muda, perempuan yang dikaruniai dua orang anak ini masih terlihat cantik dan modis. Yuk simak gaya busana Marissa Haque saat berada di Jepang (sumber : akun Instagram Marissa Haque

1. Kerudung berwarna terang untuk baju hitam

Tak seperti kebanyakan orang yang senang memadukan warna dalam gradasi yang senada. Marissa Haque memilih kerudung warna pink yang ceria untuk atasan hitamnya. Cara ini sukses memberikan kesan muda dan gaya pada penampilan nya saat berada di Soekarno Hatta menuju Bandara Narita, Tokyo.

Agar terlihat lebih modis, Marissa Haque menambahkan bros etnik daun emas dari @koleksikikie untuk melengkapi penampilannya.

berpose berdua dengan latar belakang Gunung Fuji

2. Terusan Batik yang sangat Indonesia

Meski tengah melakukan perjalanan ke Luar Negeri, Marissa masih tetap membawa serta budaya Bangsa Indonesia melalui busana yang dikenakannya. Dalam salah satu acara berkeliling di Chiba, Narita. Marissa Haque tampak sedang mengenakan terusan sogan batik yang cantik dalam nuansa warna merah putih.

dalam salah satu penampilannya saat ke Yogya, Marissa terlihat memadukan kerudung warna putih dengan bros etnik merah Koleksikikie  Sebuah sentuhan kecil yang melengkapi wajahnya yang ayu.

3. Tas Batik yang unik

Salah satu yang mencuri perhatian dalam penampilan Marissa selama di jepang adalah tas batik warna pastel yang unik karya Desainer tas Wulan Gandanegara.

4. “Cape” Unik untuk Hijab 

cape/jubah pink ini selain memberi aura modis juga berfungsi mengusir hawa dingin selama traveling

Hal lain yang unik dari gaya berhijab Marissa Haque selama berada di Jepang adalah sentuhan cape warna pink yang memberi aura modis dan juga berfungsi untuk mengusir hawa dingin selama traveling di Jepang.

Dalam dunia mode, Cape adalah istilah yang dibrikan untuk pakaian luar tanpa lengan yang memiliki potongan panjang pada bagian belakang dan dikenakan dengan cara diikatkan disekitar leher, atau dibiarkan menjuntai.

5. Tambahan Aksesoris

Dalam foto yang diunggah Marissa selama perjalanan ke Jepang, tampak Marissa sering menambahkan detail aksesoris untuk melengkapi penampilannya. Seperti Kalung dan juga bros. Hal ini membuat penampilannya semakin menarik, namun juga tidak terlalu berlebihan.

Foto Selfie Marissa Haque bersama Sahabat-sahabatnya di Jepang

6. Outer Cantik yang Modis

Bagi perempuan muslim, terusan berwarna Hitam bisa dibilang busana wajib yang harus dibawa saat traveling. Karena busana dengan potongan ini, paling mudah untuk dipadupadankan. Saya sendiri biasa menambahkan blazer atau outer batik, untuk menghadiri acara-acara resmi.

Marissa yang modis, memadukan terusan hitam miliknya dengan outer warna fuschia yang cerah saat berjalan-jalan menikmati indahnya musim bunga Azalea yang sekarang ini mulai bermekaran di Inashiki-shi, Ibaraki, Japan.

Untuk melengkapi gaya busananya, Marissa menambahkan Bros Batu Donat Ungu Koleksikikie  di atas kerudung warna fuschianya. Membuat Penampilannya terlihat semakin menarik dan modis.

TIPS Berbusana Modis Saat Traveling ala Marissa Haque Setelah mengamati penampilan Marissa Haque dalam perjalanannya ke Jepang, ada bebrapa hal yang bisa kita jadikan inspirasi, diantaranya :

Pilih busana dalam warna yang senada agar mudah dipadupadankan dan menghemat barang bawaan. Dalam rangkaian foto yang ditampilkan selama di Jepang, Marissa terlihat menggunakan warna-warna basic yang dipadukan dengan gradasi pink dan ungu. Bawa sepatu yang nyaman untuk memudahkan perjalanan. Dalam foto2 yang diunggah di akun instagramnya Marissa yang aktif tampak selalu mengenakan sepatu casual dan resmi yang semuanya tampak nyaman dipakai dengan hak yang tidak terlalu tinggi. Ke Negara manapun kita pergi, tambahkan ciri khas Indonesia melalui motif batik pada pakaian ataupun aksesoris/tas yang dikenakan. Agar lebih menarik dan modis, jangan lupa untuk memberi sentuhan aksesoris pada busana yang dipakai. Tidak harus berukuran besar, cukup pilih aksesoris dengan warna yang kontras agar detail kecil ini dapat terlihat lebih jelas

Terimakasih untuk sudah menginspirasiii kita Mbaaa Marissa….(kie)

Bagikan tutorial melalui

Mar 28

Liputan Koleksikikie di BBS TV

Berbisnis Aksesoris itu Gampang Bulan November setahun yang lalu saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk berbagi cerita tentang koleksikikie di salah satu program tentang kewirausahaan di BBS TV. BBS TV merupakan TV lokal yang jangkauan wilayah siarannya meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Kamal, Malang, Kediri dan Bangkalan. Salah satu program andalannya, adalah liputan tentang UKM-UKM yang ada di Kota Surabaya dalam Program acara “Berbisnis itu Gampang”

Cerita Tentang Awal Mula Koleksikikie Berdiri Setelah diajak cerita-cerita… saya jadi teringat kembali bagaimana awal mula Koleksikikie lahir. Kata Koleksikikie sendiri hadir pertama kali di tahun 2007, awalnya kata ini tidak sengaja tertulis pada salah satu artikel yang saya posting di halaman blog pribadi saya yang banyak memuat cerpen yang saya tulis (Hahahaha… iya dink saya dulu suka banget nulis cerpen…)

Jadi tanpa terasa Agustus 2018 ini, Koleksikikie akan genap berusia 11 tahun lhoh hehehehe….

“Kenapa Berbisnis Aksesoris?” Bisa dibilang merupakan salah satu pertanyaan yang kerap diajukan kepada saya, dan jujur aja ya prend… alasan yang mendasarinya sangat sederhana sekali, alias ya karena seneng aja.

Jadi ceritanya Dari SMP, saya sudah suka banget pelajaran PKK, alias Pendidikan Ketrampilan Keluarga hihihii jadi yah semacam pelajaran dasar yang dibutuhkan untuk bisa survive dalam kehidupan berkeluarga kelak wkwkwkw… kaya menjahit, menyulam, bikin keset pake benang wol yang kita rangkai pake  bingkai, juga bikin beragam hiasan dekorasi rumah yah rasanya pelajaran itu selalu seru gitu buat dilakukan…

Lalu pas SMP saya mulai secara khusus bikin gelang dari kabel telpon rumah (yup waktu saya kecil dulu, telpon yang ada di rumah masih pake kabel yaaa hahaha) yang kalo dikupas akan ada bagian kabel yang lebih tipis dan berwarna-warni. Nah kabel inilah yang kemudian saya rangkai dan dijual jadi gelang persahabatan..

Lika Liku Bisnis Aksesoris Walaupun saya sudah memulai usaha aksesoris ini di usia yang relatif muda, tapi ya namanya juga bisnis yaaa tetep aja ada naik dan turunnya hahahaha…

Produk yang bagus dan berkualitas adalah syarat utama untuk bisa bertahan dalam suatu bisnis. Namun dibutuhkan ketrampilan dan kreativitas yang gak putus-putus untuk bisa memasarkan produk yang sama secara terus menerus.. dan ternyata zaman dulu saya juga sudah melakukan sistem endorse sederhana lho ke temen-temen saya… walaupun di masa itu belum ada instagram hahaha…

Tapi kalo diinget-inget tantangan terbesar justru datang dari orang-orang terdekat kita. Saya inget banget Bapak Ibu saya dulu gak 100% mendukung keinginan saya untuk berbisnis aksesoris saat lulus kuliah. Trus kalo udah gitu gimana donk? Kalo saya sih biarpun apa yang saya suka penting, tapi nurut sama orangtua itu wajib ahahahaha…. Jadi ya selepas kuliah, saya masih mencoba mewujudkan keinginan orangtua dengan bekerja di sebuah Bank Swasta. Tapi ya kembali lagi ya… kalo namanya udah passion,s esuatu yang kita inginkan dengan sangat, yanga kan kita perjuangkan sepenuh hati, ya tetep aja biarpun dibilang jangan… selalu ada usaha untuk mewujudkannya hahaha…

Jadi buat temen-temen yang mungkin ngalamin juga nih saat ini… dapet semacam penolakan dari keluarga ataupun orang2 terdekat kita. Coba berusaha dengerin juga masukan-masukan mereka, percayalah bahwa setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Saya sendiri walaupun hanya sekitar 3 tahun bekerja di Bank, namun merasakan banyak sekali manfaat yang akhirnya membantu saya dalam mengembangkan Koleksikikie. Jadi Alhamdulillah banget sebelum bekerja sendiri dari rumah, saya sudah mendapatkan pengalaman berharga dengan terlebih dulu bekerja di Perusahaan Nasional.

Berbisnis Online Solusi Bagi Ibu yang bekerja dari rumah Koleksikikie lahir setahun setelah putra saya Dimas lahir. Sebagai Ibu baru yang jauh dari orangtua juga ya waktu itu, maka tantangan terbesar yang saya hadapi adalah bagaimana menjalankan bisnis saya dari rumah, tetep bisa deket sama Dimas, tapi juga bisa memperkenalkan produk yang saya buat kepada lebih banyak orang..

Dari situ saya mulai kepikiran buat website. awalnya masih mengandalkan platform gratisan ya dari multiply… dan ternyata gak langsung laku donk wakakakaka…. Dari situ saya mulai mengubah strategi bisnis, dengan mengajak orang untuk mengenal saya lebih dekat. Jadi gak melulu tentang menjual bros, tapi saya ajak pembaca blog Koleksikikie untuk mengetahui proses pembuatan aksesoris, bagaimana suka dukanya berburu bahan untuk bikin bros, kerumitan yang harus saya alami saat proses desain… dan ternyata tulisan-tulisan ini diapresiasi orang dan akhirnya menimbulkan rasa kedekatan. Kedekatan inilah yang akhirnya mendorong orang tidak hanya percaya kepada saya secara pribadi, tapi juga membuat mereka mempromosikan usaha saya tanpa diminta…

Dari sinilah koleksikikie pelan-pelan mulai mengembangkan usahanya secara online.

(bersambung)

Bagikan tutorial melalui

Mar 16

Dr. Hertati Latief Natasuminta MSc. : Berjuang dan Berkarya melalui Aksesoris

Lomba Desain Aksesoris 2016 baru sebulan berlalu, diantara kemeriahan dan sukses terselenggaranya acara tersebut ada sebuah nama yang selalu setia memberikan motivasi, dukungan dan berbagai masukan demi keberlangsungan acara. Perempuan yang akrab disapa Bu Tati ini tidak hanya menjadi salah satu dewan juri namun juga penasehat dan motivator bagi kami.

Dokter Yang Juga Crafter Nama Lengkapnya Dr. Hertati Latief Natasuminta MSc, namun kawan-kawan di komunitas aksesoris lebih sering menyapa beliau dengan panggilan Bu Tati. Harus pake “Bu” sebagai bentuk tanda sayang dan rasa hormat kepada Bu Tati, yang tidak hanya senior secara usia, namun juga sudah terjun di dunia aksesoris sejak lama.

Saya pertama kali mengenal Bu Tati melalui karya-karya indahnya, di sekitar tahun 2008 melalui komunitas craft Manik-Manik Cantik. Ketika itu saya baru mulai memasarkan produk aksesoris saya secara online di multiply, sementara Bu Tati banyak memajang karya-karyanya di www.beadsndesign.blogspot.com   Sosoknya yang ramah dan hangat selalu bisa mencairkan suasana, menggantikan yang sebelumnya terlihat sebagai batasan menjadi persahabatan.

Dari ngobrol-ngobrol singkat, saling meninggalkan komen secara online, mengunjungi wall di dunia maya, akhirnya saya mengetahui bahwa dalam kesehariannya beliau adalah seorang Dokter. Bu Tati memulai kariernya sebagai Dokter di tahun 1977, saat itu beliau bekerja sebagai Dokter untuk Puskesmas di Daerah Jatinegara. Beberapa tahun bekerja di daerah ini, menjadikan Bu Tati punya banyak kesempatan untuk berkunjung ke Pusat Batu Akik dan Manik-Manik di Jakarta, yakni Pasar Rawa Bening di depan stasiun Jatinegara. Inilah awal mula Bu Tati mengenal lebih dekat batu-batuan. Awalnya membeli untuk koleksi hingga akhirnya mulai tertarik untuk mengolah bahan batu ini menjadi perhiasan yang dibuat secara handmade.

salah satu sudut di rumah Bu Tati, tempatnya menyimpan berbagai koleksi manik-manik batuan alam

Aksesoris yang awalnya dibuat untuk menyalurkan hobi, lama kelamaan mulai diminati oleh orang-orang dekat yang mengenal beliau, inilah awal mula yang menjadikan Bu Tati memutuskan untuk terjun secara serius mengerjakan aksesoris di sela-sela waktu senggangnya. “Karena saya menyukai batu-batuan ini, jadi selalu ada rasa kangen untuk terus membuat perhiasan”  Jadilah beliau sosok dokter yang juga crafter.

#gallery-1 { margin: auto; } #gallery-1 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 33%; } #gallery-1 img { border: 2px solid #cfcfcf; } #gallery-1 .gallery-caption { margin-left: 0; } /* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */

Beberapa aksesoris karya Bu Tati, sangat khas dengan penggunaan bahan baku berkualitas manik-manik batu berbentuk daun yang diimport khusus dari berbagai belahan dunia.

Memasarkan Aksesoris Melalui Pameran

Tidak hanya memajang karyanya secara online, Bu Tati juga aktif mengikuti berbagai Pameran Perhiasan. Menurut beliau, pameran merupakan ajang yang memberikan kesempatan bagi kita untuk bisa secara langsung mempresentasikan karya yang kita buat. Di event-event seperti inilah Bu Tati banyak berdiskusi dengan customernya. menanyakan apa yang mereka suka, mencari tau apa yang menurut mereka harus lebih ditingkatkan

“Walaupun kritikan itu pahit, namun sebenarnya ada banyak manfaat saat kita mendengarkan masukan orang. Yah kurang lebih seperti obat, pahit di awal tapi bikin badan jadi jauh lebih sehat” 

Bu Tati dalam beberapa Pameran yang diikutinya

Sejak tahun 2005, Bu Tati selalu aktif berpartisipasi dalam pameran Inacraft, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang dilangsungkan setiap tahun di Jakarta. Tidak hanya itu, bersama komunitas pengrajin perhiasan Bu Tati juga mengikuti beberapa Pameran di Manca Negara seperti : China dan Tokyo. Pengalamannya mengikuti berbagai pameran, dari tahun ke tahun ini menjadikan Bu Tati sering melihat karya-karya perhiasan handmade dari berbagai crafter.

“Yang membanggakan sekarang semakin banyak designer2 muda bermunculan, banyak diantaranya memiliki karya yang sangat bagus dan cantik, yang tidak kalah dengan designer perhiasan di luar negri”

Menurut beliau industri perhiasan handmade menjadi salah satu primadona di kancah pameran internasional yang mewakili bangsa Indonesia, terutama yang terlihat sangat pesat kemajuannya adalah industri perhiasan kawat. Whuaaa jadi bangga yh sama teman-teman pengrajin perhiasan di Indonesia, dan jadi semangat jugaa untuk bisa ikut pameran berskala interrnasional suatu hari nanti.

Saya bersama Bu Tati dan teman-teman di ajang inacraft 2015

FOKUS MENJADIKAN BISNIS BERTAHAN TERUS

Setelah melewati lebih dari satu dasawarsa, diakui oleh pemilik Brand Beadsndesign Craft bahwa perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah.  Beliau juga menyaksikan sendiri bagaimana kawan-kawan seperjuangan jatuh bangun dalam “mengelola” perhiasan kawat ini, menurut beliau yang menjadi penyebabnya banyak,  salah satunya adalah kurangnya kemampuan menjual pada diri crafter.

“Banyak teman designer aksesoris yang merasa membuat perhiasan jauh lebih mudah, dari pada menjualnya dengan harga yang pantas”

Tidak hanya itu, keterbatasan jenis bahan baku juga sering mempengaruhi kreativitas, seringkali bahan baku yang didapat tidak sesuai dengan kemauan kita. Untuk menjaga keunikan dari karyanya Bu Tati tidak hanya rajin membuat perhiasan, namun juga mengoleksi berbagai manik-manaik yang cantik saat traveling ke beberapa kota di dalam  dan luar negeri.

“Kejelian memilih bahan baku  juga akan mennjadi keunggulan dari karya yang kita buat”

Hal lain yang menjadi pemikiran beliau, adalah fenomena yang bermunculan belakangan ini, yaitu: “Banyak yg terlihat hanya mengerjakan kegiatan membuat perhiasan sebagai pengisi waktu luang saat sedang senang… tidak menjadikan ini sebagai rutinitas atau tumpuan hidup yang harus dilakukan secara terus menerus dengan serius”

Dalam perbincangan kami, Bu Tati berpendapat sebagai perempuan, berkarier di sebuah pekerjaan juga ibu, istri, dan mungkin juga (eyang putri… hehehe) sangat wajar bila kita memiliki berbagai kesibukan selain menjalankan bisnis aksesoris, namun menurut beliau : “Perlu keseriusan dan keyakinan yang besar dari designer, bahwa karya yang dibuat adalah suatu “pemberian” yg tidak akan hilang. Karena selama kita berkehendak menjadikan kegiatan ini tumbuh, saya yakin pembuat perhiasan (homemade) tetap akan maju dan berkembang….apapun masalah dan kendala yang dihadapi”

 

TERUS BERKREASI SETIAP HARI

Walaupun terlihat muda dan selalu bersemangat… tahun ini Bu Tati akan berusia 68 tahun.  Sebuah angka yang sudah menandakan banyaknya pengalaman hidup yang dilalui. Namun usia tak menjadikannya berhenti berkarya, untuk mempersiapkan ajang inacraft 2017 yang akan dilangsungkan akhir bulan depan. beliau rutin berkreasi memperbanyak stok perhiasan untuk dipamerkan.

beadsndesign akan berada di Hall A no 13, jangan lupa mampir ya saat nanti datang inacraft

Tidak hanya itu, sejak dulu hingga sekarang Bu Tati juga aktif berbagi ilmu dalam berbagai pelatihan dan workshop kerajinan tangan. Beliau membagikan ilmu yang dimilikinya tidak terbatas pada teknik pembuatan perhiasan saja, namun juga jahit menjahit tas (baik dengan bahan baku kain katun maupun kulit).

salah satu brosur iklan pelatihan yang mengundang beliau sebagai pengajar

Selain itu Bu Tati juga aktif melakukan kegiatan promosi beadsndesign craft, karena untuk menjalankan bisnis ini kita tidak bisa hanya fokus membuat saja, tapi juga harus rajin mengiklankan diri dan memperkenalkan produk kita ke masyarakat… caranya dengan menggunakan hasil karya kita saat bertemu kawan-kawan, atau aktif bersosialisasi dengan komunitas baik secara online maupun ofline. Beberapa wkatu yang lalu, Bu Tati juga secara khusus diwawancara oleh sebuah stasiun TV, untuk berbagi kisahnya menjalankan bisnis perhiasan.

Bu Tati saat diinterview oleh salah satu stasiun TV

Sebagai tanda sayangnya untuk kita semua, beliau menitipkan pesan “Today isn’t just another day, today you’ll create something beautiful”

Tiap hari harus dilalaui dengan sebuah keyakinan diri bahwa kita akan membuat sesuatu yang indah. Tidak terbatas pada karya handmade saja ya… tapi membuat hal yang indah secara lebih luas lagi… sikap optimis ini akanmembuat kita selalu semangat setiap hari, untuk menantikan kesempatan menciptakan keindahan itu. HUaaaaaaaa dalem banget yaa…..

Terimakasih banyak Bu Tati, untuk waktu dan kesempatannya berbagi bersama sahabat koleksikikie (kie)

Bagikan tutorial melalui

Mar 15

Koleksikikie for HardRock FM Local Heroes Surabaya

Koleksikikie di HardRock FM Radio Hari Kamis 9 Maret 2016 kemarin, saya mendapatkan kesempatan untuk datang ke HardRock FM Surabaya, sebuah radio nasional yang mengedepankan informasi dan gaya hidup terkini untuk kelompok muda. Sesampainya di Gedung Graha Pena lantai 12, saya disambut oleh Donna Produser Acara GMHR. Good Morning HardRockers adalah tayangan premium pagi di Radio Hardrock FM Surabaya.  Trus dikasih beberapa list pertanyaan untuk persiapan on air di segmen talkshow bersama 2 Host-nya Agustian Pratama dan Indra Pramujito.

Koleksikikie for Local Heroes Surabaya Yang surpraiiiiiis, mengharukan sekaligus juga membanggakan bagi kami keluarga besar koleksikikie, undangan yang kami terima ini terkait dengan terpilihnya saya bersama Tim Koleksikikie sebagai salah satu Nominator dalam event Local Heroes Surabaya di kategori Entrepreneur. Huaaa… tentu saja rasanya seneng, kaget, terharu grogi campur jadi satu. . .

Bersama Indra dan Agustian Pratama di ruang siaran HRFM Surabaya

Event Local Heroes sendiri merupakan sebuah bentuk apresiasi, yang diberikan oleh HardRock FM kepada beberapa entrepreneur muda Surabaya yg dinilai telah memberikan kontribusi positif kepada kelompok masyarakat. Nantinya akan ada beberapa nominator lain juga yg akan diwawancara di acara GMHR selama bulan Maret ini. Setelah semua nominator berkesempatan untuk tampil diwawancara, Hardrockers bisa memilih satu yg menjadi favoritnya melalui Voting via sms/whatsapp dengan format :

HRFM(spasi)NAMA(spasi)UMUR(spasi)Riski Hapsari HRFM Kaylila 7thn Riski Hapsari

lalu kirimkan ke nomer  08123020897

Terimakasih Sahabat Koleksikikie Dalam acara ngobrol santai di sesi talkshow GMHR, Indra sempet nanya gimana caranya berrtahan di bisnis ini selama 10 tahun? Saya kira jawaban yang paling tepat ya karena sahabat-sahabat koleksikikie ya….

Selama 10 tahun ini sahabat koleksikikie terus bertumbuh, bukan hanya secara jumlah, tapi juga kualitas diri. Awalnya di tahun 2007 Koleksikikie adalah sebuah toko penyedia berbagai aksesoris wanita. Lalu ketika pelanggan yang dulunya hanya beli aksesoris koleksikikie untuk dipakai sendiri bertumbuh menjadi resseler yang membeli dalam jumlah banyak untuk diperdagangkan lagi, saya pun bertumbuh menjadi produsen aksesoris handmade dalam skala yang lebih besar.

Saat Resseler ini banyak mendapatkan masukan dari pelanggan mereka, saya bantu untuk mempelajari teknik dasar agar bisa memberikan respond lebih cepat saat ada yang ingin minta dibuatkan kalung dengan tali yang lebih panjang atau gelang dengan lingkaran yang lebih kecil. Proses transfer ilmu dasar membuat aksesoris ini menjadikan resseler bertumbuh menjadi pembuat aksesoris, sementara saya sendiri juga bergerak dengan skill tambahan sebagai pengajar aksesoris.

Saat mereka yang sudah belajar mulai memproduksi aksesoris dengan modal terbatas, saya bantu untuk menyediakan bahan-bahan pembuatan aksesoris dengan kuantiti yang lebih sedikit, sehingga kalo punya modal 200ribu bisa dapet batu aneka warna dan beberapa manik-manik lain yang bisa dirangkai menjadi aksesoris untuk dijual kembali. Di tahapan ini saya yang awalnya hanya penjual dan pengajar aksesoris, bertumbuh lagi menjadi suplier bahan baku pembuatan aksesoris….

Demikian terus menerus siklus ini bergerak, dan akhirnya membentuk kelompok-kelompok Ibu-ibu dengan bisnis aksesoris rumahan.

beberapa Ibu yang semangat mengikuti pelatihan craft accesories oleh Koleksikikie

10 Tahun Koleksikikie Gak terasa juga ya, tahun ini akan menjadi tahun ke 10 Koleksikikie. Kadang masih suka gak percaya juga sih bahwa bisnis rumahan yang awalnya saya jalankan karena hobi ini, bisa terus bertumbuh hingga tahun kesekian… padahal dulu, Ayah saya sendiri pun sempat meragukan bisnis (yang kaya main-main) ini bisa bertahan 3 bulan… hihihihihi…

Kalo diinget awalnya dulu, modal yang saya gunakan untuk memulai usaha ini bisa dibilang sangat pas-pasan. Saat ini-pun koleksikikie banyak mengandalkan hubungan baik dengan para suplier. Banyak diantara mereka yang mempercayakan barang-barangnya untuk saya online-kan melalui website koleksikikie.

Dulu pas mulai ya harta kekayaan cuma ada di satu meja belajar kecil di pojokan kamar gitu lho hehehee… sekarang Alhamdulillah dari pintu kamar tamu depan sampe ke dapur belakang isinya manik2 dan segala kelengkapannya.

Pas pertama online juga koleksikikie masih mengandalkan website gratisan dari multiply, dengan feature yang sangat sederhana dan foto dari kamera handphone. Sekarang setelah semakin banyak tim yang bekerjasama membantu proses perdagangan di koleksikikie, website koleksikikie.com hadir dengan feature toko online, blog, kumpulan foto dan artikel cara pembuatan yang diharapkan bisa membantu pembaca website koleksikikie, untuk bisa mengenal dan mendapatkan informasi di seputar pembuatan aksesoris handmade.

Cita-cita terbesar saat ini, semoga ke depan saya bisa mengajak lebih banyak perempuan untuk membuat craft, dan mulai membisniskan hasil karyanya secara online dari rumah masing-masing, dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok produksi yang fokus membuat jenis aksesoris tertentu, akan semakin besar kemampuan kita untuk bisa melangkah ke tahap yang lebih besar lagi, seperti misalnya mengekspor hasil kerajinan handmade kita ke mancanegara. Ayoooo kitaa bisa sahabattttt……

Foto bareng Mbak Gadis Imaniar, salah satu perempuan inspirasional di HardRock FM Surabaya

 

VOTE Koleksikikie yaaa.. Pesan Sponsor artikel ini tentu saja tak lain dan tak bukan adalah ajakan untuk memilih Koleksikikie sebagai Local Heroes Favorit hardrockers Pilih kitaaa ya sahabat…..

HRFM(spasi)NAMA(spasi)UMUR(spasi)Riski Hapsari HRFM Kaylila 7thn Riski Hapsari

lalu kirimkan ke nomer  08123020897

Dukungan kamu akan menjadi penyemangat bagi Koleksikikie dan tim, untuk selalu semangat, gak mudah menyerah dalam perjuangan ini, dan bisa menjadi lebih baik lagi. Amiiien

Bagikan tutorial melalui

Jan 25

Rama Budisetyo, Berbisnis dengan Passion

Bisnis kecantikan dan perawatan kulit identik dengan para perempuan, namun hal ini tidak menyurutkan Rama Budisetyo untuk menekuni bisnis ini. Meskipun Pria yang lahir di tanggal 24 Februari 35 tahun silam ini tidak memiliki pendidikan akademis di bidang kecantikan dan kesehatan kulit, namun dengan jalinan relasi dan semangat untuk mempelajari hal yang baru dia nekad mendirikan menjadi founder dari sebuah Klinik Perawatan Kecantikan, yang kini telah memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia. Rama Budisetyo adalah founder dari SLVR International Clinic. “Yang penting kita passion disana, kalau gak ngerti ya belajar dari yang ahli, kalau nemu masalah ya dicari solusinya. Marketing is a habbit, manfaatkan jaringan pertemanan untuk memperluas jaringan bisnis yang jadi passion kita” Sosok Rama seakan membuktikan bahwa dengan kemauan dan niat yang kuat, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

 

SLVR International Clinic merupakan jejaring klinik dan pusat perawatan kecantikan, yang menggabungkan konsep high fashion dengan keindahan. Layanan yang diberikan di klinik ini meliputi produk perawatan unggulan, jasa konsultasi serta tindakan medis maupun non medis, yang langsung di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman di bidangnya. Kalau saat pertama kali memulai dulu Rama hanya memiliki satu cabang di wilayah  Tebet Jakarta. Kini SLVR International Clinic sudah memiliki beberapa cabang di KOta Bandung, Surabaya, Bogor, Sukabumi dan Balikpapan. Sebuah pencapaian yang luar biasa di usianya yang relatif muda.

Sosok Rama dikenal selalu optimis diantara kawan dan rekan bisnisnya. Saya sendiri melihat Rama sebagai pribadi yang ulet dan sigap sejak masih remaja. Tahun 1999 Rama muda terpilih sebagai Cak Surabaya. Prestasinya inilah yang kemudian membuka banyak peluang untuk mengembangkan diri dan kepribadian. Selama tergabung dalam Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, sosok Rama dikenal aktif dan mudah bergaul. Tidak hanya terlibat dalam berbagai kegiatan dan aksi sosial, di masa itu Rama juga sigap membaca peluang bisnis, jasa pager ayu-pager bagus. “Awalnya sih gak sengaja, karena ada orang yang mau menikahkan anaknya tapi gak punya kenalan untuk dijadikan tim pager ayu- pager bagus (penerima tamu dalam resepsi pernikahan jawa) jadi ya udah kerahkan aja teman-teman di paguyuban yang butuh tambahan uang saku, berdiri 4 jam di kawinan, dapet makan, pulang dikasih sangu” Dan saya dulu salah satu yang rajin ikutan hihihi….

Kejeliannya dalam membaca peluang usaha inilah yang membuat Rama semakin berkembang, awalnya mengkoordinir teman-teman sebagai tim penerima tamu. Kemudian Rama dipercaya mengelola acara sebagai event organizer. Awalnya punya temen-temen yang pinter, cantik dan berbakat di dunia fashion lalu berkat kejeliannya, mereka diarahkan menjadi model profesional untuk membawakan brand ataupun label pakaian dalam fashion show. Jiwa bisnis tampaknya sudah tertanam pada dirinya sedari kecil, kedua orang tuanya yang juga menekuni dunia bisnis menjadi guru pertama bagi Rama yang telah memberinya bayangan bahwa bekerja bukan hanya dilakukan di jam 09-05 saja, tapi terus menerus di setiap saat. “Bukan berarti gak istirahat dan jadi gak bisa fun sama teman-teman yaa… tapi sambil fun pun, lagi holiday di luar negeri pun, tidak berarti kerjaan dilupakan. Lagi di pesawat ajak kenalan orang disampingnya, cerita2 bisnis kita sapa tau dia mau ngasih investasi… lagi liburan tetep update informasi kantor, posting promo2 terkait kerjaan di akun sosial media. Sebaiknya sih biar gak stres, kerjakan pekerjaan yang kita sukai yang sesuai sama jiwa kita” 

Prinsipnya yang demikian itulah yang tampaknya membuat Rama berhasil mencapai percepatan karier yang luar biasa. Tidak hanya melalui SLVR Clinic, Rama juga menjadi PR manager untuk beberapa Villa mewah di Bali. Kini Rama juga mengembangkan lini baru SLVR Fashion, butik yang menyediakan produk-produk high fashion seperti busana, accesories, juga tas buatan anak negeri dengan kualitas eksport.

Cita-citanya, bisa membawa dan memperkenalkan produk Indonesia ke mancanegara, agar talenta berbakat di Indonesia ini bisa dikenal secara Internasional. Sebagai salah satu tim juri dalam Lomba Desain Aksesoris Daur Ulang Koleksikikie 2016 ini, Rama juga menyampaikan harapannya kepada para desainer aksesoris untuk lebih percaya diri.  “Jika brand luar negri bisa mematok harga selangit untuk produk sekualitas karya anak negeri , tentunya kader2 sekarang juga bisa melakukan hal yang sama dengan kejelian dalam memilih bahan baku, menciptakan desain yang bernilai seni dan kemampuan memasarkan produk yang bagus. Rama optimis, kesungguhan, pengalaman serta jam terbang akan membawa para desainer ini ke arah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Jadi kalau sekarang ada diantara pembaca koleksikikie yang bingung ingin jadi apa, apakah berkarier di jalur yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, ataukah memilih yang kita sukai. Rama dengan yakin menyarankan untuk memilih yang sesuai dengan hati kita. Mungkin buat beberapa orang keputusan kita itu akan terbaca sebagai sesuatu yang nekat, tapi kecintaan kita pada hal yang kita lakukan akan menjadi semangat di saat menghadapi hal-hal yang sulit, dan memotivasi kita untuk bangkit lagi. “Never give up! enjoy, have fun. do whatever you want..” Pesannya mengakhiri perjumpaan kami.

Thankyou Rama, sukses untuk bisnisnya Rama Budisetyo Instagram : @ramabudisetyo Facebook : Rama Budisetyo

Bagikan tutorial melalui