Home PageBisnis AksesorisMENCIPTAKAN PRODUK SOLUTIF, AGAR PRODUK LARIS TERJUAL

Feb 17

MENCIPTAKAN PRODUK SOLUTIF, AGAR PRODUK LARIS TERJUAL

Kalau baru pertama jualan, ada banyak gundah yang ada di hati ya, salah satu yang mungkin sedang dirasakan oleh sahabat Koleksikikie ya perasaan seperti ini “Banyak yang bilang buatan saya bagus, tapi kenapa penjualannya masih gak bagus ya?”

PRODUK BAGUS vs PRODUK SOLUTIF
Pujian akan suatu hal, kerap kita lontarkan saat melihat hal yang menarik. Tapi keputusan membeli, biasanya baru dilakukan ketika kita merasa membutuhkan barang yang ditawarkan. Yah bayangin berapa banyak uang yang keluar, kalo setiap liat yang lucu kita beli  Kurang sejalan dengan visi misi hidup hemat Mamah cermat 

Maka sbgi pengusaha serba bisa #ZamanNow (alias ya yang mbikin, ya sekaligus yang njual juga 😆). Sangat penting bagi kita, u bisa mengubah produk yang sudah bagus dan menarik tadi menjadi “produk yang solutif” . Istilah produk solutif ini sebenernya karangan saya sih hihihihi… kata ini saya tujukan untuk produk yang bisa menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi orang lain. Produknya bisa sama persis, bahasa marketingnya lah yang akan mengubah produk yang sama tadi menjadi solusi bagi calon pelanggan kita. Jadi kuncinya justru bagaimana membuat bahasa pemasaran yang bisa meningkatkan level produk yang kita jual.

“Bros cantik dari mutiara ini memiliki ukuran mungil, cocok untuk dipakai sehari-hari. Paduan warna putih dan coklat keemasan akan menjadikan bros ini pas dipakai dgn beragam busana”
Yang suka hemat & pengen cantik jadi langsung beli pas baca kalimat cocok buat semua baju

“Kebab yang kita jual ini selain enak memiliki ukuran mungil yang pas untuk anak-anak, sehingga cocok untuk bekal sekolah si kecil”
Ibu yang memiliki kesibukan padat di pagi hari tapi juga harus menyiapkan bekal untuk anak-anak, langsung pengen beli dengan adanya informasi ini.

“Semua kerudung yang kami jual, dikemas dalam kotak yang eksklusif. Kemasan cantik ini memudahkan kita saat ingin menghadiahkannya u orang tersayang”
Awalnya gak pengen beli, begitu baca kalimat yang tersayang jadi kepikiran buat menghadiahkan ke seseorang.

BAGAIMANA MEMBUAT PRODUK YANG SOLUTIF
Walaupun terlihat mudah, tapi dibutuhkan kejelian untuk memiliki ketrampilan ini. Saya sendiri awalnya ya juga mengalami lho apa yang mungkin sedang teman-teman alami saat ini, dan memilih alasan-alasan seperti kebanyakan orang saat akan menawarkan barang jualan saya.

Yah alasan2 sejuta umat seperti :
– karena buatan saya bagus
– karena harga barang saya murah
– karena jarang lo yang menjual produk yang saya bikin ini
Trus tetep gak ada yang beli… huahahahahaa  syediiihhhhh….

Setelah kemudian saya renungi baru saya tersadar, bahwa alasan yg banyak tadi selalu ttg “SAYA”
padal yg mau saya minta untuk membeli kan orang lain, kenapa kok saya gak mikirin tentang mereka ya. Lalu saya mulai mengoreksi alasan2 kenapa produk saya penting untuk dibeli, dengan pertanyaan sederhana
“Bagaimana produk saya bisa memudahkan hidup orang lain”

FOKUS PADA PELANGGAN MEMBANTU PENJUALAN MELESAT
Dengan fokus pada keinginan memberikan manfaat lebih banyak, saya jadi mulai bisa menemukan lebih banyak alasan kenapa produk saya bermanfaat untuk pelanggan tersebut, dan bisa menjadi solusi yang memudahkan hidup mereka.

Agar lebih memahami apa yang mereka butuhkan, kita bisa membuat kuisioner, ataupun ngobrol-ngobrol ringan tentang apa yang mereka hadapi dan inginkan. Cara ini akan membantu kita untuk bisa lebih mengenal dan memahami seperti apa pelanggan yang membutuhkan produk kita.

Jadi ayooo berdagang dan bermanfaat buat lebih banyak orang. Karena sebaik-baiknya pedagang, adalah pedagang yang bisa memberikan manfaat buat orang banyak kan ya… (kie)

 

Leave a Reply