Archive for the ‘Review Bahan’ Category

Jun 26

Aneka Ragam Mutiara Imitasi

Mutiara Imitasi atau dikenal juga sebagai mutiara sintetis adalah mutiara yang dalam proses pembuatannya dilakukan oleh manusia, baik secara tradisional (menggunakan alat sederhana oleh home industry) maupun menggunakan peralatan canggih melalui pabrik-pabrik besar. Ragam jenisnya pun amat bermacam-macam, dibedakan dari : jenis inti mutiara, metode pelapisan yang digunakan, teknik pewarnaan, bahan baku utama pembuatan mutiara dan lain sebagainya.

 

Berbagai metode yang digunakan untuk membuat mutiara imitasi diantaranya adalah : 1. Memilih bahan sebagai inti mutiara, yang kemudian diproses dengan melapisinya menggunakan zat pearlescent untuk meniru warna alami dari nacre, atau ibu dari mutiara (bagian pada tiram yang biasanya berupa butiran dan hanya ada satu buah dalam satu tiram) 2. Menggunakan bahan baku dari alam (misal dari kulit kerang) yang kemudian dibentuk menggunakan alat hingga menyerupai butiran mother of pearl. Kalau proses pembentukan menggunakan bahan baku mother of pearl, dan bersifat merapikan, memotong, menghaluskan tonjolan maka ini masih dalam kategori mutiara asli yang di proses, atau di pasaran dikenal dengan istilah mutiara bohemian. 3. Memasukan butiran pasir/benda lain ke dalam tiram, untuk kemudian dibudidayakan. Hasil akhir dari mutiara jenis ini biasanya dikenal juga sebagai mutiara air tawar.

 

Di pasaran banyak sekali ragam dan jenis mutiara yang beredar, mutiara asli biasanya dijual per gram dengan kisaran harga yang cukup fantastis. Hal ini wajar, mengingat proses untuk menemukan mutiara jenis ini cukup sulit, kualitas terbaik biasanya ditemukan di Laut Selatan. Mutiara imitasi hadir dengan harga relatif terjangkau, di antaranya ada :

 

1. Mutiara Kerang/Shell Pearl Shell pearl merupakan mutiara imitasi, karena proses pembuatannya melibatkan peran manusia. Mutiara jenis ini berasal dari bahan baku berupa shell-shell besar dan tebal yang dipotong dan dibentuk menyerupai mutiara. Shell pearl dibuat dari cangkang/tiram yang mengandung nacre, yang kemudian dibentuk menyerupai butiran mutiara

Beberapa jenis shell pearl dibentuk dengan melapisi bahan yang dipilih sebagai inti mutiara, dengan lapisan yang berasal dari cangkang kerang mutiara yang dikelupas, kemudian dihaluskan, dibentuk dan di poles agar menjadi mutiara dengan bentuk, warna dan berat yang diinginkan. Keunggulan utama dari shell pearl ini, bentuk yang dihasilkan bisa seragam dan disesuaikan sehingga akan tampil cantik saat dirangkai menjadi untaian aksesoris. Selain itu warnanya pun beragam, dengan hasil yang cukup menyerupai mutiara air laut aseli.

2. Mutiara Kaca Mutiara kaca adalah istilah yang diberikan untuk mutiara sintetis yang menggunakan bahan baku berupa kristal/kaca. Biasanya mutiara jenis ini cukup berat dan dingin saat dipegang, proses pewarnaannya menggunakan metode dicelup atau disemprot dengan bahan pearlescent, yakni warna-warna yang menyerupai mutiara asli.

Biasanya harga mutiara jenis ini akan sangat tergantung dari ukuran, jenis lapisan pewarna, dan teknik/proses pewarnaann yang dilakukan. Semakin besar butiran mutiaranya, akan semakin mahal. Untuk menghasilkan mutiara sintetis berkualitas tinggi yang tidak mudah terkelupas catnnya, biasanya akan semakin banyak lapisan pewarna yang digunakan saat proses pengecatan. Warna yang dihasilkan pun snagat beragam.

 

 

Metode dan cara yang dilakukan saat pengecatan mutiara akan menghasilkan banyak model dan jenis mutiara sintetis,  misalnya seperti : mutiara kulit jeruk, mutiara polos, mutiara dua warna (dalam satu butir) mutiara, mutiara doff.

 

3. Mutiara Plastik Pada prinsipnya hampir sama dengan mutiara kaca, hanya saja inti yang digunakan berupa manik plastik. Sehingga perbedaan yang akan sangat terlihat adalah, mutiara dengan inti plastik ini cenderung lebih ringan, dan relatif lebih murah. Ciri lain yang terlihat jelas, mutiara dengan bahan plastik memiliki lubang manik yang besar.

 

Mutiara Swarovski Pabrik Kristal Swarovski di Austria, juga ikut mengeluarkan rangkaian seri produk mutiara sintetis yang dikenal dengan istilah mutiara kristal swarovski, yakni : mutiara imitasi yang dibuat dengan menggunakan kristal Swarovski sebagai inti dari manik-manik ini. 

Dengan menggunakan kristal sebagai inti, hasil akhir mutiara ini terlihat nyaris menyerupai mutiara air laut. Ukuran dan Beratnya dibuat menyerupai mutiara air laut, karena sedari awal kristal yang digunakan sebagai inti telah dipilih dengan seksama. Proses pembuatannya kurang lebih : setelah bola kristal dengan ukuran tepat dipilih, selanjutnya pada masing-masing bola kristal ini dilapisi dengan beberapa lapis ibu dari mutiara (yang sebelumnya dihancurkan terlebih dahulu agar dapat dijadikan formula pelapis) Dasar kristal di pusat manik adalah faktor utama yang menjadikan mutiara imitasi ini tampak berkilau, sehingga setelah proses pelapisan berlangsung mutiara Swarovski akan tampak lebih bercahaya dibandingkan dengan mutiara imitasi.

Mutiara swarovski saat ini memiliki 29 varian warna, termasuk hitam, coklat, krem, cokelat tua, krim naik, hijau tua, hijau muda, hijau bubuk, merah marun dan biru muda. Ada juga yang memiliki penampilan logam dan populer termasuk kuningan antik, emas terang, perunggu, emas dan tembaga yang masuk dalam kelompok warna Pearlized. Beberapa warna dengan nuansa ringan diantaranya rose powder, peach, putih, ungu muda dan almond. 

Beberapa mutiara imitasi memiliki kelemahan, diantaranya : lapisan warna mutiara menghilang/luntur saat kontak dengan parfum atau keringat atau cat pada mutiara imitasi biasanya juga mudah tergores dan mengelupas. Namun hal ini tidak terjadi pada Mutiara Swarovski, mutiara swarovski memiliki warna yang awet dan tidak rentan terhadap kerusakan dari keringat atau parfum. Permukaannya pun bisa dicuci dengan air bersih. Yang menurut saya paling menyenangkan, warna-warna yang dihasilkan oleh mutiara merk swarovski ini cenderung sudah baku sesuai katalog yang mereka keluarkan, sementara kalau kita beli di pasaran hampir tidak ada standard yang jelas warna pink akan seperti apa. Pink yang dibeli minggu ini bisa berbeda kadar ke”pink”an nya dengan yang dibeli pada minggu berikut dari toko yang sama. Sehingga cukup menyulitkan saat berkreasi membuat aksesoris yang membutuhkan padu padan warna.

Beberapa mutiara sintetis dapat dibeli di http://koleksikikie.com/toko pada album Mutiara (kikie)

sumber : wikipedia

Bagikan tutorial melalui

 

 

 

Apr 09

Mengenal istilah “Cabochon” dalam dunia manik-manik

Dalam dunia permanikan kita seriiing sekali mendengar istilah cabochon. Beberapa menganggap itu sebagai nama jenis batuan, beberapa bilang itu adalah nama bros, tapi sebenernya istilah cabochon ini ditujukan untuk bentuk/cutting batuan yang identik dengan permukaan yang cembung sementara bagian lainnya datar/rata. Istilah cabochon ini pertama kali dikenal dari bahasa Prancis→ Baca selengkapnya

Mar 06

Aneka Manik Bunga Clay Baru di Koleksikikie

Salah satu bahan merangkai manik yang paling sering saya gunakan di dalam berkreasi membuat aneka jenis aksesoris, terutama bros. Bunga clay merupakan salah satu bahan yang menjadi favorit saya. Bunga Clay sendiri merupakan jenis manik-manik yang terbuat dari tepung clay dan sengaja dibentuk dengan motif bunga. Permukaan manik ini umumnya→ Baca selengkapnya

Feb 04

Aneka Variasi Liontin Besi

Sahabat Liontin Besi adalah ornamen yang sering digunakan untuk membuat kalung. Biasanya pada ujungnya diberi hiasan manik, caranya : manik dikaitkan dengan menggunakan headpin. Liontin besi sendiri terdiri dari berbagai warna, di koleksikikie teman-teman bisa mendapatkan dalam varian warna silver dan emas bakar. Ada yang memiliki ujung satu lubang sebagaimana→ Baca selengkapnya

Jan 25

Mengenal Ragam Sarang Bros

 Apa Itu Sarang Bros?

Sarang Bros adalah plat/lempengan tempat dimana manik-manik dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi aksesoris bros yang cantik. Sarang bros biasanya terbuat dari bahan stainless steel, dan bisa dibilang merupakan salah satu komponen terpenting dalam pembuatan bros dari manik-manik. Sarang bros yang bagus akan menghasilkan rangkaian yang kuat dan awet/tahan lama.

tampak belakang sarang bros

Meronce Manik-Manik Menjadi Bros Meronce manik-manik hingga menjadi bros bisa dilakukan dengan menggunakan dua pilihan media untuk merangkai manik yakni : 1. Tali kenur/senar pancing

picture by : www.cutoutandkeep.net

2. Kawat Bros

picture : koleksikikie.com 2012

Pilihan bahan untuk meronce manik-manik ini akan sangat tergantung pada desain aksesoris yang ingin kita hasilkan. Bros dari bahan senar pancing biasanya memiliki desain yang bulat/semua manik berada di atas saringan bros. Sementara bros dengan kawat, biasanya memiliki desain yang lebih variatif, karena kawat bros memungkinkan manik-manik u menjuntai keluar dari saringan.

Bagian- Bagian Sarang Bros Sarang bros biasanya terdiri dari dua bagian yang umumnya berbentuk bulat, kedua bagian tersebut adalah : 1.  Saringan Saringan bros adalah bagian atas yang berbentuk lempengan tipis berbahan stainles yang terdiri dari banyak lubang-lubang, sepintas bentuknya nyaris mirip dengan saringan santan. Pada permukaan yang berlubang inilah kita dapat memasang manik-manik dengan menggunakan kawat/tali kenur. Pastikan manik yang dirangkai ada di sisi yang lebih cembung. Sisi lainnya sengaja dibuat cekung, agar ada cukup ruang untuk menyimpan ikatan/sisa kawat setelah meronce bros.

2. Bagian Berpeniti Bagian bawah sarang bros umumnya berupa lempengan berpeniti yang berfungsi untuk menutup saringan bros. Bentuk penitinya akan beragam, ada yang dilengkapi penutup, ada juga jenis peniti tanpa penutup. Sarang bros kualitas baik biasanya dilengkapi cakram pada 4 sisi, yang berguna untuk menggantikan fungsi lem. Sehingga cakram cukup dilipat ke arah dalam mencengkeram sisi saringan, rangkaian bros sudah bisa langsung digunakan dengan hasil akhir yang kuat. Sisi Berpeniti ini akan menjadi sisi bagian terluar dari sarangan bros.

Jenis peniti pada penutup sarang bros sendiri ada dua macam: 1) penutup dengan ulir berputar, biasanya dimiliki sarang bros uk 2.5 cm keatas, sengaja diberi pengunci agar bros melekat lebih kuat pada saat disematkan ke kain. 2) penutup tanpa ulir, sering ditemukan pada sarang bros yang lebih kecil. lebih mudah dikenakan, tapi lebih berisiko untuk terlepas/terbuka. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, sebaiknya bahan yang digunakan pada sarang bros tidak terlalu berat.

 

Cara Menggunakan Sarang Bros dalam Merangkai Aksesoris Walaupun terlihat mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merangkai manik-manik dengan sarang bros 1/ Sesuaikan ukuran desain dengan sarang bros yang digunakan Bros berukuran mungil bisa menggunakan sarangan terkecil dengan diameter 1.8 cm Namun bros dengan diameter akhir hingga 8 cm, sebaiknya menggunakan sarangan bros paling besar, yakni yang berukuran 3.5 cm.

2. Sesuaikan bahan dengan ukuran peniti pada sarangan bros Bros yang menggunakan manik-manik yang berat biasanya membutuhkan peniti yang lebih panjang agar saat dipakai bisa lebih stabil. Peniti yang pendek sebaiknya digunakan untuk bros dengan desain mungil dan bahan yang relatif ringan, agar posisi bros saat dipakai bisa tampak bagus/tidak jatuh keberatan manik-manik.

3/ Saat merangkai bros dengan peniti bercakram, sisakan ruang kosong di pinggir saringan agar cakram bros bisa menjepit dengan kuat. Sebaiknya manik-manik tidak dirangkai di lubang-lubang yang berada di sisi paling luar. Biarkan lubang-lubang ini kosong/tidak dilewati kawat, agar tersedia ruang untuk menjepit

Cara Merekatkan Bagian penutup ber-Peniti ke Saringan Bros walaupun terlihat sederhana, bagian ini sering kali jadi tragedi bagi kita yang masih pertama menggunakan sarang bros. Ada beberapa cara merekatkan kedua bagian ini 1. Dengan bantuan lem

Cara ini dibutuhkan pada jenis penutup yang tidak dilengkapi dengan kaitan (lihat contoh disamping). permukaan saringan berpenitinya polos. Keuntungannya, saringan jenis ini biasanya dijual dengan harga relatif murah, hampir separuh dari harga saringan berpengait. Kesulitannya,  sarangan jenis ini mebutuhkan lem untuk merekatkan penutup ke saringan bros. Pilih lem yang bening, agar lebih rapi. Biasanya jenis yang bisa digunakan adalah : lem tembak, atau lem alteco.

Lem tembak sebenarnya memiliki harga yang ekonomis, namun dibutuhkan alat tembaknya/berbentuk seperti pistol, selain itu u mengoperasikannya dibutuhkan tenaga listrik. pilih lem yang kenyal/tidak kaku… biasanya melekat lebih kuat dibanding yang keras.

Lem alteco lebih mudah didapatkan, dan tidak memerlukan alat bantu saat menggunakannya. Namun lem ini termasuk lem yang sadis saking kuat banget nempelnya, ketetesan sedikit aja di jari, jari kita sudah bagaikan bayi kembar siam yang susah dipisahkan. Selain itu bila tetesan lem mengenai manik yang terbuat dari plastic/acrylic/sintetis maka permukaan manik bisa langsung kusam atau tampak seperti berembun, sehingga mengurangi nilai keindahan bros yang kita jual. Untuk itu, pada saat mengelem penutup ke saringan bros, pastikan posisi saringan bros selalu berada di atas hingga lem benar-benar mengering. Sehingga bisa meminimalisasi risiko menetesnya lem ke manik-manik di atas saringan bros.

2. Dengan bantuan Bent Nose plier

Tang jenis ini memiliki ujung yang bengkok, ujung bengkoknya ini sangat memudahkan kita untuk merekatkan pengait pada penutup berpeniti yang dilengkapi dengan kaitan di empat sisinya.

Namun ini pun seringkali tidak mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang masih belajar membuat bros dengan saringan. Umumnya pemula menggunkan teori : menutup seluruh saringan dengan manik-manik, sehingga di sisi-sisi tempat kait “seharusnya” merekat, seringkali sudah penuh manik-manik. dan memaksa kait merekat justru hanya akan membuat saringan bros menjadi penyok kesana dan kemari

untuk menghindari hal tersebut, coba u memulai membuat bros dari lubang kedua sisi terluar saringan, dalam artian : sisakan sedikit ruang untuk pengait agar bisa merekat pada saringan. Cara ini hanya bisa dilakukan bagi kita yang membuat bros dengan kawat, karena kalau dengan tali senar, maka dari sisi atas masih akan terlihat ada bagian saringan yang kosong.

Macam-Macam Ukuran Sarangan Bros Saat ini sarangan bros yang tersedia di pasar terdiri dari ukuran 1.8cm, 2 cm, 2.5 cm, 3 cm dan paling besar 3.5cm Di koleksikikie bahan ini tersedia dalam kemasan kecil seharga Rp 10.000 – Rp 15.000/bungkus

Membuat Bros Tanpa Sarang Bros tentu saja ini bukan hal yang mustahil sahabat, sejauh kita memiliki peniti bros.

Peniti ini sendiri terdiri dari ragam ukuran yang lebih variatif, antara 1 cm sd 5 cm. Lubang pada peniti bisa terdiri dari 2, 3 ataupun 4 lubang. Karena ukurannya yang lebih variatif ini, memungkinkan kita untuk membuat bros berukuran sangat mini, seperti gambar berikut ini.

Namun bukan berarti kita tidak bisa membuat bros dalam ukuran yang lebar. Untuk membuat bros berukurann lebar kita bisa menambahkan alat bantu berupa plat besi.

.

keuntungan dari cara ini, aneka jenis bentuk plat besi yang variatif akan mampu menambah keindahan bros, menjadikan desainnya tidak trekesan monoton. selain itu harga peniti juga relatif jauh lebih murah dibandingan dnegan saringan bros. Sehingga harga jual bros bisa menjadi jauh lebih ekonomis.

peniti juga lebih mudah dipakai saat kita membuat bros dengan penampang bawah berupa kain. Untuk memberikan tampilan yang rapi, biasnaya peniti disematkan/disembunyikan di bawah kain, sehingga lem tidak tampak dari bagian luar.

kalau rangkaian bros dirasa terlalu lebar, bisa kita gunakan dua buah peniti dalam satu bros.

TUTORIAL MEMBUAT BROS DENGAN SARANGAN Untuk memudahkan sahabat yang pengen belajar membuat bros, koleksikikie juga menyediakan tutorial membuat bros tanpa sarangan yang bisa dibeli seharga Rp 50.000 yang dapat dibeli di sini

Paket Tutorial Membuat Bros Etnik Dengan Sarangan satu paket lengkap bahan membuat 1 bros dan tutorial Rp 50.000/buah. Paket tidak termasuk dengan set tang

Tutorial ini merupakan tutorial basic membuat bros etnik, yang langkah-langkahnya bisa dikembangkan menjadi beragam desain bros. Seperti bros-bros berikut ini, semuanya dibuat menggunakan teknik yang sama dengan yang terdapat di dalam seri tutorial ini, hanya saja pemilihan desain dan bahannya dibuat lebih variatif dan beragam Semoga info ini membantu ya sahabat ^_^ (kie) Bagikan tutorial melalui

Dec 29

Aneka Jenis Kawat Aksesoris

“Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Nilma Hoffman di awal tahun 2007,  kreasi aksesoris dengan bahan baku kawat semakin berkembang pesat di Indonesia. Dulu peminat wire jewellery ini hanya terbatas pada kalangan tertentu. Di masa itu, jenisyang digunakan untuk membuat aksesoris masih sangat terbatas dan sulit ditemukan. Kini ragam dan jenisnya semakin banyak, harganyapun juga variatif tersedia dari yang mahal sampai yang cukup terjangkau, dan sudah sangat mudah ditemukan di berbagai toko penyedia bahan serta peralatan aksesoris seperti di http://koleksikikie.com/toko

JENIS KAWAT untuk AKSESORIS Berdasarkan Bahan Baku Kawat

Berdasarkan bahan baku yang digunakan dalam membentuk kawat, jenis kawat untuk wiire working terbagi menjadi sebagaimana berikut ini :

Gold Filled/Kawat Emas Gold Filled adalah jenis kawat kuningan yang dilapisi emas 14kt, kawat jenis Gold Filled ini biasanya lebih tebal daripada gold plated (pada gold plated biasanya menggunakan emas 10kt). Harganya relatif mahal, namun karena kandungan nikel yang terdapat didalamnya relatif sedikit, kemungkinan memicu timbulnya alergy juga kecil. Sehingga relatif sangat aman bila digunakan untuk membuat aksesoris yang langsung bersentuhan dengan kulit.

Sterling Silver/Kawat Perak Tulen Sterlingsilver  lebih dikenal dengan istilah awam sebagai perak tulen, yakni jenis kawat dengan komposisi 92.5 % silver dan 7.5% logam jenis lain (biasanya tembaga). Biasanya dipilih dicampur dengan tembaga, untuk menguatkan komposisi, sehingga teksturnya lebih keras dan mudah digunakan/dibentuk menjadi pola tertentu. Pada saat membeli kawat silver ini, kita sering menemukan kode #925 yang bisa diartikasn sebagai persentase dari perak murni yang terkandung di dalamnya.

Dengan perawatan yang tepat, kualitas perhiasan dari kawat perak ini akan berlangsung lama. Namun untuk meminimalkan goresan dan kerusakan lainnya, sebaiknya perhiasan perak disimpan dalam dalam kantong kain atau di dalam kompartemen yang terpisah di dalam kotak perhiasan. Hindari menggunakan perhiasan dari kawat perak ini saat mencuci baju dengan bahan pemutih/jenis amonia, juga saat  berenang di air yang mengandung klor, karena  kedua jenis bahan kimia ini dapat merusak perak.

Pada artikel di link berikut ini http://7yaks.wordpress.com/2008/06/08/how-to-clean-your-tarnished-silver-jewelry-the-fast-cheap-and-easy-way/ terdapat cara sederhana dan alami membersihkan dan merawat perhiasan dari perak. atau bila ingin lebih mudah, kita bisa mencari sejenis kain pembersih perak atau dikenal dengan sebutan Polishing Cloth Silver. Cara kerja kain ini cukup mudah, lap bagian yang menghitam pada perhiasan perak menggunakan lap khusus ini, dan warna perak akan kembali seperti semula.

Brass/Kawat Kuningan Brass atau disebut juga dnegan kawat kuningan, biasanya merupakan campuran dari tembaga dan Zinc/seng. Komposisinya sendiri bermacam-macam, namun semakin besar kandungan tembaganya maka warna akan lebih mendekati emas. Komposisi yang umum dan sering ditemukan adalah 67% tembaga dan 33% zinc.

Beberapa wire artisan yang menggunakan kawat jenis ini saat membuat aksesoris, melapisi hasil akhir aksesorisnya dengan menggosok permukaan kawat menggunakan kain lembut dan kering yang diberi sedikit minyak zaitun/olive oil. Cara ini akan memberikan lapisan pelindung pada aksesoris dari kawat kuningan yang membantu menjaga kualitas akhir dari aksesoris yang kita hasilkan untuk waktu yang lama.

gelang wire ini menggunakan kawat kuningan pada proses pengerjaannya

Cooper/Kawat Tembaga Kawat dengan bahan dasar utama berupa tembaga adalah yang paling banyak dan mudah ditemukan saat ini. Harganya sangat terjangkau, warna yang umum ditemukan adalah rose gold, coklat kemerahan dan coklat tua gelap. Namun semakin banyak juga yang dijual dengan enamel warna yang beragam atau dikenal dengan istilah coated wire for craft.

bros cantik menggunakan kawat tembaga

Kawat tembaga ini juga sangat mudah berubah warna, beberapa wire artisan yang menggunakannya biasanya mengakhiri proses pembuatan aksesoris dengan membubuhi cairan coating yang dimaksud untuk melapisi permukaan kawat agar tidak mudah berubah warna/ternoda. Beberapa yang lain memilih untuk membakar kawat tembaga ini untuk mendapatkan warna yang unik atau memberi kesan vintage.

warna kawat pada gelang ini diperoleh dari proses pembakaran

Kawat inilah yang paling sering digunakan dalam pembuatan wire jewelry, beberapa suplier besar mengeluarkan berbagai jenis yang beragam, diantaranya artistic wire, scientific wire.

Alumunium/Kawat Alumunium/ Alu kawat alumunium adalah jenis kawat yang juga cukup mudah ditemukan. Yang perlu diperhatikan sebagai catatan : walaupun ukuran ketebalannya sama dengan kawat tembaga namun kawat ini cenderung lebih lentur dan lunak, bahkan memukulkan palu pada permukaan kawat atau menjadikannya gepeng tidak bisa membuat kawat jenis ini untuk tetap stabil pada pola dasarnya. Satu-satunya cara yang bisa digunakan adalah memperkuat konsep/ide awalnya. Saya sendiri biasa menggunakan kawat ini untuk menciptakan desain yang abstrak dan menggunakan kawat ukuran lebih kecil untuk menjaga pola agar tetap stabil.

warna-warni kawat alumunium

Kawat alumunium ini cocok bagi yang masih baru belajar membuat aksesoris wire, karena lunak maka berkreasi menggunakannya tidak terlalu cepat membuat tangan kita menjadi merah. Warnanyapun cukup beragam, bisa dilihat pada link berikut ini http://koleksikikie.com/product-category/bahan-baku/bahan-baku-aneka-kawat/ Saya biasa menggunakan ukuran 1.5mm sebagai rangka/pola utama aksesoris dan ukuran 1mm untuk mengikat sambungan dan membuat motif wire yang unik pada permukaan rangka.

aksesoris dari kawat alumunium

salah satu artikel favorit saya yang membahas tentang jenis-jenis kawat aksesoris ditulis di http://blogs.houseofgems.com/index.php/2014/04/jewelry-wire-guide/ sebuah situs tentang wire jewelery, yang merangkum tentang fungsi dan aneka kawat ke dalam gambar berikut ini :

semoga bermanfaat yaa teman-teman

sumber : Seri Jewelry Craft “Aksesoris Pengantin” by Nilma Hoffmann Article jewelry-wire-guide by blogs.houseofgems.com Bagikan tutorial melalui

Dec 21

Manik-Manik, Mengenal Ragam dan Jenisnya

Apa itu manik-manik?

Setelah sekian lama menekuni dunia permanikan, akhirnya saya mencapai sebuah kesimpulan bahwa: manik-manik adalah semua jenis benda yang memiliki lubang untuk tempat masuknya benang/kawat, untuk kemudian dapat dirangkai menjadi aksesoris/hal lain yang sifatnya dekoratif. Yang dimaksud benda disini pun cukup beragam, yakni yang alami misalnya : kayu, kerang, batu, tanah liat/lempung, gading, tulang hewan. Dan yang sintetis umumnya terbuat dari : logam, plastik, resin, kain, kertas dan yang paling populer adalah kaca.

Untuk manik-manik yang menggunakan bahan baku dari alam, biasanya pada proses pembuatannya lebih banyak melibatkan unsur manusia. Mulai dari proses mengolah bahan mentah, membentuk desain hingga akhirnya memperindah tampilan manik-manik ( menambahkan ukiran atau menghaluskan permukaan manik-manik tsb) Sementara manik-manik sintetis umumnya dikerjakan oleh pabrik, yang hanya melibatkan manusia pada proses desain, namun pengerjaannya banyak dilakukan oleh mesin. Salah satu pabrik/perusahaan manik-manik terbesar di dunia dapat ditemukan di Austria (swarovski) Ceko (preciosa) dan yang menguasai nyaris selurus pasar permanikan di dunia adalah manik-manik buatan dari China.

Secara garis besar pengguna manik-manik terbagi menjadi dua kelompok

1. Desain dulu, baru Manik-Maniknya

Beberapa orang mendesain aksesoris/karyanya terlebih dahulu, untuk kemudian berburu manik yang sesuai dengan desain yang telah dibuat tersebut. Cara ini tidak salah, namun kondisi ini membuat pilihan jenis manik yang bisa digunakan menjadi terbatas. Yang lebih parah kadang proses pengerjaan karya menjadi lambat, karena manik-manik yang diidamkan tidak juga berhasil ditemukan =D Orang-orang pada kelompok pertama biasanya memiliki konsep desain yang luar biasa.

2. Cari manik yang unik, baru kemudian menentukan desain.

Kelompok yang kedua justru sebaliknya, mereka biasanya justru mendahulukan proses berburu manik-maniknya. Kemudian dengan bahan yang ada, barulah menentukan desain yang cocok u manik-manik tersebut. Kelompok kedua biasanya mendesain aksesorisnya lebih sederhana, agar keunikan dari manik-manik yang dipakai tidak tertutupi oleh desain. Sehingga saya membuat sebuah rumus sederhana, kalau kita memiliki manik yang biasa atau masuk dalam kategori jenis yang mudah ditemukan… tonjolkan lah desain aksesoris tersebut. Namun sebaliknya, jangan pilih desain yang terlalu ruwet/rumit pada manik-manik yang sudah cantik dan unik, jadikan desain hanya sebagai penunjang keindahan manik-manik tersebut.

Bagaimana Membuat Manik-Manik

Dengan definisi sederhana bahwa manik-manik adalah semua benda yang memiliki lubang dan bisa dibuat menjadi aksesoris atau sesuatu yang berbentuk dekoratif, sebenarnya cara sederhana membuat manik-manik adalah dengan membuat lubang pada benda yang kita inginkan. Misalnya pada batu, kerang/mutiara, kayu atau biji-bijian. Yang perlu diperhatikan adalah, benda-benda ini memiliki tingkat kekerasan yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan alat khusus untuk melakukannya. Mata Jarum/Bor yang digunakan untuk melubangi batu tentunya berbeda dengan yang digunakan untuk melubangi mutiara yang sifatnya lebih lunak.

Namun demikian ada beberapa jenis manik-manik yang dapat kita buat sendiri di rumah secara mandiri, Misalnya :

1. Manik berbahan dasar Polymer Clay 

cara membuat manik jenis ini membutuhkan ketelitian dan ketelatenan luar biasa. Secara sederhana langkahnya seperti membuat kreasi dari playdough atau malam, kemudian di beri lubang pada bagian tengahnya agar bisa dilewati manik-manik dengan mudah =D Langkah-langkah pembuatannya dapat dilihat pada link berikut ini http://www.instructables.com/id/How-to-Make-Polymer-Clay-Beads/

2. Manik dengan bahan baku kertas daur ulang

Kertas juga bisa dijadikan bahan utama untuk membuat manik-manik. Saya ingat ketika kecil pernah mempraktekkannya bersama guru seni budaya/PKK di sekolah saya. Caranya sederhana, buat bubuyr kertas dari bahan kertas koran, remas-remas/bentuks esuai pola yang kita inginkan, beri lubang di tengahnya, lalu kemudian kita warnai sesuai selera. Pada saat dewasa saya menemukan bahwa penggunaan kertas daur ulang sebagai bahan baku akan menghasilkan manik yang lebih unik. Langkah-langkah pembuatannya dapat dipelajari juga melalui link berikut ini  http://www.wikihow.com/Make-Paper-Beads

3. Manik dari perca kain

Kain juga bisa lho dijadikan manik-manik, yang plaing trend belakangan ini adalah manik-manik yang menggunakan kain batik/tenun sebagai bahan baku utamanya. Hasil akhirnya akan snagat etnik dan terlihat unik. Cara membuatnya bisa dipelajari dari buku Tiara Aksa yang ditulis oleh Esther dan Lydia berikut ini

4. Manik Kaca/Glassbead

Dbandingkan jenis manik yang lainnya, proses pembuatan manik kaca membutuhkan keahlian yang khusus dan biaya yang tidak murah. Di Indonesia, Desa Gudo di Jombang terkenal sebagai sentra pembuatan manik kaca, yang hasil produksinya telah di ekspor ke manca negara. Secara sederhana, proses pembuatan manik kaca ini melalui proses pemanasan, hingga kaca meleleh di suhu tertentu, untuk kemudian di warnai dan di panaskan. Lalu kemudian didinginkan hingga membeku. Langkah pembuatan manik-manik kaca dapat dilihat pada link berikut ini http://www.crazywomanglass.com/HowTo.html

Bagikan tutorial melalui

Dec 20

Mengenal Aneka Jenis Sarangan Cincin

Cincin, merupakan aksesoris yang selalu digunakan dari waktu ke waktu. Beberapa jenis dibuat pabrikan tapi ada juga yang bisa kita kreasikan sendiri di rumah, dan dikenal dengan istilah cincin handmade. Secara garis besar cincin yang dikreasikan sendiri terbagi menjadi dua jenis. 1. Cincin yang menggunakan rangka/penampang cincin yang sudah jadi→ Baca selengkapnya

Nov 20

Mutiara Air Tawar

Di bulan November ini, Koleksikikie melengkapi stok bahan yang dijual untuk merangkai aksesoris dengan mutiara air tawar aneka warna. Mutiara air tawar adalah jenis mutiara yang dibudidayakan di perairan tawar, sodaranya yang lebih mahal biasanya ditemukan di perairan asin atau dikenal juga dengan mutiara air laut. Gimana cara ngebedain dua→ Baca selengkapnya

Nov 19

Merangkai Bulu Menjadi Aksesoris

Belakangan ini, aksesoris berbahan baku bulu sintetis semakin banyak ditemukan… ada yang dibikin jadi bros, jadi peniti, liontin kalung, bahkan ada juga yang sekedar dipasang sebagai aplikasi kerudung. Kalau mau bikin sendiri di rumah, gak susah lho caranya prend… berikut ini teknik mengaplikasikan bulu sintetis menjadi bros, dengan bantuan klep/jepitan→ Baca selengkapnya