Archive for the ‘Review Bahan’ Category

Jul 02

Mutiara Sintetis, Jenis dan Ragamnya

  Mutiara Sintetis atau yang disebut juga dengan istilah mutiara imitasi adalah mutiara yang proses pembuatannya dilakukan oleh manusia. Manik ini sengaja di desain menyerupai bentuk mutiara asli, namun menggunakan bahan yang relatif lebih murah dengan variasi bentuk, warna dan ukuran yang beragam. Mutiara sintetis jenis kulit jeruk, memiliki permukaan kasar→ Baca selengkapnya

Jun 19

Memilih Kawat untuk Aksesoris

Kawat sebagai Aksesoris. aksesoris yang menggunakan bahan baku kawat belakangan ini menjadi salah satu jenis aksesoris yang banyak digemari oleh perempuan pecinta mode di Indonesia. Kerajinan membuat aksesoris dari kawat berkembang pesat dengan banyaknya komunitas pecinta wire jewelery, serta aneka tutorial membuat aksesoris kawat dalam bahasa Indonesia. Artikel ini akan membahas tentang cara memilih ukuran kawat yang tepat, untuk menghasilkan aksesoris yang memikat

garis besar panduan memilih kawat

TIPS Memilih kawat yang tepat Untuk Membuat Aksesoris 1. Tentukan Materi/Jenis aksesoris yang akan kita buat. Proyek aksesoris  kawat yang berbeda biasanya membutuhkan jenis bahan baku yang berbeda; baik ukuran, warna maupun material utama pembentuk kawat tersebut. Kawat yang digunakan untuk membuat rangka cincin akan berbeda ketebalannya dengan kyang dibutuhkan untuk membungkus manik-manik. Kawat berwarna silver akan memberikan kesan simple, namun warna-warna gelap/gun metal akan memperkuat kesan etnik dari aksesoris yang kita buat. Jadi tentukan dulu jenis aksesoris yang akan kita buat, baru kemudian memilih jenis kawat yang sesuai.

2. Sesuaikan kawat dengan harga jual aksesoris yang akan kita buat Kawat aluminum, coated wire for crat ataupun kawat tembaga biasanya relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan kawat perak tulen, atau kawat lapis emas. Otomatis, harga jual akhir dari aksesoris kawatnya juga akan berbeda.

Apabila segment pengguna aksesoris kawat kita adalah kelompok masyarakat menengah ke atas, kita bisa memilih menggunakan yang mahal… namun apabila kita sudah menyadari bahwa daya beli pelanggan kita kurang, sebaiknya bijaklah memilih, dengan mencari alternatif kawat yang harganya lebih terjangkau dan mudah didapatkan.

Namun kawat dengan harga murah biasanya memiliki kandungan nikel cukup tinggi, nikel ini yang biasanya memicu timbulnya reaksi alergy pada beberapa pengguna aksesoris. Sehingga desain akseosris yang bisa dipilih menjadi terbatas, sebaiknya hindari aksesoris yang bersentuhan langsung dengan wilayah kulit yang sensitif (misal tusuk anting, pilih bahan terbaik. Sebab banyak pengguna aksesoris memiliki jenis kulit yang sensitif)

3. Ukuran Kawat akan sangat menentukan Desain yang kita buat Pilih ketebalan sesuai pola atau desain aksesoris kawat yang akan kita rangkai, apabila masih bingung rumus umumnya kurang lebih sbb (khusus untuk kawat yang bahan utamanya berupa tembaga/cooper): – Kawat 30 -gauge atau 28 -gauge ( 0,25-0,32 mm ) biasanya digunakan untuk membuat perhiasan halus dan sangat bagus untuk desain rajutan/kawat tenun, membungkus rangka cincin, merangkai mutiara yang memiliki lubang kecil juga untuk membuat rantai kecil.

gelang ini menggunakan teknik rajut

– Kawat 26 -gauge ( 0,40 mm ) biasanya digunakan untuk membungkus manik-manik dan membuat loop rantai kecil. – Kawat 24 -gauge ( 0,51 mm ) bisa dibilang merupakan jenis yang paling lazim digunakan untuk sebagian besar proyek manik-manik. Ketebalannya cocok untuk masuk hampir di sebagian besar lubang manik-manik, tidak terlalu halus tapi juga tidak terlalu besar.  Pada kawat ukuran ini istilah keriting/ruwet mulai ditemukan, sehingga kita akan membutuhkan tang pelurus untuk mengembalikannya pada bentuk semula. Tang untuk meluruskan kawat dikenal juga dengan istilah nylon jaws plier. – Kawat 22 -gauge ( 0,64 mm ) kawat ukuran ini bisa dipakai untuk membungkus batu, anting-anting dan liontin. Ukuran ini bisa dibilang ukuran menengah tidak terlalu tebal juga tidak terlalu tipis.

Salah satu tutorial yang menggunakan jenis kawat ini bisa dilihat pada link berikut :http://www.wikihow.com/Make-a-Wire-Tree-Sculpture

– Kawat 20-18 -gauge ( 0,81-1 mm ) kawat ini biasanya digunakan untuk membuat aneka jenis claps, rangka cincin, ring, kait anting dan juga peniti. Kawat ukuran ini juga bisa dirangkai menjadi rantai tebal atau untuk eyepin saat merangkai manik kaca (yang umumnya memiliki lubang lebih besar dibandingkan dengan manik jenis lainnya).

rangka cincin menggunakan kawat ukuran 0.8mm

– Kawat 16-14 -gauge ( 1,3-1,6 mm ) Ukuran ini sudah termasuk jenis kawat yang tebal, biasanya dipakai untuk rangka aksesoris kawat yang berat (bangle atau kalung bersusun). Saya sendiri biasanya menggunakannya saat membuat aksesoris dari batu-batu druzy yang berat. Beberapa wire artis menggunakan kawat ini untuk membentuk pola unik yang kemudian digantungkan sebagai charm/hiasan. Kita juga bisa menggunakannya sebagai rangka kap lampu.

 kawat yang dimanfaatkan sebagai display foto 

Selamat Berkreasi membuat aksesoris kawat ya sahabat (kie)

Bagikan tutorial melalui

Jun 10

Macam-Macam Kalung Berdasarkan Panjangnya

Kalung, adalah salah satu aksesoris favorit yang banyak digemari oleh kaum wanita. Berdasarkan desain ukuran panjangnya saat dilingkarkan ke leher, kalung terbagi menjadi 6 buah model, yakni : – Collar 30 – 33 cm – Chokker 35 – 40 cm – Princess 43 – 48 cm Tiga jenis kalung yang disebutkan→ Baca selengkapnya

Sep 13

Mengenal Kawat Tembaga u Membuat Aksesoris

Tembaga adalah jenis logam dasar yang cukup lunak (dengan ukuran 2,5 pada skala Mohs)  Tak heran kalau logam ini banyak digunakan dalam berbagai macam kerajinan. Penemuan sejarah mengungkapkan tembaga telah digunakan untuk membuat patung, tembikar, perhiasan, juga koin uang. Bahkan di utara kota Irak ditemukan liontin dengan ornamen tembaga di tahun 8700 SM.

Kawat dengan bahan baku tembaga sendiri banyak digunakan oleh pengrajin perhiasan untuk membuat pola-pola baru pada desain aksesoris yang dibuatnya. Beberapa alasannya karena :

1. Tembaga jauh lebih murah dibandingkan dengan logam jenis perak atau emas (yang lebih lazim digunakan dalam perhiasan).

2. Tembaga termasuk jenis logam yang lebih mudah didapatkan.

3. Tembaga juga dapat dikombinasikan dengan unsur-unsur lain, seperti alumunium, timah dan seng, yang kemudian menghasilkan paduan baru yang kuat seperti : perunggu dan kuningan.

4. Karena sifatnya yang lunak, kawat tembaga mudah diolah dengan cara ditempa, ataupun dibakar untuk menghasilkan warna dan tekstur yang berbeda.

Sehingga kawat tembaga adalah jenis yang sangat disarankan untuk dipakai pemula dalam industri kerajinan aksesoris, khususnya aksesoris kawat manik-manik.

Ketika membeli kawat tembaga, jenisnya terbagi menjadi dua 1. enamel coated, atau kawat tembaga yang sudah dilapis. lapisan pewarnanya bisa terdiri dari beragam pilihan, yang umum ditemui di tukang dinamo biasanya warna rose gold, coklat gelap dan coklat tembaga kemerahan. Perusahaan kawat untuk aksesoris berskala internasional seperti artistic wire dan scientific wire, mengeluarkan varian warna yang cukup beragam untuk keperluan membuat kerajinan. Lapiran ini sendiri selain berfungsi untuk keindahan, juga menjaga kawat mudah teroksidasi. Sehingga biasanya kawat dengan enamel coated ini akan lebih kecil kemungkinannya untuk karatan/tarnish/ternoda

2. bare copper atau bisa disebut juga kawat tembaga polosan adalah jenis kawat tembaga yang tidak diberi lapisan tambahan pada permukaannya, biasanya kawat tembaga jenis ini digunakan dalam rangkaian kabel listrik. Karena dia bare/polos/telanjang maka  jenis kawat ini akan lebih mudah teroksidasi (tarnish), bahkan untuk sebagian orang dengan tipe kulit sensitif kadang terjadi reaksi antara copper dan kulitnya (biasanya warna kawat akan lebih gelap sehingga menjadi hijau atau hitam). Jenis bare copper ini berguna saat kita ingin membuat aksesoris dengan efek bakar.

Bagaimana cara membedakan kedua jenis kawat ini? Cara paling gampang adalah dengan membakar ujung kawat. Kalau hasil pembakarannya berasap dan mengeluarkan bau seperti plastik terbakar biasanya  ini adalah jenis enamel coated, karena bau plastik nya itu merupakan hasil pembakaran dari lapisannya.  Kalau jenis bare cooper tidak akan menghasilkan bau plastik terbakar.

Merawat Kawat Tembaga  Kalau kawat yang kita gunakan adalah jenis bare copper, perawatannya cenderung akan lebih mudah yakni cukup dengan diamplas atau menggunakan sikat kuningan. Sikat ini bisa dibeli di toko bahan bangunan atau peralatan rumah tangga, fungsinya untuk membersihkan hiasan yang terbuat dari logam.

Kalau yang kita gunakan adalah kawat dengan enamel coated, sebaiknya dalam proses pengerjaannya dilakukan lebih hati-hati agar lapisan permukaan kawat tidak terkelupas. Kalau enamelnya ada yang terkelupas, sebaiknya segera lapisi dengan cairan coating atau bisa juga kutex bening agar bagian yang terkelupas menjadi tidak melebar. Cara lain yang bisa dilakukan dnegan menyemprotkan pylox bening pada permukaan kawat sebelum digunakan. sebaiknya pilih yang jenis spray karena akan memberikan hasil yang lebih natural, rata dan tidak menggumpal pada permukaan kawat.

Agar warna kawat lebih awet, ketika sudah berubah menjadi perhiasan atau aksesoris, jangan lupa juga untuk selalu melakukan perawatan terhadap aksesoris tersebut. Cara merawat aksesoris handmade ini dapat dibaca pada artikel http://koleksikikie.com/2014/05/merawat-aksesoris-handmade/ (kie)

Bagikan tutorial melalui

Aug 12

Bahan : Ornamen Gesper

Minggu ini di koleksikikie di lengkapi dengan kehadiran ornamen baru, yakni berupa gesper besi dengan klep pada bagian belakangnya, ornamen ini biasa di pasang pada sandal/sepatu, namun cukup menarik untuk dijadikan aplikasi tambahan penghias rangkaian aksesoris yang kita buat. Untuk minggu ini pilihan motifnya ada 6 model sebagaimana berikut  → Baca selengkapnya

Jul 19

Plat/Lempengan sebagai variasi dalam membuat aksesoris

Lempengan adalah ornamen dari bahan plat ringan (bukan plastik) yang memiliki desain/motif yang bermacam-macam. Variasi warnanya cukup beragam dengan warna dasar : 1. emas bakar 2. emas bakar kemerahan 3. gold/kuning emas   4. silver. Plat sering saya pergunakan dalam pembuatan aksesoris. Bahan ini cocok digunakan menjadi banyak ragam desain, namun→ Baca selengkapnya

Jul 04

Kreasi Aplikasi Bunga Mawar

Sahabat Koleksikikie… Bros-bros berbahan kain, belakangan ini menjadi sebuah trend di kalangan hijabers… selain ringan, dan hadir dalam banyak warna-warna yang cantik. Bros kain mampu memberikan kesan feminin kepada pemakainya. Pengen coba bikin sendiri? bisa lho beli bahan kainnya aja prend… nanti tinggal dikasih peniti di bagian belakangnya (bisa dijahit seperti menjahit kancing, atau menggunakan lem tembak) atau bis ajuga dirangkai terlebih dahulu dengan manik-manik lainnya diatas kain flanel atau kain keras (yang biasa dipake buat kerah baju)

Mawar Kuncup terbagi menjadi dua ukuran 1. Mawar Kuncup Besar Diameternya 5 cm harganya RP 10.000/5buah. Untuk pembelian 100 pieces sekaligus Rp 175.000, atau kalo mau ambil separohnya sebanyak 50 piece Rp 90.000. Adapun stok warna yang tersedia tampak sebagaimana berikut ini prend :

2. Mawar Kuncup Kecil diameter 3 cm harganya Rp 5000/3piece untuk pembelian 100 piece sekaligus dengan pilihan warna campur harga Rp 145.000 atau untuk pembelian separohnya sebanyak 50 piece Rp 75.000 adapun stok pilihan warna yang tersedia tampak seperti gambar berikut ini

biasanya aplikasi kain bentuk bunga mawar ini saya variasikan lagi dengan mutiara dan renda sehingga menjadi bros seperti ini

atau saya jadikan peniti seperti ini

atauterkadang juga dijadikan bros juntai bulu seperti ini

Tutorial cara membuat peniti juntai dengan aplikasi bunga mawar kuncup ini bisa dilihat langsung melalui link tutorial koleksikikie 

menjadikan bahan ini berupa gelang juga lucu loh sahabat, dan cara pembuatannya juga tidak sulit, langkah-langkahnya bisa dilihat langsung pada link tutorial membuat gelang koleksikikie berikut ini hasil jadinya:

Berminat untuk memiliki bahan-bahan ini sahabat? silahkan klik link berikut ini http://koleksikikie.com/product-category/bahan-baku/bunga-kain/ pemesanan manik kain ini juga bisa dilakukan melalui : FB koleksikikie koleksikikie (admin zha), email [email protected] FB koleksi kikie (admin moon) email [email protected] (kikie)

Bagikan tutorial melalui

Jul 02

Tassel, Ornamen Rumbai Penghias Aksesoris

Salah satu aksen kecil, yang menjadi trend di 2014 adalah ornamen tassel yang dalam bahasa indonesia lebih dikenal dengan istilah rumbai. Tassel sendiri awalnya lebih sering digunakan sebagai hiasan pengikat gorden, atau kita jumpai juga pada ujung toga (yakni sebagai rumbai benang pada topi wisudawan).

tassel yang digunakan untuk pengikat gorden biasanya berukuran besar, dengan bahan rumbai menggunakan benang/tali diameter 8mm

Hiasan rumbai ini kemudian diadaptasi dalam ukuran lebih kecil sebagai ornamen penghias aneka jenis aksesoris, diantaranya adalah : 1. ikat pinggang

2. anting-anting

3. kalung dan juga gelang

4. aksen pada sepatu atau tas

ada juga yang menjadikan tassel ini sebagai pembatas buku, ujung tasbih ataupun penghias ujung kerudung.

Karena fungsinya yang bisa digunakan untuk mempercantik banyak ragam aksesoris, pada akhirnya muncul aneka ragam tassel. Ragam rumbai ini kemudian dibedakan dari bahan yang digunakan untuk membuatnya. Yang paling umum dan banyak ditemui adalah

1. Rumbai dari bahan benang atau tali. Jenis tali yang digunakan pun beragam misalnya tampak sebagaimana berikut ini

2. Tassel Kulit ada juga rumbai yang menggunakan bahan dari selembar kulit, biasanya lembaran kulit digunting tipis2 pada salah satu sisinya, kemudian digulung, dan pada bagian yang tidak dipotong bisa juga ditutup dengan cap/topi. Maka akan terbentuk rumbai yang cantik, misalnya tampak seperti pada gambar berikut ini

Jenis ini paling sering ditemukan pada tas, ikat pinggang atau hiasan sepatu.

3. Tassel Rantai bisa dibilang termasuk jenis rumbai yang paling unik dan jarang ditemukan, rumbai ini terbuat dari sekumpulan rantai-rantai halus yang diikat menjadi satu, untuk kemudian digunakan sebagai ornamen penghias aksesoris, seperti tampak di bawah ini

Bagaimana cara membuat tassel sendiri di rumah? kalau ingin menggunakan bahan berupa lembaran kain atau oscar (kulit sintetis) kita bisa memotong salah satu sisinya menjadi juntai, untuk kemudian menggulung lembaran kain ini

atau kita bisa juga membuatnya dengan menggunakan bahan berupa tali suede, satu buah ring, dan kawat alumunium ukuran 1 mm, yang langkah pembuatannya dapat dilihat sebagaimana berikut ini:

nantinya tassel yang sudah jadi, bisa diaplikasikan di kalung atau gelang cantik seperti ini

mau bikin sendiri di rumah? bahannya bisa dibeli di http://koleksikikie.com/toko bisa untuk aksesoris lucu, pembatas buku, rumbai pada tasbih kesayangan, atau sebagai gantungan kunci. Yuk berkreasi dengan kreatif menggunakan rumbai (kikie)

Bagikan tutorial melalui

 

 

Jun 26

Aneka Ragam Mutiara Imitasi

Mutiara Imitasi atau dikenal juga sebagai mutiara sintetis adalah mutiara yang dalam proses pembuatannya dilakukan oleh manusia, baik secara tradisional (menggunakan alat sederhana oleh home industry) maupun menggunakan peralatan canggih melalui pabrik-pabrik besar. Ragam jenisnya pun amat bermacam-macam, dibedakan dari : jenis inti mutiara, metode pelapisan yang digunakan, teknik pewarnaan, bahan baku utama pembuatan mutiara dan lain sebagainya.

 

Berbagai metode yang digunakan untuk membuat mutiara imitasi diantaranya adalah : 1. Memilih bahan sebagai inti mutiara, yang kemudian diproses dengan melapisinya menggunakan zat pearlescent untuk meniru warna alami dari nacre, atau ibu dari mutiara (bagian pada tiram yang biasanya berupa butiran dan hanya ada satu buah dalam satu tiram) 2. Menggunakan bahan baku dari alam (misal dari kulit kerang) yang kemudian dibentuk menggunakan alat hingga menyerupai butiran mother of pearl. Kalau proses pembentukan menggunakan bahan baku mother of pearl, dan bersifat merapikan, memotong, menghaluskan tonjolan maka ini masih dalam kategori mutiara asli yang di proses, atau di pasaran dikenal dengan istilah mutiara bohemian. 3. Memasukan butiran pasir/benda lain ke dalam tiram, untuk kemudian dibudidayakan. Hasil akhir dari mutiara jenis ini biasanya dikenal juga sebagai mutiara air tawar.

 

Di pasaran banyak sekali ragam dan jenis mutiara yang beredar, mutiara asli biasanya dijual per gram dengan kisaran harga yang cukup fantastis. Hal ini wajar, mengingat proses untuk menemukan mutiara jenis ini cukup sulit, kualitas terbaik biasanya ditemukan di Laut Selatan. Mutiara imitasi hadir dengan harga relatif terjangkau, di antaranya ada :

 

1. Mutiara Kerang/Shell Pearl Shell pearl merupakan mutiara imitasi, karena proses pembuatannya melibatkan peran manusia. Mutiara jenis ini berasal dari bahan baku berupa shell-shell besar dan tebal yang dipotong dan dibentuk menyerupai mutiara. Shell pearl dibuat dari cangkang/tiram yang mengandung nacre, yang kemudian dibentuk menyerupai butiran mutiara

Beberapa jenis shell pearl dibentuk dengan melapisi bahan yang dipilih sebagai inti mutiara, dengan lapisan yang berasal dari cangkang kerang mutiara yang dikelupas, kemudian dihaluskan, dibentuk dan di poles agar menjadi mutiara dengan bentuk, warna dan berat yang diinginkan. Keunggulan utama dari shell pearl ini, bentuk yang dihasilkan bisa seragam dan disesuaikan sehingga akan tampil cantik saat dirangkai menjadi untaian aksesoris. Selain itu warnanya pun beragam, dengan hasil yang cukup menyerupai mutiara air laut aseli.

2. Mutiara Kaca Mutiara kaca adalah istilah yang diberikan untuk mutiara sintetis yang menggunakan bahan baku berupa kristal/kaca. Biasanya mutiara jenis ini cukup berat dan dingin saat dipegang, proses pewarnaannya menggunakan metode dicelup atau disemprot dengan bahan pearlescent, yakni warna-warna yang menyerupai mutiara asli.

Biasanya harga mutiara jenis ini akan sangat tergantung dari ukuran, jenis lapisan pewarna, dan teknik/proses pewarnaann yang dilakukan. Semakin besar butiran mutiaranya, akan semakin mahal. Untuk menghasilkan mutiara sintetis berkualitas tinggi yang tidak mudah terkelupas catnnya, biasanya akan semakin banyak lapisan pewarna yang digunakan saat proses pengecatan. Warna yang dihasilkan pun snagat beragam.

 

 

Metode dan cara yang dilakukan saat pengecatan mutiara akan menghasilkan banyak model dan jenis mutiara sintetis,  misalnya seperti : mutiara kulit jeruk, mutiara polos, mutiara dua warna (dalam satu butir) mutiara, mutiara doff.

 

3. Mutiara Plastik Pada prinsipnya hampir sama dengan mutiara kaca, hanya saja inti yang digunakan berupa manik plastik. Sehingga perbedaan yang akan sangat terlihat adalah, mutiara dengan inti plastik ini cenderung lebih ringan, dan relatif lebih murah. Ciri lain yang terlihat jelas, mutiara dengan bahan plastik memiliki lubang manik yang besar.

 

Mutiara Swarovski Pabrik Kristal Swarovski di Austria, juga ikut mengeluarkan rangkaian seri produk mutiara sintetis yang dikenal dengan istilah mutiara kristal swarovski, yakni : mutiara imitasi yang dibuat dengan menggunakan kristal Swarovski sebagai inti dari manik-manik ini. 

Dengan menggunakan kristal sebagai inti, hasil akhir mutiara ini terlihat nyaris menyerupai mutiara air laut. Ukuran dan Beratnya dibuat menyerupai mutiara air laut, karena sedari awal kristal yang digunakan sebagai inti telah dipilih dengan seksama. Proses pembuatannya kurang lebih : setelah bola kristal dengan ukuran tepat dipilih, selanjutnya pada masing-masing bola kristal ini dilapisi dengan beberapa lapis ibu dari mutiara (yang sebelumnya dihancurkan terlebih dahulu agar dapat dijadikan formula pelapis) Dasar kristal di pusat manik adalah faktor utama yang menjadikan mutiara imitasi ini tampak berkilau, sehingga setelah proses pelapisan berlangsung mutiara Swarovski akan tampak lebih bercahaya dibandingkan dengan mutiara imitasi.

Mutiara swarovski saat ini memiliki 29 varian warna, termasuk hitam, coklat, krem, cokelat tua, krim naik, hijau tua, hijau muda, hijau bubuk, merah marun dan biru muda. Ada juga yang memiliki penampilan logam dan populer termasuk kuningan antik, emas terang, perunggu, emas dan tembaga yang masuk dalam kelompok warna Pearlized. Beberapa warna dengan nuansa ringan diantaranya rose powder, peach, putih, ungu muda dan almond. 

Beberapa mutiara imitasi memiliki kelemahan, diantaranya : lapisan warna mutiara menghilang/luntur saat kontak dengan parfum atau keringat atau cat pada mutiara imitasi biasanya juga mudah tergores dan mengelupas. Namun hal ini tidak terjadi pada Mutiara Swarovski, mutiara swarovski memiliki warna yang awet dan tidak rentan terhadap kerusakan dari keringat atau parfum. Permukaannya pun bisa dicuci dengan air bersih. Yang menurut saya paling menyenangkan, warna-warna yang dihasilkan oleh mutiara merk swarovski ini cenderung sudah baku sesuai katalog yang mereka keluarkan, sementara kalau kita beli di pasaran hampir tidak ada standard yang jelas warna pink akan seperti apa. Pink yang dibeli minggu ini bisa berbeda kadar ke”pink”an nya dengan yang dibeli pada minggu berikut dari toko yang sama. Sehingga cukup menyulitkan saat berkreasi membuat aksesoris yang membutuhkan padu padan warna.

Beberapa mutiara sintetis dapat dibeli di http://koleksikikie.com/toko pada album Mutiara (kikie)

sumber : wikipedia

Bagikan tutorial melalui

 

 

 

Apr 09

Mengenal istilah “Cabochon” dalam dunia manik-manik

Dalam dunia permanikan kita seriiing sekali mendengar istilah cabochon. Beberapa menganggap itu sebagai nama jenis batuan, beberapa bilang itu adalah nama bros, tapi sebenernya istilah cabochon ini ditujukan untuk bentuk/cutting batuan yang identik dengan permukaan yang cembung sementara bagian lainnya datar/rata. Istilah cabochon ini pertama kali dikenal dari bahasa Prancis→ Baca selengkapnya