Archive for the ‘Sekolah Bisnis Online’ Category

Oct 21

Koleksikikie Di Bincang Pagi Colors Radio

Koleksikikie di Colors Radio Hari Jum’at kemarin, saya mendapatkan kehormatan untuk ngobrol seru dengan Colors People di Program #6T9MorningVibes. 6T9 Morning Vibes ini merupakan Program Premium Pagi di 87.7 FM Colors Radio, yang ditujukan untuk menemani kegiatan pagi para pendengarnya. Tidak hanya menyajikan musik yang easy listening, Ryan Aryanto dan Satria Daniswara selalu up to date mengangkat topik menarik yang bisa menjadi inspirasi para pendengarnya dengan mengundang berbagai tamu, yang memiliki keragaman profesi, hobi, juga keahlian khusus lain. Dan Riski Hapsari selaku pemilik Koleksikikie, berkesempatan untuk tampil di acara ini pada Jum’at 20 Oktober kemarin.

 

Berbisnis Bros Karena Suka “Mbak Kikie, cerita donk kenapa memilih bros sebagai aksesoris utama saat memulai bisnis Koleksikikie untuk pertama kali?” “Karena Suka”

Hihihihi… iya yah, saya jadi baru sadar. Kalau lagi interview on air, kalimat yang keluar ya yang pertama kali dipikirin. Dan ternyata alasan memilih bros karena suka aja. Salah satu Netizen di Colors Radio sempat juga menanyakan pertanyaan bernada serupa melalui halaman chat di sosial media ColorsRadio 

Tentu saja memilih bisnis dari trend yang sedang berlaku, dan dirasa digemari oleh banyak orang bukanlah sesuatu yang salah ya. Tapi saya merasa saat saya menyukai apa yang saya lakukan, maka saya memiliki kektuatan lebih untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan bisnis yang datang. Dan ini jelas modal yang sangat penting untuk mempertahankan bisnis kita.

Bertahan Berbisnis Hingga Tahunan Tahun ini adalah tahun ke 10 Koleksikikie berkiprah untuk Negeri. Kalau diinget-inget lagi ya memang banyak cerita yang menyertai perjuangan panjang ini. Dalam salah satu komen di Sosial Media, salah seorang Netizen bertanya bagaimana tips untuk bertahan dengan modal minim. Jujur saja saya agak lama menjawab pertanyaan ini, sampai akhirnya nemu satu alasan utama bisa bertahan. Mungkin ya karena kepepet ya… wkwkwk..

Ketika saya tidak melihat ada solusi lain untuk bertahan hidup selain menjalankan bisnis Koleksikikie dengan sungguh-sungguh, ya akhirnya yang saya tau hanya gimana caranya supaya bisa mempertahankan Koleksikikie demi kelangsungan hidup seluruh anggotanya. Dan kalau diingat-ingat lagi, hal ini juga di alami oleh sesama teman-teman saya yang juga pejuang bisnis rumahan. Ketika bisnis yang kita kelola masih berjalan beriringan dengan hal lain yang bisa menjadi alternatif pendapatan, terus terang rasa terdesak untuk memajukan usahanya akan berbeda dengan yang hanya mengerjakan usaha ini sebagai satu-satunya sumber mata pencarian.

Hihihi sebenernya ini kalimat agak sedih bin melas ya huahahaha… Tapi ya kadang memang kita harus ada di kondisi terdesak maju, untuk tau seberapa jauh kita bisa melangkah. Karena kadang kebanyakan pilihan cuma akan bikin kita kebanyakan pikiran #eeaa

ngobrol seru di Max One Hotel Tidar Surabaya

Berbagai Pertanyaan Netizen mewarnai Diskusi Pagi 6T9MorningVibes Berbagai pertanyaan seru disampaikan oleh para Netizen melalui akun sosial media. Beberapa ada yang baru ingin memulai bisnis, tapi ada juga yang pernah berbisnis namun tidak dilanjutkan lagi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sangat kreatif sekali bagaimana Mbak Dea selaku Produser dari Colors Radio menghidupkan suasana obrolan pagi, dengan terlebih dulu memancing Netizen untuk meninggalkan pesan dan pertanyaan di Sosial Media 87.7 Colors Radio

 

Terimakasih Colors Radio Akhirnya tidak terasa obrolan sudah berjalan hingga 30 menit. Di akhir acara saya sempat berfoto juga dengan Para Penyiar 6T9MOrning Vibes juga juga Mas Adie Iskandar, Tarot Reader yang juga hadir sebagai Bintang Tamu di acara itu serta Mbak Marsha PR Manager dari MaxOne Hotel Tidar Surabaya yang. Thankyou Sahabat Koleksikikie (kie)

Bagikan tutorial melalui

May 27

9 Alasan Jualan di INSTAGRAM Tak Kunjung Laku

KELAS BISNIS ONLINE “JUALAN DI INSTAGRAM” Sudah hampir satu bulan ini saya bersama 45 orang sahabat perempuan koleksikikie, tergabung di kelas bisnis online koleksikikie. 45 orang perempuan ini adalah para pemilik usaha rumahan yang mulai dikembangkan secara online, baik melalui sosial media maupun market place. Di kelas online gelombang kedua ini, saya memfokuskan materi kelas dengan materi tips promosi dan berjualan di instagram.

Wajib Posting Setiap Hari Di 3 minggu pertama, setiap peserta mendapatkan tema harian untuk di posting di akun instagramnya masing-masing. Tema ini meliputi bentuk foto, caption atau tulisan yang menjelaskan isi foto, serta tugas individu seperti membuat rencana dan menyusun target kerja. Walaupun terlihat mudah, namun dibutuhkan komitmen dan niat yang kuat untuk bisa bertahan di kelas ini. Dalam kurun kurang dari 1 bulan, ada dua orang teman yang dengan berat hati menyatakan tidak dapat mengikuti kelas sampai selesai.. Huhuhuhu sedihh yaaaa

Namun bagi yang bertahan, hasilnya pelan-pelan sudah mulai kelihatan lho. beberapa peserta mulai merasa bahwa kegiatan memposting dagangan, sudah bukan menjadi suatu hal yang menakutkan lagi. Kalau dulu suka bingung mau nulis apa di keterangan gambar, sekarang gak cuma keterangan saja, setiap foto sudah dilengkapi dengan promosi dagangan, serta hastag yang memungkinkan orang untuk melihat dan mengunjungi toko kita di instagram.

berikut ini beberapa cerita dari teman-teman yang sudah mengikuti kelas bisnis online koleksikikie ini.

TANTANGAN DI MINGGU KEDUA Yang seru, memasuki minggu kedua, setiap peserta mendapatkan tugas untuk berbelanja di akun instagram teman-teman peserta yang lain. Hal ini merupakan salah satu strategi untuk me-review kegiatan yang sudah dilakukan selama minggu-minggu sebelumnya. Review, atau melihat kembali pencapaian yang sudah dihasilkan setelah kita melakukan serangkaian usaha adalah hal yang sangat penting untuk melihat seberapa efektif kegiatan yang sudah kita lakukan. Hal ini juga akan menjadi masukan tersendiri bagi teman-teman yang merasa belum mendapatkan hasil yang maksimal dari kegiatan promosi yang dilakukan.

9 Alasan Jualan di Instagram Tidak Laku Dari acara saling belanja ini, maka didapat beberapa kesimpulan yang bisa menjadi catatan kita bersama kenapa kok ada beberapa produk yang secara kasat mata dilihat langsung keren banget, tapi saat di-online kan kurang menjual. ini dia beberapa di antaranya :

1. Produk yang Kurang Fokus Kadang karena punya banyak hobi, semua gambar dipajang di akun Instagram kita. Maksud hati supaya pelanggan merasa dekat, namun ketika tanpa perencanaan, cara ini justru dirasa malam membuat pelanggan kebingungan “sebenernya yang dijual apa sih”

Idealnya 9 foto pertama yang dilihat orang saat mengunjungi akun instagram kita, bisa menggambarkan apa yang menjadi produk unggulan di toko kita. sebaiknya di awal saat mulai membuat akun instagram tentukan tema utama, diikuti sub tema, dilanjutkan dengan tema kecil harian.

Misalnya : Tema Utama : Hobiku (untuk akun instagram pribadi) Sub Tema : Membaca, Membuat Aksesoris dan Semua tentang Fashion Tema Harian untuk Membaca : – posting salah satu buku favorit, dan alasan kenapa buku itu menjadi favorit – posting quotes dari salah satu buku yang kita suka – posting buku dengan background coffeeshop, isinya review tentang tempat minum kopi yang juga asik buat membaca buku Tema Harian untuk Membuat Aksesoris : – posting coretan desain aksesoris yang kita inginkan – posting gambar koleksi manik-manik yang kita punya – posting info DIY cara membuat aksesoris yang bermanfaat buat orang lain Tema Harian untuk Fashion – posting baju yang akan kita pakai, lengkap dengan paduan tas, sepatu dan aksesoris pelengkapnya – posting foto kita saat sedang mengenakan salah satu baju favorit – posting foto kita bersama teman-teman dalam satu acara ketemuan, ceritakan kepribadian teman dekat kita secara umum melalui gaya busana yang dipilih.

Dari contoh ini, walaupun materi yang diceritakan di akun instagram tersebut sangat bervariasi. Namun selalu fokus pada 3 hal yang menjadi subtema. Hari posting bisa disesuaikan dengan mood dan selera, namun harus selalu fokus pada tema besar.

2. Cara Pemesanan yang Membingungkan “Sebenernya saya sudah mau beli sih, cuma bingung mana aja ya pilihan barang yang dijual” Kerap kali saat memposting di akun sosmed, kita tidak merencanakan tampilan akun instagram kita secara keseluruhan. Misalkan : Hari Pertama : posting gambar kue di dalam toples Hari Kedua : posting cara membuat kue Hari Ketiga : posting tentang kue yang cocok untuk dijadikan camilan minum teh sampe postingan ke 12 belum ditemukan juga nama kuenya apa, kalo mau pesan harganya berapa, dalam satu toples isinya seberapa.

Secara psikologis, orang akan mentoleransi postingan hingga 3x. Jadi kalau ingin menceritakan tentang satu produk yang sama secara ber-urutan, hal ini hanya bisa kita lakukan sebanyak 3 kali. Namun yang perlu menjadi catatan kita yang menjalankan usaha perdagangan, jangan lupa untuk mencantumkan harga, cara pesan dan detail produk yang kita jual, di salah satu dari 3 postingan tersebut.

Akan lebih baik lagi kalau kita bisa membuat satu postingan khusus yang berisi tentang katalog barang dagangan kita. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi teman-teman yang memiliki poroduk dengan variasi sedikit dan mengejar penjualan dalam jumlah banyak. Misalnya dengan menggunakan aplikasi phonto di handphone android kita bisa menuliskan daftar harga kue yang kita jual.

3. Terlalu Banyak Varian Salah satu keunikan dari produk yang dibuat secara handmade adalah : produsen bisa membuatkan produk secara custom, sesuai keinginan pelanggan “Mau pake batu yang murah bisa, mau dibuatkan dnegan batu permata khusus yang harganya jutaan rupiah pun, kita siap membantu mewujudkan hal tersebut” Namun Waspadai, hal ini bisa menjadi keunggulan, namun bisa juga menjadi kesulitan tersendiri bagi kita, khususnya untuk mendeskripsikan barang yang kita jual. Bagaimana batasannya? Kalau untuk menjelaskan produk yang kita jual, pelanggan harus menjawab terlebih dahulu sejumlah pertanyaan yang kita ajukan, maka artinya kita masih belum mampu mendeskripsikan produk yang kita jual tersebut.

Sebaiknya untuk memudahkan, kita harus menetapkan pakem khusus untuk desain yang kita jual. Misalkan : Produk Bangle berbahan Wire Kode Desain : Bangle Wire Dahlia Durasi Pembuatan 5 Hari Kerja Ukuran Bangle : diameter 7 cm, tinggi/lebar 5 cm Manik-manik yang digunakan : kristal swarovski dan batu agate Kawat : Raku Maku Teknik Pembuatan : wiring, oksidasi dsb Harga : Rp 350.000 (bisa dicantumkan atau opsional saat pelanggan meminta pricelist) Maka saat ada pelanggan yang akan menawar atau meminta harga khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak, maka kita akan bernegosiasi menggunakan standard yang sudah ditetapkan pada spesifikasi tersebut. “Bisa mbak jadi 250.ooo tapi kawatnya saya ganti kawat tembaga biasa, kristalnya menggunakan kristal ceko, ukurannya tetep sama, dan pengerjaannya juga bisa kami selesaikan dalam 5 hari” Standard ini akan membantu proses percakapan dan negosiasi dengan pelanggan lebih efektif, memudahkan kita bernegosiasi dengan lebih banyak orang (karena staf admin kita sudah mengetahui standard harga setiap desain) dan juga menjaga kita dari jebakan menjual barang dengan harga yang berbeda pada pelanggan yang berbeda. Sebab ketika produk kita semakin dikenal banyak orang, bisa saja mereka kecewa ketika mengetahui barang sejenis didapatkan dnegan harga yang berbeda, namun kalau mereka sudah mengetahui standard spesifikasi produk kita, maka akan sangat membantu mereka untuk memahami kenapa setioap produk handmade tersebut memiliki harga yang berbeda.

4. Tidak ada Standard Kerja yang Jelas dari produsen “Mbak saya mau pesan bajunya ya” “Oke Mbak” lalu sampai 7 hari kemudian chat terakhir hanya bertuliskan Oke Saja hihihihihi…..

Ketika perdagangan yang kita lakukan bukan menjadi mata pencarian utama, biasanya kegiatan promosi dan melayani pembeli, masih menjadi prioritas kesekian setelah tugas-tugas mulia lainnya. Hal ini sebenarnya cukup bisa dimaklumi oleh para pelanggan perempuan kita yang umumnya bernasib sama. Namun agar mereka tidak merasa diombang-ambingkan dalam hubungan tanpa kejelasan (eeaaa….) selalu buat rencana kerja. Misal : Orderan yang masuk hari ini, harus dipastikan statusnya paling lambat keesokan harinya. yang dimaksud status barang meliputi : ketersediaan, ongkos kirim, cara pembayaran, bagaimana barang akan kita kirimkan.

Dari konfirmasi staus yang kita lakukan kita harus buat batasan, pelanggan akan kita toleransi paling lambat 3 hari Artinya paling lambat dalam 3 hari ke depan, pelanggan harus sudah mentransfer barang yang dipesan. Bila tidak, baranga kan kembali ditawarkan kepada pelanggan lainnya.

Setelah transfer dilakukan, kita juga harus membuat standard. Kapan proses pengiriman barang kita lakukan. Proses pengiriman barang ini akan meliputi : packing barang, mengirimkan ke jasa pengiriman barang, mengirim resi ke pelanggan. Ketika hal-hal ini sudah bisa kita jadwalkan, pelanggan akan merasa lebih aman dan percaya untuk melakukan transaksi di toko online kita. Nah kebanyakn dari kita maish menganggap perdagangan ini dilakukan dnegan pembeli offline yang kebanyakan teman-teman yang kita kenal, sehingga terkadang dalam proses pelayanan yang dilakukan juga terlalu santai dan tanpa aturan yang jelas.

penasaran sama yang 5 lainnya… tunggu sambungannya di cerita berikutnya ya sahabattt salam sayang dari kami di kelas bisnis online Koleksikikie

Bagikan tutorial melalui

Apr 26

100 Hari Belajar Marketing Instagram di Kelas Bisnis Online

KELAS BISNIS ONLINE UNTUK PEREMPUAN Kelas “⁠⁠⁠100 Hari Belajar Memasarkan Bisnis secara Online” adalah komunitas belajar online untuk perempuan dengan bisnis skala rumahan, yang diselenggarakan melalui forum Whatsaap Grup. Peserta yang tergabung akan bisa saling sharing dan bertukar informasi mengenai kegiatan bisnis onlinenya melalui forum chat ini.

Kelas ini akan semakin seru, karena serangkaian tugas-tugas harian akan diupdate secara berkala. Tugas ini meliputi berbagai kegiatan marketing, seperti : – Posting foto dengan tema tertentu, – Belajar langsung menulis caption yang menarik pada foto yang diposting – Membuat video interaktif dengan para customer untuk mempromosikan usahanya – Belajar memasang iklan online, – Memanfaatkan feature andalan pada akun instagram, – Melakukan kegiatan promo menarik untuk meningkatkan interaksi dengan customer, seperti lomba foto, program give away, spam like Rangkaian kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan penjualan yang dilakukan oleh para peserta selama proses berlangsung.

Kegiatan ini diselenggarakan khusus untuk perempuan dnegan harapan, bisa mengajak para perempuan pemilik usaha untuk bisa mengembangkan bisnisnya dengan cara yang mudah dan bisa dilakukan dari rumah, disela kesibukan menjalankan peran lainnya.

KELAS BISNIS ONLINE INI GRATIS Kelas ini bersifat gratis, tanpa dipungut biaya, dan akan dilakukan selama 100 hari mulai dari tanggal 1 MEI 2017. Selama satu minggu pertama, peserta yang akan diundang ke grup kelas bisnis online ini akan mempersiapkan akun instagramnya. Lalu Mulai Tanggal 8 Mei 2017, akan secara berkala mengerjakan tugas harian dan mingguan untuk meningkatkan bisnisnya. Dan Pada Tanggal 8 Agustus 2017, kelas bisnis online akan berakhir.

SYARAT Mengikuti kelas ini : – Perempuan Indonesia, memiliki bisnis. – Bisnis yang digeluti bisa meliputi bisnis jasa, kuliner, industri kreatif atau yang sifatnya memberi nilai tambah pada suatu produk – Memiliki Akun Instagram aktif yang digunakan untuk promosi bisnisnya – Secara Aktif menggunakan gadget (komputer dan hanphone) – Memiliki piranti untuk memotret dan membuat video (kamera ataupun handphone) Karena tugas yang diberikan akan menggunakan gadget tersebut, sehingga apabila peserta memiliki keterbatasan (tidak punya, diharapkan bisa meminjam dulu selama 100 hari) agar tidak menghambat proses belajar yanga kan dilalui di kelas online ini.

CARA PENDAFTARAN Untuk dapat terdaftar di kelas ini peserta diharapkan untuk dapat membuat video sederhana menggunakan handphone – upload video dengan durasi kurang lebih 1 menit di akun instagrammu – format video 16×9 (memanjang ya, jadi kamera tidak dalam posisi berdiri) – bisa gunakan kamera depan handphone, saat merekam – dalam durasi 1 menit, calon peserta diharapkan dapat menyebutkan : 1/ Nama Lengkap/Panggilan 2/ Bisnis yang digeluti saat ini (akan lebih baik bila bisa menunjukkan/memakai salah satu produknya di video nanti) 3/Sudah berapa lama menekuni bisnis tersebut 4/ Apa kendala yang dihadapi selama ini 5/ Harapan mengikuti kelas online ini

untuk lebih mudah, sebelum melakukan rekaman kita bisa membuat teks tertulis dulu seperti :

“Hai… Nama saya Riski Hapsari Saya pemilik akun instagram Koleksikikie, yang menjual berbagai produk aksesoris buatan tangan seperti bros, kalung, gelang dan cincin dari bahan manik-manik Saya sudah menekuni bisnis ini selama 10 tahun. Belakangan ini saya merasa penjualan saya kurang maksimal, banyak pelanggan merasa harga jual saya terlalu mahal, padahal biaya-biaya memang jadi lebih mahal belakangan ini. Saya berharap bisa masuk mengikuti kelas bisnis online koleksikikie, untuk bisa mendapatkan inspirasi dari sesama peserta kelas online dan belajar lebih banyak cara-cara memasarkan produk yang lebih efektif dan efisien”

Lalu POSTING di akun instagrammu dengan hastag #100HariBelajarBisnisOnline #kelasbisnisonlinekoleksikikie

Jangan lupa untuk mengirimkan juga videomu ke WHATSAPP 081.7510.8668 an Kikie dengan disertai Nama Lengkap dan asal kota 

Kenapa Harus Video? Walaupun terlihat sederhana dan banyak diantara kita yang kerap menggunakan feature video di handphone u merekam kegiatan yang kita temui sehari-hari. Proses merekam diri sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan keberanian, rasa percaya diri, kemauan dan semangat belajar untuk bisa menghasilkan video berdurasi 1 menit yang bisa menceritakan tentang diri kita dan bisnis kita. Hal ini merupakan salah satu seleksi awal yang dibutuhkan untuk bisa menemukan peserta yang benar2 memiliki kemauan besar untuk maju dan keberanian untuk mengubah bisnisnya menjadi lebih baik.

Disamping itu, bisnis online yang terus bergerak menuntut kita menjadi pribadi yang fleksibel dan mau belajar. 10 tahun lalu kemampuan menulis menjadi kunci suksesnya bisnis ditemukan mesin pencari data seperti google. Tapi hal itu tidak lagi berlaku di 5 tahun terakhir, kualitas foto yang baik dengan narasi yang mudah dipahami, justru lebih diminati dibanding tulisan yang panjang lebar. Kini mempersiapkan 5 tahun ke depan, gambar berupa foto akan semakin ketinggalan zaman. Hampir semua media sosial melengkapi dirinya dengan feature live streaming, video 1 menit yang memudahkan kita untuk berinteraksi secara langsung dengan customer yang terpisah jarak dan waktu dengan lokasi kita saat ini. Untuk itulah skill ini akan saangat dibutuhkan untuk bisa mempersiapkan tantangan ke depan.

Kalau Gak Punya Bisnis Boleh Gak Ikut Belajar Bagi teman-teman yang belum memiliki bisnis, saya sarankan untuk mengikuti materi yang dibagikan di kelas ini melalui Komunitas Perempuan Belajar Bisnis Online, sebuah Facebook Group untuk perempuan yang ingin mempelajari bisnis secara online, silahkan klik link berikut : https://www.facebook.com/groups/1225026127616984/

Secara berkala di grup ini kita akan saling sharing rekapan materi di whatsapp grup untuk dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi teman-teman yang akan memulai bisnis. Karena untuk bisa praktek melakukan postingan langsung pastinya akan menjadi hal yang sulit bagi mereka yang belum punya bisnis tertentu, oleh karena itu media facebook grup ini diharapkan bisa menjembatani hal tersebut.

Kalau saya gak jual aksesoris, tapi selama ini menjual jasa sebagai make up artist bisa gak ya bergabung di kelas bisnis online ini? BISA. Kelas ini tidak terbatas untuk temen-temen yang bikin aksesoris saja, boleh siapa saja asalkan memiliki bisnis untuk dipromosikan. Dengan aktif melakukan promosi kita akan memiliki peluang lebih besar untuk bertemu customer.

YUK KITA BELAJAR SAMA-SAMA DI KELAS BISNIS ONLINE ini Sahabat (kie) Bagikan tutorial melalui

 

Apr 05

Workshop Memasarkan Kerajinan Melalui Instagram (Jakarta dan Sekitarnya)

Koleksikikie di JAKARTA Haiiii sahabat koleksikikie yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, setelah lama absen bikin kelas di Jakarta. April ini kita kembali mengadakan workshop untuk sahabat kesayangan koleksikikie. Acaranya akan diadakan di Supermaket Bahan Craft terbesar di Jakarta “Charisma” tepatnya yang berlokasi di Thamrin City Lantai 2 Blok BT No→ Baca selengkapnya

Jan 18

5 Cara Mempertahankan Bisnis Online di Era Perubahan

Tadi pagi saya membaca tulisan yang dibuat oleh Bapak Pambudi Sunarsihanto, beliau adalah Direktur Human Capital Citibank Indonesia. Laki-laki yang dijuluki sebagai Guru Kepemimpinan para Bankers ini memang terkenal dengan tulisan dan pemikirannya yang inspiratif. Salah satunya yang menurut saya sangat menginspirasi adalah tulisan beliau yang berjudul “ARE YOU READY FOR THE FUTURE ???” Sebuah Tulisan yang membantu kita untuk mempersiapkan diri Mempertahankan Bisnis di era perubahan.

SIAPKAH KITA MENGHADAPI MASA DEPAN? Wah ini pertanyaan yang dalem banget ya, apalagi karena hampir semua dari kita mengetahui gak ada yang pasti didalam hidup ini. Perubahan menjadi sesuatu yang terus terjadi, sebagai konsekuensi dari sifat dasar manusia yang ingin terus menjadi lebih baik. Dan bagi sebagian orang, perubahan di masa depan menjadi sesuatu yang menakutkan. Bahkan ada pepatah yang bilang : “Membangun bisnis itu sulit, tapi mempertahankan bisnis jauh lebih sulit”

1. INOVASI SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI PERUBAHAN

Dalam artikel yang ditulis oleh Bapak Pambudi, dicontohkan tentang Garmin. Perusahaan yang awalnya memproduksi mesin GPS untuk dipasang di mobil biar gak kesasar ini, menjadi kehilangan pelanggannya ketika semua smartphone sudah melengkapi diri dengan fasilitas peta online. Fasilitas ini memudahkan setiap pengguna smartphone mencari jalan, menggantikan fungsi navigasi dari mesin-mesin yang diciptakan GARMIN sebelumnya. Trus apakah Garmin bankrut dengan adanya perubahan ini?

Diakui bahwa penjualan Garmin sempat menurun, tapi Alhamdulillahnya sih nasib GARMIN gak seperti Nokia (disaat orang tidak menggunakan telephone untuk komunikasi dengan voice (suara) lg, atau Blackberry pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi, atau Kodak saat foto tidak harus memakai film lagi. Karena ketika penggunanya tidak lagi membutuhkan GARMIN sebagai mesin navigasi pencari arah. Perusahaan ini dengan tanggap dan cermat segera mengganti fokus bisnisnya dengan berinovasi di produk fitness dan kesehatan.

GARMIN menciptakan jam tangan yang tidak hanya mampu memberi informasi tentang waktu, namun juga informasi mengenai navigasi arah sesuai keahliannya selama ini. Dan tidak hanya itu saja, jam tangan GARMIN segera menjadi favorit para olahragawan sebab mampu menyajikan berbagai informasi tambahan seperti : berapa kalori yang terbakar, jumlah langkah yang sudah kita lakukan, detak jantung kita sebelum dan selama olahraga. Dilengkapi dengan tampilan desain yang mewah, kaca anti gores serta mesin tahan air, jam ini menjadi aksesoris yang hits. Yah istilahnya kalo lari pake jam tangan Garmin, rasanya keren bangetttt cyin … Maka tak heran bila setelah inovasi yang dilakukannya ini, Angka penjualan GARMIN pun meroket kembali.

2. ADAPTASI, MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEMAJUAN ZAMAN

Waktu memulai Koleksikikie di 10 tahun lalu, cara jualan bros dari arisan ke arisan kayanya udah oke banget lho. Setelah internet semakin canggih, kebutuhan untuk memiliki bisnis online menjadi sesuatu yang mendesak. Sekarang bawa barang saat ada pertemuan sih masih teteuppp yaa… tapi kalo yang dicari gak ada, maka solusi berikutnya ya “Eh lihat aja warna barang lainnya di instagramku ini yaa, nanti bisa aku kirim pake gojek gelangnya”

Harus diakui bahwa kemajuan teknologi informasi dalam 10 tahun ini, mewajibkan saya untuk melengkapi diri dengan perangkat elektronik yang menunjang gaya perdagangan modern di masa sekarang. Ibaratnya ya, dulu punya telpon kabel di rumah udah cukuplah, yang penting kan bisa dihubungi sama tetangga. Sekarang biar jualan onlinenya lancar, kalo cari telfon lebih baik yang smartphone ya, yang gampang dibawa, yang ada internetnya, yang hemat baterenya, yang RAMnya banyak biar kalo browsing internet cepet. (yang panjang syarat-syaratnya huehehehehe…)

3. BELAJAR MENGEMBANGKAN BISNIS DAN DIRI SENDIRI Dan tentu saja proses adaptasi membutuhkan semangat belajar yang tinggi yaaa, sifat pantang menyerah juga keberanian untuk mengubah diri.

Karena benda-benda canggih, yang diciptakan untuk mempermudah hidup kita aja, harus dipelajari dulu supaya bisa digunakan secara optimal. Kalo yang make gak smart kaya smartphone nya,  biarpun punya handhone seri paling canggih ya cuma bisa buat  kirim-terima whatsapp aja, (hihihihi…. itu saya banget pas punya smartphone pertama kaliiiii) “Yah habis belum belajar caranya pake aplikasi kan ya, daripada salah trus kehapus data-data penting, mending gak usah aja” (Heuehehe…halesan)

Tapi coba perhatikan sifat polos anak-anak kita, yang begitu lihat gadget baru, apakah handphone, tablet atau gadget permainan. Mereka biasnaya langsung pijet pijet sembarang, eh tau-tau sudah bisa main game yang entahlah apa nama game-nya. Saat kelirupun mereka gak takut buat nyoba lagi. Sebab kalo gak dicoba ya memang gak akan pernah bisa juga sih ya… heueheuehe….

Dari sifat anak-anak ini saya akhirnya memberanikan diri untuk nyobain semua aplikasi yang ada di hape saya, update info teknologi tentang aplikasi baru, dan memilih yang paling cocok untuk kebutuhan yang saya perlukan. Jadi kalo misalnya sekarang ngerasa gaptek, itu bagus banget sahabat…. yang gak bagus itu sudah tau gaptek, gak ada rencana buat belajar biar gak gaptek #eeeaaaaa

4. MEMBUKA POLA PIKIR DIRI  Dulu bikin bros cakep dengan bahan berkualitas, menurut saya udah paling bener lah. Kalo bahannya bagus, kualitas bagus, pasti orang beli. Sekarang bersama pesatnya pertumbuhan bisnis online, produk cakep harus dilengkapi juga dengan foto yang cakep. Karena saat kita tidak bisa memvisualisasikan produk kita dengan baik kepada para pelanggan online kita, sangat sulit untuk meyakinkan mereka membeli produk yang kita jual.

Akhirnya kalo dulu, saya yang tukang bros merasa cuma harus fokus mengembangkan skill dan teknik membuat aksesoris. Sekarang hal itu menjadi tidak cukup lagi. Saya yang sekarang harus juga belajar tentang bagaimana membuat foto produk yang menarik. Kalau awalnya saya memilih kamera pocket yang lebih mudah cara pengoperasiannya, sebagai media membuat gambar. Setelah cukup memahami ilmu dasarnya, saya beralih ke kamera DSLR yang walaupun pengoprasiannya lebih rumit, bisa menghadirkan kualitas foto dan warna yang lebih mirip dengan aslinya. Dan walaupun sudah tau sedikit ilmu fotografi dasar setelah ganti kamera jadi harus belajar lagi juga sihh hihihihihi…..

5. MENJALIN HUBUNGAN DAN MEMPERLUAS RELASI Ketika bisnis online yang kita kelola semakin maju, biasanya akan semakin sedikit juga waktu luang yang kita punya untuk mengerjakan hal lainnya. Apalagi kalau skala usahanya masih rumahan ya, semua dikerjakan sendirian. yang bikin kita, yang upload kita juga, yang packing barang pas ada yang beli ya kita lagi, yang ngirim paket ke jasa pengiriman barang pun kita hihihihihi….

Walaupun fokus dengan bisnis itu penting, namun fokus juga bukan berarti kita mengabaikan faktor “manusia” yang terkait di dalam pengembangan bisnis ini. Sekali dua kali coba luangkan waktu untuk berkumpul dengan komunitas pengusaha di kota kita, ikut seminar atau kelas pengembangan diri, bergabung di asosiasi atau kelompok craft, atau datang ke bazar dan pameran tempat berkumpulnya teman-teman yang memiliki kesamaan minat.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk menjalin hubungan, yang akan membawa banyak dampak positif bagi bisnis dan diri kita pribadi. Diantaranya : – Kesempatan memperkenalkan diri untuk mewakili produk dan bisnis kita “Oh ini ya mbak Kikie yang punya koleksikikie, biasanya saya cuma baca status facebooknya aja mbak, dan gambar FBnya dagangan semua yaa …” #eeeaaaaa kok semacam curcol yaa… hihihihi – Kesempatan belajar dari rekan bisnis yang sudah lebih berpengalaman Kadang kita punya kendala dalam menjalankan usaha, tapi bingung mau sharing sama siapa. Dengan berjumpa teman yang punya bisnis sama, kita bisa saling cerita, saling menguatkan, saling berbagi solusi. Karena kita sama-sama pelaku usaha biasanya sifat saran yang diberikan juga saran yang mudah dipraktekkan – Menemukan Peluang untuk Percepatan Kemajuan Bisnis Kalau hubungan secara personal sudah terjalin, biasanya jauh lebih mudah yaa kalo ada urusan, habis udah kenal sih. Terjalinnya hubungan personal yang baik akan memudahkan kita mendapat peluang “Eh mbak bisa ngajar bikin bros ya, ngajar donk di kantorku mbak” Padahal yang bisa ngasih kelas membuat aksesoris banyak, tapi bukan rahasia juga kalau orang akan lebih memilih profil yang lebih pas dengan hatinya. Kalo kita sudah kenal akan jadi lebih mudah untuk sreg di hati, karena seperti pepatah bilang ” Tak Kenal maka Tak Sayang” ciyeehhh….

BERSIAP DIRI MENYAMBUT PERUBAHAN

Jadi hayuk sahabat, kita persiapkan diri menghadapi perubahan. Dalam artikelnya Pambudi Sunarsihanto menyampaikan bahwa hal yang menarik dan akan terus saya ingat, Bahwa di jaman sekarang ini bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses, bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan). Tapi yang paling sukses adalah mereka yang paling mampu bertahan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Dalam tulisannya “ARE YOU READY FOR THE FUTURE ???” Pambudi Sunarsihanto, juga menuliskan beberapa tips untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan, ini dia beberapa diantaranya :

1. CONTINUE TO PERFORM AT WHAT YOU DO !!! Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maxinum level. 2. READ, WATCH, OBSERVE, LEARN Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah. 3. UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING !!! Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi. Apa yang sedang berubah pada… – pola pikir manusia – perilaku konsumen – bisnis – regulasi – politik – trend demographic – trend urbanisasi – trend digital 4. LEARN SOMETHING NEW, INCREASE YOUR DIFFERENTIATORS !!! Anda sudah punya beberapa differentator yang mengantarkan anda ke karier anda sekarang. Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain. Semuanya akan menambah differentiator anda untuk menambah kesiapan anda di masa depan. 5. BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN !!! Terakhir … kita harus mengerti … we dont know what we dont know. Lets be humble and open mind. Mari kita belajar, dari siapa saja… – dari boss kita – dari customer kita – dari peer kita – dari supplier kita – dari anak buah kita – dari pegawai yang baru join di perusahaan kita Kadang kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat kita belajar dari sudut yang lain. Let’s be humble and keep an open mind. Selamat mencoba dan semoga kita lebih siap untuk masa depan.

STAY HUNGRY AND STAY FOOLISH

Tetap semangaaatttt Sahabat (kie) Bagikan tutorial melalui

Feb 15

Juaningtyas

 

Nama Saya Juaningtyas Farnadiasri, Saya adalah seorang guru swasta di Kota Probolinggo. Sudah 4 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha rajutan. Saya memberi Nama Usaha saya Joe’s Crochet yang artinya : rajutan juan (Hanya saja karena nama juan banyak digunakan akhirnya pake joe)

Awal mula menekuni kegiatan craft karena memang hobi sejak kecil. Awalnya dipakai sendiri namun lama kelamaan mulai saya tawarkan ke teman-teman dan kenalan. Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini untuk mengoptimalkan hobi menjadi bisnis, biar hidup lebih bahagia dan santai “my hobby is my business”

Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah : jangkauan pemasaran. Saat ini saya tinggal di desa yang cukup jauh dari keramaian tepatnya di Desa Tiris Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Pangsa pasar saya masih terbatas pada orang-orang sekitar. Rajutan saya rapi, harga jual nya juga dibawah rata-rata, tapi peminatnya masih jauh dari harapan saya. Ke depan Saya pengen punya label/merk resmi pada setiap produk saya, soalnya pernah ada orang pesen rajutan tapi ternyata dijual lagi pake label dia,saya merasa dirugikan tapi tidak bisa berbuat apa-apa.. Saya juga pengen bisa punya kemasan yang bagus pada produk saya, karena selama ini produk saya hanya dibungkus plastik polos saja tanpa ada tulisan apa-apa.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah bisa menjalani hidup ini dengan bahagia dan membahagiakan keluarga, membuat mereka bangga dengan usaha saya. Buat Saya, Koleksikikie adalah inspirasi untuk maju. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan punya blog pribadi (karena sdh diajari mbak kikie melalui kelas ini), bisa lebih banyak relasi, dagangan saya banyak yang beli (pastinya). Aaamiiiieeennn

salam hangat Juaningtyas

Bagikan tutorial melalui

Feb 15

Stevi Ferdiana – Pemilik Serena Bros

Saya mengenal Stevi sudah sejak lama, kami memulai usaha di tahun yang sama. Kalau saya memfokuskan diri pada bros-bros dengan bahan manik-manik, Stevi memiliki kekhususan pada karya-karya bros dari aneka perca kain dan pita.

Walaupun sama-sama menjalankan usaha kurang lebih 9 tahun, kami memasarkan aksesoris dengan cara yang berbeda. Awalnya Stevi lebih fokus menjual dengan cara konsinyasi/titip jual pada seorang teman yang dipercaya. Namun ternyata dalam perjalanannya, partner usaha yang dipercaya mankir dan Stevi kehilangan hampir sebagian besar modal yang dimiliki. Dalam kondisi yang sulit ini, akan ada banyak orang yang memutuskan berhenti, namun tidak demikian dengan Stevi. Dengan sisa modal yang dimiliki, Stevi kembali bangkit dan mencoba cara-cara baru dalam memasarkan aksesorisnya. ini dia kisah Stevi – Pemilik Serena Bros

 Nama saya Stevi Ferdiana, biasa dipanggil Stevi. Dulu, saya dikenal sebagai seorang gadis yang tomboy. Jangankan mengenakan aksesoris, merias wajah pun tidak. Dan ini, bertolak belakang dengan apa yang saya tekuni sekarang, yang sangat dekat dengan dunia wanita.

Sudah 9 tahun saya menggeluti kegiatan craft, yakni usaha kerajinan aksesoris, khususnya bros dengan bahan manik-manik, kain, batuan, dll. Awalnya saya sempat memberi nama usaha saya Jingga, membuat toko online, kartu nama dan email dengan nama tersebut. Namun saat googling di internet, ternyata ada banyak sekali ditemukan kata Jingga. Saat itu saya pun memutuskan untuk menggantinya dengan nama Serena Bros, yang artinya harapan untuk bisa memiliki prestasi cemerlang seperti petenis Serena William.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena saya suka hal-hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan. Ketika masih tinggal di surabaya dan ada pelatihan membuat bros manik-manik, saya putuskan untuk ikut. Setelah tau cara bikinnya, jadi keterusan suka dan akhirnya mengembangkan desain bros saya ke berbagai macam teknik. 

Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini adalah perasaan bahagia ketika melihat orang lain memakai hasil buatan saya. Apalagi jika orang itu bener-bener tidak saya kenal. Rasanya bahagiaaa banget ada yang menghargai apa yang saya buat sepenuh hati.

Namun berbisnis gak selamanya mudah dan menyenangkan. Seperti yang dialami oleh pengusaha lainnya, sayapun mengalami beberapa kesulitan sepanjang menekuni usaha ini.  Awalnya saya mengira hanya dgn nitip jual saja, usaha ini bisa berjalan lancar. Saya lupa, apa saja bisa terjadi dalam dunia bisnis. Orang yg dititipin jualan mangkir dari pembayaran, saya kehilangan sebagian besar modal usaha saya. Ketika itu usaha ini sempat saya mati suri, Sedih sih.. pake banget, Alhamdulillah ga pake lama. Dgn modal sisa bahan dan jaringan internet, saya mulai jualan online. Berusaha bangkit dgn modal yg ada. Namun itu pun tidak berjalan semulus yang saya harapkan, masih banyak kesulitan yang saya temui saat mulai menjual produk Serena Bros secara online. Saat ini kesulitan terbesar yang saya alami dalam menjalankan usaha adalah menciptakan keteraturan dalam bekerja. Usaha ini merupakan wirausaha, dimana saya menjadi pemilik sekaligus pekerja. Terkadang karena merasa ini usaha milik sendiri, tanpa sadar saya suka engaturnya semau sendiri. Padahal sekecil apapun suatu bisnis, tetap perlu sistem kerja yang terstruktur dan teratur agar bisa terus berkembang.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah ingin punya tempat usaha sendiri. Tempat untuk menjual handmade accesories sekaligus pakaian muslimah. Yang memudahkan perempuan muslimah menemukan gaya busana dan aksesoris yang pas dengan kepribadiannya. Semoga suatu saat cita-cita ini terwujud… Amiiiennn

Buat saya, Koleksikikie adalah teman sekaligus penyemangat. Jika dulu perlu ide atau ketemu kesulitan, cukup jalan-jalan ke blog Koleksikikie. Hihihii..  Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan konsisten mengikuti kelas bisnis ini. melaksanakan semua program yang ada, dan semoga menjadi kebaikan dan manfaat untuk saya dan bisnis saya.

Stevi Ferdiana – Malang

Bagikan tutorial melalui

Feb 15

Meuthia – Pemilik Kreasi Manikku

Saya selalu mengagumi pribadi Meuthia, yang sangat antusias dalam mencari Ilmu. Meuthia adalah siswa kelas privat di Koleksikikie yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke Surabaya, untuk belajar cara membuat bros. Tak jarang Meuthia juga mengirimkan pertanyaan melalui email, berkonsultasi tentang kesulitannya di dalam memulai usaha. Saat ini selain berbisnis aksesoris, Meuthia juga merupakan karyawan di biro advertising ternama di Jakarta. Namun kesibukannya tak menyurutkan dia untuk berbagi ilmu, tak jarang Meuthia dan Kreasi Manikku mengisi kegiatan ketrampilan untuk Panti Asuhan di sekitar Tangerang.

Tentang Meuthia, Pemilik Kreasi Manikku  Hai, aku Meuthia, bisa panggil aku Mutia, atau Meuthz. Aku seorang pekerja dan ibu dari 2 orang anak. Putra Naufal dan Putri Belva. Sehari-harinya aku mengerjakan pekerjaan kantor yang berhubungan dengan periklanan. Di rumah melakukan tugas seorang ibu.

Aku suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan prakarya. Sedari kecil sudah mengenal mesin jahit, gunting, jarum, benang. Bahkan merajut pun pernah aku tekuni. Sampai akhirnya setelah dewasa, keinginan berkreasi semakin besar. Maka aku mulai merangkai manik-manik menjadi perhiasan, berkutat dengan tang jepit, tang potong dan kawat-kawatan. Tidak hanya itu, aku juga menyukai kegiatan desain pakaian, mulai dari menggambar, memilih bahan sampai memproduksi. Kini aku menggabungkan keduanya, mengaplikasikan manik-manik menjadi perhiasan (bros, kalung, gelang) juga hiasan pada aneka ragam kebaya modern. Aku terus mengembangkan desain dengan cara belajar dari berbagai tutorial, mengikuti aneka workshop, (salah satunya koleksikikie yang rajin banget mengadakan workshop, sampai ke Surabaya aku samperin =D )

aku, saat datang ke surabaya pertama kali u merangkai manik-manik

Kurang lebih sudah 4 tahun terakhir ini, aku bercengkarama dengan dunia manik dan teman-temannya (kawat, tang) Bisnia ini kuberi nama : Kreasi Manikku. Karena hampir semua hasil karya “Aku” selalu menggunakan bahan baku “Manik-Manik”, contohnya : bros, kalung, gelang, untuk aplikasi kebaya pun juga selalu kugunakan manik-manik.

Awalnya ketertarikan dengan Manik-manik ini, karena kebutuhan aksesoris untuk jilbabku. Agar tampil menarik aku merasa perlu mencari aksesoris penunjang gaya hijabku. Ternyata, gak banyak pemain aksesoris penunjang style hijab yang membuat aku tertarik. Sampai akhirnya ketemulah dengan koleksikikie (pada waktu itu masih di multiply). Awalnya aku hanya mengikuti blog-nya, facebook-nya. Sampai suatu hari memutuskan ikut kelas private di Surabaya langsung, ( masih inget banget, May 2010. Aku berangkat dari Jakarta belajar 3 bros, dalam waktu 3-4 jam) Perkenalan yang akhirnya menjadi persahabatan itulah yang pada akhirnya memotivasi aku untuk berbisnis, terus belajar dan berkarya di dunia ini.

Namun ternyata urusan promosi produk Kreasi Manikku gak mudah untuk dilakukan.Dalam usaha memperkenalkan hasil produksiku, aku sering kesulitan mendeskripsikan produk. Tapi tak jarang juga, barang belum sempat di foto, dan dipajang langsung terjual *wink* . Padahal pengen banget bisa memperkenalkan produk dari Kreasi Manikku ke pasar yang lebih luas, karena selama ini jualannya masih sebatas informasi dari mulut ke mulut, atau dengan cara promo pakai sendiri, ada yang lihat, trus beli…. hehehehe

Buat aku, koleksikikie bukan sekedar tempat untuk mencari bahan mentah untuk aksesori ataupun aksesori handmade siap pakai. Tapi sebuah tempat buat aku belajar, sebagai inspirasi ide untuk produk aku. Banyak tips yang aku ambil dari sana, dari mulai pemilihan bahan mentah, cara merangkai produk, cara memasarkan produk. Ada sesuatu di koleksikikie ini, entah aku sendiri gak tau apa, yang membuatku pengen membuka koleksisikikie baik di website, sosmed-nya, rasanya selalu ada aja yang baru.

Yup, semoga dengan bergabungnya aku di Kelas Bisnis Kikie 1 bulan kedepan ini, membuat aku lebih pintar untuk memproduksi, sekaligus mempromosikan produk Kreasi Manikku. Semoga program ini bisa semakin memper-erat hubungan simbiosis mutualisma- kita #tsaaaaahhhh#biologibanget

Salam, Meuthia Mutia– Tangerang

Bagikan tutorial melalui

Feb 12

Maulina – Pemilik Kalyana

Diantara banyak wirausaha wanita yang saya jumpai, Maulina adalah sosok yang istimewa. Bila hampir sebagian orang menjalankan usaha dari rumah sebagai pilihan kedua, yang dilakukan karena ada keterbatasan tertentu dan keinginan bisa mengoptimalkan kemampuan/ketrampilan yang dimiliki. Bagi Lina, menjadi wiraswata adalah cita-cita. Sesuatu yang diimpikan sejak usia belia, dilatih sejak duduk di bangku sekolah dan akhirnya terus melekat menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Kini Maulina telah menjalankan sebuah perusahaan dengan puluhan karyawan dan telah mengharumkan Nama Indonesia, melalui produk tas kulit Kalyna. Produk craft berbahan baku kulit ini sudah dipamerkan dan di-eksport hingga ke beberapa negara di dunia. Ini dia kisah Maulina, pengusaha tas kulit dari Surabaya.

 

Nama Saya Maulina. Saya adalah seorang perempuan yang sejak kecil bercita cita menjadi wiraswasta wanita yang sukses. Sejak duduk di bangku SD saya sudah sangat suka berdagang, awalnya hanya menjual pita rambut hasil buatan sendiri. Meskipun tidak banyak, tapi rasanya sangat bahagia saat pita pita saya dibeli oleh teman teman sekolah. Lalu saat di SMP saya berdagang sandal jepit, yang selalu saya beli saat liburan sekolah dan jual kembali di hari masuk sekolah. Saat kuliah saya berjualan parfum selama beberapa tahun. Setelah lulus kuliah, tidak seperti kebanyakan orang, tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk berkerja di perusahaan A atau B. Yang ada dikepala saya hanya “Oke, sekarang saatnya saya memiliki banyak waktu untuk memulai bisnis saya.”

Setelah lulus saya mencoba membuka toko kecil dipusat perbelanjaan di Surabaya, saat itu saya berjualan parfume. Namun setelah setahun berbisnis, saya sukses gulung tikar dengan menutup toko dan memPHK pegawai saya. Bahasa bekennya “Bangkrut” haha.. Lalu dengan sedikit sisa uang yang saya miliki ketika itu, saya mencoba menjadi pedagang tas import cina. Tasnya saya beli melalui kenalan, lalu saya menjualnya kembali secara door to door dengan pembayaran sistem cicilan 6kali. Bisnis ini berjalan dari akhir tahun 2006 sampai akhir 2010.

Memasuki akhir 2010, saya mulai membangun Brand saya sendiri yang bernama Kalyana, dengan produk Tas kulit kombinasi kain batik sebagai produk unggulan. Tahun 2013 saya mencoba membuka rumah produksi kecil kecilan, yang bergerak dibidang pembuatan produk dengan bahan dasar kulit atau kulit sintetis. Tak terasa sudah 5 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha tas kulit wanita kombinasi batik. Saya sengaja memberi Nama Usaha saya dengan menggunakan bahasa Sangsekerta, KALYANA. Yang artinya adalah Beruntung dan Cantik.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena saya mengikuti seminar cinta produk Indonesia yang bertajuk Beli Indonesia, disaat itu muncul keinginan bahwa saya harus bisa mengenalkan produk Indonesia di manca Negara, saya ingin menunjukan bahwa produk Indonesia ini bagus dan cantik, sehingga tidak kalah jika dibandingkan dengan produk dari Negara lain. Motivasi yang membuat saya terus berbisnis ini karena saya ingin terus mengenalkan ke manca negara bahwa produk Lokal Indonesia tidak kalah saing, dan saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa memakai produk dalam negeri bukanlah sesuatu yang memalukan. Jika kita ingin menjadi negara maju, maka harus mencintai bangsa, budaya dan produk dalam negerinya sendiri. Dan saya ingin memberi manfaat kepada orang lain dan bangsa negara.

Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah mengenalkan usaha saya baik dalam negeri maupun luar negeri, sehingga saya harus menguasai bisnis Online karena dengan berbisnis Online, siapapun, dimanapun dan kapanpun bisa melihat bisnis saya.

Salah satu cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah menjadi bintang tamu diacara Oprah Winfrey dan bisa mengenalkan produk saya dan menceritakan visi misi saya.. Mungkin itu terkesan terlalu muluk muluk, tapi itu benar bahwa salah satu cita-cita saya adalah menjadi bintang tamu dalam acara Oprah Winfrey haha..

Buat Saya, Koleksikikie adalah salah satu jalan saya untuk mempelajari bagaimana cara berbisnis online yang tepat dan efektif dan bisa berkenalan dengan banyak para pengusaha wanita sukses di Indonesia. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan lebih menguasai Bisnis Online dan tentunya menjadi tahap awal dalam meraih cita cita saya dan bisa saling memberi ilmu pada seluruh teman di dalam Kelas Bisnis Kikie. Aamiin

Maulina – Surabaya

Bagikan tutorial melalui

Feb 12

Martha Krisna – Pemilik GaleriKriya by Martha Krisna

Martapura banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai kota penghasil intan berlian serta aneka batu mulia. Jauh sebelum trend batu akik, hampir semua orang yang datang ke kota ini selalu menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh aksesoris dari batu-batuan.  

Di Kota inilah Martha Krisna tinggal. Menyadari potensi Kota Martapura yang begitu besar, Martha pun mulai menekuni seni kerajinan membuat aksesoris dari kawat, dengan menggunakan bahan baku aneka batu yang banyak dijumpai di Martapura. Kini dia tak hanya berambisi menjadikan hobinya sebagai bisnis yang mendatangkan penghasilan, namun juga bisa memberi manfaat bagi warga sekitar. Bersama kawan-kawan perempuannya, Martha pun merintis berbagai kegiatan yang bisa bermanfaat bagi kelompok perempuan, khususnya yang masih mengalami ketertinggalan pendidikan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

 

Nama saya Martha Krisna. Saya adalah seorang seniman dan pengrajin perhiasan. Sudah 10 tahun saya menggeluti dunia craft, yakni usaha : kerajinan sulaman (yang saya tekuni dari tahun 2006 sampai 2011) dan kerajinan aksesori dan perhiasan (yang berjalan sejak tahun 2011 sampai sekarang).  Saya memberi nama Usaha saya GalleriaKriya by Martha Krisna, yang artinya : tempat memajang karya seni buatan Krisna, yaitu saya.

Awal mula menekuni kegiatan craft karena hobi dari kecil membuat berbagai aksesori dan bunga-bunga hiasan rumah. Kebetulan ibu saya juga memang seorang pedagang dan beliau sering memproduksi sendiri barang dagangannya berupa berbagai makanan kecil, Ibu lah yang menginspirasi saya untuk menjadikan hobi saya sebagai bisnis. Untuk memperluas jaringan saya juga melakukannya secara online. Hal yang memotivasi terus berbisnis ini adalah karena kecintaan saya pada 3 hal yaitu seni, perhiasan dan berjualan.  Kesulitan yang saya alami dalam menjalankan usaha ini adalah mendisiplinkan diri saya agar profesional dalam keuangan, juga bisa lebih baik dalam produksi dan promosi. Karena hal-hal ini beberapa kali menjadi hambatan  dalam usaha yang saya jalani selama ini.

Cita-cita terbesar dalam hidup saya adalah bisa menjadi seniman dengan karya-karya yang menginspirasi orang lain untuk mengikuti semangat dan kerja keras saya. Sekarang saya dan teman-teman sedang merintis komunitas ibu-ibu untuk diajarkan berbagai keahlian yang memudahkan pekerjaan dan kehidupan mereka. Dengan mengikuti kelas bisnis online ini saya berharap bisa lebih memperbaiki banyak kekurangan saya dalam berbisnis, menjadi lebih profesional dan kemudian membagikan ilmu yang saya dapat kepada teman-teman lain dan bersama-sama mengembangkan komunitas ibu-ibu mandiri dan bahagia.

Buat Saya, Koleksikikie adalah contoh suatu bisnis aksesori dan perhiasan yang bisa di garap dengan profesional, baik secara nyata ataupun lewat dunia maya. Saya berharap dalam satu bulan ke depan saya akan bisa menerapkan ilmu bisnis dari Koleksikikie dan menata bisnis saya agar lebih profesional serta membagikan ilmu dan pengalaman saya kepada teman-teman yang membutuhkan.Aamiin.

salam, Martha Krisna – Banjarbaru

Bagikan tutorial melalui