Home Pageceloteh kikieMerawat Aksesoris Handmade

May 13

Merawat Aksesoris Handmade

Barang handmade selalu unik, beberapa malah dijual dalam jumlah terbatas. Proses pembuatannya melibatkan kreatifitas juga bahan baku yang beberapa diantaranya tersedia dalam jumlah yang terbatas. Karena keunikannya ini, barang handmade memiliki harga beli yang lebih tinggi dibandingkan harga barang industri yang dibuat secara masal atau dalam jumlah banyak. Diantara barang handmade yang dijual di pasaran, aksesoris handmade adalah salah satu jenis yang paling sering dicari. Aksesoris yang unik dan dipilih dengan tepat akan memperkuat penampilan seseorang. Supaya aksesoris handmade yang kita punya awet, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawatnya.

bros-druzy-001

Bagaimana cara merawat aksesoris handmade agar awet?
Kayanya pertanyaan ini sering banget gak sih datang dari calon pelanggan kita? hehehee…
Supaya orang lebih yakin untuk membeli aksesoris yang kita jual, sebaiknya kita membekali diri dengan informasi mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan rusaknya aksesoris yang kita punya, diantaranya adalah :

1. Bahan Kimia
yang masuk dalam kategori ini misalnya parfum, hair spray, semprotan nyamuk, lotion dan segala hal lainnya yang mengandung zat kimia dan bisa menimbulkan terjadinya reaksi kimia. Reaksi kimianya berupa apa? yang paling jelas keliatan sih biasanya perubahan warna, misal menggunakan rantai stainless warnanya akan menjadi kehitaman, atau pada permukaan kawat bisa kita jumpai bercak atau titik-titik yang berbeda dari warna dasarnya.

cara menghindarinya : jauhkan aksesoris dari kemungkinan mengalami kontak langsung dengan zat-zat kimia ini. Kalau masih satu dua kali sih mungkin gak terasa ya perubahannya, tapi ketika semakin sering terpapar zat kimia, maka perubahannya pun bisa terjadi semakin cepat. Hal sederhana yang bisa kita lakukan diantaranya :

  • Biasakan untuk make up dulu sampai selesai baru gunakan aksesoris
  • Lepas aksesoris yang kita kenakan, saat berenang, mandi, mencuci piring atau bahkan saat hujan turun dengan deras.
  • Jangan pakai aksesoris yang langsung menempel pada kulit tubuh saat kita berolahraga, atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat.

2. Debu dan Matahari
Sudah dijagain dari terkena zat kimia tapi ditaruhnya di gantungan yang ada dipojokan kamar, dan kamarnya suka gak sempet dibersihkan juga… kok pas mau dipake lagi sudah tampak mengerikan yaaa…. hiksss.
Hal seperti ini memang mungkin saja terjadi karena aksesoris yang kita simpan tadi secara langsung terkena udara bebas yang mengandung debu, dan debunya kan juga macem-macem ya prend, istilahnya kamar yang ada di pinggir jalan raya punya kualitas udara yang berbeda dengan kamar yang ada villa diatas bukit. Terkena panas matahari langsung juga bisa membuat aksesoris kita memudar warnanya (biasanya pada aksesoris berbahan plastik) tapi udara yang lembab juga menyebabkan aksesoris yang kita punya mudah jamuran (biasanya terjadi pada aksesoris berbahan kayu)

cara menghindarinya : sebaiknya sih simpan aksesoris dalam kotak kedap udara, tapi ya gak harus beli banyak tupperware gitu juga sih ya… bisa juga kita masukkan ke dalam plastik gula yang setengah literan itu, kan harganya cukup murah tuh. Pisahkan satu aksesoris satu plastik. Pastikan juga aksesoris yang disimpan tadi sudah dalam kondisi bersih, atau lap terlebih dahulu dengan menggunakan kain halus atau handuk berserat. Untuk menjaga kotak penyimpanan kita dari udara lembab, kita bisa menyisipkan silica gel, biasanya kalau beli makanan kemasan atau produk2 kosmetik suka disisipkan ya… nah simpan, jangan lansung dibuang. (biar hemat gak perlu beli khusus… hahahaha)

pajangan-kalung-dan-gelang

pajangan seperti ini cocok untuk digunakan dalam bisnis/display pameran, namun kurang pas u menyimpan koleksi pribadi. sebaiknya pilih yang terlindung atau memiliki penutup.

3. Aktifitas yang luar biasa
wheeew aktifitas apaan tuh??? hahaha…
tadinya sih mau nulis banyak tingkah tapi kok gimana gitu yaaah kesannya hahahaha….
Tapi kadang sudah dijagain dari faktor-faktor luar, kitanya sendiri suka gak sadar diri pas lagi pake aksesoris. Misalnya nih ya : Pake kalung dengan banyak rantai yang berjuntai untuk acara camping ke hutan, ya trus rantainya nyangkut-nyangkut deh ya sama daun-daunan… trus rusak deh. atau sudah tau mau snorkeling, gelang kesayangan ikut dipake buat ketemu sama ikan-ikan… huaaa….
Dan kategori aktifitas “luar biasa” setiap orang ini beda-beda loh ya : Tidur pun, kalau yang gayanya suka ajaib dan gerak kesana-kemari, bukan gak mungkin loh bikin beset-beset aksesoris yang dipake. Bahkan gendong baby  pun bisa masuk kategori ini (gendong baby tapi sambil pake bros yang disematkan di bagian dada, yah jangan dimarahin bayinya lah ya kalo brosnya rusak ketarik-tarik, dan semoga baby nya gak malah kena luka yaaahhh… huhuhuhuhu )

cara menghindarinya : kenali risiko yang akan kita temukan saat melakukan aktifitas, kira-kira untuk kegiatan tersebut cocoknya menggunakan aksesoris yang bagaimana ya. Aksesoris bisa meningkatkan penampilan kita, tapi salah pake aksesoris juga akan dengan sukses menjadikan kita terkenal (gara-gara dibahassss sama orang lain… T__T sesuatu yaahhh)

4. Cara Penyimpanan

Penyimpanan dengan cara yang salah, bisa membuat aksesoris kita lebih cepat rusak. Diantaranya karena terkena debu/sinar matahari (seperti contoh di atas tadi). Atau bener sih udah disimpan di dalam kotak, tapi pas kotaknya dilihat ternyata jenis kotak segala ada, alias satu kotak guede yang isi segala macam aksesoris… (tiap mau make anting2 perlu wkatu paling cepat 1 jam untuk berhasil menemukan pasangannya). Cara ini akan membuat aksesoris beset, karena gesekan langsung dengan aksesoris lainnya. Bahan pita dan bulu akan tampak kusut karena tertindih atau ketumnpukan sama aksesoris lain.
Belum lagi yang mengandung rantai panjang, biasanya rantai jadi ruwet dan menjerat akseosris lain, yang akhirnya bikin rusak.

cara menghindarinya : simpan aksesoris berdasarkan jenis dan bahannya. Yang mengandung rantai panjang sebaiknya digantungkan, yang cincin disatukan dengan sesama cincin, Untuk anting kita bisa beli display anting atau membuatnya sendiri dengan menggunakan kain hitam, sampirkan pada gantungan baju, lalu diatas kain ini kita pajang aneka anting2 kita (cara yang sama bisa digunakan untuk menyimpan bros kain) sementara untuk bros batu, wire dan manik-manik sebaiknya disimpan dalam wadar atau kotak-kotak terpisah. Biar gampangs ih pas beli langsung cari yang sudah satu paket dengan kotaknya, sehingga akan memudahkan kita untuk menyimpan di kelak kemudian hari.

ok-10aksesoris dari bahan bulu membutuhkan perawatan ekstra

5. Kualitas bahan yang digunakan untuk membuat aksesoris tersebut

Setiap bahan yang digunakan untuk membuat aksesoris, akan mempunyai karakteristik bawaan. Misalnya untuk aksesoris plastik berbeda dengan aksesoris berbahan dasar dari kawat/wire.Aksesoris jenis alloy (adalah sejenis campuran tembaga murni dengan non tembaga) yang biasa digunakan pada bahan-bahan aksesoris imitasi atau yang model2 korea, akan berbeda dengan aksesoris dari logam mulia seperti emas. Ya sebaiknya kita sebagai pemilik aksesoris juga sadar diri yaaa… belinya murah banget, tapi minta aksesorisnya bisa sekualitas dengan yang harga segramnya aja Rp 500.000 an hihihihi… Kenali jenis barang yang kita miliki, dan sesuaikan perawatannya.

Kesimpulan akhirnya : awet enggaknya suatu barang akan sangat tergantung dari setiap individu. Dengan mempraktekan sepenuh hati informasi dan pengetahuan mengenai cara merawat aksesoris handmade, maka aksesoris handmade akan bertahan lama (kikie)

2 comments

  1. riri says: October 2, 2017

Trackbacks and pingbacks

No trackback or pingback available for this article

Leave a Reply