Home PageBisnis AksesorisInspirasi Desain Kalung Manik-Manik Riski Hapsari

Apr 26

Inspirasi Desain Kalung Manik-Manik Riski Hapsari

MEMBUAT DESAIN KALUNG SENDIRI
Membuat Aksesoris dari manik-manik bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan positif untuk mengisi waktu luang yang kita miliki. Salah satu jenis aksesoris yang bisa kita hasilkan dari rangkaian manik-manik ini adalah kalung. Berdasarkan panjangnya, kalung terbagi menjadi beberapa jenis yang dapat dilihat pada gambar berikut :

Dalam proses pembuatan aksesoris, tahapan mendesain kalung menjadi fondasi awal yang akan menentukan sukses tidaknya suatu desain bisa diterima pasar/customer kita. Untuk bisa menghasilkan desain yang digemari dan laris terjual, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal diantaranya :
– Harga Jual Produk
Apabila kalung yang kita buat untuk dijual, sesuaikan nilai produk yang kita hasilkan dengan bahan baku yang terpakai dalam mendesain kalung. Pastikan komponen tambahan seperti biaya pembuatan, lama proses pengerjaan, biaya promosi dan packaging juga sudah masuk ke dalam penghitungan harga jual. Beberapa desain kalung gagal untuk dipasarkan bukan karena tidak bagus/kurang indah, namun harga akhir yang dipatok tidak sesuai dengan target market.
– Ketepatan Penggunaan Bahan Baku dan Ornamen Pendukung
Dengan semakin banyaknya toko bahan akseosris yang menyediakan bahan dan kelengkapan mendesain aksesoris, kita sebagai artisan pembuat aksesoris dihadapkan pada banyak pilihan dalam memadupadankan bahan. Namun demikian sebaiknya kita juga mempertimbangkan kelayakan/kepantasan desain. Misalnya mutiara barok yang harga per-untainya hampir 250-300 ribu sebaiknya tidak dirangkai bersama ornamen dari plastik yang berwarna-warni. Keanggunan dan keindahan mutiara barok akan terkesan murah ketika padanan ornamennya kurang tepat.
– Pertimbangkan Bahan dan Ukuran dengan Kenyamanan Aksesoris saat Dipakai
Rangkaian gelang yang menggunakan manik-manik berukuran besar, sebaiknya dipadankan dengan kait/kunci yang juga berukuran besar. Ketika kait yang kita gunakan memiliki ukuran tidak seimbang dengan keseluruhan desain, maka aksesoris yang kita buat akan tampak ganjil/kurang pas. Kesulitan lainnya, gelang dengan manik-manik besar namun memiliki kait berukuran kecil akan sulit untuk dipasang/dikaitkan.
– Keberadaan Bahan Baku di Pasaran
Aksesoris yang menggunakan bahan baku yang jarang ditemukan di pasaran bisa kita kategorikan ke dalam aksesoris unik yang hanya ada satu dalam setiap edisi pembuatannya. Informasi ini perlu untuk ditambahkan saat kita menjual kalung, sebagai informasi tambahan kepada pelanggan dalam membuat keputusan belanja aksesoris. Pada aksesoris jenis ini, kita bisa menerapkan harga jual diatas pasaran, karena bahan baku yang digunakan masuk ke kategori langka/sulit ditemukan.

Untuk memudahkan proses mendesain aksesoris, kita bisa menggunakan beadsboard, papan rangkai aksesoris yang sudah dilengkapi dnegan keterangan panjang. papan ini memudahkan kita untuk menyusun batu dan menentukan panjangnya sebelum kemudian dirangkai menjadi akseosris.

beads board, papan yang digunakan untuk merangkai kalung

BERBAGAI DESAIN KALUNG YANG BISA MENJADI ISNPIRASI
1. Pembatas Gelang sebagai Ornamen Hias Kalung

2. Plat Anting sebagai Ornamen Hias Kalung

3. Peniti Jarum Panjang untuk Mensiasati Rangkaian Manik yang harus menggunakan eyepin lebih dari 5 cm

4. Rangkaian Kalung Tak selalu Harus Simetris

5. Jenis Bahan Berbeda bisa dipadukan ketika memiliki Warna yang Serasi

mutiara barok dipadukan dengan liontin druzy

 

mutiara air tawar dirangkai dnegan batu bakpao dalam gradasi warna hijau kekuningan

Semoga beberapa desain kalung yang dihadirkan bis amenjadi inspirasi bagi sahabat pecinta aksesoris, dalam membuat desain kalung yang cantik. (kie)

Leave a Reply