Home PageBisnis Aksesoris9 Alasan Jualan di INSTAGRAM Tak Kunjung Laku

May 27

9 Alasan Jualan di INSTAGRAM Tak Kunjung Laku

KELAS BISNIS ONLINE “JUALAN DI INSTAGRAM”
Sudah hampir satu bulan ini saya bersama 45 orang sahabat perempuan koleksikikie, tergabung di kelas bisnis online koleksikikie. 45 orang perempuan ini adalah para pemilik usaha rumahan yang mulai dikembangkan secara online, baik melalui sosial media maupun market place. Di kelas online gelombang kedua ini, saya memfokuskan materi kelas dengan materi tips promosi dan berjualan di instagram.

Wajib Posting Setiap Hari
Di 3 minggu pertama, setiap peserta mendapatkan tema harian untuk di posting di akun instagramnya masing-masing. Tema ini meliputi bentuk foto, caption atau tulisan yang menjelaskan isi foto, serta tugas individu seperti membuat rencana dan menyusun target kerja. Walaupun terlihat mudah, namun dibutuhkan komitmen dan niat yang kuat untuk bisa bertahan di kelas ini. Dalam kurun kurang dari 1 bulan, ada dua orang teman yang dengan berat hati menyatakan tidak dapat mengikuti kelas sampai selesai.. Huhuhuhu sedihh yaaaa

Namun bagi yang bertahan, hasilnya pelan-pelan sudah mulai kelihatan lho. beberapa peserta mulai merasa bahwa kegiatan memposting dagangan, sudah bukan menjadi suatu hal yang menakutkan lagi. Kalau dulu suka bingung mau nulis apa di keterangan gambar, sekarang gak cuma keterangan saja, setiap foto sudah dilengkapi dengan promosi dagangan, serta hastag yang memungkinkan orang untuk melihat dan mengunjungi toko kita di instagram.

berikut ini beberapa cerita dari teman-teman yang sudah mengikuti kelas bisnis online koleksikikie ini.

TANTANGAN DI MINGGU KEDUA
Yang seru, memasuki minggu kedua, setiap peserta mendapatkan tugas untuk berbelanja di akun instagram teman-teman peserta yang lain.
Hal ini merupakan salah satu strategi untuk me-review kegiatan yang sudah dilakukan selama minggu-minggu sebelumnya. Review, atau melihat kembali pencapaian yang sudah dihasilkan setelah kita melakukan serangkaian usaha adalah hal yang sangat penting untuk melihat seberapa efektif kegiatan yang sudah kita lakukan. Hal ini juga akan menjadi masukan tersendiri bagi teman-teman yang merasa belum mendapatkan hasil yang maksimal dari kegiatan promosi yang dilakukan.

9 Alasan Jualan di Instagram Tidak Laku
Dari acara saling belanja ini, maka didapat beberapa kesimpulan yang bisa menjadi catatan kita bersama
kenapa kok ada beberapa produk yang secara kasat mata dilihat langsung keren banget, tapi saat di-online kan kurang menjual.
ini dia beberapa di antaranya :

1. Produk yang Kurang Fokus
Kadang karena punya banyak hobi, semua gambar dipajang di akun Instagram kita. Maksud hati supaya pelanggan merasa dekat, namun ketika tanpa perencanaan, cara ini justru dirasa malam membuat pelanggan kebingungan “sebenernya yang dijual apa sih”

Idealnya 9 foto pertama yang dilihat orang saat mengunjungi akun instagram kita, bisa menggambarkan apa yang menjadi produk unggulan di toko kita. sebaiknya di awal saat mulai membuat akun instagram tentukan tema utama, diikuti sub tema, dilanjutkan dengan tema kecil harian.

Misalnya :
Tema Utama : Hobiku (untuk akun instagram pribadi)
Sub Tema : Membaca, Membuat Aksesoris dan Semua tentang Fashion
Tema Harian untuk Membaca :
– posting salah satu buku favorit, dan alasan kenapa buku itu menjadi favorit
– posting quotes dari salah satu buku yang kita suka
– posting buku dengan background coffeeshop, isinya review tentang tempat minum kopi yang juga asik buat membaca buku
Tema Harian untuk Membuat Aksesoris :
– posting coretan desain aksesoris yang kita inginkan
– posting gambar koleksi manik-manik yang kita punya
– posting info DIY cara membuat aksesoris yang bermanfaat buat orang lain
Tema Harian untuk Fashion
– posting baju yang akan kita pakai, lengkap dengan paduan tas, sepatu dan aksesoris pelengkapnya
– posting foto kita saat sedang mengenakan salah satu baju favorit
– posting foto kita bersama teman-teman dalam satu acara ketemuan, ceritakan kepribadian teman dekat kita secara umum melalui gaya busana yang dipilih.

Dari contoh ini, walaupun materi yang diceritakan di akun instagram tersebut sangat bervariasi. Namun selalu fokus pada 3 hal yang menjadi subtema. Hari posting bisa disesuaikan dengan mood dan selera, namun harus selalu fokus pada tema besar.

2. Cara Pemesanan yang Membingungkan
“Sebenernya saya sudah mau beli sih, cuma bingung mana aja ya pilihan barang yang dijual”
Kerap kali saat memposting di akun sosmed, kita tidak merencanakan tampilan akun instagram kita secara keseluruhan. Misalkan :
Hari Pertama : posting gambar kue di dalam toples
Hari Kedua : posting cara membuat kue
Hari Ketiga : posting tentang kue yang cocok untuk dijadikan camilan minum teh
sampe postingan ke 12 belum ditemukan juga nama kuenya apa, kalo mau pesan harganya berapa, dalam satu toples isinya seberapa.

Secara psikologis, orang akan mentoleransi postingan hingga 3x. Jadi kalau ingin menceritakan tentang satu produk yang sama secara ber-urutan, hal ini hanya bisa kita lakukan sebanyak 3 kali. Namun yang perlu menjadi catatan kita yang menjalankan usaha perdagangan, jangan lupa untuk mencantumkan harga, cara pesan dan detail produk yang kita jual, di salah satu dari 3 postingan tersebut.

Akan lebih baik lagi kalau kita bisa membuat satu postingan khusus yang berisi tentang katalog barang dagangan kita. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi teman-teman yang memiliki poroduk dengan variasi sedikit dan mengejar penjualan dalam jumlah banyak. Misalnya dengan menggunakan aplikasi phonto di handphone android kita bisa menuliskan daftar harga kue yang kita jual.

3. Terlalu Banyak Varian
Salah satu keunikan dari produk yang dibuat secara handmade adalah : produsen bisa membuatkan produk secara custom, sesuai keinginan pelanggan “Mau pake batu yang murah bisa, mau dibuatkan dnegan batu permata khusus yang harganya jutaan rupiah pun, kita siap membantu mewujudkan hal tersebut” Namun Waspadai,┬áhal ini bisa menjadi keunggulan, namun bisa juga menjadi kesulitan tersendiri bagi kita, khususnya untuk mendeskripsikan barang yang kita jual. Bagaimana batasannya? Kalau untuk menjelaskan produk yang kita jual, pelanggan harus menjawab terlebih dahulu sejumlah pertanyaan yang kita ajukan, maka artinya kita masih belum mampu mendeskripsikan produk yang kita jual tersebut.

Sebaiknya untuk memudahkan, kita harus menetapkan pakem khusus untuk desain yang kita jual. Misalkan :
Produk Bangle berbahan Wire
Kode Desain : Bangle Wire Dahlia
Durasi Pembuatan 5 Hari Kerja
Ukuran Bangle : diameter 7 cm, tinggi/lebar 5 cm
Manik-manik yang digunakan : kristal swarovski dan batu agate
Kawat : Raku Maku
Teknik Pembuatan : wiring, oksidasi dsb
Harga : Rp 350.000 (bisa dicantumkan atau opsional saat pelanggan meminta pricelist)
Maka saat ada pelanggan yang akan menawar atau meminta harga khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak, maka kita akan bernegosiasi menggunakan standard yang sudah ditetapkan pada spesifikasi tersebut.
“Bisa mbak jadi 250.ooo tapi kawatnya saya ganti kawat tembaga biasa, kristalnya menggunakan kristal ceko, ukurannya tetep sama, dan pengerjaannya juga bisa kami selesaikan dalam 5 hari”
Standard ini akan membantu proses percakapan dan negosiasi dengan pelanggan lebih efektif, memudahkan kita bernegosiasi dengan lebih banyak orang (karena staf admin kita sudah mengetahui standard harga setiap desain) dan juga menjaga kita dari jebakan menjual barang dengan harga yang berbeda pada pelanggan yang berbeda. Sebab ketika produk kita semakin dikenal banyak orang, bisa saja mereka kecewa ketika mengetahui barang sejenis didapatkan dnegan harga yang berbeda, namun kalau mereka sudah mengetahui standard spesifikasi produk kita, maka akan sangat membantu mereka untuk memahami kenapa setioap produk handmade tersebut memiliki harga yang berbeda.

4. Tidak ada Standard Kerja yang Jelas dari produsen
“Mbak saya mau pesan bajunya ya”
“Oke Mbak”
lalu sampai 7 hari kemudian chat terakhir hanya bertuliskan Oke Saja hihihihihi…..

Ketika perdagangan yang kita lakukan bukan menjadi mata pencarian utama, biasanya kegiatan promosi dan melayani pembeli, masih menjadi prioritas kesekian setelah tugas-tugas mulia lainnya. Hal ini sebenarnya cukup bisa dimaklumi oleh para pelanggan perempuan kita yang umumnya bernasib sama. Namun agar mereka tidak merasa diombang-ambingkan dalam hubungan tanpa kejelasan (eeaaa….) selalu buat rencana kerja.
Misal : Orderan yang masuk hari ini, harus dipastikan statusnya paling lambat keesokan harinya.
yang dimaksud status barang meliputi : ketersediaan, ongkos kirim, cara pembayaran, bagaimana barang akan kita kirimkan.

Dari konfirmasi staus yang kita lakukan kita harus buat batasan, pelanggan akan kita toleransi paling lambat 3 hari
Artinya paling lambat dalam 3 hari ke depan, pelanggan harus sudah mentransfer barang yang dipesan. Bila tidak, baranga kan kembali ditawarkan kepada pelanggan lainnya.

Setelah transfer dilakukan, kita juga harus membuat standard. Kapan proses pengiriman barang kita lakukan.
Proses pengiriman barang ini akan meliputi : packing barang, mengirimkan ke jasa pengiriman barang, mengirim resi ke pelanggan.
Ketika hal-hal ini sudah bisa kita jadwalkan, pelanggan akan merasa lebih aman dan percaya untuk melakukan transaksi di toko online kita. Nah kebanyakn dari kita maish menganggap perdagangan ini dilakukan dnegan pembeli offline yang kebanyakan teman-teman yang kita kenal, sehingga terkadang dalam proses pelayanan yang dilakukan juga terlalu santai dan tanpa aturan yang jelas.

penasaran sama yang 5 lainnya…
tunggu sambungannya di cerita berikutnya ya sahabattt
salam sayang dari kami di kelas bisnis online Koleksikikie

Leave a Reply