Home Pageceloteh kikieUKM – Usaha Kecil Masa’ (Mau terus-terusan kecil ?)

Jan 31

UKM – Usaha Kecil Masa’ (Mau terus-terusan kecil ?)

Prolog :

Kemarin waktu membuka halaman Fanspage Koleksikikie, saya tergelitik membaca artikel yang dibagikan seorang kawan di timeline facebooknya. Artikel ini menceritakan secara singkat tentang maraknya bisnis kuliner yang diprakarsai oleh para artis muda. Bisnis makanan ini, kini sangat laris dijual di berbagai daerah sebagai buah tangan. Sebut saja diantaranya : Malang Strudel (Teuku Wisnu-Shireen Sungkar), Jogja Schrummy (Dude Herlino-Alyssa), Medan Napoleon dan Surabaya Snow Cake (Irwansyah-Zaskya Sungkar ) serta Makassar Baklave (Irfan Hakim).

Tidak hanya mengulas tentang betapa larisnya oleh-oleh (yang tidak khas) daerah ini, penulisnya juga membuat opini bahwa bisnis ini laris manis karena yang jualan artis. Dengan kalimat manis “Kok tega sih mereka jualan kue yang diaku sebagai khas dari suatu daerah padahal bukan“, dan
“Jahat banget cara Dude Herlino mengalihkan perhatian pembeli dengan tagline kalau oleh-oleh khas yogya gak cuma bakpia haanya agar orang mau mampir ke toko jogja schrumy-nya” atau kalau disingkat dengan lebih padat akan menjadi kalimat
“Apa gak kasihan sama UKM-UKM yang jualan kue-kue itu dan gak punya artis sebagai tenaga pemasarannya”

Duh langsung lega lho saya dulu nggak jadi artis aja hihihihi…

strudel-free-1024x1024

Habis baca artikel itu, rasanya kok jadi kasihan ya sama artis-artis ini. Baru usaha jualan kue udah dituduh menzalimi hidup UKM yang modalnya lebih sedikit dan yang punya juga rakyat jelata alias bukan artis. Apa ya iya kalau mereka sukses dan berhasil menjual dagangannya kepada banyak orang, itu sama artinya dengan mengambil rezeki yang seharusnya punya kita-kita pengusaha rumah kecil-kecilan ini.
Apa gak kebalik, justru sebenernya kita-kita sendirilah yang memilih untuk tetap kecil, karena memang belum siap untuk menjadi besar.

Suka Duka jadi Pengusaha UKM

– Usaha Dirumah

meronce-manik-2

usaha di rumah memungkinkan teman-teman kaylila belajar meronce pas main ke rumah

Awal mula dulu saya merintis udaha di rumah, alasannya hampir sama dengan sebagian teman-teman yang lain. Biar deket sama anak-anak yang masih kecil dan butuh perhatian, gak perlu kena macet di jalanan, dan karena bisnisnya juga baru dimulai gak perlu lahan yang terlalu luas untuk memulai usaha.

Kini setelah 10 tahun berlalu, usaha saya ya masih di rumah juga lho heuehehe….
padahal kalo masukkan kata kunci aksesoris manik-manik, atau bros manik-manik, Insyaallah sudah di halaman awal-awalnya eyang google
pelanggan dan resseler alhamdulillah sudah rutin ngambil barang buatan kita
ada yang dijual untuk temen kantornya, ada juga yang dipasarkan sampai ke negara tetangga malaysia bahkan juga amerika, australia dan singapura.
Dan varian barang yang disimpen di kardus2 itu sebenernya sudah cocok untuk dipajang di satu toko kecil di plaza atau mall. Dalam benak orang-orang pada umumnya, kalau tokonya mudah diakses pasti akan lebih banyak yang datang.

Tapi ya tetep lho, sampe sekarang saya belum juga punya toko. Alasannya kenapa?

“Modal masih minimalis mending jualan onlen dulu aja deh… duitnya muter lebih cepet, gak perlu bayar sewa toko segala, akses zaman sekarang kan gak harus didatengi, kirim barang juga udah makin gampang”
Tapi kalau ada toko fisik, imej bisnismu akan lebih okeh lho, lagian kan anak-anak juga sudah semakin besar, akan butuh biaya lebih banyak
“Ya anak-anak memang sudah mulai besar, tapi ngurus toko online gini aja kadang masih nggak kepegang… apalagi kalo buka toko di mall, kan juga perlu diawasi, butuh biaya operasional gak sedikit juga loh…”
Ya kalo kendalanya di biaya, ambil aja pinjaman dari Bank toh kan sudah bisa ngitung perputaran uang, gimana kembalinya… kalo usaha gak dibesarin masa selamanya mau gini-gini aja?
“Ya ada benernya juga sih ya… tapi gapapalah gini-gini dulu, daripada ambil pinjeman di bank trus kepikiran mbayarnya gimana, hidup malah gak tenang”

Hihihi semacam kebanyakan alasan gak sih saya ini heuehehe… ayoo angkat tangan yang kompakan sama saya >_<

– Punya Karyawan 

koleksikikie-crew

Dulu pas mulai bikin Koleksikikie, hampir semua hal saya kerjakan sendiri. Belanja bahan, merangkai manik-manik jadi aksesoris, memotret, posting di sosial media, packing, sampe ngirim ke jasa pengiriman barang. Sekarang Alhamdulillah sudah dibantu sama crew koleksikikie, sebagai admin di beberapa sosial media yang saya punya. tapi kaya motret dagangan masih saya, nulis saya juga, belanja bahan juga saya, kirim paket kadang saya, mbuat aksesoris juga tetep saya walaupun sudah banyak dibantu, update postingan di berbagai sosmed ya saya juga, memastikan gajian dibayar di waktu yang tepat saya juga, bayar suplier, kurir dan semua tagihan ya saya juga… qhehehehe… masih banyak jjuga ya ternyata kerjaan yang harus dikerjakan

Harusnya tuh sekarang koleksikikie punya staf ahli, orang yang kamu percaya buat ngerjain sebagian tugas rutinmu itu.
“Ih tapi kan ya mahal juga lho bayaran staf ahli gini, dengan banyaknya kebisaan yang dia miliki pasti angka gaji pokok yang diminta juga tinggi gak kebayang mampu gak bayar gajinya”
Tapi kaya kegiatan motret, nge-update website dan sosmedmu, ngerapihin administrasi, kan gak harus kamu yang ngerjain kamu bisa lebih fokus di hal-hal kreatif.
“Tapi apa dengan keberadaannya trus bisa membantu penjualan menjadi lebih baik. Kalo setelah dibantu dia ternyata cuma bikin hidup lebih mudah tapi gak bisa lebih kaya, rasanya mending gak usah deh. Karena buat UKM sekarang ini, bukan hanya fokus jualan banyak aja, tapi kalo bisa sih pengeluaran-pengeluaran gak penting bisa dihemat se-efisien mungkin”
Yah sekali-sekali cobalah endorse artis buat promosiin daganganmu, biar banyak yang lebih tau
“Ide bagus  sih, tapi sebenernya aku lebih pengen orang mempromosikan barangku karena dia ngerasa suka dan nyaman pake aksesoris koleksikikie, kalopun aku bayar orangnya harus beneran suka juga make aksesoris buatanku ini”

Aiiiihhhhh sok idealisss abiiiiiissss yaa… tapi ya kadang sebagai UKM kita tuh masih sering gini kan ya mikirnya heuehehe…..
– ada yang gak mau punya karyawan karena hasil buatan karyawan gak bisa sebagus dan serapi buatan tangan kita (yaiyalah tangannya beda ya hasilnya beda hihihihi dan kita tau banget itu karena sering nulis di caption dagangan “barang handmade, gak bisa sama persis)
– ada juga sih yang pengen punya karyawan, bingung gimana nge-gajinya… (maka salut ya sama artis-artis ‘yang konon menzolimi UKM ini’, tapi bisa punya banyak gerai yang mempekerjakan karyawan yang pastinya gak sedikit… karena butuh keberanian lho mengambil tanggungjawab menjadi usaha yang menghidupi orang banyak)
Tentu saja bukan suatu hal yang salah lho ya menjalankan usaha sendirian aja kaya gini, tapi kalau usaha kita lebih lambat majunya dibanding toko sebelah yang saking ramenya sampe kehabisan stok barang. Ya kita juga harus sadar diri bahwa kita sendiri memang belum siap untuk jadi sperti itu. Karena kaya kata spiderman ada tanggungjawab yang besar di setiap kekuatan yang kita miliki (daleeeemmmmm)

– Pemasaran dan Promosi

koleksikikie social media

Saya pribadi sangat setuju, bahwa bisnis yang mampu memarketingkan produknya dengan baik menggunakan cara-cara promosi yang kreatif akan bertahan lebih lama dibanding bisnis sejenis yang  tidak menajamkan kekuatan mereka di bidang ini. Karena kita-kita ini kan hidup dari uang yang kita terima saat terjadi penjualan. Dan penjualan barang terjadi ketika produk yang tepat bertemu dengan orang yang tepat.

Buatan saya ini buagus lho, rapi, menggunakan bahan paling berkualitas
tapi karena harga jualnya jadi tinggi, pelanggan yang tidak sanggup membayar gak akan beli, atau malah nuduh jualnya kemahalan heuehehe…
Barang saya ini biarpun handmade tapi harganya sangat terjangkau lho, karena bahan bakunya ini buatan sendiri, sehingga kita bisa jual dengan harga murah”
tapi karena bahan bakunya kadang ada seringnya enggak, yang mau jadi resseler jadi galau… ini orang produksinya kok gak jelas gini sih, dibeli tapi sekali aja.
Pembuatan barang ini kita lakukan berkelompok, seluruh warga RT kita bikin produk yang sama, jadi setiap saat perlu banyak kita bisa sediakan mbak barangnya
tapi karena gak terstandard dengan baik, beli hari ini, besok atau lusa beda barangnya hihihihi… beli dari rumah pojok kanan sama rumah depan lapangan beda ukurannya.

Namun dengan kemampuan marketing yang baik, hal-hal ini justru bisa dikemas dengan apik.
Produk yang harganya mahal disebut premium, hanya satu-satunya dan cocok untuk mereka yang menyukai sesuatu yang istimewa.
Barang yang kadang ada kadang tiada disebut Produk Stok Terbatas, beli sekarang juga karena besok belum tentu ada, baru liat judulnya aja orang langsung antri ngerasa harus punya barang itu hari ini.
Para marketing handal seakan tau cara melihat barang dagangannya dari sisi positif dan mengangkatnya menjadi sebuah keunggulan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pelanggan untuk datang membeli.
Bahasa promosi yang kemudian memberi gambaran kepada calon customer. Mereka  yang tertarik pada promosi ini akan datang melihat. Kalaupun setelah melihat dia tidak membeli, namun bukan berarti di masa yang akan datang dia gak beli lhoo… karena pada intinya, dia sudah tertarik.
Promosi-Bisnis

Dan apapun bisnisnya, pasti butuh promosi donk ya…
Termasuk UKM kaya kita.

Tapi kalo promosinya besar-besaran, kira-kira kitanya sanggup gak ya ngerjain orderan yang datang.
Biasanya jawaban pengusaha UKM yang optimis “Asal ada permintaan pasar yang jelas, kita pasti akan usahakan untuk sediakaan barang”
Terus pas mulai hunting bahan baru deh berasa, “Wah kalo beli dalam jumlah banyak modalnya harus banyak juga yaaahhh hihihihihi..”
Pas mulai ngerjain pesenan baru deh jadi lebih memahami, “Kalo dapet pesenan banyak dan modelnya sama langsung kerasa cape banget ya ngerjainnyaa, bosen bikin yang sama mulu… ”
Trus biar ada yang bantuin ngajakin temen buat sama-sama bikin,”Ah susah sama temen, kita semangat ngerjain dia cuma bikin pas inget aja”
Walhasil, yang dulunya gembira ngerjain pesenan yang datang dan menghasilkan penjualan. Pas ada buanyak ternyata lebih stres dan gak bikin hidup lebih hepiii… karena secara produksi sendiri, kita memang belum siap menerima pesanan dalam jumlah banyak.

QUOTES-BISNIS

Eh jadi-jadi gimana donk nih
kita harus ngambek gak sih sama temen-temen artis yang bikin usaha dan laris manis ituuu…

Kalau kita jawab iya. berarti inilah saatnya untuk naik kelas dan berubah menjadi usaha yang lebih besar lagi. Yang bisa menghidupi lebih banyak orang, yang punya tanggungjawab lebih besar untuk memenuhi permintaan para pelanggan dan tentu saja membutuhkan modal lebih besar untuk bisa menjalankannya. Karena sebagai pedagang kita-kita pasti tau banget donk ya, gak ada hasil yang akan mengingkari usahanya, Kalo dari duluuu sampe sekarang yang kita kerjain masih sama gitu-gitu aja… kok rasanya lebai banget kalo kita berharap dapet hasil yang beda dan lebih luar biasa dari yang kemarin. Sama halnya kalo punya modal masih sedikit, ya berharap dapet keuntungan berkali-kali lipat boleh juga sih… tapi kalo bikin hidup gak tenang apa ya iya mau kita kerjakan, mendingan yang banyak tapi hidup bisa tentram (hahaha ya iyalah ya semua mau hihihihi…).

Coba cari yang kita mau dan fokus sama hal itu. Karena yang kita mau belum tentu sama dengan yang diinginkan kebanyakan orang.
Memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, bisa saja menjadi hal yang membawa pelajaran hidup penting buat kita,
Tapi kalo kebanyakan merhatiiin orang lain, trus sapa donk yang bakalan njalanin usaha kita hihihihi…

Menulis adalah memotivasi diri
Selaluuu semangat Sahabat (kie)

 

Leave a Reply