Archive for the ‘Jalan-jalan’ Category

Jul 30

Sentra UKM Surabaya : “Oleh-Oleh Surabaya Harga UKM”

SENTRA UKM Surabaya Sebagai penduduk Kota Surabaya, terus terang saya ngerasa agak malu juga ketika minggu lalu mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Sentra UKM di Merr. “Woyyy kemana aja Kie, baru tau ada tempat ini” huhuhuhu… padahal lokasinya tak sampai 15 menit dari rumah saya di wilayah Rungkut.

Sentra Ukm Merr, Jalan Dokter Ir. Haji Soekarno No.11, Medokan Semampir, Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60298

Sentra UKM sendiri merupakan proyek gagasan Pemerintah Kota Surabaya, untuk memajukan usaha rumahan milik warga Kota Surabaya. Di tempat ini, UKM yang telah lolos kurasi dapat memajang produknya tanpa dikenakan biaya sama sekali. Lokasinya pun tidak hanya ada di MERR (middle east ring road) saja, namun galeri UKM serupa dapat di temukan di Tunjungan (SIOLA) yang tepat berada di tengah kota, ITC Mega Grosir (yang berlokasi di sebrang Pasar Atom arah menuju Kapasan) dan Mal City Of Tomorrow di pintu masuk kota Surabaya. Bisa dibilang semuanya menempati lokasi-lokasi strategis di Kota Surabaya, yang tentu saja kalau di kurs ke dalam rupiah, harga sewa untuk bisa menempati lokasi-lokasi strategis ini tidaklah murah.

Selain lokasinya yang strategis, bangunan dengan rungan berpendingin ini juga memiliki akses yang mudah untuk dilalui (khususnya bagi penyandang tuna daksa yang menggunakan kursi roda) Walaupun bangunannya berlantai 4, namun memiliki akses jalan landai yang tidak melelahkan saat dilalui.

Selain itu, di sentra UKM ini, para pemilik usaha tidak perlu menjaga sendiri produknya. Kegiatan promosi dan jual beli dibantu oleh para petugas yang berjaga secara bergantian. Mereka dibekali informasi standard tentang ragam usaha yang ada, termasuk melayani penjualan di kasir, setiap dari dari jam 08.00 padi sd 10.00 malam.

petugas2 yang sigap melayani di sentra UKM

ADA APA SAJA di SENTRA UKM Surabaya? Secara garis besar, produk di Sentra UKM Surabaya di kelompokkan menjadi dua golongan yakni : 1. Produk Makanan, seperti aneka keripik, minuman tradisional, bermacam-macam sambal, olahan hasil laut, coklat hias rumahan, hingga obat-obatan tradisional.

  2. Produk Non Makanan  yang sangat beragam dan memiliki varian yang sangat luas diantaranya : – Produk yang dihasilkan dari olahan limbah, baik berupa limbah kaca, kulit jagung dan biji-bijian, kaleng bekas, perca-perca kain.

  

– Produk sepatu dan tas handmade

– Produk Kerajinan Kain dan Pakaian, baik berupa : batik, jumputan/shibori, aneka sarung hias

– Produk Kerajinan Dekorasi Rumah berupa miniatur kerajinan clay, lukisan, boneka hias dengan busana tradisional, kerajinan ukiran kaca

– Produk Aksesoris dan Perhiasan untuk wanita, meliputi bros, kalung, gelang, dan anake batuan alam

Hampir semua produk pilihan ini memiliki keunikan yang khas, dan ditawarkan dengan harga yang relatif sangat terjangkau. Sayangnya ketika kita berkunjung ke lokasi, produk-produk ini tertata dengan pola yang sedikit rumit dan agak membingungkan bagi pengunjung, di pintu masuk kita disambut dengan aneka aksesoris wire yang jejer2 sama minuman sinom, lalu masuk ke dalam kita akan menemukan hiasan kaca2 lukis, yang berjejer bersama boneka, bunga hias, tas pandan, yang diletakkan bersamaan di satu meja besar dalam kondisi (maaf) berdebu dan kusam.

lensa saya menangkap sisa sarang laba2 di bagian tengah bunga ini

Ketika di konfirmasi dengan petugas yang ada di Sentra UKM, sebenarnya setiap hari ada petugas kebersihan yang secara rutin merawat dan membersihkan ruangan ini. Namun karena beberapa produk UKM membutuhkan penanganan khusus dan tidak semua pemiliknya melakukan kunjungan rutin untuk memantau produk yang dipasarkan di tempat ini, beberapa terkesan terbengkalai dan kurang terawat. Yang sedih kadang produk makanan juga lama tidak dipantai hingga mencapai masa kadaluarsa.

Dalam hal penataan pun demikian, beberapa pemilik UKM tidak mau produk sejenis berada di lokasi yang sama dengan alasan takut barang tertukar, dan pembeli menjadi membanding2kan produk satu dengan yang lain secara langsung. Padahal menurut saya sebagai pengunjung, ketika saya bisa dengan mudah menemukan satu sudut yang menjual aksesoris, maka saya akan bisa berbelanja aksesoris lebih banyak, sebab langsung melihat beragam jenis ditawarkan di lokasi yang berdekatan. Ditambah lagi setiap produk sudah memiliki ciri khas keunikan tersendiri, yang artinya masing2 sudah membidik kelompok market tertentu walaupun sama-sama menjual aksesoris.

rumitnya penataan display produk UKM di Sentra UKM MERR

AYO BELANJA DI SENTRA UKM Surabaya Walaupun sepintas masih banyak membutuhkan perbaikan sistem pemasaran dan promosi, namun menurut saya belanja di Sentra UKM ini sangat menyenangkan. Disamping karena harga yang relatif murah, dan banyaknya ragam produk khas Surabaya yang bisa ditemukan disini, lokasi Sentra UKM ini bisa dibilang cukup strategis, dengan lahan parkir yang relatif luas.

Biasanya pengunjung banyak datang ke Sentra UKM Merr ini, bersama Bus Surabaya Shoping Culinary Track. Sayangnya, dalam sebulan sentra UKM Merr mendapat kunjungan hanya 3kali saja, yakni di hari selasa, kamis dan minggu pada rute minggu kedua yang bertema Kunjungan Bahari meliputi : Museum Kapal Selam (Monkasel), THP Kenjeran, dan Sentra UKM Merr. Minggu I rute bis yang ditempuh akan mengunjungi beberapa museum, seperti Museum Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan, dan Museum Bank Indonesia, sementara Rute pada pekan ketiga, menjadikan Military Marine sebagai tema kunjungan, yakni : Monkasel, Monumen Yos Sudarso, Museum Loka Jala Crana, hingga ITC Mega Grosir. Sedangkan rute kunjungan historical pada pekan keempat setiap bulan akan melewati Taman Budaya, BG Junction, Kampung Lawas Maspati, dan Joko Dolog.

bis dengan kapasitas 24 penumpang ini mengawali rutenya di Balai Pemuda Surabaya

SENTRA UKM Surabaya untuk Perekonomian Surabaya yang lebih Maju Dari kunjungan singkat ke salah satu sentra UKM Surabaya ini, tepatnya di kawasan Merr saya bisa merasakan harapan besar yang dititipkan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada para pengusaha bisnis rumahan yang tergabung di UKM binaan Pemkot Surabaya. Lokasi ini sengaja disediakan sebagai wajah dari perekonomian masyarakat Kota Surabaya pada umumnya. Mengingat fasilitas ini telah disediakan secara gratis, alangkah baiknya bila para pemilik UKM dapat memperhatikan secara rutin kualitas tampilan barang yang disajikan di Galeri UKM ini. Produk yang baik, dengan harga menarik, tentunya akan menjadi daya tarik yang kuat bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu, langkah lain yang juga sangat penting dan menentukan adalah promosi rutin dengan cara-cara kekinian yang lebih dekat ke masyarakat harus dilakukan secara kontinyu oleh semua pihak. Misalnya dengan menjalin kerjasama dengan travel agent atau biro wisata perjalanan yang ada di Surabaya, untuk menjadikan lokasi sentra UKM sebagai salah satu destinasi wisata untuk membeli oleh2 yang bisa dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Masyarakat umum, khususnya kelompok netizen juga bisa berpartisipasi aktif dengan memposting foto2 mereka saat berkunjung ke lokasi ini. Sehingga ada baiknya larangan mengambil foto lokasi dihilangkan saja, justru anjuran untuk banyak2 berfoto dan menguploadnya di sosial media, justru akan meningkatkan angka kunjungan ke lokasi ini. Bahkan bila perlu, Pemerintah Kota Surabaya memfasilitasi lomba hunting foto dengan lokasi di sentra UKM yang mengajak para fotografer Surabaya untuk berpartisipasi, nantinya foto2 dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai sarana promosi dalam memperkenalkan produk UKM khas Surabaya.

Tentunya yang diatas ini cita2 yaaa…. sedikit pemikiran yang semoga suatu saat bisa diwujudkan. Saya sendiri memutuskan untuk melakukan aksi nyata yang saya bisa lakukan, dengan memposting tulisan ini beserta foto2 (yang saya abadikan seizin pengurus galeri UKM), untuk memperkenalkan sentra UKM Surabaya ini lebih dekat pada pembaca blog koleksikikie. Tentu saja, bagi yang belum dapat berkunjung langsung ke lokasi ini, dapat membeli produk khas Surabaya melalui koleksikikie . AYooo Belanja Produksi Anak Bangsa (kie)

Bagikan tutorial melalui

May 27

Toko Bahan Craft Jakarta

SURGANYA PECINTA CRAFT Kalau hobi membuat kerajinan tangan, mampirlah ke Pusat Perbelanjaan Thamrin City di Jakarta. LOkasi Thamrin City atau yang dikenal dengan nama Thamcit ini dekat dengan Pasar Tanah Abang, kalau naik Busway kita bisa berhenti di Bunderan HI trus naik ojek 10.000 ke Thamrin City. Di Lantai dua→ Baca selengkapnya

Feb 20

Koleksikikie Jalan-Jalan Ke Bali

Satu tahun sekali, setelah nabung 11 bulan lamanya (hihihihihi…) kita biasanya jalan-jalan bersama. Dulu waktu pertama-pertama kita mancing ikan di Sidoarjo, trus ke taman safari prigen, trus main ke batu, trus rafting di probolinggo dan akhirnya tahun ini kita menyebrangi lautan pergi ke Pulau Bali…. TANAH LOT BALI Obyek wisata→ Baca selengkapnya

Jan 01

Tahun Baru, Harapan Baru

Pagi, 1 Januari 2017 Pagi tadi, secara tidak sengaja saya mendengarkan cuplikan wawancara Aa Gym dan Andi F Noya di tayangan Kick Andy. Dari keterangan yang tertera interview itu dilakukan di tahun 2007, kurang lebih setahun setelah Aa memutuskan menikahi Teh Rini istri keduanya. Jujur saja, ketika itu saya salah→ Baca selengkapnya

Nov 09

Cantiknya Manik Keramik dari Sarawak

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Malaysia, memenuhi undangan event Malaysia Fashion Week. Dalam rangkaian kegiatan yang kami lakukan, salah satu yang paling menarik adalah kunjungan ke gedung MATRADE.

Gedung Malaysia Trade Ekspo atau yang lebih sering disebut dengan istilah MATRADE ini, merupakan pusat display perdagangan dan industri di Malaysia. Ada banyak sekali produk-produk yang di display pada lemari pajang di Gedung 7 tingkat ini, diantaranya makanan, mainan, usaha manufaktur, perhiasan dan fashion, hingga industri besar yang menyuplai alat berat dan teknologi terkini. Salut untuk Pemerintah Malaysia yang memfasilitasi keberadaan Gedung ini, lengkap dengan contoh produk dan kontak yang memudahkan produk-produk mereka dilihat oleh banyak orang.

 ini bukan Mall lho ya, tapi salah satu sudut Gedung MATRADE

Dari sekian banyak yang menarik, saya terkesima saat mampir di STAND Dari Sarawak Craft Council. Stand ini memamerkan berbagai kerajinan khas dari Negeri Sarawak, berupa produk-produk karya perempuan-perempuan Sarawak ; anyaman, sulam serta yang paling saya minati yakni aksesoris dari manik keramik.

 Sarawak Craft Council merupakan lembaga yang didirikan pemerintah Malaysia untuk mensupport produk lokal dari penduduk asli di pedalaman Sarawak, agar mampu memasarkannya dalam jangkauan yang lebih luas, agar bisa menjadi alternatif sumber pendapatan selain dari pertanian. Karya-karya penduduk lokal bisa dilihat pada web resminya di http://sarawakhandicraft.com.my/

Salah satu ragam kerajinan yang terkenal dan khas dari Sarawak adalah manik keramik dari penduduk Lunbawang di pedalaman Sarawak. Manik keramin ini dibuat dari tanah liat yang diuleni dan dibentuk dalam ragam yang berbeda, pada bagian tengahnya diberi lubang, lalu dipanggang dalam suhu tinggi selama beberapa jam. Kemudian tangan-tangan terampil melukis permukaan keramik ini menggunakan kuas halus dengan ragam pola dan warna yang berbeda-beda.

 step by step pembuatan manik keramik dari Sarawak

Hasilnya pun sangat unik dan cantik, beberapa diantaranya tampak sebagaimana berikut ini sahabat :

Harga manik-manik ini berkisar antara 1-5 Ringgit per buahnya. Warna-warna yang paling populer biasanya terlihat sebagaimana berikut ini

Manik-manik ini masih berupa bahan yang bisa dirangkai menjadi aneka ragam aksesoris, seperti gantungan kunci, anting-anting cantik, gelang, serta yang menjadi favorit adalah kalung. Agar lebih menarik manik keramik ini dipadukan dengan berbagai ornamen hias lain sehingga hasilnya tampak sebagaimana berikut ini.

Aneka ragam manik cantik beserta harganya ini dapat dilihat langsung melalui website resmi dari Sarawak Craft Council http://www.handicraft.my/products/all/all/2 mereka melayani pengiriman ke seluruh negara. kirimkan email order atau pertanyaan langsung ke malankilah@yahoo.com Manik ini telah melalui proses pembakaran yang menjadikannya kuat dan tidak mudah pecah. Untuk distribusi setiap paket akan dilapisi dengan pengaman berupa buble wrap.

Selain Sarawak, Sabah juga dikenal dengan keragaman manik-maniknya salah satu produsen manik keramik dari Sabah yang sangat inspiratif yang saya jumpai di Malaysia Trade Ekspo ini adalah Felicia Wong. Perempuan yang tidak hanya kaya akan ide-ide kreatif nya dalam mendesain aksesoris, namun juga dengan semangat untuk memajukan perempuan-perempuan dari Kinabalu, Sabah ini aktif mengajak para Ibu untuk bekerja dari rumah. Yimei mengkoordinir pembuatan aksesoris dengan cara men-drop bahan baku, mengajarkan teknik dasarnya, lalu dia sendiri yang akan melakukan finishing dan mengontrol hasil akhir produksinya. Beberapa pekerja yang berada di bawah naungan YIMEI Handcraft ada yang tunanetra, namun masih bisa secara aktif meronce manik-manik. Amazing yaahhh….

manik-manik dari sabah memiliki motif lukis yang berbeda dengan manik yang diproduksi di Sarawak.

Bagikan tutorial melalui

 

Sep 29

Taman Hiburan Remaja, Taman Hiburan Pertama di Surabaya

Halo THR…. masih kuat dalam ingatan, kenangan semasa kecil dulu. Tiap pulang ke rumah Eyangputri saya di Surabaya, THR selalu jadi tempat yang dicita-citakan, pengen naik bom-bom car, pengen beli gulali yang besar. Satu dua kali, nenek mengajak saya melihat pertunjukan Srimulat disana. Pun waktu melewati masa remaja di Surabaya,→ Baca selengkapnya

Sep 29

Taman Hiburan Remaja, Taman Hiburan Pertama di Surabaya

Halo THR…. masih kuat dalam ingatan, kenangan semasa kecil dulu. Tiap pulang ke rumah Eyangputri saya di Surabaya, THR selalu jadi tempat yang dicita-citakan, pengen naik bom-bom car, pengen beli gulali yang besar. Satu dua kali, nenek mengajak saya melihat pertunjukan Srimulat disana. Pun waktu melewati masa remaja di Surabaya,→ Baca selengkapnya

Sep 10

Belajar Memotret Produk dengan Gadget Minimalis Bersama Maestro Fotografi, Darwis Triadi

Sabtu kemarin, di event tahunan PPK Sampoerna, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas belajar fotografi bersama Darwis Triadi. Tentu saja ini merupakan momen yang berharga untuk pelaku UKM dan industri rumahan seperti saya, yang dalam memasarkan dagangannya banyak mengandalkan media online. Kualitas foto yang baik dan menarik tentunya akan bisa meningkatkan penjualan produk yang kita hasilkan.

berbagai seminar di PPK Sampoerna 2015 Surabaya

 

Acaranya sendiri berlangsung di Convention Hall Tunjungan Plaza 4, ada banyak sekali workshop dan seminar yang diselenggarakan selama acara. Selain fotografi ada juga materi branding product dan tips menjadikan produk khas daerah agar bisa jadi ciri daerah langsung dari Bu Rudi, Pemilik Sambal Bu Rudi, oleh-oleh andalan yang biasa saya bawa dari Surabaya. Yang hebat lagi nih, semua seminar dan workshop yang diselenggarakan selama acara bersifat gratis lhoo… kita hanya perlu melakukan reservasi dan pendaftaran via sms, agar panitia bisa mempersiapkan rungan dan konsumsi selama acara berlangsung.  konfirmasi SMS yang diterima dari panitia, setelah melakukan pendaftaran

Setelah jam 14.00 melakukan konfirmasi, saya menyempatkan diri untuk berkeliling Hall Pameran. Dan menemukan aneka produk2 cantik dari berbagai UKM binaan Sampoerna, ada tas kece dari bahan kantong semen, aneka kerajinan anyaman berbahan baku limbah, batik-batik cantik baik berupa kain, pajangan dinding, tas sampai sepatu. Pameran ini membuka peluang pengusaha dari daerah untuk bertemu dengan calon buyer ataupun reseller dari produk kerajinan yang mereka hasilkan

 

Tepat Jam 15.30 Kelas Fotografipun dimulai. Acaranya dihadiri oleh sekitar 150 orang, yang terdiri dari berbagai kalangan. Yang menyenangkan di sesi ini setiap peserta yang hadir boleh mengajukan pertanyaan seputar fotografi dan langsung di jawab oleh Darwis Triadi. Yang menurut saya paling seru sih saat menjawab pertanyaan peserta yang cukup beragam, Darwis tidak hanya bicara tentang teori bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi langsung mempraktekkannya di depan audience. Kabel komputer di sambungkan langsung ke layar kamera dan hasil yang tampak dari layar kamera yang digunakan Darwis Triadi diteruskan ke slide projector. Jadilah sepanjang acara yang ada celetukan “waoo… kok bisa ya… keren banget,,, ih masa sih gitu aja bisa bagus gitu fotonya” hihihihihi… supeeerrr sekaliiii… sampe saya pun lupa motretin saking terpananya nyimak materi selama pelatihan berlangsung.

 

selama acara saya memotret beberapa point penting yang disampaikan Darwis Triadi, tapi terus terang saat saya coba tulisakn kembali sensasi saat membacanya, tidak sama seperti saat mendengarkan langsung bagaimana salah satu fotografer termahal di Indonesia ini berbicara di depan audience. Kalimat yang selalu diulang-ulang Darwis selama kelas berlangsung adalah “fotografi itu tentang bagaimana mengenali cahaya dan mengabadikannya ke dalam gambar” Semakin jeli kita mengenali jenis cahaya yang kita temukan, akan semakin baik kualitas foto yang dihasilkan. Pada saat acara Darwis mencontohkan langsung bagaimana kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera hapenya bisa sebagus dari kamera DSLR yang dibawa, hanya dengan pencahayaan objek yang tepat. Well kalau ditulis gini kayanya sih gak mungkin bangettt yah hihihihihi… tapi pas lihat di layar kemarin dengan komposisi lighting yang pas, kualitas foto iphone 4 jadul bisa keliatan kinclong banget…

Di kelas ini Darwis juga mengajarkan kepada para peserta, untuk berlatih melihat objek. Lho kalau mau motret ya pasti ngelihat donk yaa… hihihhihi ternyata maksud “melihat” menurut Darwis, adalah memvisualisasikan benda yang akan difoto ke dalam foto, jadi nggak langsung main jepret setiap lihat objek. Kalau zaman dulu motret pake kamera dengan roll film, setiap akan motret biasanya mata mem-framing benda “oh apel ini nanti kalo saya foto mau saya letakkan agak di kiri bawah, trus cahaya datang dari sisi kanan, sehingga hasilnya foto terlihat berdimensi karena sebagian apel keliatan gelap sisi lainnya terang” Sekarang setelah era digitalisasi sudah semakin memudahkan, pengguna kamera cenderung langsung memotret objek yang ditemui sebanyak mungkin, nanti dari yang banyak ini dipilih aja yang bagusan yang mana. Padahal tanpa proses “melihat” bisa saja dari 20 jepret yang kita buat semuanya jelek wkwkwkw…. kesimpulan saya sih, kalao mau selfie, tiap habis jepret dilihat dulu hasilnya, trus koreksi yang diperlukan, supaya bisa ada perkembangan dari gambar jeretan pertama sampe di jepretan ke 30 #lhooohhh ini evaluasi kok sampe 30kali jepret gini yaah hihihihihihihi

Di sesi tanya jawab, ada satu peserta yang mengajukan pertanyaan “sebaiknya kalau kita motret objek berupa produk, pakai backgroud warna putih atau hitam ya? kalau hitam kok kadang jadi abu-abu tapi kalau background putih motret benda putih juga eh hasil akhirnya gak keliatan…” Nah untuk pertanyaan ini, Darwis langsung mengeluarkan kameranya dan mempraktekkan di depan audience yang hadir. Huhuhu dan pas adegan ini saya terpukau lupa moto hikkss…. Menurut Darwis, warna hitam dan Putih sama baiknya untuk background foto, kalau misalnya saat mencoba menggunakan background hitam hasil foto tampak jadi abu-abu, maka bisa dipastikan cahaya yang masuk ke dalam foto berlebihan. Maka kuncinya satu, kalau foto terlihat terlalu terang, kurangi sinar yang masuk, kalau foto gelap, tambahkan cahayanya. Cara ngurangin dan nambahin cahaya gimana donk? – Cari sumber cahaya yang ada saat kita melakukan pemotretan, lalu untuk mengurangi, kita bisa menjauhi sumber cahaya, kalau mau menambahkan bisa lebih mendekati sumber cahaya. – Cari media untuk membiaskan cahaya agar tidak langsung mengena ke objek yang akan difoto, jadi daripada foto langsung dibawah sinar matahari, hasilnya akan lebih soft kalau kita foto do ruang tamu yang ada vitrasenya… jadi cahaya dari luar sudah masuk korden dulu, nah ini tetep terang tapi gak akan over di wajah kita (ih kok diterjemahkan kedalam adegan selfie terus yaaa wkkwkwkw) kalau pada benda, misal kita motret dnegan bantuan cahaya lampu, nah sebelum cahaya kena objek, bisa kita lewatkan dulu di kertas kalkir/kertas roti. Lalu Darwis juga menambahkan, walaupun hitam dan putih terlihat sama saja, tapi kalau tertangkap kamera sebenarnya hitam dan putih pun bergradasi. Jadi ada hitam yang sangat pekat dan hitam yang lebih ke arah abu-abu, sebaiknya saat memotret benda hitam pada background hitam, pastikan bahwa tekstur produknya tidak persis sama… background menggunakan kain katun hitam, produknya menggunakan kain saten hitam. Demikian juga saat memotret benda berwarna putih. Dan pas dipraktekin sih beneran bisa lho keliatan bedanya dan jadi cakeppp banget hasilnya

foto diatas ini hasil pratket saya sendiri, kalung batu item, difoto pake background kayu item, eh beneran iya lho ternyata biarpun sama-sama item tetep okeh asal kita tau cara mengontrol cahaya yang masuk ke foto. tapi hasil fotonya Darwis jauh lebih okeeeh prend…

Trus adalagi pertanyaan dari peserta pelatihan, bagaimana cara membuat foto yang bisa tampak blur gitu di pinggir-pinggirnya. Apakah harus dengan kamera mahal? kalau saya yang ditanyain, saya pasti langsung jawab iyalah… kalo kameranya biasa-biasa aja susah bikin pinggirnya agak blur. Tapi Darwis di sesi workshop ini menjelaskan, bahkan pake hape pun bisa kok bikin yang tampak blur, asalkan objeck dan benda yang ingin di blurkan tidak dalam posisi segaris. Jadi kalau mislanya kita mau motret bros, trus pengen pinggirnya dibuat agak burem… itu bisa banget asal posisi bend ayang burem lebih jauh. Bahkan Darwis menambahkan “Kalau misalnya objek foto sejejer sama segaris, biarpun kameranya mahal, dzikir satu bulan tetep aja gak bisa burem Bu” wkwkwkw… sesuatu bangetsss yaaa….

Tapi pas sampai rumah langsung deh saya lihat, foto2 bros saya oh iya juga yaa ternyata apa yang disampaikan Darwis sudah saya praktekkan selama ini, tapi belum saya pahami kenapa kok bisa burem #eeaaaa…. sesuatu ya mbaknya iniiihhh

 ini contoh foto yang ditarus sejajar dan selamanya gak akan pernah bisa jadi blur, Meskipun difoto pake kamera muahal

begitu satu bros dimajukan kedepan, yang satu mundurin ke belakang, langsung deh jadi blur fotonya… langsung deh kita kompakan komen “OOooo ternyata gitu yaa” wkwkwkwk

Di workshop ini Darwis juga menjelaskan, bahwa sebenernya mau hape 2MP mau 16MP tidak akan menghalangi kita untuk membuat foto yang bagus, Karena mega pixel ini sebenernya ditujukan u kepentingan cetak mencetak foto, jadi kalau foto dnegan kamera hape 16MP di cetak A4 masih jelas, kalo dari kamera 2MP kualitasnya sudha agak burem pecah-pecah. Tapi kalau bagus-bagusan foto sih, asalkan orang yang menjepret bisa mengenali arah cahaya dateng maka bisa dipastikan juga hasil fotonya akan tampak menarik. Lalu gimana donk supaya kita bisa mengenali cahaya ini? Darwis hanya berpesan agar para peserta workshop giat berlatih dan terus berlatih… karena semakin sering kita latihan, melihat hasil foto kita, mereview nya, maka kita akan bisa semakin tau kemampuan dan teknik foto yang paling sesuai dengan yang kita inginkan.

Superrr seruuu banget deh acaranya prend…. semoga yaah besok-besok pas adalagi, saya bisa ikutan lagi =D Amiiieeennnnnn….

sebelum pulang foto bersama Meity, yang hobi fotografi

Bagikan tutorial melalui

Aug 09

Melihat dari Dekat Karya Anak Bangsa di PPI2015

Dimulai sejak tanggal 6 hingga nanti 9 agustus 2015, di Convention Hall GandCity Surabaya, di selenggarakan Pameran Produksi Indonesia. Event ini digagas oleh Kementerian Perindustrian, dengan visi mulia memamerkan dan memperkenalkan lebih dekat karya-karya anak bangsa ke para pengunjung pameran pada khususnya, serta masyarakat Indonesia dan Mancanegara pada umumnya. Sebab tidak seperti pameran-pameran lain, yang hanya aktif berpromosi sebelum acara berlangsung, PPI justru tetap gencar melakukan promosi online melalui berbagai sosial media selama pameran berlangsung. Sehingga walaupun acara ini diselenggarakan di Surabaya, para pembaca web, follower instagram dan Fanspage PPI terus terupdate dengan kegiatan yang berlangsung selama acara.

Tapi tentu saja buat saya yang warga Surabaya, rasanya gak puas kalau gak dateng langsung donk yaa… maka bersama sahabat saya Gee Wantari, sore tadi kami berkunjung langsung ke Grand City.

berpose di pintu masuk Pameran Produksi Indonesia

Dan sepertinya keputusan saya sangat tepat… karena begitu sampai di pintu masuk, langsung disambut dengan jejeran produk aksesoris handmade.

Mulai dari yang terbuat dari emas, kuningan, perhiasan dari mutiara lombok yang anggun, jejeran batu akik yang lagi hits, serta yang jadi favorit saya adalah perhiasan wire jewelery.

 salah satu stand yang menjual batu akik di PPI 2015

Indahnya aksesoris kawat dari Nio-El Jewelery Nio-El adalah salah satu brand aksesoris dari Sidoarjo, Jawa Timur yang cukup menarik perhatian saya. Kalau kita berkesempatan memandang dari dekat produk handmade karya Esther dan Lydia, saya kira hampir semua dari kita akan dibuat terkagum-kagum pada detail-detail kecil di aksesoris yang mereka rangkai. Keunikan bahan, pemilihan warna dan rancangan desainnya yang cantik memberikan nuansa segar pada daftar karya anak bangsa yang dipamerkan di Grand City sore tadi. Tidak heran apabila stand ini menjadi salah satu yang ramai dikunjungi.

 beberapa karya yang dipajang Nio-El di stand PPI

mengagumi detail-detail cantik dari produk Nio-El

Selain produk aksesoris, yang membuat saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama adalah produk2 berbahan dasar kulit. Tepat di stand sebelah kiri dari pintu masuk kita akan menjumpai berbagai stand Leather Craft

Gammara Leather yang Istimewa Secara posisi Gammara menjadi product yang paling mudah ditemukan, terletak di sisi paling depan dari barisan leather product. Tapi bukan karena posisinya yang strategis, desain produk2 yang dipajang di stand ini variatif dan terpampang dengan cantik.

 aneka ragam tas di stand Gammara

pengerjaannya pun dilakukan dengan sangat detail

akhirnya beli dompet merah satu karena gak tahan… hihihihihi

WEBE, idola Ibu-Ibu muda salah satu stand lain yang menarik perhatian di jajaran ini adalah WEBE sebuah brand dari Semarang yang kini sudah banyak di ekspor ke mancanegara. Saya ingat betul saat pertama kali tas ini happening, untuk mendapatkan satu buah tas Webe saya harus mengantri hingga 7 bulan, pas tas nya jadi sudah ada model baru lainnya lagi hihihihihi…. Pada Innacraft bulan lalu di Jakartapun saya tidak menemukan produk ini, maka saat melihat langsung dari dekat aneka jenis warna dan model Tas Webe di PPI 2015, yang ada langsung kalap #ehh hihihihihi

ragam pilihan Tas Webe dilihat dari dekat

aneka ragam dan warna Tas yang bikin histeris #aiih

kalo nambah koleksi dompet orange satu lagi gapapa lah yaa hihihihi…

Evra Wood yang casual dan dinamis sudah punya dompet baru ternyata tidak menghalangi niatan untuk mampir masuk ke toko tas lagi #aww kali ini yang kami kunjungi adalah brand Evra Wood dari Surabaya. Tidak hanya bermain dengan pull up leather, Evra Wood memadukan karyanya dengan aneka jenis kain. Yang luar biasa ada garansi 3 tahun lamanya untuk produk2 yang kita beli di Evra Wood

 aneka ragam model Tas Evra Wood

Evra Wood Memberikan jaminan Garansi 3 tahun untuk produk2 yang dihasilkannya

D’Russa Produk Kulit Karya Anak Bandung Buat penggemar produk kulit dengan nuansa yang simple dan lebih maskulin, produk D’Russa ini bisa jadi pilihan untuk di koleksi. D’Russa adalah sebuah brand lokal dari Bandung yang sudah menjual berbagai karyanya ke seluruh Indonesia. D’Russa tidak hanya mengolah kulit sapi sebagai bahan baku utamanya, tapi juga kulit domba dan kambing sebagai varian produk-produk kulit yang mereka hasilkan

stand D’Russa di PPI 2015 Surabaya

detail produk2 D’russa Bandung

Verne Leatherworks, Karya Kulit dari anak muda Surabaya Verne adalah sebuah brand lokal dari Surabaya yang sepanjang pengetahuan saya sangat aktif mengikuti berbagai pameran-pameran kreatif di Surabaya dan Luar Kota. Dan saya adalah salah stau pengagum karya2 Verne, warna dan tekstur yang dihasilkan pada produk kulitnya terlihat begitu menawan. Pengerjaannyapun dilakukan dengan sangat detail

stand Verne Leatherworks di PPI 2015 berbagai produk Verne Leatherworks yang dipajang di PPI 2015

Puas menjelajahi stand jewelery dan handmade product, kami disambut stand-stand yang menawarkan berbagai kain batik, tenun dan sulaman yang sangat indah.

beberapa stand yang menjual aneka kain tradisional indonesia

foto bersama Bu Lely, seorang pecinta dan aktivis kain tradisional, yang juga Dosen di Universitas Airlangga Surabaya

Belum selesai menjelajahi stand kain, eh nemu stand aneka sepatu lucu…. huaaaa senangnya Nikma Basyar, pengrajin sepatu couple untuk Ibu dan Anak Untuk para Ibu muda yang ingin memiliki sepatu kembar dengan buah hati tercinta, kini bisa memesannya di Nikma Basyar, sebuah brand sepatu lokal cah Sidoarjo Asli. SEpatu-sepatu cantik yang dibuat secara handmade ini menggunakan bahan-bahan yang variatif, aneka kulit yang ringan dan nyaman, serta perpaduan aneka kain tradisional pada desainnya.

 sepatu-sepatu ungu buah karya Nikmatus Sholihah dari Sidoarjo

Natana Shoes yang unik dan elegan Salah satu brand sepatu yang hadir memeriahkan PPI 2015 adalah Natana Shoes, yang memiliki desain alas kayu yang unik, model2 yang variatif dan up to date

 stand Natana Shoes dengan speatunya yang lucu2

katanya, perempuan gak bakalan keliatan jelak kalau pake speatu bagus beli ini satu gapapa lah yaaa… hihihihihi

ini masih baru sepertiga lho yang kita kelilingi, masih ada stand makanan, aneka industri dan alat2 pertanian, lalu juga sekolah2 yang mencetak para crafter dan pengrajin barang-barang produksi Indonesia. (ada lho ternyata sekolah yang mengajarkan cara membuat sepatu dan mendirikan bisnis sepatu handmade sendiri, ada juga akademi membuat batik, serta mengolah kulit…waooow banget deh)

Tidak hanya menampilkan banyak stand2 anak negeri dengan produk2 handmade-nya yang luar biasa, PPI juga secara rutin menyelenggarakan berbagai event di tengah panggung. Pada saat saya dan Gee Wantari hadir disana, di panggung sedang diadakan fashion show dari Eling Galeri, milik MUrni Yanti seorang fashion Designer dari Sidoarjo, Jawa Timur

 black Kaftan, from Eling Galery

Murni Yanti, bersama para model seusai fashion show

tepat setelah fashion show berlangsung, saya bersama teman-teman dari My sisters Finger’s community mendapatkan giliran untuk naik ke panggung, mengisi acara Talkshow sore tentang kegiatan komunitas perempuan pecinta dan penghobi craft di Surabaya.

bersama MSF, dalam talkshow di PPI 2015 berbagi cerita dan pengalaman seputar kegiatan2 craft di Surabaya

dari kiri ke kanan (Mbak Dhini, Mbak Nikma, Mbak Rina, Saya dan Mbak Dessy)

Masih ada kesempatan lhoo untuk datang dan melihat langsung karya-karya anak negeri di PPI 2015. Siap2 belanja banyak yaaa hihihihihi….

Bagikan tutorial melalui

Aug 05

Mencari Inspirasi di Galeri Seni

Sebagai pekerja di bidang seni, mencari inspirasi menjadi tuntutan tersendiri agar bisa terus berkreasi. Beberapa kawan mengasah insting seninya dengan membaca buku2 sastra, melihat pameran lukisan, mengunjungi situs2 budaya ataupun hadir dalam pertunjukan kesenian. Saya pun secara rutin menyempatkan diri untuk meluangkan waktu belajar lebih banyak tentang seni dan budaya.

Maka hari minggu kemarin, saya sempatkan untuk mampir ke sebuah galeri seni, yang terletak di Dago, Bandung Utara. Selasar Sunaryo, adalah sebuah galeri senin yang dibangun oleh Sunaryo, seorang seniman kontemporer sekaligus mantan dosen seni rupa ITB, yang pernah mengenyam pendidikan di Cina dan Italia.

 berpose di pintu masuk Selasar Sunaryo, Bandung

Selasar Seni Sunaryo ini didirikan pada tahun 1997, diresmikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Edi Sedyawati, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di masa itu Bapak Juwono Sudarsono. Walau sudah dimulai pembangunannya sejak tahun 1997, namun karena kondisi perekonomian di masa itutempat ini baru diresmikan pada hari Sabtu, 5 September 1998.

 prasasti peresmian Selasar Sunaryo

Galeri seni yang bersifat nirlaba ini awalnya dibangun untuk bisa menampilkan karya2 Sunaryo, yang banyak menciptakan karya seni Instalasi. Saat pertama diresmikan di tahun 1998, tempat ini untuk pertama kali menampilkan pameran solo karya Sunaryo yang berjudul ‘Titik Nadir’ (titik terendah). Pameran ini merefleksikan perhatiannya terhadap situasi sosio-politik pada saat itu, ketika kondisi Indonesia secara umum diliputi dengan kekacaubalauan dan keputusasaan pada kebanyakan orang-orangnya. Walaupun sudah tidak ada, dokumentasi kegiatan tersebut akan kita jumpai saat memasuki Galeri ini.

 pintu masuk gedung utama Selasar Sunaryo

Karya seni instalasi Sunaryo lain yang fenomenal dan layak diingat diantaranya adalah : 2000, Puisi Titik Putih yang diselenggarakan di Galeri Decorous, Jakarta. Karya instalasi teatrikal ini memeadukan berbagai elemen sekaligus mulai dari benda jadi, konstruksi kayu, lukisan, kain hingga pertunjukan video. 2001, Sunaryo menampilkan “A Stage of Metamorphosis” di Circle Point Art Space, Washington DC. Sama seperti karya2 Sunaryo lainnya, kali ini isu sosial masyarakat masih menjadi perhatian utama dari Sunaryo. Karya ini mewakili pertanyaan besarnya, akankah Reformasi mampu memberi perbedaan pada negeri ini 2002, Titik Gamang hadir di R-66 Art House Bandung. Karya instalasinya kali ini menampilkan lorong berliku temaram yang diujungnya terdapat ruangan berisi potongan artikel dari media cetak dengan judul2 bombastis. Karyanya kali ini menyiratkan sikap pesimis Sunaryo pada perubahan bangsa. 2005, Sunaryo menciptakan karya instalasi di Candi Plaosan yang juga menjadi bagian dari Proyek besar sebuah film berjudul Opera Jawa, karya Garin Nugroho. Karya ini dinamakan Semedi Ning Jenar, sebuah karya luar biasa yang memadukan ribuan batang bambu dan kain merah di seputar Candi Plaosan

Kini Selasar Sunaryo telah banyak berperan penting dalam bidang seni dan lanskap budaya Indonesia. Secara rutin tempat ini mengorganisir aktifitas yang berhubungan  dengan seni  seperti, desain, kerajian, pertunjukan seni, literatur, arsitektur, dan seterusnya. Sebagai tambahan dari koleksi – koleksi yang sifatnya  permanen, Selasar Sunaryo juga mengorganisir pameran pameran tunggal yang bekerjasama dengan seniman-seniman muda dan senior yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Kalau berkunjung kesini, kita akan menemukan bagian-bagian bangunan yang menarik, diantaranya :

1. AmphiTheater Selasar Sunaryo

2. Pendopo Selasar Sunaryo

3. Coffeeshop Selasar Sunaryo

Selain itu ada juga tempat penjualan cinderama serta Stone garden yang sayangnya belum dibuka untuk umum. Saya sendiri terkesan dengan Ruangan Mushola di tempat ini, ruangan yang sederhana, namun tata lampu dan desain interior yang terdapat di dalamnya, membuat perasaan kita menjadi adem dan tentram saat memasuki tempat ini. Sayangnya pas ke Mushola lupa bawa kamera heueheehehe =D

Seingat saya, di tempat ini saya menghabiskan waktu sekitar 3 jam, 30 menit untuk keliling galeri utama, satu jam untuk duduk di coffeeshop nya (pesanlah menu kopi disini, biji kopinya haruuum dan salah satu yang terenak yang penah saya cicipi) lalu 1,5 jam sisanya adalah untuk berkeliling mengagumi bangunan Selasar Sunaryo ini serta tentu saja mengambil foto di beberapa lokasi hihihihi =D

Secara kasat mata mungkin tidak banyak teknik membuat bros atau aksesoris yang saya pelajari dari kunjungan ini, tapi perjalanan ke Selasar Sunaryo memberikan kesempatan bagi saya untuk mempelajari sesuatu yang baru, bertemu dengan orang-orang yang belum pernah saya kenal, melihat hal yang belum pernah saya amati sebelumnya, serta memahami karya seni yang sifatnya baru bagi saya yang awam ini. Lalu pada akhirnya menemukan inspirasi yang saya cari (kikie)

Bagikan tutorial melalui