Home PageBisnis Aksesoris9 Alasan Jualan di Instagram Tak Kunjung Laku (II)

Jun 23

9 Alasan Jualan di Instagram Tak Kunjung Laku (II)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya http://koleksikikie.com/2017/05/9-alasan-jualan-di-instagram-tak-kunjung-laku/  

5. Tampilan Foto yang kurang menarik
Berbeda dengan cara penjualan melalui facebook ataupun market place yang memungkinkan kita menuliskan keterangan panjang lebar untuk menjelaskan produk yang kita tawarkan. Penjualan melalui instagram lebih berfokus pada kekuatan gambar.

Produk dengan gambar yang memiliki detail jelas, diambil dari beragam sudut yang menarik, termasuk melengkapi diri dengan tampilan saat digunakan,  akan jauh lebih menarik dan mengundang orang untuk menghubungi penjualnya. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan konsep foto yang akan dipajang di akun instagram.

Untuk satu produk yang sama sebaiknya dapat diposting beberapa foto dengan penjelasan detail yang berbeda, contohnya seperti gambar berikut ini

detail gelang saat dipakai

detail gelang yang memudahkan orang untuk membayangkan produk

aneka pilihan warna-warna gelang

6. Detail Cara Pemesanan yang Membingungkan
Beberapa produk yang terdapat di instagram sudah dipasang secara menarik, namun tak kunjung laku hanya karena informasi cara pemesanan yang kurang jelas. Apabila instagram hanya ditujukan sebagai media untuk mempromosikan sebuah website, jangan lupa untuk menampilkan link website kita pada halaman utama akun instagram.

Beberapa pelanggan juga mengaku tidak jadi membeli, karena tidak mengetahui istilah yang digunakan oleh penjual, seperti : ‘order contact bio’
Bio yang dimaksud di kalimat ini adalah biodata, yakni keterangan yang terdapat di bawah foto. Namun karena tidak semua orang familiar dengan istilah ini, maka seringkali mereka yang tidak mengetahui bio itu apa, akhirnya batal belanja

 

Sebaiknya pada foto produk yang kita upload, tambahkan langsung cara pemesanan/order. atau posting akun LINE dan WA yang kita gunakan untuk berdagang.

7. Respond yang Lama
Sama dengan toko konvensional ataupun toko online di platform lainnya, para pembeli senantiasa mengharapkan respond yang cepat dari pembeli. Beberapa transaksi online sering kali tidak berhasil closing ketika penjual terlambat me-respond permintaan ataupun pertanyaan dari calon pembeli.

Untuk menghindari harapan yang tinggi dari para pembeli, kita bisa menambahkan keterangan jam operasional pada halaman toko kita. Sehingga saat pembeli lama menerima respond di saat toko sedang tidak buka, mereka dapat lebih memahami.

8. Postingan yang Tidak Terjadwal
Salah satu kunci untuk menjaga follower kita tetap banyak, adalah membuat jadwal posting yang rutin. Postingan yang terlalu banyak dalam tempo waktu yang singkat akan mengganggu timeline follower kita… namun postingan yang terlalu lama jarak waktunya juga akan membuat pelanggan kita mengira bahwa toko yang kita kelola sudah tidak aktif lagi beroperasi. Untuk itu snagat penting untuk membuat postingan secara rutin.

Bagaimana kalau kita tidak memiliki produk baru?
Bukan masalah untuk memotret ulang produk lama dan mempostingnya kembali di akun isntagram kita…
gunakan caption/keterangan yang berbeda agar produk yang sama mampu memberikan kesan yang berbeda pada follower kita. Apabila stok foto yang baru belum ada, kita bisa juga menyisipkan quotes, tips ataupun info menarik lain yang dapat bermanfaat bagi follower, namun pastikan bahwa info tersebut sesuai dengan konsumen yang kita punya.

9. Kurang Optimal menggunakan Hastag 
Rajin posting, foto bagus, tapi belum juga ditemukan orang?
Mungkin karena saat memposting kita belum piawai menambahkan tagar (tanda pagar #)
Pada instagram, tagar berfungsi untuk memudahkan kita menemukan produk atau gambar yang kita cari/inginkan.
Untuk itu saat membuat postingan, selalu tambahkan tagar yang mampu menggambarkan tentang produk kita,

Tagar dalam bahasa inggris akan membuat kita terlihat keren, namun orang2 di Indonesia yang ingin belanja biasanya lebih menyukai tagar bahasa indonesia, karena kalo nemu barangnya tapi gak ada di Indonesia kan lebih susah lagi ordernya… transfer, kirim paket, bahasa saaat melakukan pemesanan. Jadi bila kita fokus ingin berjualan sebaiknya pilih tagar yang familiar digunakan oleh calon pembeli kita.

Untuk mengecek tagar populer masukkan saja kalimat yang kita rencanakan, biasanya akan muncul jumlah berapa kali tagar tersebut telah digunakan secara online. Semakin banyak jumlah yang tertera, maka semakin populer tagar itu digunakan.

Bolehkah memasang tagar populer namun tidak menggambarkan produk yang kita jual?
Boleh saja, tapi hal ini tidak significant menyebabkan penjualan meningkat. Misalnya agar banyak dilihat, kita memakai tagar #rafiahmad.. maka orang yang awalnya mencari berita tentang rafi ahmad bisa saja melihat produk baju yang kita jual dengan keterangan tagar #rafiahmad tersebut, tapi orang tadi bukan browsing mau beli baju melainkan browsing berita rafi ahmad. maka kemungkinan dia berhenti melihat baju kita juga kecil sekali.

Semoga infonya membantuu yaaa sahabattttt
Semangaattttt jualaaannnnnnn

 

 

Leave a Reply