Archive for the ‘celoteh kikie’ Category

Apr 26

100 Hari Belajar Marketing Instagram di Kelas Bisnis Online

KELAS BISNIS ONLINE UNTUK PEREMPUAN Kelas “⁠⁠⁠100 Hari Belajar Memasarkan Bisnis secara Online” adalah komunitas belajar online untuk perempuan dengan bisnis skala rumahan, yang diselenggarakan melalui forum Whatsaap Grup. Peserta yang tergabung akan bisa saling sharing dan bertukar informasi mengenai kegiatan bisnis onlinenya melalui forum chat ini.

Kelas ini akan semakin seru, karena serangkaian tugas-tugas harian akan diupdate secara berkala. Tugas ini meliputi berbagai kegiatan marketing, seperti : – Posting foto dengan tema tertentu, – Belajar langsung menulis caption yang menarik pada foto yang diposting – Membuat video interaktif dengan para customer untuk mempromosikan usahanya – Belajar memasang iklan online, – Memanfaatkan feature andalan pada akun instagram, – Melakukan kegiatan promo menarik untuk meningkatkan interaksi dengan customer, seperti lomba foto, program give away, spam like Rangkaian kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan penjualan yang dilakukan oleh para peserta selama proses berlangsung.

Kegiatan ini diselenggarakan khusus untuk perempuan dnegan harapan, bisa mengajak para perempuan pemilik usaha untuk bisa mengembangkan bisnisnya dengan cara yang mudah dan bisa dilakukan dari rumah, disela kesibukan menjalankan peran lainnya.

KELAS BISNIS ONLINE INI GRATIS Kelas ini bersifat gratis, tanpa dipungut biaya, dan akan dilakukan selama 100 hari mulai dari tanggal 1 MEI 2017. Selama satu minggu pertama, peserta yang akan diundang ke grup kelas bisnis online ini akan mempersiapkan akun instagramnya. Lalu Mulai Tanggal 8 Mei 2017, akan secara berkala mengerjakan tugas harian dan mingguan untuk meningkatkan bisnisnya. Dan Pada Tanggal 8 Agustus 2017, kelas bisnis online akan berakhir.

SYARAT Mengikuti kelas ini : – Perempuan Indonesia, memiliki bisnis. – Bisnis yang digeluti bisa meliputi bisnis jasa, kuliner, industri kreatif atau yang sifatnya memberi nilai tambah pada suatu produk – Memiliki Akun Instagram aktif yang digunakan untuk promosi bisnisnya – Secara Aktif menggunakan gadget (komputer dan hanphone) – Memiliki piranti untuk memotret dan membuat video (kamera ataupun handphone) Karena tugas yang diberikan akan menggunakan gadget tersebut, sehingga apabila peserta memiliki keterbatasan (tidak punya, diharapkan bisa meminjam dulu selama 100 hari) agar tidak menghambat proses belajar yanga kan dilalui di kelas online ini.

CARA PENDAFTARAN Untuk dapat terdaftar di kelas ini peserta diharapkan untuk dapat membuat video sederhana menggunakan handphone – upload video dengan durasi kurang lebih 1 menit di akun instagrammu – format video 16×9 (memanjang ya, jadi kamera tidak dalam posisi berdiri) – bisa gunakan kamera depan handphone, saat merekam – dalam durasi 1 menit, calon peserta diharapkan dapat menyebutkan : 1/ Nama Lengkap/Panggilan 2/ Bisnis yang digeluti saat ini (akan lebih baik bila bisa menunjukkan/memakai salah satu produknya di video nanti) 3/Sudah berapa lama menekuni bisnis tersebut 4/ Apa kendala yang dihadapi selama ini 5/ Harapan mengikuti kelas online ini

untuk lebih mudah, sebelum melakukan rekaman kita bisa membuat teks tertulis dulu seperti :

“Hai… Nama saya Riski Hapsari Saya pemilik akun instagram Koleksikikie, yang menjual berbagai produk aksesoris buatan tangan seperti bros, kalung, gelang dan cincin dari bahan manik-manik Saya sudah menekuni bisnis ini selama 10 tahun. Belakangan ini saya merasa penjualan saya kurang maksimal, banyak pelanggan merasa harga jual saya terlalu mahal, padahal biaya-biaya memang jadi lebih mahal belakangan ini. Saya berharap bisa masuk mengikuti kelas bisnis online koleksikikie, untuk bisa mendapatkan inspirasi dari sesama peserta kelas online dan belajar lebih banyak cara-cara memasarkan produk yang lebih efektif dan efisien”

Lalu POSTING di akun instagrammu dengan hastag #100HariBelajarBisnisOnline #kelasbisnisonlinekoleksikikie

Jangan lupa untuk mengirimkan juga videomu ke WHATSAPP 081.7510.8668 an Kikie dengan disertai Nama Lengkap dan asal kota 

Kenapa Harus Video? Walaupun terlihat sederhana dan banyak diantara kita yang kerap menggunakan feature video di handphone u merekam kegiatan yang kita temui sehari-hari. Proses merekam diri sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan keberanian, rasa percaya diri, kemauan dan semangat belajar untuk bisa menghasilkan video berdurasi 1 menit yang bisa menceritakan tentang diri kita dan bisnis kita. Hal ini merupakan salah satu seleksi awal yang dibutuhkan untuk bisa menemukan peserta yang benar2 memiliki kemauan besar untuk maju dan keberanian untuk mengubah bisnisnya menjadi lebih baik.

Disamping itu, bisnis online yang terus bergerak menuntut kita menjadi pribadi yang fleksibel dan mau belajar. 10 tahun lalu kemampuan menulis menjadi kunci suksesnya bisnis ditemukan mesin pencari data seperti google. Tapi hal itu tidak lagi berlaku di 5 tahun terakhir, kualitas foto yang baik dengan narasi yang mudah dipahami, justru lebih diminati dibanding tulisan yang panjang lebar. Kini mempersiapkan 5 tahun ke depan, gambar berupa foto akan semakin ketinggalan zaman. Hampir semua media sosial melengkapi dirinya dengan feature live streaming, video 1 menit yang memudahkan kita untuk berinteraksi secara langsung dengan customer yang terpisah jarak dan waktu dengan lokasi kita saat ini. Untuk itulah skill ini akan saangat dibutuhkan untuk bisa mempersiapkan tantangan ke depan.

Kalau Gak Punya Bisnis Boleh Gak Ikut Belajar Bagi teman-teman yang belum memiliki bisnis, saya sarankan untuk mengikuti materi yang dibagikan di kelas ini melalui Komunitas Perempuan Belajar Bisnis Online, sebuah Facebook Group untuk perempuan yang ingin mempelajari bisnis secara online, silahkan klik link berikut : https://www.facebook.com/groups/1225026127616984/

Secara berkala di grup ini kita akan saling sharing rekapan materi di whatsapp grup untuk dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi teman-teman yang akan memulai bisnis. Karena untuk bisa praktek melakukan postingan langsung pastinya akan menjadi hal yang sulit bagi mereka yang belum punya bisnis tertentu, oleh karena itu media facebook grup ini diharapkan bisa menjembatani hal tersebut.

Kalau saya gak jual aksesoris, tapi selama ini menjual jasa sebagai make up artist bisa gak ya bergabung di kelas bisnis online ini? BISA. Kelas ini tidak terbatas untuk temen-temen yang bikin aksesoris saja, boleh siapa saja asalkan memiliki bisnis untuk dipromosikan. Dengan aktif melakukan promosi kita akan memiliki peluang lebih besar untuk bertemu customer.

YUK KITA BELAJAR SAMA-SAMA DI KELAS BISNIS ONLINE ini Sahabat (kie) Bagikan tutorial melalui

 

Apr 19

Memilih Kemasan untuk Aksesoris

Pentingnya Kemasan untuk Aksesoris Tidak bisa dipungkiri, kemasan atau packaging memegang peranan yang penting dalam bisnis aksesoris. Barang yang sama, bisa memberi kesan yang berbeda ketika dikemas secara berbeda pula. Selain itu, kemasan yang menarik juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para konsumen yang bisa membantu mereka mengingat produk kita dengan baik.  Belakangan beberapa orang memilih menjual produk susu sapi dalam kemasan botol dot, untuk menarik perhatian calon pembelinya.

kemasan susu nyot menggunakan Botol Dot Bayi

MANFAAT KEMASAN diantaranya : 1. Meningkatkan Harga Jual Produk. Bros yang sama bisa dijual dengan harga yang jauh berbeda saat dikemas secara berbeda.

brosyang sama memberikan kesan yang berbeda dalam kemasan yang beda

2. Menjaga kondisi barang aman hingga diterima konsumen Hal ini sangat membantu bagi kita yang berjualan secara online. Packaging akan memudahkan kita mengemas paket yang akan dikirim melalui jasa penitipan barang.

3. Memudahkan Customer ketika ingin menghadiahkan produknya kepada orang lain. Seringkali produk aksesoris yang dibeli tidak untuk dikenakan sendiri, banyak yang membeli bros untuk di hadiahkan. Kemasan yang menarik akan memudahkan mereka saat ingin memberikan hadiah kepada orang-orang tersayang.

4. Sebagai Media Mendisplay Barang saat Pameran  Ketika mengikuti bazar atau pameran, display produk sering menjadi PR tersendiri. Kalau bawa alat display kebanyakan, cukup menyulitkan proses loading barang di lokasi pameran(apalagi kalo pas jaga bazar sendirian ya) Lain ceritanya saat kemasan yang kita gunakan juga sudah menarik untuk dijadikan display.

kotak beludru kemasan bros berfungsi juga sebagai media display saat bazar berlangsung

Menentukan Kemasan yang Tepat Banyak hal yang bisa kita jadikan pertimbangan saat akan membuat kemasan, namun saya sendiri membuat kemasan berdasarkan pertimbangan berikut ini : 1) Anggaran Sebelum menentukan harga jual produk, sebaiknya sertakan juga anggaran dana untuk pembuatan kemasan. Idealnya harga kemasan tidak lebih besar dari 15%. tapi dalam beberapa kasus bukan nggak mungkin lho, kemasan yang keren akan membuat orang jauh lebih yakin uantuk membayar lebih mahal, meskipun produk yang dijual sama persis.

2) Sesuaikan dengan Fungsi Utama Walaupun memiliki fungsi mempercantik barang dagangan yang kita jual, namun fungsi utama kemasan adalah untuk menjaga kualitas dagangan kita tetap prima hingga diterima oleh konsumen. Maksudnya kalau yang kita jual adalah bros dari bahan glass bead/kaca yang rentan pecah saat terkena guncangan, ada baiknya menghindari kotak dari bahan keramik. Kesannya memang lebih lux dan mewah tapi tanpa pengaman kain halus/busa di dalamnya maka resiko retak, pecah ataupun lecet saat terjadi guncangan juga akan jadi jauh lebih besar.

3) Pilih Kemasan dengan ukuran yang Pas dan Tepat Guna Idealnya kemasan yang kita pilih punya ukuran yang fixed/sesuai dengan produk yang kita jual. Tapi kalau produk yang kita jual memiliki keragaman, wah bisa-bisa kita jadi kolektor kemasan ya (secara umumnya pemesanan kemasan minim adalah seratus untuk masing-masing ukuran).

Disinilah kita dituntut kreatip pren, untuk kalung dan gelang yang umumnya punya bentuk dan ukuran lebih fleksible, kemasan dapat dibuat berupa kantong atau dompet dari kain yang bentuknya bisa menyesuaikan aksesoris kita, apalagi kalau harganya bisa lebih murah dari box/kotak.

Bahkan ada beberapa teman juga yang secara brilian mengemas kemasan cantik bentuk dompet ini sebagai bonus yang daapt dipilih warna dan motifnya ^_^ bukan nggak mungkin lho pren… calon pembeli yang awalnya ragu mau beli aksesoris kita, niatnya menjadi menggebu-gebu setelah lihat bonus dompetnya yang cantik (wah jadi satu strategi pemasaran yang briliant kan pren)

5)Pertimbangan Tampilan Kemasan Sebaiknya pilih kemasan yang aman, namun tidak terlalu tertutup. Sehingga calon customer bisa melihat aksesoris, tanpa harus repot-repot membuka tutupnya. Dengan demikian calon pembeli hanya akan mengambil produk yang dia suka untuk dibuka dan dicoba (kecuali dia suka semua ya terpaksa semua dibuka… hihihihi).

Kondisi ini akan menjadikan kotak kita jadi lebih awet dan tragedi hilangnya tutup kemasan (karena keseringan dibuka tutup kotak juga lebih rentan rusak)

Koleksikikie menyediakan Kemasan Aksesoris. Koleksikikie menyediakan kotak kemasan aksesoris dalam dua pilihan

1. Botak bros mika bening Untuk kotak kemasan dari mika bening, yang akan dikirim dalam bentuk lembaran masih belum terlipat, harga kotak mika adalah sbb: mika ukuran 8×8 eceran 1500, beli 100 buah Rp 125.000 mika ukuran 7×7 eceran 1250, beli 100 buah Rp 100.000 mika ukuran 6×6 eceran 1000, beli 100 buah Rp 85.000 mika ukuran 5×5 eceran 750. beli 100 buah Rp 65.000

2. kotak bros beludru Hitam kotak ukuran 5×5 @3000, beli selusin Rp 30.000 kotak ukuran 6×6 @4000, beli selusin Rp 40.000 kotak ukuran 7×7  @5000, beli selusin Rp 50.000 kotak ukuran 8×8 @6000, beli selusin Rp 60.000 Semua kotak kemasan memiliki ketinggian 3 cm

Bahannya terbuat dari beludru warna hitam dengan penutup dari bahan mika transparan. Kalau ingin membeli kotak beludru, yang perlu dipertimbangkan adalah : jasa pengiriman umumnya tidak hanya menghitung berat namun juga volume paket pren, sehingga meskipun ini jenis benda ringan…tapi biaya kirimnya bisa jadi mahal karena ukurannya yang besar. Jadi kalau kita butuh dalam jumlah banyak coba deh mulai hunting tempat souvenir atau pembuatan kotak yang tersedia di kotamu, sehingga biaya pengirimannya juga tidak besar.

Okay sahabat, semoga sharingnya bisa bermanfaat yaa.. lup you pren (kie)

Bagikan tutorial melalui

Apr 05

Workshop Memasarkan Kerajinan Melalui Instagram (Jakarta dan Sekitarnya)

Koleksikikie di JAKARTA Haiiii sahabat koleksikikie yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, setelah lama absen bikin kelas di Jakarta. April ini kita kembali mengadakan workshop untuk sahabat kesayangan koleksikikie. Acaranya akan diadakan di Supermaket Bahan Craft terbesar di Jakarta “Charisma” tepatnya yang berlokasi di Thamrin City Lantai 2 Blok BT No→ Baca selengkapnya

Mar 30

Minggu Kreatif : Membuat Peniti Manik-Manik

MINGGU KREATIF BERSAMA KOLEKSIKIKIE Menyambut Bulan April ini… Kelas Minggu Kreatif bersama Koleksikikie akan hadir kembali di Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Pada kesempatan ini, koleksikikie kembali akan mengajak para pengunjung Kebun Bibit Wonorejo untuk membuat peniti hias dari manik-manik. Acara Minggu Kreatif ini merupakan program community service yang secara rutin→ Baca selengkapnya

Mar 17

Artikel Koleksikikie di Otonomi.co.id

Sejak bergabung dengan Qlapa sebuah market place yang mengkhususkan diri untuk menjual produk-produk handmade karya anak bangsa secara online, Alhamdulillah ada banyak sekali hal positif yang kami rasakan. Tidak seperti marketplace lain, yang hanya berfokus pada berapa besar angka penjualan yang terjadi, Qlapa memberikan perhatian khusus kepada para pengrajin lokal dengan→ Baca selengkapnya

Mar 16

Liputan Koleksikikie di “JURNAL WANITA” STTV

Tamu Istimewa di Workshop Koleksikikie Beberapa waktu yang lalu, workshop koleksikikie di Rungkut Asri Barat 14 no 3 Surabaya kedatangan tim dari STTV yang bermaksud untuk meliput kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh tim Koleksikikie. Mbak Ayu selaku ketua tim produksi, pagi itu datang ditemani oleh dua kameramen handalnya. Di sesi liputan→ Baca selengkapnya

Mar 15

Serunya Photosession Koleksikikie & Prend

Model Aksesoris Koleksikikie Dulu….kalo lihat foto orang yang ada di Koleksikikie.com, ya biasanya yang jadi model saya lagi-saya lagii… hihihihi…waktu itu saya sudah nyadar ada banyak sekali nilai tambah yang didapat kalo aksesoris difoto sambil dipake, diantaranya : Punya daya jual lebih tinggi dibandingkan dengan aksesoris yang hanya difoto berupa→ Baca selengkapnya

Jan 31

UKM – Usaha Kecil Masa’ (Mau terus-terusan kecil ?)

Prolog :

Kemarin waktu membuka halaman Fanspage Koleksikikie, saya tergelitik membaca artikel yang dibagikan seorang kawan di timeline facebooknya. Artikel ini menceritakan secara singkat tentang maraknya bisnis kuliner yang diprakarsai oleh para artis muda. Bisnis makanan ini, kini sangat laris dijual di berbagai daerah sebagai buah tangan. Sebut saja diantaranya : Malang Strudel (Teuku Wisnu-Shireen Sungkar), Jogja Schrummy (Dude Herlino-Alyssa), Medan Napoleon dan Surabaya Snow Cake (Irwansyah-Zaskya Sungkar ) serta Makassar Baklave (Irfan Hakim).

Tidak hanya mengulas tentang betapa larisnya oleh-oleh (yang tidak khas) daerah ini, penulisnya juga membuat opini bahwa bisnis ini laris manis karena yang jualan artis. Dengan kalimat manis “Kok tega sih mereka jualan kue yang diaku sebagai khas dari suatu daerah padahal bukan“, dan “Jahat banget cara Dude Herlino mengalihkan perhatian pembeli dengan tagline kalau oleh-oleh khas yogya gak cuma bakpia haanya agar orang mau mampir ke toko jogja schrumy-nya” atau kalau disingkat dengan lebih padat akan menjadi kalimat “Apa gak kasihan sama UKM-UKM yang jualan kue-kue itu dan gak punya artis sebagai tenaga pemasarannya”

Duh langsung lega lho saya dulu nggak jadi artis aja hihihihi…

Habis baca artikel itu, rasanya kok jadi kasihan ya sama artis-artis ini. Baru usaha jualan kue udah dituduh menzalimi hidup UKM yang modalnya lebih sedikit dan yang punya juga rakyat jelata alias bukan artis. Apa ya iya kalau mereka sukses dan berhasil menjual dagangannya kepada banyak orang, itu sama artinya dengan mengambil rezeki yang seharusnya punya kita-kita pengusaha rumah kecil-kecilan ini. Apa gak kebalik, justru sebenernya kita-kita sendirilah yang memilih untuk tetap kecil, karena memang belum siap untuk menjadi besar.

Suka Duka jadi Pengusaha UKM

– Usaha Dirumah

usaha di rumah memungkinkan teman-teman kaylila belajar meronce pas main ke rumah

Awal mula dulu saya merintis udaha di rumah, alasannya hampir sama dengan sebagian teman-teman yang lain. Biar deket sama anak-anak yang masih kecil dan butuh perhatian, gak perlu kena macet di jalanan, dan karena bisnisnya juga baru dimulai gak perlu lahan yang terlalu luas untuk memulai usaha.

Kini setelah 10 tahun berlalu, usaha saya ya masih di rumah juga lho heuehehe…. padahal kalo masukkan kata kunci aksesoris manik-manik, atau bros manik-manik, Insyaallah sudah di halaman awal-awalnya eyang google pelanggan dan resseler alhamdulillah sudah rutin ngambil barang buatan kita ada yang dijual untuk temen kantornya, ada juga yang dipasarkan sampai ke negara tetangga malaysia bahkan juga amerika, australia dan singapura. Dan varian barang yang disimpen di kardus2 itu sebenernya sudah cocok untuk dipajang di satu toko kecil di plaza atau mall. Dalam benak orang-orang pada umumnya, kalau tokonya mudah diakses pasti akan lebih banyak yang datang.

Tapi ya tetep lho, sampe sekarang saya belum juga punya toko. Alasannya kenapa?

“Modal masih minimalis mending jualan onlen dulu aja deh… duitnya muter lebih cepet, gak perlu bayar sewa toko segala, akses zaman sekarang kan gak harus didatengi, kirim barang juga udah makin gampang” Tapi kalau ada toko fisik, imej bisnismu akan lebih okeh lho, lagian kan anak-anak juga sudah semakin besar, akan butuh biaya lebih banyak “Ya anak-anak memang sudah mulai besar, tapi ngurus toko online gini aja kadang masih nggak kepegang… apalagi kalo buka toko di mall, kan juga perlu diawasi, butuh biaya operasional gak sedikit juga loh…” Ya kalo kendalanya di biaya, ambil aja pinjaman dari Bank toh kan sudah bisa ngitung perputaran uang, gimana kembalinya… kalo usaha gak dibesarin masa selamanya mau gini-gini aja? “Ya ada benernya juga sih ya… tapi gapapalah gini-gini dulu, daripada ambil pinjeman di bank trus kepikiran mbayarnya gimana, hidup malah gak tenang”

Hihihi semacam kebanyakan alasan gak sih saya ini heuehehe… ayoo angkat tangan yang kompakan sama saya >_< – Punya Karyawan 

Dulu pas mulai bikin Koleksikikie, hampir semua hal saya kerjakan sendiri. Belanja bahan, merangkai manik-manik jadi aksesoris, memotret, posting di sosial media, packing, sampe ngirim ke jasa pengiriman barang. Sekarang Alhamdulillah sudah dibantu sama crew koleksikikie, sebagai admin di beberapa sosial media yang saya punya. tapi kaya motret dagangan masih saya, nulis saya juga, belanja bahan juga saya, kirim paket kadang saya, mbuat aksesoris juga tetep saya walaupun sudah banyak dibantu, update postingan di berbagai sosmed ya saya juga, memastikan gajian dibayar di waktu yang tepat saya juga, bayar suplier, kurir dan semua tagihan ya saya juga… qhehehehe… masih banyak jjuga ya ternyata kerjaan yang harus dikerjakan

Harusnya tuh sekarang koleksikikie punya staf ahli, orang yang kamu percaya buat ngerjain sebagian tugas rutinmu itu. “Ih tapi kan ya mahal juga lho bayaran staf ahli gini, dengan banyaknya kebisaan yang dia miliki pasti angka gaji pokok yang diminta juga tinggi gak kebayang mampu gak bayar gajinya” Tapi kaya kegiatan motret, nge-update website dan sosmedmu, ngerapihin administrasi, kan gak harus kamu yang ngerjain kamu bisa lebih fokus di hal-hal kreatif. “Tapi apa dengan keberadaannya trus bisa membantu penjualan menjadi lebih baik. Kalo setelah dibantu dia ternyata cuma bikin hidup lebih mudah tapi gak bisa lebih kaya, rasanya mending gak usah deh. Karena buat UKM sekarang ini, bukan hanya fokus jualan banyak aja, tapi kalo bisa sih pengeluaran-pengeluaran gak penting bisa dihemat se-efisien mungkin” Yah sekali-sekali cobalah endorse artis buat promosiin daganganmu, biar banyak yang lebih tau “Ide bagus  sih, tapi sebenernya aku lebih pengen orang mempromosikan barangku karena dia ngerasa suka dan nyaman pake aksesoris koleksikikie, kalopun aku bayar orangnya harus beneran suka juga make aksesoris buatanku ini” Aiiiihhhhh sok idealisss abiiiiiissss yaa… tapi ya kadang sebagai UKM kita tuh masih sering gini kan ya mikirnya heuehehe….. – ada yang gak mau punya karyawan karena hasil buatan karyawan gak bisa sebagus dan serapi buatan tangan kita (yaiyalah tangannya beda ya hasilnya beda hihihihi dan kita tau banget itu karena sering nulis di caption dagangan “barang handmade, gak bisa sama persis) – ada juga sih yang pengen punya karyawan, bingung gimana nge-gajinya… (maka salut ya sama artis-artis ‘yang konon menzolimi UKM ini’, tapi bisa punya banyak gerai yang mempekerjakan karyawan yang pastinya gak sedikit… karena butuh keberanian lho mengambil tanggungjawab menjadi usaha yang menghidupi orang banyak) Tentu saja bukan suatu hal yang salah lho ya menjalankan usaha sendirian aja kaya gini, tapi kalau usaha kita lebih lambat majunya dibanding toko sebelah yang saking ramenya sampe kehabisan stok barang. Ya kita juga harus sadar diri bahwa kita sendiri memang belum siap untuk jadi sperti itu. Karena kaya kata spiderman ada tanggungjawab yang besar di setiap kekuatan yang kita miliki (daleeeemmmmm)

– Pemasaran dan Promosi

Saya pribadi sangat setuju, bahwa bisnis yang mampu memarketingkan produknya dengan baik menggunakan cara-cara promosi yang kreatif akan bertahan lebih lama dibanding bisnis sejenis yang  tidak menajamkan kekuatan mereka di bidang ini. Karena kita-kita ini kan hidup dari uang yang kita terima saat terjadi penjualan. Dan penjualan barang terjadi ketika produk yang tepat bertemu dengan orang yang tepat.

“Buatan saya ini buagus lho, rapi, menggunakan bahan paling berkualitas” tapi karena harga jualnya jadi tinggi, pelanggan yang tidak sanggup membayar gak akan beli, atau malah nuduh jualnya kemahalan heuehehe… “Barang saya ini biarpun handmade tapi harganya sangat terjangkau lho, karena bahan bakunya ini buatan sendiri, sehingga kita bisa jual dengan harga murah” tapi karena bahan bakunya kadang ada seringnya enggak, yang mau jadi resseler jadi galau… ini orang produksinya kok gak jelas gini sih, dibeli tapi sekali aja. “Pembuatan barang ini kita lakukan berkelompok, seluruh warga RT kita bikin produk yang sama, jadi setiap saat perlu banyak kita bisa sediakan mbak barangnya” tapi karena gak terstandard dengan baik, beli hari ini, besok atau lusa beda barangnya hihihihi… beli dari rumah pojok kanan sama rumah depan lapangan beda ukurannya.

Namun dengan kemampuan marketing yang baik, hal-hal ini justru bisa dikemas dengan apik. Produk yang harganya mahal disebut premium, hanya satu-satunya dan cocok untuk mereka yang menyukai sesuatu yang istimewa. Barang yang kadang ada kadang tiada disebut Produk Stok Terbatas, beli sekarang juga karena besok belum tentu ada, baru liat judulnya aja orang langsung antri ngerasa harus punya barang itu hari ini. Para marketing handal seakan tau cara melihat barang dagangannya dari sisi positif dan mengangkatnya menjadi sebuah keunggulan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pelanggan untuk datang membeli. Bahasa promosi yang kemudian memberi gambaran kepada calon customer. Mereka  yang tertarik pada promosi ini akan datang melihat. Kalaupun setelah melihat dia tidak membeli, namun bukan berarti di masa yang akan datang dia gak beli lhoo… karena pada intinya, dia sudah tertarik.

Dan apapun bisnisnya, pasti butuh promosi donk ya… Termasuk UKM kaya kita.

Tapi kalo promosinya besar-besaran, kira-kira kitanya sanggup gak ya ngerjain orderan yang datang. Biasanya jawaban pengusaha UKM yang optimis “Asal ada permintaan pasar yang jelas, kita pasti akan usahakan untuk sediakaan barang” Terus pas mulai hunting bahan baru deh berasa, “Wah kalo beli dalam jumlah banyak modalnya harus banyak juga yaaahhh hihihihihi..” Pas mulai ngerjain pesenan baru deh jadi lebih memahami, “Kalo dapet pesenan banyak dan modelnya sama langsung kerasa cape banget ya ngerjainnyaa, bosen bikin yang sama mulu… ” Trus biar ada yang bantuin ngajakin temen buat sama-sama bikin,”Ah susah sama temen, kita semangat ngerjain dia cuma bikin pas inget aja” Walhasil, yang dulunya gembira ngerjain pesenan yang datang dan menghasilkan penjualan. Pas ada buanyak ternyata lebih stres dan gak bikin hidup lebih hepiii… karena secara produksi sendiri, kita memang belum siap menerima pesanan dalam jumlah banyak.

Eh jadi-jadi gimana donk nih kita harus ngambek gak sih sama temen-temen artis yang bikin usaha dan laris manis ituuu…

Kalau kita jawab iya. berarti inilah saatnya untuk naik kelas dan berubah menjadi usaha yang lebih besar lagi. Yang bisa menghidupi lebih banyak orang, yang punya tanggungjawab lebih besar untuk memenuhi permintaan para pelanggan dan tentu saja membutuhkan modal lebih besar untuk bisa menjalankannya. Karena sebagai pedagang kita-kita pasti tau banget donk ya, gak ada hasil yang akan mengingkari usahanya, Kalo dari duluuu sampe sekarang yang kita kerjain masih sama gitu-gitu aja… kok rasanya lebai banget kalo kita berharap dapet hasil yang beda dan lebih luar biasa dari yang kemarin. Sama halnya kalo punya modal masih sedikit, ya berharap dapet keuntungan berkali-kali lipat boleh juga sih… tapi kalo bikin hidup gak tenang apa ya iya mau kita kerjakan, mendingan yang banyak tapi hidup bisa tentram (hahaha ya iyalah ya semua mau hihihihi…).

Coba cari yang kita mau dan fokus sama hal itu. Karena yang kita mau belum tentu sama dengan yang diinginkan kebanyakan orang. Memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, bisa saja menjadi hal yang membawa pelajaran hidup penting buat kita, Tapi kalo kebanyakan merhatiiin orang lain, trus sapa donk yang bakalan njalanin usaha kita hihihihi…

Menulis adalah memotivasi diri Selaluuu semangat Sahabat (kie)

Bagikan tutorial melalui

 

Jan 18

5 Cara Mempertahankan Bisnis Online di Era Perubahan

Tadi pagi saya membaca tulisan yang dibuat oleh Bapak Pambudi Sunarsihanto, beliau adalah Direktur Human Capital Citibank Indonesia. Laki-laki yang dijuluki sebagai Guru Kepemimpinan para Bankers ini memang terkenal dengan tulisan dan pemikirannya yang inspiratif. Salah satunya yang menurut saya sangat menginspirasi adalah tulisan beliau yang berjudul “ARE YOU READY FOR THE FUTURE ???” Sebuah Tulisan yang membantu kita untuk mempersiapkan diri Mempertahankan Bisnis di era perubahan.

SIAPKAH KITA MENGHADAPI MASA DEPAN? Wah ini pertanyaan yang dalem banget ya, apalagi karena hampir semua dari kita mengetahui gak ada yang pasti didalam hidup ini. Perubahan menjadi sesuatu yang terus terjadi, sebagai konsekuensi dari sifat dasar manusia yang ingin terus menjadi lebih baik. Dan bagi sebagian orang, perubahan di masa depan menjadi sesuatu yang menakutkan. Bahkan ada pepatah yang bilang : “Membangun bisnis itu sulit, tapi mempertahankan bisnis jauh lebih sulit”

1. INOVASI SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI PERUBAHAN

Dalam artikel yang ditulis oleh Bapak Pambudi, dicontohkan tentang Garmin. Perusahaan yang awalnya memproduksi mesin GPS untuk dipasang di mobil biar gak kesasar ini, menjadi kehilangan pelanggannya ketika semua smartphone sudah melengkapi diri dengan fasilitas peta online. Fasilitas ini memudahkan setiap pengguna smartphone mencari jalan, menggantikan fungsi navigasi dari mesin-mesin yang diciptakan GARMIN sebelumnya. Trus apakah Garmin bankrut dengan adanya perubahan ini?

Diakui bahwa penjualan Garmin sempat menurun, tapi Alhamdulillahnya sih nasib GARMIN gak seperti Nokia (disaat orang tidak menggunakan telephone untuk komunikasi dengan voice (suara) lg, atau Blackberry pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi, atau Kodak saat foto tidak harus memakai film lagi. Karena ketika penggunanya tidak lagi membutuhkan GARMIN sebagai mesin navigasi pencari arah. Perusahaan ini dengan tanggap dan cermat segera mengganti fokus bisnisnya dengan berinovasi di produk fitness dan kesehatan.

GARMIN menciptakan jam tangan yang tidak hanya mampu memberi informasi tentang waktu, namun juga informasi mengenai navigasi arah sesuai keahliannya selama ini. Dan tidak hanya itu saja, jam tangan GARMIN segera menjadi favorit para olahragawan sebab mampu menyajikan berbagai informasi tambahan seperti : berapa kalori yang terbakar, jumlah langkah yang sudah kita lakukan, detak jantung kita sebelum dan selama olahraga. Dilengkapi dengan tampilan desain yang mewah, kaca anti gores serta mesin tahan air, jam ini menjadi aksesoris yang hits. Yah istilahnya kalo lari pake jam tangan Garmin, rasanya keren bangetttt cyin … Maka tak heran bila setelah inovasi yang dilakukannya ini, Angka penjualan GARMIN pun meroket kembali.

2. ADAPTASI, MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEMAJUAN ZAMAN

Waktu memulai Koleksikikie di 10 tahun lalu, cara jualan bros dari arisan ke arisan kayanya udah oke banget lho. Setelah internet semakin canggih, kebutuhan untuk memiliki bisnis online menjadi sesuatu yang mendesak. Sekarang bawa barang saat ada pertemuan sih masih teteuppp yaa… tapi kalo yang dicari gak ada, maka solusi berikutnya ya “Eh lihat aja warna barang lainnya di instagramku ini yaa, nanti bisa aku kirim pake gojek gelangnya”

Harus diakui bahwa kemajuan teknologi informasi dalam 10 tahun ini, mewajibkan saya untuk melengkapi diri dengan perangkat elektronik yang menunjang gaya perdagangan modern di masa sekarang. Ibaratnya ya, dulu punya telpon kabel di rumah udah cukuplah, yang penting kan bisa dihubungi sama tetangga. Sekarang biar jualan onlinenya lancar, kalo cari telfon lebih baik yang smartphone ya, yang gampang dibawa, yang ada internetnya, yang hemat baterenya, yang RAMnya banyak biar kalo browsing internet cepet. (yang panjang syarat-syaratnya huehehehehe…)

3. BELAJAR MENGEMBANGKAN BISNIS DAN DIRI SENDIRI Dan tentu saja proses adaptasi membutuhkan semangat belajar yang tinggi yaaa, sifat pantang menyerah juga keberanian untuk mengubah diri.

Karena benda-benda canggih, yang diciptakan untuk mempermudah hidup kita aja, harus dipelajari dulu supaya bisa digunakan secara optimal. Kalo yang make gak smart kaya smartphone nya,  biarpun punya handhone seri paling canggih ya cuma bisa buat  kirim-terima whatsapp aja, (hihihihi…. itu saya banget pas punya smartphone pertama kaliiiii) “Yah habis belum belajar caranya pake aplikasi kan ya, daripada salah trus kehapus data-data penting, mending gak usah aja” (Heuehehe…halesan)

Tapi coba perhatikan sifat polos anak-anak kita, yang begitu lihat gadget baru, apakah handphone, tablet atau gadget permainan. Mereka biasnaya langsung pijet pijet sembarang, eh tau-tau sudah bisa main game yang entahlah apa nama game-nya. Saat kelirupun mereka gak takut buat nyoba lagi. Sebab kalo gak dicoba ya memang gak akan pernah bisa juga sih ya… heueheuehe….

Dari sifat anak-anak ini saya akhirnya memberanikan diri untuk nyobain semua aplikasi yang ada di hape saya, update info teknologi tentang aplikasi baru, dan memilih yang paling cocok untuk kebutuhan yang saya perlukan. Jadi kalo misalnya sekarang ngerasa gaptek, itu bagus banget sahabat…. yang gak bagus itu sudah tau gaptek, gak ada rencana buat belajar biar gak gaptek #eeeaaaaa

4. MEMBUKA POLA PIKIR DIRI  Dulu bikin bros cakep dengan bahan berkualitas, menurut saya udah paling bener lah. Kalo bahannya bagus, kualitas bagus, pasti orang beli. Sekarang bersama pesatnya pertumbuhan bisnis online, produk cakep harus dilengkapi juga dengan foto yang cakep. Karena saat kita tidak bisa memvisualisasikan produk kita dengan baik kepada para pelanggan online kita, sangat sulit untuk meyakinkan mereka membeli produk yang kita jual.

Akhirnya kalo dulu, saya yang tukang bros merasa cuma harus fokus mengembangkan skill dan teknik membuat aksesoris. Sekarang hal itu menjadi tidak cukup lagi. Saya yang sekarang harus juga belajar tentang bagaimana membuat foto produk yang menarik. Kalau awalnya saya memilih kamera pocket yang lebih mudah cara pengoperasiannya, sebagai media membuat gambar. Setelah cukup memahami ilmu dasarnya, saya beralih ke kamera DSLR yang walaupun pengoprasiannya lebih rumit, bisa menghadirkan kualitas foto dan warna yang lebih mirip dengan aslinya. Dan walaupun sudah tau sedikit ilmu fotografi dasar setelah ganti kamera jadi harus belajar lagi juga sihh hihihihihi…..

5. MENJALIN HUBUNGAN DAN MEMPERLUAS RELASI Ketika bisnis online yang kita kelola semakin maju, biasanya akan semakin sedikit juga waktu luang yang kita punya untuk mengerjakan hal lainnya. Apalagi kalau skala usahanya masih rumahan ya, semua dikerjakan sendirian. yang bikin kita, yang upload kita juga, yang packing barang pas ada yang beli ya kita lagi, yang ngirim paket ke jasa pengiriman barang pun kita hihihihihi….

Walaupun fokus dengan bisnis itu penting, namun fokus juga bukan berarti kita mengabaikan faktor “manusia” yang terkait di dalam pengembangan bisnis ini. Sekali dua kali coba luangkan waktu untuk berkumpul dengan komunitas pengusaha di kota kita, ikut seminar atau kelas pengembangan diri, bergabung di asosiasi atau kelompok craft, atau datang ke bazar dan pameran tempat berkumpulnya teman-teman yang memiliki kesamaan minat.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk menjalin hubungan, yang akan membawa banyak dampak positif bagi bisnis dan diri kita pribadi. Diantaranya : – Kesempatan memperkenalkan diri untuk mewakili produk dan bisnis kita “Oh ini ya mbak Kikie yang punya koleksikikie, biasanya saya cuma baca status facebooknya aja mbak, dan gambar FBnya dagangan semua yaa …” #eeeaaaaa kok semacam curcol yaa… hihihihi – Kesempatan belajar dari rekan bisnis yang sudah lebih berpengalaman Kadang kita punya kendala dalam menjalankan usaha, tapi bingung mau sharing sama siapa. Dengan berjumpa teman yang punya bisnis sama, kita bisa saling cerita, saling menguatkan, saling berbagi solusi. Karena kita sama-sama pelaku usaha biasanya sifat saran yang diberikan juga saran yang mudah dipraktekkan – Menemukan Peluang untuk Percepatan Kemajuan Bisnis Kalau hubungan secara personal sudah terjalin, biasanya jauh lebih mudah yaa kalo ada urusan, habis udah kenal sih. Terjalinnya hubungan personal yang baik akan memudahkan kita mendapat peluang “Eh mbak bisa ngajar bikin bros ya, ngajar donk di kantorku mbak” Padahal yang bisa ngasih kelas membuat aksesoris banyak, tapi bukan rahasia juga kalau orang akan lebih memilih profil yang lebih pas dengan hatinya. Kalo kita sudah kenal akan jadi lebih mudah untuk sreg di hati, karena seperti pepatah bilang ” Tak Kenal maka Tak Sayang” ciyeehhh….

BERSIAP DIRI MENYAMBUT PERUBAHAN

Jadi hayuk sahabat, kita persiapkan diri menghadapi perubahan. Dalam artikelnya Pambudi Sunarsihanto menyampaikan bahwa hal yang menarik dan akan terus saya ingat, Bahwa di jaman sekarang ini bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses, bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan). Tapi yang paling sukses adalah mereka yang paling mampu bertahan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Dalam tulisannya “ARE YOU READY FOR THE FUTURE ???” Pambudi Sunarsihanto, juga menuliskan beberapa tips untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan, ini dia beberapa diantaranya :

1. CONTINUE TO PERFORM AT WHAT YOU DO !!! Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maxinum level. 2. READ, WATCH, OBSERVE, LEARN Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah. 3. UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING !!! Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi. Apa yang sedang berubah pada… – pola pikir manusia – perilaku konsumen – bisnis – regulasi – politik – trend demographic – trend urbanisasi – trend digital 4. LEARN SOMETHING NEW, INCREASE YOUR DIFFERENTIATORS !!! Anda sudah punya beberapa differentator yang mengantarkan anda ke karier anda sekarang. Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain. Semuanya akan menambah differentiator anda untuk menambah kesiapan anda di masa depan. 5. BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN !!! Terakhir … kita harus mengerti … we dont know what we dont know. Lets be humble and open mind. Mari kita belajar, dari siapa saja… – dari boss kita – dari customer kita – dari peer kita – dari supplier kita – dari anak buah kita – dari pegawai yang baru join di perusahaan kita Kadang kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat kita belajar dari sudut yang lain. Let’s be humble and keep an open mind. Selamat mencoba dan semoga kita lebih siap untuk masa depan.

STAY HUNGRY AND STAY FOOLISH

Tetap semangaaatttt Sahabat (kie) Bagikan tutorial melalui

Jan 01

Tahun Baru, Harapan Baru

Pagi, 1 Januari 2017 Pagi tadi, secara tidak sengaja saya mendengarkan cuplikan wawancara Aa Gym dan Andi F Noya di tayangan Kick Andy. Dari keterangan yang tertera interview itu dilakukan di tahun 2007, kurang lebih setahun setelah Aa memutuskan menikahi Teh Rini istri keduanya. Jujur saja, ketika itu saya salah→ Baca selengkapnya