Home PageBisnis AksesorisMenerima Pembayaran dengan Western Union

Feb 19

Menerima Pembayaran dengan Western Union

western-union

Whuaaa senengnya ya kalo ada barang dagangan yang dilirik dan ditanya-tanya sama calon pembeli dari negeri tetangga.
Bayangkan, kita yang berbisnis rumahan ini, bisa ikut membantu meningkatkan devisa negara, keren banget kan…
Tapi gimana ya sebenernya cara terbaik menerima pembayaran dari transaksi luar negeri, terutama karena akan ada penggunaan dua mata uang yang berbeda dalam transaksi antar negara ini. Ini dia beberapa tips yang bisa sahabat lakukan, berdasarkan dari pengalaman yang saya alami selama menjalankan bisnis jualan bros ke beberapa negara tetangga dalam 5 tahun terakhir.

Memastikan Nilai Uang Yang Akan Kita Terima
Saat perdagangan antar negara akan terjadi, jangan lupa untuk memastikan asal negara calon pembeli dagangan kita. Informasi asal negara ini sangat penting untuk bisa mengetahui mata uang yang berlaku di negara tersebut, dan kemudian mengecek nilai tukar uang tersebut terhadap rupiah. Istilahnya kalo harga bros yang kita jual itu 40.000 rupiah, sebenernya harga dalam ringgitnya berapa sih….

Saya sendiri selama ini tidak membedakan harga jual untuk pelanggan domestik dan asing. Kerugiannya dollar lagi naik apa turun ya tetep gak ngefek di saya, karena dijual ke pelanggan di Indonesia ya 40.000 di jual ke pelanggan dari singapura ya juga 40.000 rupiah. Namun cara ini sangat memudahkan saya u memastikan berapa uang yanga kan saya terima. apapun asal mata uangnya, pokoknya dalam rupiah ya 40.000

Beberapa teman yang menjual produknya melalui etsy, ebay ataupun situs yang banyak dikunjungi oleh customer lintas negara, selalu memasang harga dalam USD. Mata uang Dollar Amerika sering dipilih karena dianggap paling universal, mudah diterima dimana-mana, dan memiliki nilai tukar yang relatif stabil.

kurs mata uang asing

Kurs Beli artinya kurs saat Bank membeli uang dollar yang kita punya, kebalikannya Kurs Jual adalah kurs saat Bank menjual dollar kepada kita.
Nah kalo kita bingung nih nentukan berapa nilai uang kita dalam mata uang asing, kita bisa buka aja situs yang menyediakan layanan untuk meng-convert nilai Rupiah ke dalam mata uang asing yang lain, faforit saya http://fx-rate.net/

atau kalo gak, kita bisa googling dengan kata kunci “1000 rupiah berapa ringgit” nanti akan muncul mesin converter yang langsung membantu kita mengubah nilai rupiah ke ringgit.

Hanya saja yang harus diwaspadai kalau nilai mata uang kita sedang gak stabil, hari ini kita nagih pelanggan 300 USD yang kalo di kurs nilainya sama dengan 4 juta rupiah, eh pelanggannya baru transfer minggu depan. Hanya beda seminggu saja, uang yang kita harap akan senilai 4 juta ini bisa berubah jadi 3.9 juta lhoo… (inilah yang dinamakan dengan kerugian akibat selisih kurs)

Macam-Macam Transaksi Pembayaran Luar Negeri
Kalau untuk pembelanjaan antar kota di Indonesia, cara pembayaran yang paling lazim dilakukan adalah transfer antar bank. Untuk pembelanjaan antar negara, pelanggan bisa melakukan pembayaran dengan berbagai cara diantaranya :

1. Transfer antar Bank 
Cara ini sebenernya snagat praktis di kita, tapi gak saya sarankan sih… kasihan pelanggannya
soalnya biaya transaksinya paling besar dibandingkan pilihan cara yang lain. Belum lagi, beda jasa pengiriman beda juga potongan yang diberikan.

– Ada pengiriman uang yang modelnya pelanggan bayar ke jasa pengiriman uang di Hongkong, lalu biro jasa tersebut mengirimkan perintah bayar ke agennya diIndonesia, nah agen ini yang akan kirim uang dari BCAnya ke rekening BCA kita. (yang ini biayanya agak lumayan murah)

– Kalau pengirimannya Bank to Bank, dari Bank luar negeri kirim ke rekening Bank kita di Indonesia… whua ini potongannya banyak bener.

– Tapi kalau banknya satu jaringan lumayan murah. Untuk pelanggan dari Malaysia sering saya sarankan kirim dari rekening  CIMB Malaysia untuk melakukan transfer uang dari Malaysia ke Indonesia. Di CIMB NIAGA ada fasilitas SpeedSend, bila dibandingkan dengan menggunakan Telegraphic Transfer (TT) biayanya cukup mahal sekitar RM24, sementara SpeedSend hanya RM 8 (tergantung jumlah pengiriman), cukup jauh perbandingannya. SpeedSend ini melayani pengiriman uang mulai dari RM30 hingga RM50000. Dan sampenya juga relatif cepat.

2. Paypal

apa-itu-paypal

Paypal adalah cara pembayaran yang umum digunakan dalam pembayaran lintas negara. Jadi paypal itu semacam rekening virtual yang menampung uang secara online. Kalau rekening bank lokal biasanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam satu negara, rekening paypal bisa digunakan untuk transaksi seluruh pengguna internet dari negara mana saja, asalkan sudah memiliki akun Paypal. Hanya dengan mengetahui email Paypal seseorang, kita bisa mengirimkan uang virtual ke akun Paypal orang tersebut dengan cepat dan aman.

Nah sayangnya salah satu syarat untuk bisa membuka rekening paypal ini kita harus punya kartu kredit, nah kalau belum punya maka kita terpaksa harus menggunakan jasa pinjem akun paypal orang. atau ada juga pinjem kartu kredit tapi cara ini gak saya sarankan sih yaa… karena saya belum nyoba, rasanya harus ditelusuri dan dipastikan lagi keamanannya.

keuntungan-transaksi-paypal

3. Western Union

Western Union ini sejenis wesel tapi lintas negara ya. Tercatat ada sekitar 200 negara yang menggunakan jasa western union, transaksinya relatif mudah, cepat dan biayanya juga ringan. Inilah cara pembayaran favorit yang sering saya pilih. Jadi kita cukup datang ke tempat-tempat berlogo western union, ngisi formulir, mencantumkan 10 digit nomer MTCN yang dikirimkan pelanggan kita, serta membaca KTP asli beserta fotokopinya.

Di Indonesia sendiri kita bisa melakukan pengiriman dan penerimaan uang dengan western union melalui beberapa Bank (seperti BII, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Niaga, Bank Syariah Mandiri) Indomaret transaksi jam 10.00 sd 20.00 (Tapi saran saya mendingan enggak disini deh, udah beberapa kali nyobain “sering banget rusak mesinnya”… padahal sih sebenernya karena kasirnya gak semua bisa menjalankan transaksi ini jadi daripada mereka repot, banyakan ngaku mesin rusak) trus yang jadi favorit saya sih kantor pos (tapi kalo transaksi diatas 2 juta sama kantor pos sering disarankan ke kantor pos besar atau langsung ke Bank, kecuali kalau di hari yang sama ada saldo yang lumayan besar di kantor pos tersebut sehingga bisa untuk digunakan membayar kita.)

Menerima Pembayaran Menggunakan Western Union di Kantor Pos

Pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa kantor pos yang kita datangi, memasang logo western union pada plang depan pintunya. Karena ada beberapa Kantor Pos yang sifatnya hanya seperti Tiki-JNE, atau hanya menerima pengiriman barang saja, tidak menerima pembayaran ataupun pengambilan uang.

Setelah Logo Western Union jelas terpasang, pastikan kita sudah membawa beberapa data dari pelanggan kita:
– Nama pengirim beserta nama akhir (binti siapa gitu…)
– Alamat Lengkap, Kode Pos dan Asal Negara
– Nomer Telfon Pengirim
– Estimasi dana yang akan kita terima
– Nomer MTCN, atau 10 digit nomer rahasia yang hanya diketahui oleh pihak pengirim uang dan penerima uang saja. Jadi ini semacam kode verifikasi yang akan kita gunakan untuk mengklaim uang, saat melakukan pengambilan di kantor pos.

contoh nomer MTCN

yang di stabilo biru adalan nomer MTCN

Nah sesampainya di kantor pos, kita akan diminta mengisi formulis pengambilan Western Union, biasanya di dinding-dindingnya dikasih satu contoh cara mengisi formulir pengambilan dana tersebut. Kurang lebih isinya memindahkan data yang kita siapkan tadi ke dalam secarik kertas ini.

contoh pengisian form western unionNah yang perlu kita siapkan dari rumah adalah KTP, atau kartu identitas lain yang masih berlaku, lengkap beserta fotokopinya. Prosesnya (tidak termasuk antri) paling lama cuma 5 menit. Nanti setelah uang dikasihkan ke kita, biasnaya kita diminta tandatangan dan cap jempol kiri di slip penerimaan uangnya.

syarat pengambilan dgn Western union

Bagaimana kalau mengambilnya di Bank atau Indomaret? kurang lebih sih caranya sama juga.
Tapi kalo di Bank terus terang agak-agak ribet ya, trus ekstra biaya juga karena mereka minta pake materai. Trus kalau nominal uang yang kita sebutkan gak sama persis dengan yang akan kita terima, walhasil uangnya gak bisa cair. trus kita juga diminta untuk membuat surat pernyataan legalitas atau semacam pernyataan bahwa kita adalah sebenar-benarnya kita… yah mungkin untuk menghindari pengambilan uang oleh pihak lain yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh sang pengirim WU. tapi ada yang bilang sih, proses ribet ini dibuat karena dari pihak western union memang gak bekerja sama dengan bank, sehingga bisa dibilang transaksi semacam ini tidak memberikan keuntungan pada bank, khususnya kalau pihak yang mencairkan adalah walk in customer yang bukan nasabah bank tersebut. Jadi ya sebaiknya sih cari kantor pos ajah hehehehe….

Nah gimana sahabat…
ternyata gak susah kan yaaa nerima uang dari luar negeri. Untuk pengiriman barang sendiri sudah ada banyak jasa pengiriman yang memudahkan kirim paket ke luar negeri, yang prosesnya cukup mudah dan terjangkau adalah jasa EMS dari Pos Indonesia. Tapi kalo pengiriman ke negara-negara tersebut relatif cukup sering, sebaiknya mulai hunting jasa cargo yang rutin kirim ke negara-negara itu. Karena selain biaya pengirimannya relatif lebih murah, durasi barang diterima pelanggan juga biasanya lebih cepet.

Semoga informasinya cukup memberikan gambaran, bahwa prosesnnya gak sesulit yang mungkin pernah dibayangkan yaaaaa….
Dan semoga juga sharing ini bisa nyemangati sahabat koleksikikie yang punya bisnis rumahan juga buat mulai nyobain jualan antar negara (kie)

 

 

 

Leave a Reply