Home Pageceloteh kikieBekerja, Di kantor atau Di rumah??

Oct 01

Bekerja, Di kantor atau Di rumah??

Sahabat Koleksikikie,
pernah gak ngerasa galau kaya gini?
“pengen kerja di kantor tapi makin hari kok rasanya hidup habisnya di kantor ya, berangkat pagi-pagi bener, pulang nyaris dini hari, sabtu masih ada tugas tambahan, minggunya tinggal tidur kecapean… eh tau-tau sudah senin dan gitu lagi-gitu lagi…
pengen juga sih kerja di rumah, tapi apa iya uangnya bakalan cukup buat makan tiap bulan… keja di rumah kan pendapatannya gak mesti, jangan-jangan malah jadi pengangguran terselubung… hikkssss, stresss”

Hihihihihi….
saya kok jadi pengen ketawa sendiri ya baca tulisan saya tadi.
Habis bener-bener mirip banget, dengan saya, di tahun 2006 lampau… oh yeah it been 6 years a go ya prend.
Dulu sih pas ngalamin kejadian ini, mau ngapa-ngapain rasanya gak enak, serba salah, macem orang kehilangan arah. Ajaibnya, sekarang kalau diinget-inget lagi, malah jadi sesuatu yang bisa bikin senyum-senyum sendiri.
Well Dear, kenyataannya banyak hal yang terasa sulit justru saat “hanya” dibayangkan saja.

Tanyakan apa yang paling penting bagi hidup kita?
waktu galau ini datang di hidup saya enam tahun lalu, saya mengambil waktu khusus, untuk lebih banyak bertanya pada diri saya sendiri ^_^ apa sih sebenernya yang paling penting bagi saya..
dan pertanyaan yang sepintas terbaca sederhana ini, menyimpan jawaban yang bisa jadi sangat beragam dan mengejutkan lho prend. Karena kadang saat ini dibahas oleh diri sendiri, apa yang dianggap penting oleh alam bawah sadar kita justru hal yang sering kita nomer duakan dalam kehidupan nyata.
Jawaban-jawaban ini tergantung dari banyak hal : bisa jadi pengalaman di masa lampau, orang-orang yang ada di sekitar kita serta nilai-nilai hidup yang kita percaya… Dan masing-masing orang, berhak untuk punya jawaban unik-nya sendiri-sendiri.

Secara sederhana, jawaban pertanyaan ini, apapun itu…
sesungguhnya adalah sesuatu yang akan mendatangkan kepuasan di dalam hidup kita.
Misalnya saja ketika jawaban itu adalah “anak-anak saya” maka tanpa perlu dijabarkan panjang lebar, melihat anak-anak sehat dan sukses di dalam kehidupannya, akan memberi nilai kepuasan lebih tinggi dibandingkan promosi karier, ataupun rupiah yang berlimpah di rekening kita.
(yah walaupun tentunya akan lebih bagus kalau anak sehat, rupiah juga melimpah ya prend hihihihihi…)

Seberapa mampu kita memperjuangkan tujuan hidup kita tersebut?
Maka bersyukurlah bagi mereka, yang tau pasti apa yang diinginkan dalam hidupnya, karena ini jelas merupakan satu langkah nyata untuk mencapai kepuasan hidup, hidup yang lebih bermakna, dan InsyaAllah bisa memaknai hidup orang lain juga ^_^

Namun sayangnya, saat kita tau tujuan hdup kita… tidak serta merta juga bisa langsung diwujudkan seketika.
Secara realistis, sebaiknya kita berhitung dengan bijak untung ruginya mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidup. Misalnya aja secara keliatan mata, biaya hidup kita setiap bulan 5 juta. Dapet gaji sebulan 6 juta, alhamdulillah ya bisa nabung sebulan sejuta. Kalau misal resign dari kantor dan do business @home, apa ya iya bisa langsung dapet uang minim 5 juta?? kalau enggak… mau makan pake apa pemirsaahhh

Kalau kita punya partner hidup untuk diajak berbagi suka dan duka (ehm..ehm.. termasuk menopang biaya kehidupan dasar kita) that’s will be great yaaa Dear…
tapi kalau kagak? jangan macem-macem dengan nekat keluar kerjaan kantor dan berbisnis dari rumah…
“tapi saya punya modal lumayan kie…”
Hellooo, yang terpenting dalam bisnis bukan modal besar saudara-saudara… tapi seberapa canggih kita memutar modal kecil menjadi berbunga besar-besar… jadi jangan sampe, sekali lagi, JANGAN keluar dari kerjaan tetap kita karena ngerasa punya modal besar…
karena kalau kita masih gak mampu menghitung, berapa kecepatan modal tersebut berputar, duit berjuta-juta bisa hilang begitu aja tanpa terasa.

Maka yang bisa kita lakukan di situasi ini adalah mendua, sambil kerja di kantor… sambil jualan aksesoris juga, kalau gak sempet bikin sendiri di akhir minggu, coba-coba aja jualin aksesoris orang lain dulu. Dari sini, kita akan belajar banyak hal sahabat, terutama mengenali market kita, yakni siapa aja orang yang suka belanja di kita…  seleranya gimana, pola pembayaran yang mereka suka seperti apa, jenis barang yang laku dengan cepat yang mana. Dan modal pengetahuan yang didapat saat praktek jualan secara langsung ini, akan sangat bermanfaat membentuk karakter kita sebagai pedagang di masa yang akan datang ^__^

Dan yang terpenting nih, jangan lupa untuk tetep fokus sama tujuan akhir. Kalau memang pengen bisnis dari rumah, bikin doonk hitung-hitungan yang rinci, berapa yang dihasilkan dari modal yang sudah kita tanam, misal dari uang satu juta bisa balik jadi Rp 1.250.000.. dari situ kita bisa membuat prediksi sederhana untuk punya keuntungan bersih Rp 1.000.000 kita butuh modal Rp 4.000.000, karena setiap satu juta, bisa berbunga Rp 250.000

Membuat Ancang-Ancang untuk berbagai kemungkinan
Sayangnya, prediksi-prediksi seperti ini… bukan gak jarang meleset prend.
Bisa meleset ke arah yang lebih baik…( gileee, kemarin untung 250.000dalam 2 minggu, ini sudah bisa untung cuma dalam 3 hari) tapi seringnya justru ke arah yang mengecewakan (hikss… kemarin belanja 1 juta… bisa untung 250.000, ini kok barangnya masih segini-segini aja, belum ada yang laku ya)

Dan yah sesunggunhya, inilah seni berdagang dari rumah yang sesungguhnya sahabat..
Karena sejatinya berdagang adalah mengelola risiko, menjadi peluang bisnis yang mendatangkan rupiah.
Bahkan saat kita mau belanja bahan untuk diperdagangkan aja, risiko sudah bertebaran diantara pilihan yang kita buat…”apakah warna pink masih cukup happening? apa desain dengan bentuk seperti ini akan digemari?”
padahal proses hingga barang terjual dan menjadi rupiah bisa jadi melalui banyak sekali tahapan,
setelah bahan dibeli, harus diolah (apa iya semua yang sudah dibeli, saat diolah langsung jadi aksesoris yang bagus, berapa yang bakalan rusak ya) belum lagi pemilihan kemasan dan merk dagang, strategi promosi, penjualan, cara pembayaran, pengiriman barang…
(huehueheuee… buseettt dah, setelah ditulis kayanya jadi rumit kuadrat gini ya prend)

Balik ke teori awal, kenyataannya ada banyak banget hal yang jauh lebih rumit justru saat hanya dibayangkan aja… padahal kalau dilakukan langsung, mungkin justru akan terasa jauh lebih mudah. Daripada mikirin hitung-hitungan yang rumit gitu, kenapa gak kita pakai pedoman sederhana aja, bahwa “berdagang itu sesungguhnya menjadikan kita orang-orang yang lebih beriman”

Lha kok bisa gitu kie…
ya gimana donk prend, tiap bangun tidur selalu diawali dengan doa ” Ya Allah semoga hari ini yang beli bros banyak”
mau belanja bahan berdoa lagi “Ya Allah, semoga bahan yang aku beli ini manfaat dan mendatangkan kebaikan bagi banyak orang” mau buat bros berdoa lagi ” Ya Allah… semoga brosnya ini jadi bagus, dan bisa bikin yang make seneng”.  Dan doa-doa lain yang tak putus-putusnya diucapkan dalam proses kelangsungan perdagangan,menguatkan iman kita betapa hanya Tuhan lah penolong kita satu-satunya. Karena setelah daya dan upaya yang sudah kita lakukan, tak ada hal lain yang akan menyempurnakannya selain doa yang sungguh-sungguh prend

Kalaupun setelah berdoa, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Well Dear, itulah yang dinamakan saat untuk belajar, bahwa tidak ada hal sia-sia, yang terjadi dalam hidup kita. Bahwa dalam kerugian yang mungkin timbul selama usaha, sesungguhnya ada pelajaran tak ternilai yang dapat kita ambil bagi mereka yang mampu dan mau memaknai-nya.

Jadi sahabat… jangan takut untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan.
Kalaupun saat ini tidak bisa langsung terjadi… bukan berarti kita harus berhenti mempersiapkannya.
Di akhir pilihan, pastikan juga bahwa apapun itu yang terpilih, mau bekerja di kantor atau di rumah, adalah sesuatu yang akan mendatangkan kebahagiaan di dalam hidup kita.  Karena kita yang bahagia, InsyaAllah akan mampu membahagiakan orang-orang di sekitar kita, dan bukankah sebaik-baiknya orang adalah mereka yang mampu bermanfaat bagi orang-orang lain di sekitarnya ^__^ (kie)

Tags:

Leave a Reply

Open chat
1
Halo ada yang bisa kami bantu
Powered by